Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Sudah cukup


__ADS_3

Nico harus dihadapkan dengan ketakutan kekasih kecilnya. Tubuhnya turut bergetar akan penolakan kekasihnya itu. Wanita di dalam dekapannya menolak dirinya seolah ia benar-benar pria yang begitu mengerikan.


Jennifer tetap meronta-ronta, berusaha meloloskan diri dari dekapan Nico. "Tidak! Lepaskan aku!" Dan semakin kuat memberontak, bahkan wanita itu mencoba menggigit lengan Nico yang mendekap dadanya. Karena terus meronta, dekapan posisi Jennifer berubah, ia mendekap kekasih kecilnya dari belakang.


Nico sedikit meringis karena gigitan sang kekasih, tapi tetap tidak melonggarkan dekapannya. "Dengarkan penjelasanku dulu sayang....."


Namun Jennifer tidak ingin tau, responsnya menolak keras dekapan Nico. Sehingga Nico tidak memiliki cara lain untuk membawa Jennifer masuk dalam mobil wanitanya, sedikit memaksa langkah Nona kecilnya untuk mengikuti langkah dan tubuhnya masuk ke dalam mobil.


"Kalian bawa mobilku!" teriaknya kepada para anak buah yang langsung diangguki oleh mereka. Menutup mobil ketika Jennifer berhasil masuk dengan paksaan. Nico berlari menuju kursi kemudi, berhasil membenamkan tubuhnya ke dalam mobil.


Tidak ingin mengulur waktu, lantas Nico segera menancapkan gas meninggalkan tempat tersebut. Di dalam mobil ia masih saja berupaya menenangkan Jennifer, dengan mengusap lembut bahunya, tetapi wanita itu segera menenpis tangannya.


Nico mengusap wajahnya dengan kasar, entah harus menggunakan cara seperti apa untuk menenangkan kekasih kecilnya. Berbagai cara Nico mencobanya, akan tetapi Jennifer tetap menepis tangannya, bahkan duduk di dalam mobil saja berusaha menjauhi Nico, hingga bahunya itu menempel pada pintu. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, mobil Nico tiba di depan pelataran penthouse miliknya.


Begitu mobilnya terparkir dengan baik, Nico tergesa-gesa turun dari mobil berlari membukakan pintu mobil untuk Jennifer. Reaksi wanita itu masih sama, menepis tangan Nico, bahkan mendorong dan menolak bantuan pria itu.


Nico tidak menyerah begitu saja, lantas ia segera membopong tubuh Jennifer ke pundaknya dan melangkah memasuki penthouse. Tangan Jennifer berulang kali memukuli punggung Nico, namun tidak mengurungkan langkah pria itu. Sesampainya di ruang tamu di dalam penthouse, Nico mendudukkan Jennifer di atas sofa, ia bersimpuh di hadapan wanitanya, kembali menenangkan wanita itu.


"Hussh sayang, tidak apa-apa. Jangan takut lagi." Nico menangkup wajah Jennifer. Meskipun wanita itu berulang kali menyingkirkan tangannya, ia tetap menangkup erat.


"Sayang, dengar. Kau salah paham. Aku hanya memberi mereka pelajaran saja." Entahlah, alasan itu mampu membuat kekasih kecilnya percaya atau tidak.


Jennifer menggeleng cepat. "Tidak. Jangan samakan aku dengan anak kecil yang di jelaskan seperti itu. Kau benar-benar membunuh mereka Nic. Aku tidak menyangka kau melakukan perbuatan yang sangat mengerikan." Air mata Jennifer meluruh, ia tidak bisa membendungnya lagi.


Melihat Jennifer yang menangis histeris, membuat hati Nico bagaikan tersayat-sayat, sehingga ia memeluk Jennifer dengan erat. "Maaf.... maafkan aku... jangan takut." Sudut mata Nico melelehkan cairan bening. Sungguh ia tidak bisa melihat Nona kecilnya yang selalu ceria menjadi histeris seperti ini. Terlebih karena sosok dirinya yang sebenarnya.


Hingga satu jam lamanya Nico membiarkan Jennifer menangis histeris dengan tubuh yang kembali bergetar. Di saat yang bersamaan Nico mulai menceritakan mengenai dirinya yang sebenarnya. Termasuk mengenai bos yang juga merupakan kakak dari kekasihnya itu. Tangis Jennifer perlahan mereda, ia terdiam sesaat untuk mencerna apa yang sedang disampaikan oleh Nico.


"Aku hanya membunuh orang-orang yang jahat, seperti yang kau lihat tadi, dua pria itu berusaha memerasku dan membunuhku. Kau tau sayang..." Nico mengulas senyum, tidak melepaskan pandangan dari kekasihnya. "Di dalam dunia kami hanya ada dua pilihan, membunuh atau dibunuh. Jadi aku selalu membunuh musuh kami sebelum kami yang terbunuh," sambungnya.


"Ja-Jadi kau dan kakak adalah seorang Mafia?" Dengan suara yang tersendat-sendat usai menumpahkan tangisnya. Dan Nico memberikan jawaban dengan mengangguk. "Sejak kapan?" tanya Jennifer kembali tanpa ingin menatap pria yang masih menjadi kekasihnya itu.

__ADS_1


"Sejak orang tuaku bercerai, aku sudah hidup di jalanan, sampai aku bertemu dengan Kakek Lucein dan kemudian diangkat sebagai cucunya. Tidak hanya aku bahkan kedua temanku yang memiliki nasib sama denganku diangkat sebagai cucu oleh Kakek Lucein."


"Apa kedua temanmu juga sama sepertimu?" Nico kembali mengangguki pertanyaan Jennifer. Ia tau jika. Jennifer menanyakan perihal Keil dan Daniel.


Jennifer menarik napas dalam lalu secara perlahan menghembuskannya. "Sudah cukup, tidak perlu diteruskan lagi." Ya, karena kini Jeniffer sudah tau sosok Nico yang sebenarnya. Ia tidak pernah menyangka jika Sang Kakek dan kakaknya juga bagian dari Nico dan kelompoknya.


"My Queen..." Melihat respons Jennifer yang kembali diam, Nico memanggilnya.


"Aku ingin pulang." Jennifer mengabaikan Nico, memandang pun tidak. "Antarkan aku pulang," pintanya kemudian.


"Sayang...." Nico meraih kedua tangan Jennifer lalu menggenggamnya.


"Please Nic, aku hanya ingin pulang. Tolong berikan waktu untukku menenangkan diri." Jennifer tetap bersikeras ingin kembali ke Mansion, hingga deru mesin mobil yang baru saja terparkir menyelinap di pendengaran Nico.


Terdengar suara langkah kaki berjalan mendekat. "Bos Nico, kami diperintahkan Big Bos untuk membawa Nona Jennie pergi dari sini." Dua anak buah hanya berdiri di ambang pintu.


Nico menatap tajam dua anak buah tersebut. Ingin ia menahan kekasihnya lebih lama lagi, tapi ia tidak begitu sampai hati tatkala memperhatikan raut wajah Jennifer yang benar-benar nampak ketakutan dan butuh ketenangan setelah melihat perbuatan keji yang ia lakukan. Memang untuk saat ini ia harus menekan egonya. Ketenangan kekasihnya lebih penting dari apapun, mengingat bisa saja kejadian yang baru saja disaksikan oleh wanitanya itu menimbulkan rasa trauma yang mendalam, dan tentunya ia tidak ingin hal itu terjadi. Ia tidak ingin Jennifer trauma jika bertemu dengannya.


Tidak ada respons apapun yang terlontar dari bibir ranum Jennifer. Wanita itu menatap ke arah lain dengan tatapan yang sulit di artikan.


Nico mengecup kening Jennifer cukup lama, mungkin setelah ini ia akan lama bertemu dengan kekasihnya, karena itu ia ingin lebih lama mengecup dan menghirup aroma tubuh kekasih kecilnya.


"Jaga dirimu baik-baik My Queen. Jangan memikirkan apapun, aku tetap pria raksasa menyebalkan untukmu. Jangan jadikan aku sebagai pria yang paling kau hindari setelah ini." Nico tersenyum di hadapan Jennifer, berbeda dengan hatinya yang tersayat perih. Ternyata memang mudah mengatakannya, tapi begitu sulit itu untuk menjalaninya.


Perkataan Nico membuat Jennifer menolehkan wajahnya ke arah pria itu, menatapnya cukup lama hingga Nico menyematkan senyumnya. Meskipun sejak tadi mereka bersama, Jennifer tidak menatap dirinya dan hanya membuang pandangan ke arah lain, dan saat ini wanita itu sedang menatap dirinya, tentu saja Nico meresa senang.


"Aku mencintaimu My Queen," ucapnya penuh dengan ketulusan. Hingga Nico kembali membenamkan kecupan di kening kekasihnya, sebelum kemudian membantu Jennifer beranjak dari duduknya. Nico mengantarkan Jeniffer hingga kekasih kecilnya itu memasuki mobil dan perlahan lenyap dari penglihatannya.


***


Dan dua hari berlalu sejak peristiwa terungkapnya jati diri Nico yang sesungguhnya. Jennifer duduk termenung di ruangan televisi, raga wanita itu berada di depan televisi, akan tetapi sorot matanya terlihat begitu kosong. Hal itu tidak luput dari perhatian Xavier yang berdiri di depan pintu. Sungguh ia tidak bermaksud berbuat buruk, apa yang ia lakukan hanya untuk kebaikan mereka. Xavier menaiki tangga, melangkah panjang menuju balkon, sejak berolahraga pagi bersama dengan Arthur, ia hanya membalut tubuhnya dengan kimono tidur dan membiarkan perut sixpack-nya terekspos sempurna.

__ADS_1


Sementara Nico tengah membuat keributan di pelataran Mansion bos, pria itu ingin menemui Jennifer. Dua hari sudah cukup untuk wanita itu menenangkan dirinya dan ia tidak ingin wanita itu mengindari dirinya. Dan begitu ia tahu jika kekasihnya berada di Mansion bos, Nico segera menyambangi kediaman bos. Setidaknya ia dapat melihat kekasihnya itu dan memastikannya sendiri jika wanita itu dalam keadaan baik-baik saja. Tidak peduli jika ia akan babak belur nantinya ketika bos mendapatinya di Mansion.


"Katakan pada bos, aku hanya ingin menemui kekasihku." Ya, lagi-lagi Nico mendapatkan pengusiran, tiga anak buahnya sudah mendapatkan perintah untuk menghadang Nico jika ingin memasuki Mansion.


"Maaf Bos Nico, Nona Jennie sedang tidak bisa diganggu. Nona Jennie sedang beristirahat karena kurang sehat sejak kemarin."


Nico semakin memberontak ketika mendengar keterangan salah satu dari ketiga anak buah tersebut. Tentu itu membuatnya sangat panik dan cemas bersamaan.


"Maaf Bos Nico, sebaiknya Bos Nico segera pergi dari sini. Jangan membuat keributan!" ujar anak buah yang lain dan mereka segera menyeret langkah Nico untuk keluar dari kediaman Mansion.


Sejak tadi Xavier menyaksikan Nico yang tengah membuat keributan dari atas balkon. Ia memijat pelipisnya, anak buahnya tidak ada yang tidak keras kepala sama seperti dirinya.


"Ck, bodoh dan tidak sabaran!" gerutunya kesal.


Merasakan telapak hangat menyentuh pundaknya, Xavier menoleh lalu tersenyum tipis mendapati sang istri tercinta sudah berdiri di sampingnya.


"Ada apa sweety?" Xavier menarik lengan Elleana dan menuntun ke hadapannya.


"Sudah cukup bermain sandiwaranya, Tuan Xavier Alexander Romanov. Apa kau tidak kasihan dengan mereka, hm?" Elleana memelototi tajam, memprotes akan perbuatan suaminya yang benar-benar membuat Jennifer dan Nico menderita satu sama lain.


To be continue


Baba Xavier



...Yang kesal sama baba ewok (Vier) kayanya perlu Yoona santet online ya... Jangan cem-macem sama suami Yoona loh 👊😳...


...Like, vote, follow, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...


...Always be happy 🌷...

__ADS_1


...Instagram : @rantyyoona...


__ADS_2