Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Bonus chapter (Kelelahan)


__ADS_3

Tidak terasa dua bulan sudah berlalu, usia kandungan Emely saat ini sudah menginjak bulan ketiga. Perut wanita itu sudah terlihat membuncit dan Keil benar-benar menjadi suami yang siaga. Keil selalu memperhatikan pola makan sang istri demi kesehatan mereka. Ia ingin bayinya berkembang dengan baik dan menjadi seorang suami serta seorang Daddy yang siaga, melimpahkan kasih sayang penuh yang tidak pernah ia dapatkan dari kedua tuanya.


"Cukup sayang, aku sudah kenyang." Emely menolak diiringi gelengan kepala ketika Keil akan kembali menyuapi buah yang disodorkan padanya. Sudah sedari tadi Keil dengan telaten menyuapi dirinya, sedangkan Emely nampak serius menonton televisi.


"Baiklah, tapi setelah ini kau harus beristirahat. Aku akan menemanimu sampai tertidur." Keil kemudian meletakkan piring yang masih terisi setengah buah apel dan jeruk di atas meja. Emely hanya mengangguk saja, memang Keil akan menemani dirinya tidur hingga menjelang siang, tetapi sebelum itu mereka berolah raga ranjang terlebih dulu sebelum terlelap.


Keil menggendong tubuh istrinya itu dan melangkah menuju kamar mereka yang berada di lantai dua. Saat ini Keil masih menempati penthouse. Jika bayi mereka sudah lahir, Keil akan memboyong istri serta bayinya ke Mansion yang sudah ia siapkan.


Emely sudah terbiasa dengan perlakuan suaminya, ia tidak menolak setiap kali Keil menggendongnya. Kedua tangannya justru sudah melingkar di leher Keil. Hingga setibanya di depan kamar, Keil mendorong pintu kamar yang sedikit terbuka menggunakan kakinya, lantas kembali menutup pintu dengan kakinya. Keil kemudian membaringkan Emely di atas ranjang, lalu ikut merangkak dan mengukung tubuh istrinya.


"Aku akan memuaskanmu lagi Love, bersiaplah," bisiknya hingga hembusan napas Keil yang menyapu wajah Emely membuat tubuh wanita itu meremang seketika. Padahal nyaris setiap hari mereka bercinta, akan tetapi tetap saja Emely merasakan kegugupan melanda dirinya.


"Aahh....." Desahann itu tidak tertahan ketika Keil menyesap leher dan meremmas satu dada istrinya yang semakin padat berisi semenjak hamil.


"Aku akan melakukannya dengan berhati-hati, Love." Suara Keil teramat berat, ia sudah terbakar gairah.


Emely nampak mengangguk. "Lakukanlah sayang, aku juga menginginkanmu."


Mendengar hal itu, Keil mengulum senyumnya. "As you wish, Love." Dan Keil segera menanggalkan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya. Lalu membantu sang istri melepaskan dress tipis yang menerawang itu.


Keduanya sudah polos satu sama lain, lantas Keil tidak ingin membuang waktu lagi, ia segera menyambar bibir Emely dengan rakus, tangannya bergerilya liar turun ke bawah, mencapai sesuatu yang ia sukai, membuat Emely melenguh nikmat di bawahnya. Lama mereka melakukan foreplay, hingga akhirnya Keil mulai membenamkan miliknya di dalam sana. Hentakan pelan dipompa oleh Keil, rasa itu masih tetap sama, Keil selalu merasa candu dengan milik sang istri yang masih menggigit miliknya.


Keil dan Emely larut akan buaian kenikmatan, bermacam gaya telah mereka melakukan. Kini Emely berada di atas tubuh suaminya, memompa pinggul dengan perlahan hingga hentakan itu semakin lama kian cepat dan menggebu. Keil dengan gemas meremass dua dada yang bergelayutan bergerak liar kesana kemari, lantas ia segera melummat dan mengulumnya, hingga berhasil membuat Emely mengerang.


Keil memacu dan menekan miliknya lebih dalam lagi, sehingga Emely mencapai pelepasannya lebih dulu. Sedangkan Keil masih memompa pinggulnya, tetap berhati-hati karena mengingat janin yang berada di kandungan Emely, dan detik berikutnya Keil mengerang panjang, mengakhiri pergulatan nikmat mereka.


***


Sementara di penthouse lain, Daniel dan Ashley saling pagut memagut bibir mereka, menyesap liar dan penuh gairah. Tangan mereka bebas menjalar kemana-mana. Ashley sudah lebih berani dari sebelumnya, istri yang polos itu berubah liar ketika berada di atas ranjang, tentu saja tidak luput dari campur tangan Daniel, pria itu memberikan edukasi mengenai hubungan seksuall kepada istrinya. Awalnya Ashley masih sangat canggung dan gugup namun dua bulan ini ia belajar banyak dan Daniel berhasil menjadikan seorang istri yang hebat di atas ranjang.


"Ooh shitt.... fasterrr baby...." Saat ini Ashley berada di bawahnya, menghisap senjatanya yang berdiri dengan gagah, mengulum hingga benar-benar basah. Bahkan senjata miliknya nyaris tenggelam ke dalam rongga istrinya. "Baby, kau semakin pintar." Kedua mata Daniel terpejam berulang kali, menikmati bibir sang istri yang menyesap miliknya dengan lihai. Tidak sia-sia ia mengajari istrinya dengan berbagai macam gaya.

__ADS_1


Mendengar suaminya yang meracau nikmat, Ashley semakin menghisap dalam, memundurkan-majukan kepalanya hingga berhasil membuat suami liarnya itu mengerang nikmat.


"Baby aahhhhh....." Daniel meremass rambut Ashley, mendorong lebih cepat lagi kepala sang istri, hingga akhirnya mengeluarkan cairan kental di dalam mulut istrinya. Lantas Daniel menyambar bibir Ashley, agar istrinya itu menelan apa yang baru saja ia keluarkan.


Ashley nyaris saja tersedak, suaminya itu benar-benar memiliki tingkat fantasi liar yang luar biasa. Kini ia sudah mendapatkan ilmu tentang berbagai macam gaya bercinta, dan membuat Daniel terpuaskan akan permainannya.


"Baby, aku masih menginginkanmu," bisik Daniel mengusap sudut bibir Ashley akan sisa cairan kental miliknya itu. Tanpa mendengar jawaban dari istrinya, Daniel mendorong Ashley hingga terbaring di atas ranjang.


Senjatanya yang masih berdiri tegak itu langsung diarahkan ke dalam lubang kenikmatan milik istrinya, perlahan menembus masuk dan membenam sempurna di dalam sana.


"Aaahhh sayang, pelan-pelan," pekik Ashley. Terkadang suaminya itu terlalu menggebu-gebu hingga tidak sadar jika memompa terlalu kasar.


"Sorry baby, kau benar-benar nikmat, aaahhhh...." Meskipun setiap hari mereka melakukannya, tidak membuat Daniel merasa bosan, ia justru merasa kecanduan dengan tubuh sang istri.


Daniel kemudian menarik kedua kaki Ashley lalu bertopang pada kedua pundaknya yang kekar itu, hingga posisi Ashley menuking ke depan dan benar-benar membuat milik Daniel tenggelam.


Erangan panjang yang didorong pelepasan mengakhiri pergumulan panas dan liar keduanya. Dengan napas dan tenaga yang tersisa, Daniel mengecup bibir Ashley cukup lama dan dalam. Daniel berharap benihnya sudah membentuk embrio seperti yang ia harapkan selama ini.


***


Jennifer berhasil membuat Nico mengerang di bawahnya, ia memompa pinggulnya dengan tempo yang cepat.


"My Queen aahhhh..... lebih cepat lagi." Nico menggigit bibir bawahnya. Ia sungguh dibuat tidak bisa berkutik akan permainan istri kecilnya itu.


"Hummm....." Jennifer kemudian menambah kecepatan temponya. Dada yang naik turun itu menjadi pusat pelampiasan Nico yang begitu diliputi gairah. Diremasnya dan bahkan dikulum dengan sedemikian rakus. Jejak kemerahan tersebar dan tercetak di leher serta dada wanita itu.


"Aaahhh Nico sayang.... aku hampir sampai...." erang Jennifer meloloskan desahannya saat ia akan mencapai puncak pelepasan, hingga miliknya berdenyut akan pelepasan nikmat itu.


Nico yang belum mendapatkan pelepasannya, mengambil alih permainan, membalikan tubuh Jennifer hingga membelakanginya. Kini Nico berada di atas tubuh istri kecilnya itu, siap memasuki milik sang istri dari belakang.


"Aahhh Nic....." Senjata Nico kembali tenggelam di dalam sana. Jennifer kembali merasakan kenikmatan.

__ADS_1


Nico menghentakkan pinggulnya dengan cepat, meremass satu dada istrinya yang terlihat semakin padat karena setiap hari ia menghisapnya hingga menjadi membesar seperti saat ini.


"Aaahhh Jennie sayang, I love you more." Ungkapan cinta itu kembali Nico lontarkan disaat ia mendapatkan pelepasannya dan mendorong cairan kental ke dalam rahim sang istri. Entah kali ini ia akan berhasil atau tidak, sudah dua bulan ia tidak pernah absen bercinta. Hanya sesekali tidak menerjang istrinya ketika ia berada di Mansion Utama karena disana terdapat bos yang selalu mengawasi dirinya.


Setelah berhasil menyemburkan laharnya ke dalam rahim istrinya, ingin rasanya Nico mengulanginya lagi, akan tetapi tubuhnya tiba-tiba terasa lemas, hingga kemudian Nico tumbang di sisi sang istri.


"Ada apa?" tanya Jennifer segera beranjak duduk, ia sudah tidak lagi malu dalam keadaan tubuhnya yang polos.


"Tidak apa-apa..." Nico mengatur napasnya yang memburu lebih cepat. Tidak biasanya ia merasa seperti ini pada saat selesai bercinta.


Merasakan sesuatu yang tidak beres dengan tubuhnya dan perutnya tiba-tiba merasa mual, Nico menyambar handuk yang terlampir di atas sofa, melilitkan pinggangnya, lalu berlari ke kamar mandi. Sontak saja membuat Jennifer panik dan menyusul suaminya ke dalam kamar mandi setelah ia mengenakan bathrobe.


Nico memuntahkan isi perutnya, dan Jennifer mengusap tengkuk leher suaminya itu. Ia merasa heran, bukankah sejak tadi suaminya itu baik-baik saja, bahkan mereka bercinta hingga satu jam lebih.


"Apa kau baik-baik saja?" Keningnya melipat dalam karena begitu mencemaskan suami raksasanya.


Nico mengangguk pelan, lalu membasuh wajah dan mulutnya dengan air di wastafel. "Aku baik-baik saja sayang, tidak perlu cemas." Tidak ingin membuat istrinya itu cemas, Nico berbohong, ia tidak ingin memberitahukan tubuhnya yang mendadak tidak baik-baik saja.


"Kalau begitu aku siapakah air hangat untukmu berendam," ucap Jennifer dan segera diangguki oleh Nico.


Tidak hanya Jennifer yang dibuat heran, bahkan Nico sendiri nyaris tidak percaya. Selama ini ia jarang sekali jatuh sakit jika bukan karena efek dari luka.


"Sayang, sudah aku siapkan." Jennifer mengusap bahu Nico, lalu membantu suaminya berendam di dalam bathtub. Jennifer dan Nico berendam dan saling membantu membasuh tubuh mereka tanpa ada kegiatan panas lagi. Karena tenaga Nico benar-benar terkuras tidak tersisa.


Waktu masih menunjukkan pukul 9 pagi dan sejak pagi mereka bergumul di atas ranjang, sehingga Jennifer menyimpulkan jika suaminya itu hanya kelelahan karena aktivitas di ranjang, terlebih lagi belum ada makanan yang masuk ke dalam perut mereka.


See you next bonus chapter


...Yang masih berkenan bisa like, vote dan jangan lupa komentar kalian 💕...


...Always be happy 🌷...

__ADS_1


...Instagram : @rantyyoona...


__ADS_2