Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Balas dendam


__ADS_3

"Lakukan sekarang!" Dan atas perintahnya, beberapa anak buah akan menjalankan tugas mereka untuk melenyapkan Nico. Jika perlu, lenyap bersama dengan kekasihnya sekaligus.


Ya, pria itu adalah Jonas, selama ini ia bersembunyi untuk menyembuhkan lukanya. Sejak mengetahui jika Jerome tewas karena siksaan yang dilakukan oleh seluruh anggota Black Lion. Ia tidak bisa tidur dengan baik karena merasa bersalah tidak bisa menyelamatkan temannya itu dari Markas Black Lion. Dan Golden Dawn, kelompok yang sudah ia besarkan lenyap tidak tersisa, sehingga ia harus mengumpulkan anak buahnya yang sempat terpencar untuk membalaskan dendam kelompok serta kematian Jerome. Karena itu sejak beberapa hari yang lalu, ia selalu memasang mata untuk mengawasi ketiga anggota Black Lion.


Melihat mobil Nico yang sudah berlalu pergi, Jerome beserta anak buahnya mengikuti mobil Nico dengan jarak yang aman. Jonas melirik ke sekitarnya, nampak sepi tidak terdapat mobil satu pun selain mobil pria itu dan kebetulan mobil mereka berada di atas tebing dengan air laut di bawahnya.


Brak


Brak


Dua mobil menghantam mobil Nico secara bergantian, hingga mengakibatkan mobil yang dikemudikan oleh Nico terhempas cukup jauh.


"Shittt!!" umpat Nico. Lagi-lagi ia diserang ketika sedang bersama dengan kekasihnya. Nico kemudian menoleh ke arah Jennifer, kekasihnya itu nampak terkejut dan menatap kepada dirinya seolah minta penjelasan.


"Pekerjaanku selalu mengundang musuh-musuhku. Itu sebabnya aku pernah mengatakannya kepadamu, membunuh atau terbunuh. Apa kau tidak masalah jika memiliki kedepannya memiliki suami sepertiku? Karena mereka akan selalu mengincar sebelum berhasil membunuh." Nico sengaja memberikan pilihan untuk Jennifer. Ia tidak ingin memaksa wanita itu jika memang tidak bisa menerima dirinya. Karena ia tau pekerjannya yang berbahaya, tidak jarang selalu melibatkan orang-orang yang dicintai.


Wanita itu nampak ragu untuk memberikan jawaban, memang jika bersama dengan seorang gembong Mafia akan selalu mengancam nyawanya. Tapi nyatanya selama ini ia sudah hidup bersama dengan seorang Mafia yang tidak lain ialah sang kakak. Di balik ketegasannya, sang kakak menyimpan beban besar karena harus selalu melindungi seluruh keluarga dan orang-orang terdekatnya. Karena itu untuk apa ia merasa takut? Bukankah seharusnya ia senang karena di kelilingi orang-orang seperti mereka. Mafia, hanya namanya saja yang terdengar kejam, tapi lihatlah selama ini bahkan kakaknya tidak pernah kasar dan bermain tangan kepada dirinya, kakak iparnya selalu diperlakukan dengan begitu baik. Tidak semua Mafia berlaku kejam terhadap anggota keluarga, mungkin benar jika seorang Mafia tidak akan segan-segan untuk melenyapkan para musuhnya. Dan apa yang dikatakan Nico benar adanya, cara melindungi diri adalah membunuh lebih dulu sebelum akhirnya terbunuh.


Lama Jennifer larut dalam pikirannya, bahkan ia tidak menyadari jika mobil kekasihnya itu sedang berusaha menghindari serangan yang datang secara bertubi-tubi. Tangan Jennifer terulur menyentuh punggung tangan Nico yang sedang memegang kemudi, hingga membuat pria itu menolehkan kepalanya.


Jennifer mengulas senyum tipis. "Siapapun dirimu, aku menerimanya. Jadi kau tidak perlu cemas aku akan ketakutan seperti sebelumnya." Inilah jalan yang ia pilih, berani mencinta berani juga untuk mengambil resikonya.


Bagaikan angin segar yang melingkupi rongga paru-parunya, Nico menatap dalam wajah kekasihnya. Jawaban seperti itu sudah cukup baginya. Ia senang wanitanya bisa menerima sosok dirinya yang sebenarnya. Ketakutan yang sempat menyelimutinya perlahan lenyap tanpa sisa.


Nico menarik tengkuk leher Jennifer, membenamkan ciuman di bibir kekasihnya yang langsung mendapatkan balasan. "Terima kasih sayang," ucapnya setelah melepaskan pagutan bibirnya. Nico mengusap wajah Jennifer, sebelum kemudian fokusnya kembali pada kemudi.


"Aku sudah menghubungi teman-temanku. Bantuan akan segera datang, jadi kau tidak perlu cemas."


Jennifer mengangguk, padahal sejak tadi ia tidak melihat Nico menghubungi siapapun. Apa mungkin kekasihnya itu memiliki alat komunikasi selain ponsel? pikirnya.


Saat baru saja diserang, Nico sudah mengirimkan sinyal pelacak akan keberadaan dirinya, sehingga saat ini ia hanya perlu menunggu.


Dan benar saja di belakang terdapat dua mobil yang sedang mengejar mobilnya, mobil Keil dan mobil Daniel di susul oleh mobil beberapa anak buah. Mendengar jika sahabat mereka kembali di serang, keduanya segera meluncur ke lokasi dan tanpa sadar jika mereka masih bersama dengan wanita-wanitanya. Keil dan Daniel memang sedang menemani dua wanita cantik itu berbelanja, tapi siapa yang mengira jika mereka akan mendapatkan kabar mengejutkan. Sehingga tanpa sadar menarik tangan wanita-wanita mereka untuk meninggalkan pusat perbelanjaan menuju lokasi dimana Nico berada.


Keil serta Daniel membiarkan mobil para anak buahnya menghadapi dua mobil sialan itu. Keduanya berusaha mengejar mobil Nico dan kini sudah berada di sisi kanan kiri mobil Nico. Keil menekan klakson mobilnya berulang kali diiringi kaca yang ia bukan dengan lebar. Nico yang sudah menyadari keberadaan mobil kedua sahabatnya itu, lantas mengurangi kecepatan mobil dan segera membuka kaca mobilnya. Tangan Keil memberikan isyarat jika ia harus menepi, Nico paham lalu segera menepikan mobilnya.


Keil dan Daniel sontak saja menginjak rem, lalu turun dari mobil bersamaan menghampiri Nico dengan Nona Jennie.


"Kalian baik-baik saja?" tanya mereka bersamaan sesaat Nico dan Jennifer turun dari mobil.


"Kami baik-baik saja," sahut Nico. Lalu pandangannya beralih pada dua sosok wanita yang tidak lain ialah Emely serta Ashley. "Kenapa kalian membawa mereka?" tanyanya tidak percaya.

__ADS_1


"Nanti saja aku jelaskan. Aku sudah menyuruh Lina, Joy dan Elma untuk membawa mereka pergi dari sini," tutur Keil.


"Terlalu bahaya jika mereka satu mobil dengan kita. Apalagi kondisi Emely sedang hamil." Perkataan Daniel di angguki oleh kedua sahabatnya itu.


Bertepatan dengan dua buah mobil berhenti di depan mereka. Nampak tiga wanita yang tidak lain adalah Lina, Joy dan juga Elma. Mereka bertiga ditugaskan untuk menjaga Jennifer, Emely serta Ashley dan sesegera mungkin membawa wanita mereka ke tempat yang aman, jauh dari jangkauan musuh-musuh.


"Kalian jaga mereka, jangan biarkan terluka sedikitpun. Jika tidak, nyawa kalian taruhannya!" ujar Nico tajam penuh ancaman.


"Baik!" Ketiganya mengangguk serempak, lalu saling mendekati Nona mereka.


Elma menuntun Nona Jennie masuk ke dalam mobil. Tentu mereka akan menjaga ketiga nona tersebut dengan baik. Terlebih Nona Jennie adalah adik dari Big Bos. Lina melakukan hal yang sama, menuntun Nona Ashley dan Joy turut serta menuntun Nona Emely, mereka masuk ke dalam mobil yang sama, kemudian segera berlalu dari sana.


Melihat ketiga wanita mereka sudah lebih aman, Nico, Keil serta Daniel saling bertatap lalu mengangguk, sebelum kemudian masuk ke dalam mobil mereka masing-masing.


Mereka menyerang bersamaan mobil yang berbondong-bondong berdatangan. Mereka menduga dalang dibalik penyerangan adalah Jonas.


Tepat sekali dugaan mereka. Sejak tadi Jonas mengamati dan memperhatikan mobil ketiganya. Ia menyuruh anak buahnya untuk turun dari mobil karena ia ingin menghabisi ketiga anggota Black Lion itu dengan tangannya sendiri. Jonas melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk mengejar ketiga mobil yang berani-beraninya menyingkirkan beberapa anak buahnya.


Brak


Ya, mobil Jonas menghantam belakang mobil Daniel. Ia tersenyum licik, percikan api kemarahan akan kematian Jerome nampak jelas kentara.


Lagi. Jonas kembali menghantamkan mobilnya pada bagian belakang mobil Daniel. Nico dan Keil yang melihat sebuah mobil menyerang Daniel, memutar arah mobilnya dan menabrak mobil bagian depan Jonas. Mereka baru menyadari jika seseorang yang berada di dalam mobil itu adalah Jonas. Mereka saling menghantam mobil Jonas berulang kali.


Aksi kejar-kejaran itu tidak terhindari, sesekali diselingi dengan deru tembakan yang berasal dari masing-masing mobil, sayangnya mereka terlihat sama-sama kuat. Terlebih kini dua buah mobil yang merupakan anak buah Jonas turut menyerang Black Lion.


Keil menghindari serangan yang datang kepadanya. Setidaknya ia bisa menghindar untuk saat ini dengan menambah laju kecepatan mobilnya. Dan Nico, pria itu nampaknya menghentikan laju mobilnya untuk sesaat dan ketika sebuah mobil mendekat ke arahnya dan ingin menghantam, ia kembali menginjak pedal gas sehingga mobil itu menghantam bahu jalan. Sementara Daniel nampak sedang saling serang menyerang, mobil sisi kirinya bertabrakan dengan mobil anak buah Jonas, saling menahan mobil mereka, sekedar untuk membuktikan siapa kiranya yang akan terguling terlebih dulu.


Brak


Dan hasilnya mobil Daniel serta mobil anak buah Jonas saling terguling dan terseret cukup jauh. Daniel sedikit kesulitan ketika membuka pintu mobil karena memang sebelumnya pintu mobilnya nampak rusak parah, ia mencoba menendang pintu mobil dengan sekuat tenaga. Dan berhasil, dalam keadaan mobil terseret Daniel keluar dari mobil itu sebelum kemudian mobil miliknya meledak.


Napas Daniel terengah-engah, beruntung ia cepat keluar dari mobil. Jika tidak, ia sudah meledak bersama dengan mobilnya.


Brak


Mobil Keil menabrak pembatas jalan dengan begitu keras ketika mobil anak buah Jonas berhasil menghantam, tapi naas mobil itu terguling ke bawah tebing. Keadaan mobil Keil rusak parah, pintu terbuka, lantas turun dari mobil, ia terguling di atas aspal. Mobil dari arah lain hendak menabraknya, beruntung Keil bangkit dan melesat lebih cepat sehingga tubuhnya aman dari hantaman mobil.


"Shittt!!" Keil mengibaskan lengan tangannya yang nampak sakit akibat terguling di aspal. Sementara mobil yang nyaris menabraknya berhenti dan keluarlah sosok pria dari mobil tersebut. Keil tidak terkejut lagi, dugaan mereka memang benar, mereka adalah Jonas dan para anak buah.


"Ck, kau masih hidup rupanya!" Nada ucapan Keil sengaja mengejek Jonas.

__ADS_1


Masih dengan seringai iblisnya, Jonas nampak tidak peduli akan ucapan Keil. "Kita lihat saja nanti, kau atau aku yang akan hidup lebih lama!" Tangan Jonas menyusup masuk ke dalam pakaiannya, lalu terlihat mengeluarkan senjatanya.


Sedangkan Keil, senjata miliknya sudah hilang entah kemana, mungkin terjatuh di mobil. Ia hanya melirik ke arah sekitarnya, tidak terdapat apapun untuk melindungi tubuhnya dari serangan peluru.


Melihat Keil yang sudah terdesak dan tersudut, Jonas bergerak maju satu langkah disertai seringai liciknya. Hingga kemudian ia menarik pelatuk dan,


Dor!


Keil menunduk, berhasil menghindari peluru tersebut. Detik itu juga Keil berlari menerjang Jonas, dan menghantam pukulan pada perut pria keparat itu. Namun detik itu juga Jonas membalikan keadaan, ia menekan lengan Keil yang memang terluka cukup parah karena terseret dan terguling. Dalam keadaan meringis, Keil mencengkram leher Jonas dan kemudian menendang perut Jonas. Jonas jatuh tersungkur, senjatanya terlempar, Keil hendak mengambilnya, tapi sayangnya tangan Jonas meraih senjatanya yang lain di dalam pakaiannya dan menodongkan tepat ke arah Keil.


Dor!


Sebelum peluru itu mengenai Keil, seseorang lebih dulu melindunginya. Keil terkejut, bola matanya melebar, Nico menjadi tameng untuknya sehingga peluru itu melesat di lengan Nico.


"Bodoh! Kenapa kau melindungiku!" hardik Keil penuh amarah. Karena melindungi dirinya, Nico harus terkena hantaman peluru.


"Aku baik-baik saja. Luka ini tidak seberapa." Dalam keadaan terluka pun, Nico masih dapat tersenyum.


"Hahahaha...." Menyaksikan hal itu Jonas tertawa keras. "Ini baru permulaan karena kalian semua akan mati di tanganku!" Gelap mata, karena kehilangan Jerome dan juga Golden Dawn, Jonas tidak dapat berpikir selain membalaskan dendamnya. Kini musuhnya ada di hadapannya, ia bisa melenyapkan mereka sekaligus. Lantas Jonas kembali menodongkan senjatanya dan,


Dor!


Muntahan peluru itu melesat di udara karena Daniel menumbangkan Jonas. Ia kemudian memukuli Jonas bertubi-tubi.


"Keparat! Kau benar-benar mencari mati!" Daniel berusaha merebut senjata milik Jonas. Aksi saling merebut itu tidak terelakan, membuat Keil dan Nico menatap waspada. Mereka cemas jika peluru itu bisa menembus salah satu di antara mereka.


Jonas mengeram, ia langsung menendang perut Daniel sehingga Daniel berangsur menjauh, detik itu juga Jonas mengarahkan senjatanya, namun lagi-lagi harus gagal karena Keil lebih dulu menerjang Jonas hingga keduanya tidak bisa menahan keseimbangan. Tubuh Jonas tergelincir ke pembatas tebing, ia menarik tangan Keil sehingga tubuh Keil bersama dengannya terjatuh ke bawah tebing di mana air mengalir begitu deras di bawah sana.


"Keil!!!!" Nico dan Daniel begitu terkejut, menyaksikan Keil dan Jonas terjatuh ke bawah sana. Mereka hanya bisa melihat tubuh keduanya tercebur dan perlahan tenggelam.


To be continue


Babang Keil



...Like, vote, follow, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...

__ADS_1


__ADS_2