
Waktu menunjukkan pukul 6 pagi, terlihat Emely yang baru saja memasuki penthouse. Wanita itu semalaman tidak kembali ke penthouse, melainkan bersama dengan Keil di apartemen yang tidak jauh dari Cafe Hollander. Anak buah yang ditugaskan oleh Jonas selalu memantau Emely, mengecek sekiranya wanita itu benar-benar berada di cafe atau hanya mengelabui saja. Tetapi begitu melihat Emely yang masuk ke dalam cafe dan tidak keluar setelahnya, mereka sangat yakin jika wanita itu benar-benar berada di sana. Lantas mereka segera melaporkan kepada Jonas apa saja aktivitas Emely. Tanpa sepengetahuan mereka, Keil diam-diam masuk ke dalam cafe melalui pintu belakang, dan ia membawa Emely pergi dari sana. Menugaskan Joy untuk menggantikan wanitanya di dalam agar dua anak buah Jonas tidak curiga.
Namun entah mendapatkan informasi dari mana, Jonas mengetahui jika selama ini Emely bersama dengan pria lain. Hal itu membuat Jonas murka, ia bahkan mengabaikan kekasihnya yang terus menahan dirinya untuk tidak perlu mempedulikan Emely. Sejujurnya wanita yang sudah hampir dua tahun menjadi kekasih Jonas merasa cemburu, mereka yang sudah lama bersama tidak kunjung menikah. Sedangkan Jonas justru menikahi wanita lain, itu sebabnya kekasih Jonas selalu menghasut Jonas, hingga kebencian semakin menjalari hati pria itu.
Beruntung saja Emely sudah kembali tepat waktu sebelum Jonas tiba di penthouse, tetapi hal itu tidak membuat kemarahan Jonas menyurut. Setibanya di penthouse, Jonas menyuruh salah satu maid untuk memanggilkan Emely, bertepatan dengan Emely yang baru saja mengenakan pakaian lengkap. Dengan tergesa-gesa Emely keluar dari kamar, tanpa mengetahui jika Keil selalu mengawasi dirinya dari kamera cctv.
Detak jantung Emely berdetak kencang, bukan karena ia begitu merindukan sosok suaminya itu. Lebih tepatnya ia merasa ketakutan, entah kali ini apa yang akan dilakukan oleh suami gilanya itu padanya.
"Ada apa?" Meskipun tubuhnya yang nyaris bergetar, Emely memberanikan mengeluarkan suara terlebih dulu ketika sudah berhadapan dengan Jonas dan juga kekasih dari suaminya itu.
Wajah Jonas diliputi amarah, pria itu kemudian mendekati Emely.
Plak
Jonas melayangkan tamparan di wajah Emely hingga meninggalkan bekas kemerahan disana.
"Kau.... kenapa kau menamparku?" Emely berteriak, salah satu tangannya menyentuh wajahnya yang baru saja terkena tamparan oleh Jonas. Sakit dan perih? Tentu saja, karena suaminya itu menampar dirinya dengan sangat keras.
"Hahaha...." Namun alih-alih menjawab, Jonas justru tertawa. Dan menurut Emely, itu adalah tawa yang sangat mengerikan. "Kau benar-benar wanita jalaang!" serunya. "Berani-beraninya kau bersama dengan pria lain di belakangku!"
Deg
Emely terkejut. Pantas saja Jonas begitu marah padanya, ternyata pria itu sudah mengetahui semuanya. Terdiam dan tercekat, Emely tidak mampu menatap wajah Jonas yang dipenuhi kilatan amarah itu. Ia cemas jika Jonas dapat menemukan kebohongan di kedua matanya.
"KENAPA DIAM SAJA! APA KAU INGIN MATI, HAH?!!!!" Kemarahan Jonas semakin menjadi. Lalai, ia lalai. Tidak pernah terpikirkan jika Emely begitu mudah membodohi dirinya. Ia pikir dengan menikahi wanita itu dan menyiksa batinnya, wanita itu akan mengemis-ngemis padanya untuk dibebaskan atau untuk kebebasan ibunya. Ternyata wanita di hadapannya ini lebih licik.
Tidak hanya Emely yang berhasil dibuat ketakutan, kekasih dari pria itu pun bergetar hebat. Mengenal cukup lama kekasihnya, sudah membuatnya paham, karena itu ia tidak ingin mencari masalah yang akan membuatnya terbunuh.
"A-aku tidak mengerti apa yang kau katakan." Akhirnya Emely hanya bisa mengelak. Mengakui pun sama saja ia mencari mati! Tidak. Ia baru saja merasakan kembali kebahagiaannya, karena itu ia tidak ingin mati di tangan Jonas.
"Hah, jalangg! Kau benar-benar membuatku muak. Seharusnya aku sudah membunuhmu sejak awal membawamu ke rumah ini." Dan dengan amarah yang sudah memuncak, Jonas menarik rambut panjang Emely yang terurai, hingga membuat wanita itu memekik kesakitan.
"Jonas, kau benar-benar gila....." seru Emely, menahan lengan Jonas yang kian kencang menarik rambutnya.
"Ya, aku gila. Aku gila karenamu! Wanita sepertimu benar-benar membuatku gila!" Sungguh, meskipun sudah mengetahui sosok suaminya yang menyeramkan itu, tetapi kali ini Jonas dua kali lipat lebih menyeramkan dari biasanya.
Tangan Jonas kemudian beralih pada leher jenjang Emely, pria itu mencekik leher wanita yang sudah menjadi istrinya selama hampir 8 bulan ini. Emely berupaya menghirup oksigen semampunya melalui rongga mulut yang kian tercekat akan cengkraman tangan Jonas.
"Jonas cukup! Hentikan!" Kekasih dari Jonas itu pun berteriak, ia perlahan mendekati kekasihnya yang dalam keadaan benar-benar sudah tidak dapat mengendalikan diri.
"Diam Reese. Jangan ikut campur urusanku dengannya!" Jonas memaki Reese tanpa menoleh ke arah kekasihnya itu. Ia memperkuat cengkramannya. Sungguh Emely bisa kehabisan napas saat itu juga.
Deg
Detak jantung Reese seolah berhenti. Jangan ikut campur katanya? Apakah sesaat Jonas melupakan siapa dirinya? Melupakan dirinya yang merupakan kekasihnya dan itu hanya karena wanita seperti Emely.
"Sayang...." lirihnya. Reese masih berusaha untuk menenangkan Jonas, hingga perlahan cengkramannya perlahan mengendur.
__ADS_1
Wajah Emely memerah akibat aliran darahnya seketika terhenti di rongga tenggorokannya. Melihat Jonas yang sedikit lengah, Emely menendang tulang kering kaki Jonas hingga akhirnya cengkraman pria itu terlepas.
Emely berlari sekencang mungkin untuk menghindari pria gila seperti Jonas. Keberuntungan masih berpihak padanya, ia masih dapat bernapas atau mungkin selamanya Emely tidak akan pernah bisa bertemu dengan Keil juga Mommy-nya.
"Emely!!!!" Jonas semakin murka ketika Emely berani melawan dirinya.
"Jonas....."
Jonas bahkan tidak menghiraukan Reese, pria itu justru mengejar Emely menuju kamar yang berada di lantai atas.
Emely berhasil meloloskan diri dari Jonas, namun ketika hendak menutup pintunya, Jonas menendang pintu itu sekuat tenaga hingga tubuh Emely tersungkur ke lantai.
Jonas melihat Emely yang tidak berdaya mulai mendekatinya kembali dan kemudian melayangkan sebuah tamparan untuk yang kedua kalinya.
Air mata Emely sudah menganak sungai, Emely terisak memohon pengampunan pada Jonas. Tetapi Jonas yang sudah dikuasi amarah tidak mengindahkan permohonan istrinya.
Plak
Lagi-lagi Jonas menampar Emely dan itu adalah tamparan yang paling kencang dari sebelumnya, hingga sudut bibir wanita itu mengeluarkan darah segar.
"Katakan, apa saja yang sudah kalian lakukan, hah?!"
"Aku tidak melakukan apapun...." Dengan isak tangisnya, Emely terbata-bata menyahuti pertanyaan Jonas.
"Kau pikir aku percaya. Katakan apa dia menyentuh bibirmu seperti ini, hm?" Jonas kemudian menyambar bibir Emely dengan paksa, Emely berusaha memberontak dengan menggigit bibir Jonas. "Sialan!!!" Jonas mendesis. Ia tidak terima mengusap bibirnya yang berdarah akibat ulah Emely.
Jonas mengusap wajahnya frustasi. Ini gila. Benar-benar gila, apa yang sudah ia lakukan?
"AKU BERTANYA, KENAPA KAU MENCIUMNYA? KENAPA?!" Emosi Reese meledak-ledak dan mendekati Jonas.
Plak
"Sebaiknya kau diam Reese!" Ya, Jonas menampar Reese. Pria itu benar-benar sudah tidak dapat mengendalikan diri. Amarahnya benar-benar menguasai dirinya.
Reese menangis. Sungguh, perlakuan Jonas benar-benar menyakitkan. "Kau menamparku.....?" Masih tidak percaya apa yang telah dilakukan oleh kekasihnya. "Apa kau juga ingin membunuhku?! Kalau begitu bunuh saja aku!" Untuk kali pertama Reese tidak tahan dengan perlakuan Jonas padanya. Padahal selama ini ia berusaha menjadi kekasih yang patuh dan menuruti napsu kekasihnya itu.
"Reese, aku....."
Namun Reese berlalu pergi dari sana dengan perasaan kecewa dan amarah. Jonas benar-benar keterlaluan! Apa kekasihnya itu mulai memiliki ketertarikan kepada Emely?
"Aargghh sial!!" pekik Jonas. Ia kemudian berlari mengejar Reese. Tidak. Ia sendiri bingung, tubuhnya bergerak dengan sendirinya hingga tiba-tiba mencium Emely. "Reese, dengarkan penjelasanku...." ucap Jonas setengah berteriak karena Reese semakin berlari menuruni anak tangga.
Bruk
Reese yang kehilangan keseimbangan terguling di tangga. Tentu saja hal itu membuat Jonas terkejut dan segera menolong kekasihnya. "Kalian cepat siapkan mobil!" perintahnya berteriak pada anak buahnya disana. Dengan tergesa-gesa Jonas membopong tubuh Reese yang tidak sadarkan diri menuju mobil dan membawanya ke rumah sakit.
Sementara setelah kepergian Jonas, Emely mengunci rapat pintu kamarnya. Tubuhnya merosot di tepi tempat tidur. Emely sangat ketakutan dan menumpahkan tangisnya.
__ADS_1
***
"Bajingan!!!" Keil memukul stir kemudinya, ia baru saja melihat rekaman cctv yang dikirimkan oleh Daniel. Bahkan karena amarahnya itu, Keil melemparkan ponselnya ke sembarang arah. "AKU AKAN MEMBUNUHMU, JONAS!!" Kedua mata Kiel memerah mengeram amarah yang luar biasa. Bahkan jika ada Jonas di hadapannya ia sudah pasti menghantam tubuh Jonas dan membuatnya hancur berkeping-keping.
Mobil Keil akhirnya tiba di depan bangunan milik Jonas. Ia buru-buru turun dari mobil, amarahnya semakin menjadi dan ingin melampiaskan saat ini juga. Joy serta Tom melihat kedatangan Bos Keil, keduanya menghampiri Keil, sedangkan para anak buah yang lain tetap di tempat mereka.
"Dimana pria bajingan itu?! Aku akan membunuhnya!" seru Keil.
"Bos Keil harus tenang. Saat ini Jonas tidak berada di sana. Pria itu baru saja meninggalkan penthouse." Keterangan Tom tidak membuat hati Keil merasa lega, justru semakin tersulut emosi.
Pria itu langsung pergi setelah apa yang ia lakukan terhadap wanitanya? Benar-benar keparat. "Alihkan perhatian mereka. Aku akan masuk ke dalam dan membawa Emely pergi dari sana!" perintah Keil kemudian dengan mengamati sekitar.
"Baik...." Tom dan Joy menjawab serentak. Kemudian mereka melemparkan gas beracun ke dalam penthouse, hingga membuat beberapa anak buah Jonas tidak sadarkan diri. Lebih tepatnya merenggang nyawa karena kehabisan napas.
Detik itu juga Keil berjalan memasuki bangunan tersebut. Ia melihat cctv yang berada di sana, memang terdapat beberapa cctv yang terpasang. Ia kemudian merogoh kantung jaket dan mengeluarkan senjata miliknya.
Dor!
Dor!
Dor!
Tiga kamera cctv sudah hancur tidak berbentuk karena Keil menghancurkan benda itu dengan peluru senjatanya. Ia tidak ingin membuang waktu untuk segera membawa Emely pergi sebelum Jonas kembali.
Langkah Keil terhenti sejenak kala salah satu maid melesat di hadapannya. Lantas Keil memukul pundak maid tersebut. Setiap ia menemukan jejak cctv, Keil kembali menghancurkannya dengan peluru senjatanya. Keil kemudian menaiki tangga untuk mencapai kamar Emely.
"Eme.... aku akan membawamu pergi," gumamnya. Keil bahkan seperti sudah mengetahui seluk beluk bangunan itu, dan kemudian mengetuk kamar yang ia yakini itu adalah kamar kekasihnya. "Eme, buka pintunya. Ini aku!"
"Ke-Keil...??"
.
.
To be continue
.
.
Emely
Like, vote, follow dan komentar 💕 terima kasih
__ADS_1
Always be happy 🌷