
Kedua mobil Black Lion membelah malam di Kota Santa Monica, jarak tempuh ke tempat tujuan mereka sekitar satu jam. Akan tetapi mereka mempersingkat waktu, sehingga hanya perlu tiga puluh menit saja untuk tiba di Kota Calabasas, suatu kota di barat laut pegunungan Santa Monica. Mereka turun dari mobil setelah memarkirkan mobil dengan asal.
Sebagian anak buah MS (Mara Salvratrucha) terkejut akan kedatangan Black Lion yang tidak diundang itu. Sudah pasti akan menimbulkan perpecahan jika Black Lion memergoki aktivitas mereka malam ini.
"Sshh... tidak perlu melaporkan kepada bos kalian!" Nico lebih dulu memaku pergerakan anak buah MS ketika hendak masuk ke dalam, dengan senjata yang ditempelkan di kening pria itu.
Anak buah tersebut mengangguk lemah dengan sekujur tubuh yang gemetar dan panik bersamaan. Tidak berbeda dengan teman-temannya yang sudah lebih dulu dikunci pergerakannya oleh Keil, Daniel serta Jack saat mereka juga hendak berlari melaporkan kepada bos mereka.
"Bereskan mereka!" perintah Keil kemudian.
"Baik...." Berbondong-bondong para anak buah Black Lion mengepung keempat anak buah MS tersebut yang tidak bisa berbuat apapun kecuali diam.
"Kalian masuk lebih dulu. Aku harus melaporkan hal ini kepada bos." Langkah Jack tertunda sejenak, membiarkan ketiga teman-temannya masuk lebih dulu, sementara ia harus melaporkan kepada bos mengenai kejadian malam ini.
"Baiklah....." sahut ketiganya disertai anggukan kepala. Niat Jack untuk menghubungi bos tertunda, pandangannya berpusat pada dua pria yang baru saja keluar dari Markas yang sudah disulap menjadi sebuah bar.
"Kita harus melaporkan hal ini kepada Master," ucap salah satunya.
Percakapan mereka tentunya dapat di dengar oleh Jack. "Wow, mereka menyamar." Jack berdecak kagum. Ternyata anak buah Zayn lebih cerdik dan menyamar lebih dulu menjadi seorang pelayan disana. Tidak ingin membuat teman-temannya menunggu, Jack segera menghubungi bosnya.
Terdengar nada tunggu di sambungan telepon. "Bos, kami berada di bar MS. Mereka melakukan pelelangan manusia disini." Tidak mendapatkan jawaban apapun di seberang sana, Jack memutuskan sambungan telepon. Bosnya pasti sudah paham, dan dia tidak menjawab karena mungkin ada Nyonya Elleana, pikirnya.
Jack kembali memasukan ponsel ke dalam saku jas dan berjalan menyusul ketiga teman-temannya. Gemerlap lampu di dalam memenuhi salah satu ruangan yang benar-benar disulap menjadi sama persis seperti di dalam bar. Benar-benar sudah gila. Apa otak mereka sudah hilang? Bos akan murka jika melihat tempat ini, batin Jack.
Pandangan Jack mengedar pada ketiga teman-temannya yang berdiri di setiap sudut, mereka saling berpencar untuk mengamati proses pelelangan itu. Memang di dalam ruangan itu tidak ada yang menyadari keberadaan Black Lion karena terlalu fokus pada acara, terlebih lagi anak buah mereka yang sudah mengetahui keberadaan Black Lion sudah lebih dulu dibereskan.
Semua mata tertuju pada beberapa wanita-wanita cantik dengan pakaian bikini di balut selembar kain putih tipis. Seketika itu pula para hidung belang yang merupakan pengusaha yang bermaksud ingin membeli wanita-wanita cantik berseru senang, ada beberapa dari mereka meneteskan air liur. Tentunya mereka membeli wanita cantik di tempat tersebut untuk memuaskan napsu mereka.
Nico, Keil serta Daniel sudah terbiasa akan pemandangan serupa itu, setiap malam jika di Club mereka akan disuguhkan dengan wanita-wanita cantik tanpa berbusana. Tetapi berbeda dengan Jack, ia yang sudah memilki istri hanya menatap jengah.
Pemandangan macam apa ini. Istriku Millie, maaf mataku ternodai oleh mereka.
Suasana di dalam sana mendadak menghening saat salah satu pria mengatakan jika terdapat wanita yang sangat cantik dalam pelelangan malam ini.
"Wanita cantik malam ini sangat spesial karena dia sebelumnya adalah seorang Nona muda tetapi seluruh harta kekayaannya hilang dalam beberapa hari saja. Sudah pasti saat ini dia tidak memiliki apa-apa lagi. Karena dia belum pernah disentuh oleh siapapun, harganya akan sangat mahal. Siapapun yang mampu membayar sangat tinggi, wanita ini akan menjadi milik salah satu dari kalian!"
Suara saling berbisik menggema disana, tentunya mereka sangat penasaran siapa Nona muda yang dimaksud yang memiliki latar belakang dari keluarga kaya tetapi mendadak menjadi jatuh miskin.
__ADS_1
"Silahkan Nona....." Pria itu mempersilahkan wanita cantik tersebut untuk berjalan ke atas panggung seperti wanita-wanita sebelumnya yang berjalan melenggak-lenggokkan tubuh mereka di atas sana.
Wanita cantik itu berdiri dalam diam, perasaannya bercampur aduk. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, melarikan diri sudah tidak mungkin ia lakukan. Sekelebat ancaman merasuki kembali ke dalam otak sehingga kini otaknya bekerja secepat mungkin. Sudut bibirnya membentuk sebuah lengkungan, sementara hatinya bergemuruh hebat. Menangis pun percuma, tidak akan ada yang peduli padanya. Satu-satunya cara adalah mendapatkan pria kaya raya untuk bertahan hidup. Menarik napas dalam-dalam sebelum kemudian menampakkan diri di hadapan para pria hidung belang yang menginginkan wanita sexy.
"Wooaahh..... " Sorak penuh kekaguman memenuhi ruangan tersebut. Balutan coat hitam menutupi tubuh wanita itu, tidak seperti wanita-wanita sebelumnya yang terbuka.
Cara berjalan wanita tersebut memancing para pria disana. Wanita itu dapat mendengar beberapa pria saling berbisik menginginkan dirinya. Berada beberapa menit di atas sana sangat menyita perhatian mereka, tidak terkecuali keempat anggota Black Lion. Namun mereka bisa mengendalikan diri, berbeda dengan Daniel yang sepertinya sudah terhipnotis dengan wanita cantik itu. Kedua mata Daniel membeliak disertai suara terbatuk-batuk karena tersedak akan air liurnya sendiri ketika tiba-tiba saja wanita tersebut melepaskan coat hitam yang melekat di tubuhnya hingga kini menampakkan tubuh putih mulus tanpa cacat wanita itu yang hanya dibalut dengan bikini.
Luar biasa. Aku menginginkannya.
Baik Nico, Keil dan Jack berusaha menebak apa yang dipikirkan oleh Daniel saat temannya itu tidak memalingkan pandangannya dari wanita yang belum mereka ketahui identitasnya.
Fix, Daniel akan melakukan sesuatu.
Itulah batin mereka serentak. Ketiganya menunggu rencana apa yang akan dilakukan teman mereka. Dan benar saja satu persatu pria disana mulai menawar dari harga terendah hingga beberapa pria lainnya menawar dengan harga tinggi. Wajah Daniel menyeringai senyum, siapapun tidak bisa memiliki wanita itu sebelum melangkahi mayatnya.
Tangan Daniel mengeluarkan sesuatu, entah apa yang berusaha dirogohnya. Benda tersebut sebuah topeng penutup mata. Ternyata memang mereka sudah menyiapkan topeng itu untuk mereka kenakan di dalam sana. Keempatnya saling menatap dan kemudian mengangguk. Diluar rencana, mereka mengikuti saja permainan Daniel.
"250 juta."
"Aku 400 juta."
"Tidak. Aku 650 juta."
"1 Milyar. Wanita itu harus menjadi milikku."
Pria-pria disana mulai berlomba-lomba menawar dari harga terendah hingga tertinggi mencapai 1 Milyar.
"Haha kalian menawar begitu rendah," cibir salah satu dari mereka. "3 Milyar. Wanita itu milikku dan kalian tidak bisa membeli lebih dari itu bukan?" ujarnya dengan sombong dan yakin jika tidak akan ada yang menawar lebih dari itu.
Mereka terdiam cukup lama dan saling memandang satu sama lain. Sepertinya harus berpikir lebih dulu untuk mereka mengeluarkan uang lebih dari 3 Milyar.
"Wow, harga tertinggi wanita cantik ini adalah 3 Milyar." Pria itu cukup kagum karena wanita-wanita lainnya hanya dinilai dengan harga tertinggi mencapai 700 juta saja. Semua terbungkam tidak ada yang berani menawar lebih dari itu.
"5 Milyar." Perhatian mereka tersita pada suara seseorang yang mengenakan topeng berdiri dengan angkuh. Ya, Daniel adalah pria yang baru saja menawar dengan harga 5 Milyar.
__ADS_1
"Wah, ada yang menawar lebih tinggi lagi." Seru semua pria di dalam sana.
"Sialan," desis pria yang sebelumnya menawar dengan harga 3 Milyar. "6 Milyar." Tentu saja ia tidak terima dan mencoba menawar dengan harga tertinggi.
"7 Milyar." Dan kini pria bertopeng lainnya ikut berpartisipasi, hingga cukup membuat suasana disana menjadi lebih menyenangkan. Siapa lagi jika bukan Nico. Ah, menyenangkan juga seperti ini haha, batinnya.
"Wow, apa ada yang lebih tinggi lagi?" tanya seorang pria yang merupakan pembawa acara disana.
"8 Milyar." Sepertinya malam ini dipenuhi oleh pria-pria bertopeng. Kini Keil mengikuti permainan Nico.
"10 Milyar dan serahkan wanita itu padaku." Kini mereka menoleh ke arah sumber suara yang lain, tentunya harga yang paling tinggi. Pria yang baru saja menawar itu adalah Jack, ia hanya mengikuti ketiga temannya yang bodoh itu saja.
Daniel menghela napas panjang. Sialan! Kalian sengaja ya! Daniel mengumpat dalam hati. Kenapa ketiga temannya itu saling menawar? Benar-benar laknat!
"Baiklah, kalau begitu 10 Milyar penawaran terakhir."
"4 Juta Dollar," serunya. "Wanita itu sudah menjadi milikku, jadi jangan berharap ada yang bisa memilikinya!" Suara Daniel yang menyambar itu semakin membuat kehebohan di dalam sana.
Benar-benar kaya raya. Bagaimana mungkin dengan mudahnya mengeluarkan uang setara 57.027.400.000 (lima puluh tujuh milyar dua puluh tujuh juta empat ratus ribu rupiah). Sungguh fantastis. Semua pria disana menggeleng tidak percaya.
Nico, Keil dan juga Jack cekikikan geli. Mereka berhasil membuat Daniel melarat dalam sekejap mata saja.
.
.
To be continue
.
.
Siapa yang mau di tawar sama babang-babang tampan? 😂😂
Tinggalkan like, vote, dan komentar kalian ya 💕 jaga kesehatan.
Always be happy 🌷
__ADS_1