Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Harga yang sangat mahal


__ADS_3

Daniel tersenyum penuh seringai begitu di antara mereka tidak ada lagi yang menawar melebihi tawaran dirinya. Tentu saja hanya ia seorang yang gila hingga rela mengeluarkan uang yang sangat banyak hanya demi satu orang wanita saja. Uang yang ia keluarkan memang tidak ada artinya dibandingkan kepuasan batinnya untuk memiliki wanita itu.


Wajah cantik yang menyimpan banyak kesedihan dan luka. Alasan itulah Daniel menginginkannya, membuat wanita itu patuh padanya dan memuaskan dirinya di atas ranjang. Entah kenapa membayangkan mereka bercinta saja sudah membuat aliran darah Daniel berdesir.


Pria membawa acara itu masih terperangah selama beberapa saat di tempatnya. Mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk satu wanita saja? benar-benar luar biasa. Ia menjadi penasaran ingin melihat wajah pria yang membeli wanita itu di balik topengnya. "Baiklah, wanita cantik ini sudah dibeli dengan harga 57.027.400.000." Acara masih berlanjut, tentu saja ia harus menutup acara pelelangan. Wanita itu benar-benar membawa keberuntungan untuk mereka.


Suara kegaduhan disana menyentakkan lamunan Daniel. Pandangannya menyapu sekitar untuk mencari keberadaan wanita itu. Daniel mulai menyusuri ruangan satu persatu di dalam sana namun wanita yang dibeli olehnya tersebut tidak berada di manapun. Seseorang mencekal tangannya ketika Daniel hendak melangkah pergi dari sana. Daniel menoleh, ternyata Keil yang menahan lengannya. Kini mereka tidak mengenakan topeng penutup mata seperti sebelumnya.


"Apa kau tidak sabar ingin bercinta dengannya, heh?" ujar Keil mengejek. Wajar saja karena Daniel hanya mengabaikan mereka semua dan fokus mencari wanita itu.


"Sebaiknya kau tahan dulu, kita harus menyelamatkan beberapa wanita yang menjadi korban," timpal Nico. Jack mengangguk setuju. Lebih baik kembali pada rencana awal.


"Ck, singkirkan pikiran kotor kalian!" sergah Daniel. Bukan itu yang ia cemaskan, melainkan bisa saja dirinya dibodohi oleh para anak buah MS. "Aku mencium sesuatu yang tidak beres. Mungkin mereka melakukan sesuatu kepada wanita itu sebelum memberikannya padaku."


Nico mengangguk, mungkin yang dikatakan Daniel ada benarnya. "Ya, bisa saja. Kita mengenal mereka dengan baik, tidak mungkin mereka melewatkan wanita cantik." Memang tidak seharusnya percaya begitu saja kepada mereka dalam acara pelelangan itu.


"Kalau begitu, kerahkan semua anak buah untuk memberikan mereka pelajaran!" sambar Jack.


"Ya, mereka sudah datang." Ketiganya menoleh ke arah pandangan Keil berpusat. Puluhan anak buah berhasil menerobos masuk hingga mengakibatkan sedikit kekacauan.


Kini keempat anggota Black Lion diikuti anak buah menyusuri ruangan yang di jaga ketat oleh beberapa anak buah MS.


"Jangan menghalangi jalan kami!" Nico menodongkan senjata tepat di kepala salah satu dari mereka. Tentu saja membuat mereka tidak terima dan hendak menyerang tetapi pergerakan Black Lion yang lebih cepat tanggap itu mengurungkan niat mereka. Ya, beberapa anak buah Black Lion sudah mengarahkan senjata kepada mereka, sehingga mereka hanya mampu mengangkat kedua tangan sebagai tanda menyerah.


Karena beberapa anak MS sudah disergap oleh para anak buah Black Lion. Keil, Nico serta Jack mengekori Daniel yang sudah lebih dulu memasuki ruangan itu. Dan benar saja begitu mereka mendobrak masuk ke dalam ruangan dengan cahaya temaram, menampakkan beberapa pria yang ditemani oleh wanita-wanita sexy. Sorot mata Daniel yang tajam itu kemudian tertuju pada sosok wanita cantik yang sudah membuatnya terhipnotis. Benar saja dugaannya, mereka ingin menggilir wanita itu sebelum di berikan kepada dirinya.


"Fuckking you!!" umpat Daniel. Ia berlari diikuti oleh ketiga teman-temannya. Tangan Daniel merengkuh tubuh wanita itu dan membawanya ke dalam dekapannya sebelum berhasil di sentuh oleh seorang pria yang sudah pasti sangat mereka kenal.


"Ka-kalian?" Kedatangan Black Lion benar-benar membuatnya terkejut. Bagaimana mungkin tidak ada satu anak buah pun yang memberitahukan kedatangan Black Lion padanya.


Krek


Daniel, Nico, Keil serta Jack mengepung mereka dan menodongkan senjata ke arah pria-pria yang berusaha ingin menyentuh wanita milik Daniel. Ya, anggap saja wanita itu adalah milik teman mereka karena Daniel sudah membelinya.


"Wanita ini milikku!" Dengan suara yang dingin, Daniel mengklaim wanita tersebut hingga membuat beberapa pria menatap bingung.


"Tunggu.... tunggu...." Pria tersebut berusaha menenangkan Daniel dan anggota Black Lion lainnya. "Ba-bagaimana bisa wanita ini milikmu, dia sudah dibeli oleh seorang pria kaya raya," ujarnya terbata-bata.


Daniel terkekeh. "Miguel Veloso..." Sungguh tatapan Daniel meremehkan pria di hadapannya itu. "Kau masih saja bodoh. Tentu saja aku yang sudah membelinya, tapi kau masih saja bermain curang ingin menyentuh wanita ini sebelum memberikannya kepadaku! Kau benar-benar mencari mati, HAH??!!!" Hilang sudah kesabaran Daniel. Rasanya ingin menembak kepala pria itu.


Glek


Miguel dan teman-temannya menelan saliva dengan susah payah. Jadi beberapa pria yang mengenakan topeng itu adalah mereka?


"Kau tau apa konsekuensinya jika berkhianat dan Black Lion, heh?" seru Nico mengingatkan akan perjanjian di antara mereka, hingga mengguncang detak jantung Miguel yang berdetak lebih cepat.


"Tidak hanya Black Lion, tetapi juga Red Dragon. Kau dan para anak buahmu itu memiliki seribu nyawa rupanya!" Perkataan Keil semakin menyudutkan Miguel dan teman-temannya.


Miguel berkeringat dingin. Ia benar-benar bodoh, kali ini, seharusnya ia tidak melanggar perjanjian. "Bu-bukan begitu....." Miguel berusaha membela dirinya dan mencari celah untuk melarikan diri dari tempat itu. Ekor matanya menyapu sekitar, namun sepertinya ruangan itu sudah dikepung oleh Black Lion.


Sial!! sial!! sial!! batinnya.


Daniel tidak peduli. Ia menjentikkan jari kepada salah satu anak buah mereka. Anak buah tersebut mengangguk dan membawakan satu koper berisi uang. "Aku tidak ingin berhutang! Uang ini milik kalian!"

__ADS_1


Posisi Miguel menjadi serba salah, tentunya mereka tergiur dengan uang 57 Milyar itu tetapi tentu saja mereka harus menjaga wibawa mereka. Miguel meraih koper tersebut dari tangan Daniel.


Cih, penggila uang! umpat Daniel yang muak lantaran melihat wajah Miguel yang menjijikan itu.


Jack mendekati Nico dan Keil tanpa mengubah posisi, tangan kanannya tetap menodongkan senjata kepada anggota MS yang lain. "Sepertinya kita harus cepat-cepat mengevakusi wanita-wanita ini ke tempat yang lebih aman."


"Kau benar." Keil mengangguk. "Kau pergilah dengan anak buah kita. Pastikan anak buah MS tidak ada yang melarikan diri dari tempat ini," imbuhnya kemudian.


Jack mengangguki perkataan Keil. Mundur satu langkah dan memutar tubuhnya, tangan Keil yang bebas itu mengambil satu senjata di balik jasnya hingga kini kedua tangannya menodongkan senjata ke arah pria-pria sialan itu.


***


Sementara Xavier baru saja tiba disana, ia segera masuk sesuai petunjuk ketiga anggota Black Lion. Ia mencari keberadaan Zayn yang sudah tiba lebih cepat darinya, tetapi ia lebih dulu bertemu dengan Jack.


"Bos...." Jack menyadari kedatangan Xavier setelah berhasil mengamankan wanita-wanita di dalam sana. Dan kemudian Jack mendekati bosnya itu.


"Dimana mereka?" tanya Xavier yang belum melihat keberadaan ketiga anggota Black Lion lainnya.


"Mereka masih di dalam bos," sahutnya dengan masih menggenggam senjata. "Kau pasti akan terkejut bos." Jack menyunggingkan senyum, hingga membuat Xavier menjadi penasaran.


"Apa?" tanyanya mendesak.


"Daniel membeli seorang wanita."


"Apa?!!" pekik Xavier terkejut. Benar-benar tidak habis pikir dengan anak buahnya yang satu itu, kenapa justru berpatisipasi dalam acara sampah seperti itu. "Daniel....." gumamnya.


Tidak ingin mengambil pusing, Xavier berjalan menyusuri lorong mencari keberadaan Daniel dan anggota Black Lion yang lain diikuti oleh Jack. "Kalian tidak mungkin diam saja, sudah pasti kalian juga mengikuti acara itu, bukan?" sindirnya.


"Benar bos, kami hanya ingin bermain-main sebelum memberikan mereka pelajaran berharga." Tanpa rasa malu, Jack menjawab dengan jujur dan apa adanya.


Langkah Xavier terhenti sejenak, ia berpapasan dengan Zayn. "Mereka sudah mengurus semuanya. Tapi tempat ini perlu di hancurkan untuk menghilangkan bukti," ujar Zayn saat langkahnya terhenti di depan Xavier.


"Hem, hancurkan saja bersama pria sialan itu." Xavier dan Zayn saling senyum menyeringai, senyum yang sangat mengerikan bagi siapa saja yang melihatnya.


"Bos..." seru Nico, Keil serta Daniel. Mereka baru saja keluar dari sebuah ruangan. Bertepatan dengan sebagian wanita sexy yang melintas dibantu oleh beberapa anak buah mereka.


Baik Xavier dan Zayn tidak peduli, kini pandangan keduanya tertuju pada wanita di dalam dekapan Daniel. Jadi wanita itu yang dibeli oleh Daniel? pikir Xavier. Berbeda dengan Zayn yang tidak tahu menahu kenapa wanita itu bersembunyi di dalam dekapan Daniel.


"Kalian semua keluar. Biar aku dan Zayn yang mengurus mereka di dalam!" perintah Xavier.


"Tapi bos....." Tentu saja Nico tidak setuju. Tidak hanya Nico, Keil serta Jack juga ingin memprotes tetapi sorot mata Xavier yang tajam itu seketika mengunci rapat mulut mereka.


Mereka mengangguk serempak. Dengan berjalan satu persatu mulai keluar dari tempat itu. Sementara wanita yang berada di dalam dekapan Daniel, seperti kehilangan separuh nyawanya. Sebenarnya dengan siapa ia berurusan? Siapa pria yang telah membelinya? Meskipun ia akui aroma maskulin milik Daniel sangat memabukkan dan menggoda, tetapi terdapa aura lain yang sangat menyeramkan.


Zayn melakukan hal yang sama kepada beberapa anak buahnya untuk keluar dari sana. Zayn melirik ke arah Xavier. "Aku tau kau pasti melihat buah dada wanita-wanita itu, bukan?" ujarnya menyindir Xavier. Kenapa ia bisa berbicara seperti itu, karena ia pun juga sempat melihatnya. Lebih tepatnya tidak sengaja.


"Mataku bisa dikondisikan tidak seperti matamu. Aku melihat matamu hampir keluar saat menatap tubuh wanita-wanita itu." Sindiran Xavier lebih tajam.


"Ck, wanita-wanita itu tidak bisa dibandingkan dengan tubuh istriku." Zayn tengah membayangkan tubuh Angela hingga Xavier mendecakan lidahnya.


"Heh, tubuh istriku lebih sempurna." Xavier tidak ingin kalah.


"Hah, sudahlah kapan kita menghabisi mereka?" Zayn lebih dulu menghentikan berdebatan yang tidak penting itu.

__ADS_1


"Kau yang memulai lebih dulu, sialan!" desis Xavier kesal. Keduanya memasuki ruangan yang terdapat Miguel serta teman-teman pria itu.


"Bos... Master...." Tubuh Miguel kembali bergetar begitu melihat keberadaan kedua pria yang menyeramkan.


"Jangan banyak bicara!" bentak Zayn. Tetapi mereka tetap ingin membela diri mereka.


"Kami hanya ingin mendapatkan uang lebih." Alasan Miguel melakukan acara pelelangan karena mereka membutuhkan uang lebih banyak.


"Kalian pikir kami bodoh, heh?! Ini bukan pertama kalinya kalian melakukan acara pelelangan!" Zayn tidak peduli, kenapa mereka masih menganggap dirinya dan juga Xavier masih tidak mengetahui perbuatan mereka.


"Tapi kami-"


Dor!


Zayn menembak kepala salah satu dari mereka yang masih ingin membela diri, hingga membuat para anggota MS itu terbungkam dengan tubuh yang bergidik ketakutan.


"Pikirkan kesalahan kalian dengan baik!" ujar Xavier kepada beberapa anggota MS (Mara Salvratrucha). Sebelum kemudian memutar tubuhnya dan berjalan ke arah pintu. Zayn mengikuti langkah Xavier.


"Tunggu...." Miguel menahan kepergian mereka.


Dor!


Muntahan peluru yang berasal dari senjata milik Xavier menghantam kaki Miguel, hingga membuat pria itu meringis kesakitan.


Xavier serta Zayn berlalu dari ruangan tersebut dan Zayn segera mengunci pintunya dari luar. Mereka keluar bersama-sama dengan menyematkan seringai senyuman. Ya, Mereka akan menghancurkan hingga ke akarnya orang-orang yang telah mengkhianati organisasi mereka.


Terdapat alasan Bos Black Lion dan Master Red Dragon memerintahkan seluruh anak buah untuk keluar dari sana. Tidak ada yang tersisa di dalam dan hanya menyisakan para pengkhianat, sebelum kemudian....


Duaarrr!


Ya, Xavier dan Zayn melemparkan dua granat sekaligus, hingga meledakkan markas yang selama ini menjadi tempat perlindungan para gengster. Siapapun yang mengkhianati mereka akan membayar harga yang sangat mahal, yaitu kematian.


.


.


To be continue


.


.


.


Baba Xavier



Bang Zayn



Yuk di like, vote, follow dan komentarnya ya 💕💕

__ADS_1


Always be happy 🌷


__ADS_2