Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Terjerat pria seperti Daniel


__ADS_3

Sebelum membaca bab ini, otak kalian jangan traveling kemana-mana ya 🤭 mengandung adegan dewasa 21+


.


.


.


Seorang wanita cantik berdiri di depan jendela usai membersihkan dirinya, menatap langit malam yang tidak terdapat bintang satupun di atas sana. Sepertinya langit mengerti perasaannya kini yang tengah dalam keadaan gelisah sekaligus bingung sulit untuk mempercayai takdirnya. Tidak pernah terbayangkan olehnya, ia akan berakhir menjadi pemuas napsu seseorang. Ia yang dilimpahkan kemewahan dan digilai begitu banyak pria harus diperlakukan begitu rendah layaknya seorang jalaang. Sedih dan ingin menangis, tetapi sialnya tidak ada setetes air mata yang keluar dari kelopak matanya. Apakah hatinya benar-benar sudah membeku karena sudah lelah menangis saat kehilangan ibu tercinta dan ayahnya yang berada di dalam penjara?


Entah, roda kehidupan seperti berhenti berputar saat semuanya hilang satu persatu. Harta, Mommy, Daddy dan kekasihnya ikut meninggalkan dirinya. Untuk melupakan masalahnya sejenak, wanita itu menarik napas dalam. Ia kemudian mengedarkan pandangannya, pria yang sudah membelinya itu benar-benar memiliki kekayaan melebihi keluarganya sebelum perusahaan keluarganya dinyatakan failed. Pria itu dengan mudahnya membawa dirinya dari California menuju Kota London menggunakan jet pribadi. Sepertinya pria itu memang bukan pria sembarangan, bahkan mampu mengeluarkan uang 57 Milyar dengan begitu mudahnya.


Ekor matanya melirik waspada ke arah pintu kamar mandi yang terbuka. Menampakkan sosok pria gagah dan kekar bertelanjang dada, hanya menyisakan celana pendek saja. Gugup dan gelisah, itulah yang tengah dirasakannya. Terlebih lagi ketika langkah pria itu semakin mendekat ke arahnya.


Pria tersebut adalah Daniel. Baru satu jam yang lalu mereka tiba di Kota London dan Daniel membawa wanita itu ke penthouse miliknya, karena tidak mungkin membawanya ke Markas. Daniel membelai rambut lembab wanitanya itu, menghirup dalam aroma tubuh wanita di hadapannya yang menyeruak di indera penciumannya.



"Siapa namamu?" tanya Daniel, jemarinya masih bermain di rambut pirang kecoklatan wanita tersebut.


"A-Ashley....." Menjawab gugup. Aroma tubuh Daniel seusai mandi benar-benar memabukkan dirinya, hingga ia sulit menjernihkan pikirannya.


Daniel tersenyum. "Nama yang cantik seperti wajahmu." Jemari Daniel beralih menyusuri wajah Ashley. Ashley semakin terkesiap ketika tangan Daniel menyentuh kedua pundaknya yang polos itu dan menuntun menghadap pria itu.


"Apa kau tau, sejak melihatmu pertama kali aku sudah terpikat." Wanita itu menggeleng lemah mendengar pengakuan Daniel. Daniel kembali tersenyum. "Apa kau tau jika aku sangat marah saat mereka ingin menyentuhmu?" Lagi-lagi Ashley menggeleng. Kenapa pria itu justru menanyakan sesuatu yang hanya pria itu ketahui.


Dan kemudian tangan Daniel merengkuh tengkuk leher Ashley, hingga membuat wanita itu tersentak. Ashley ingin menjauhkan tubuhnya tetapi ia terlalu takut menghadapi pria di hadapannya, mengingat pria itu juga telah menyelamatkan dirinya dari pria bajingan yang ingin mencicipi tubuhnya.


Tidak ada jarak di antara mereka, karena Daniel semakin merapatkan tubuhnya. Wajah polos yang menyembunyikan ketakutannya itu membuat Daniel benar-benar bergairah. Dari jarak yang begitu dekat, Ashley dapat melihat wajah tampan Daniel. Semua wanita pasti rela melemparkan diri kepada pria di hadapannya itu, termasuk dirinya.

__ADS_1


Daniel kian mengikis jarak wajah mereka dengan sorot mata yang begitu tajam. "Dari pada kau menjadi simpanan diluar sana, lebih baik kau menjadi milikku," bisiknya dengan sensual, tangan Daniel yang nakal itu mulai merayap di punggung Ashley yang tidak tertutupi oleh selembar selimut. Tubuh Ashley menegang seketika, seolah tubuhnya merespon sentuhan Daniel.


Sungguh Daniel tidak dapat menahannya lagi, miliknya dibawah sana sudah menegang hanya bersentuhan dengan kulit Ashley. Hingga kemudian Daniel menyambar bibir wanita di hadapannya itu, membuat Ashley terkesiap namun tidak bisa menghindar lagi. Sapuan lidah Daniel mendesak masuk ke rongga mulut lebih dalam lagi, menyesap dan menuntut balasan dari Ashley. Ashley memejamkan kedua matanya dan akhirnya ia membalas ciuman Daniel, dan perlahan mengikuti permainan bibir Daniel yang sudah sangat berpengalaman.


Daniel semakin liar memagut bibir Ashley, menyesap hingga Ashley dibuat kesulitan bernapas. Sadar jika wanitanya itu kehabisan napas, Daniel menghentikan permainan bibirnya. Ia menatap dalam wajah Ashley yang tengah mengatur napasnya.


Daniel tersenyum. Apa itu adalah ciuman pertama wanita itu?.... "Ciuman itu baru pemanasan. Kau akan merasakan permainan yang sesungguhnya." Mendengar ucapan Daniel, jantung Ashley berpacu lebih cepat. Memang saat ini dirinya harus melayani pria itu, karena untuk itulah ia berada di penthouse milik Daniel.


Ashley berjalan dengan patuh menuju tempat tidur saat Daniel menggiring kesana. Membaringkan tubuh Ashley dalam posisi tengkurap. Meskipun bingung apa yang ingin Daniel lakukan terhadapnya, Ashley tetap mengikuti arahan pria itu.


Daniel mengunci kedua tangan Ashley di pinggul wanita itu, dan tangan lainnya yang bebas mulai bergerilya di punggung Ashley, perlahan tapi pasti Daniel melepaskan pengait bra. Kedua mata Ashley terpejam singkat, menikmati setiap sentuhan Daniel. Baru pertama kali, tubuh Ashley tidak menolak saat ada yang menyentuhnya. Apa kini ia harus membiarkan pria itu merenggut kesuciannya yang sudah lama dijaga olehnya?


"Aahhh..." Ashley memekik kala Daniel menepuk bokongnya dan hal itu semakin membuat Daniel bersemangat. Daniel dengan fantasi liarnya selalu melakukan pemanasan yang ia inginkan, dan kali ini ia benar-benar ingin menyetubuhi wanita yang sudah membuatnya terpikat saat pertama kali melihatnya.


Tubuh Daniel semakin berdesir hebat, ia harus segera menyalurkan hasratnya malam ini juga. Karena sudah tidak tahan lagi, Daniel membalikkan tubuh Ashley dengan sedikit kasar lalu kembali menyambar bibir wanita itu dengan begitu rakus. Ashley benar-benar pasrah, membiarkan pria yang tidak dikenalnya menjamah setiap lekukan tubuhnya. Lenguhan lolos dari bibir Ashley kala buah dadanya diremmas kuat oleh Daniel.


"Tu-tunggu dulu....." Ashley menahan tubuh Daniel saat pria itu ingin melepaskan celanaa dalamnya. Dengan ragu-ragu ia memberanikan diri menatap Daniel.


Daniel mengerti apa yang dipikirkan oleh wanita itu, tetapi percuma saja Ashley menolak dirinya, ia tidak akan melepaskan Ashley malam ini. "Kau tidak akan bisa menolak lagi. Ingat, kau adalah wanitaku. Jadi yang perlu kau lakukan hanya diam dan menurut." Ashley tidak dapat membantah lagi, terlebih tatapan Daniel penuh peringatan padanya.


Melihat tidak ada penolakan lagi dari Ashley, Daniel kembali membaringkan tubuh wanita itu dan membenamkan kepalanya di buah dada Ashley, menyesap dengan rakus dan liar. Sungguh hanya gelombang kenikmatan yang dirasakan Ashley tetapi ia menyadari dirinya yang benar-benar bagaikan wanita yang sudah tidak memiliki harga diri lagi.


Air mata Ashley meluruh, tidak dapat membendungnya lagi. Daniel menyadari jika wanitanya menangis, hingga ia menghentikan permainannya. Daniel menatap lekat dan menyeka air mata Ashley. "Nikmati malam ini dan lupakan semuanya. Aku tidak suka melihat wanita menangis saat sedang bercinta denganku." Meskipun berkata lembut tetapi itu sama saja seperti sebuah peringatan. Ashley mengangguk, ia tidak ingin membuat pria yang sudah membeli sekaligus menyelamatkannya melakukan sesuatu yang lebih gila.


Melihat Ashley yang sudah lebih tenang, Daniel kembali melanjutkan aktivitasnya. Sungguh untuk pertama kalinya ia begitu sabar menghadapi seorang wanita. Jika wanita lain, mungkin Daniel akan mencekik atau menyiksanya karena telah mengganggu konsentrasinya dalam bercinta. Entah kenapa ia begitu tidak tega melukai sedikit saja tubuh Ashley yang menggiurkan baginya.


Hasrat Daniel yang sudah menggebu-gebu itu tidak dapat ditahan lagi. Jemari Daniel meraba di sela-sela kedua paha Ashley dan kemudian menarik paksa penghalang satu-satunya yang melekat di bagian bawah wanita itu. Jemari Daniel menyusup masuk ke dalam area sensitif Ashley, menerobos dinding tebal hingga membuat wanita itu mengejang disertai suara erangan.


Daniel semakin mempercepat tempo jemarinya, hal yang sudah biasa ia lakukan jika melakukan oral sekss dengan Emma maupun dengan wanita-wanita lain. Sementara Ashley yang baru pertama kali merasakannya merasa aneh tetapi tidak dipungkiri terasa begitu nikmat dan ada sesuatu yang berdesir di dalam tubuhnya. Puas bermain-main dengan jemarinya, Daniel mengarahkan miliknya tepat di bibir kewanitaan Ashley. Senjata besar itu berusaha menerobos masuk, sempit dan begitu sulit hingga milik Daniel terus berusaha mendesak masuk.

__ADS_1


"Aaahhhh......" Ashley tidak dapat menahan air matanya saat sesuatu yang besar merobek bagian bawahnya. Perih dan sakir, itulah yang dirasakannya. Bahkan Ashley meremmas sprei untuk menahan rasa sakit itu.


Peluh keringat semakin memenuhi kening Daniel, namun tidak dipungkiri jika ia benar-benar merasakan kenikmatan melebihi ia melakukan oral sekss.


Holy shitt!! Luar biasa!


Daniel ingin mengumpat untuk menjabarkan rasa kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan. Sebelumnya ia merasa jijik jika harus melakukan penyatuan tubuh dengan setiap wanita-wanita yang di kencaninya dan entah kenapa justru ia melakukan lebih dari oral sekss dengan Ashley, wanita yang baru dilihatnya saat di pelelangan.


Daniel semakin liar, ia menghentakkan pinggul dengan sedikit kasar, menautkan jemarinya dengan Jemari Ashley agar wanita itu tidak lagi meremmas sprei untuk menahan gelombang kenikmatan yang mereka lakukan. Suara lenguhan memenuhi ruang sepanjang malam, Daniel tidak membiarkan Ashley tertidur malam ini, terus menerus menyerang wanita itu. Daniel seakan melupakan prinsipnya yang tidak ingin miliknya masuk ke dalam lubang seorang wanita sembarang. Faktanya ia justru ketagihan dan melakukan secara berulang-ulang. Entah Ashley adalah wanita yang beruntung atau sial karena harus terjerat oleh pria seperti Daniel.


.


.


To be continue


.


.


Ashley Hartel



Nona muda yang kehilangan Perusahaan serta seluruh harta keluarganya. Entah sebuah keberuntungan atau kesialan untuknya, pertemuannya dengan Daniel yang menyelamatkan dirinya hingga membuat pria itu begitu terpikat olehnya.


Like, vote, follow dan komentar kalian💕


Always be happy 🌷

__ADS_1


__ADS_2