Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Apa lagi yang kalian sembunyikan


__ADS_3

Suara raungan dari mesin mobil Daniel menggema disana. Masing-masing berkobar penuh tekad ingin menghabisi lawan di hadapannya itu. Sebelum kemudian Daniel melajukan mobilnya dan seketika melesat bagaikan angin karena kecepatan mobilnya yang berada di atas rata-rata.


Dor


Prang


Daniel membanting stir, tubuhnya dengan sigap melindungi tubuh Ashley dengan membawa wanitanya ke dalam dekapannya. Hingga dua peluru itu hanya mengenai sisi kiri kaca mobil kursi belakang, membuat kaca tersebut hancur berhamburan. Ashely berteriak ketakutan dengan mencengkram kuat tubuh Daniel karena mobilnya berputar tidak tentu arah.


Bertepatan dengan Keil yang baru saja tiba di sana dan turun dari mobilnya.


"Shiittt!!" umpat Keil. Baik dirinya juga Tom terkejut. Daniel sungguh nekat melakukan sesuatu yang gila.


"Tom, urus mereka!" perintah Keil. Tom mengangguk mengerti siapa mereka yang dimaksud, siapa lagi jika bukan David dan Gil. Sementara Keil masuk ke dalam mobil dalam keadaan gusar. Mobil Daniel masih berputar hingga cukup jauh. Keil berusaha menjangkau mobil yang dikendarai Daniel dengan menggunakan mobil Tom.


Brak


Belum sempat mengejarnya, mobil lain lebih dulu menahan beban mobil Daniel yang sejak tadi tidak berhenti berputar, sehingga mobil yang berusaha menahan itu terseret cukup jauh karena tidak bisa menahan beban berat mobil Daniel. Namun seseorang di dalam mobil itu mengerahkan tenaga menginjak pedal rem, hingga perlahan mobil Daniel berhenti berputar.


Keil menghentikan mobilnya, turun dari mobil untuk memastikan kondisi mereka. Kedua matanya melebar ketika sosok yang baru saja berhasil menyelamatkan mobil Daniel turun dari mobil.


"Keparat! Bagaimana jika mobil itu menimpa mobilmu!" Keil bersungut kesal. Sungguh kedua sahabatnya itu benar-benar membuat seluruh organnya seperti meruntuh dari tubuhnya.


Nico terkekeh. Apa yang baru saja ia lakukan memang berbahaya, akan tetapi ia berhasil menahan beban mobil tersebut. "Aku baik-baik saja. Tenanglah!"


"Ck....." Keil hanya bisa mendecakan lidah. Memang kenyataannya Nico dan Daniel baik-baik saja.


Kemudian keduanya bersamaan menghampiri Daniel yang baru saja membantu Ashely turun dari mobil.


"Kalian baik-baik saja?" tanya Keil dan Nico serentak.


"Aku dan Ashley baik-baik saja. Thanks kalian sudah datang, terutama kau keparat!" Tatapan Daniel tertuju pada Nico. "Aku tidak akan bertanggung jawab jika tadi mobil itu sampai menimpa mobilmu." Reaksi Daniel sampa seperti Keil, penuh kekesalan namun terselip kecemasan disana.


"Aku hanya reflek saja, kebetulan posisiku yang lebih dekat dengan mobilmu." Nico memang sempat melihat Keil berusaha mengejar mobil Daniel yang semakin menjauh, sehingga ia berusaha menjangkau lebih dulu sebelum terlambat.


"Lalu kenapa kau bisa berada disini? Bagaimana dengan Nona Jennie?" tanya Daniel tidak melepaskan rangkulan tangan di bahu wanitanya.


"Aku sudah mengantarkannya ke Mansion nyonya bos. Penjagaan disana juga sudah sangat di perketat." Ya, selepas mengantarkan kekasihnya ke Mansion bos, Nico mendapatkan kabar jika kedua sahabatnya di serang. Tentu saja ia langsung meluncur tanpa pikir panjang. Keil dan Daniel hanya mengangguk saja mendengarkan penuturan Nico.


Dor


Hentakan senjata yang saling bersahutan menyentakkan pendengaran mereka. Nampak jika Tom berserta para anak buah Black Lion dan David juga para anak buah Golden Dawn masih saling melakukan serangan.


"Kau bawa Ashley pergi dari sini." Nico menepuk bahu Daniel.


"Tapi....." Daniel ragu, tidak mungkin meninggalkan mereka begitu saja.


"Sudahlah. Aku dan Nico bisa mengurus mereka." Keil menyela. "Lagi pula lihatlah Ashley, dia sangat ketakutan." Daniel juga Nico memperhatikan wajah Ashley yang pucat, wanita itu masih merasa syok akan kejadian yang baru saja terjadi.

__ADS_1


"Baiklah, kalian harus berhati-hati." Mau tidak mau Daniel membawa Ashley pergi dari tempat tersebut. Ia merasa kasihan melihat wajah wanitanya yang memucat dengan tatapan kosong itu.


"Ehm...." Nico serta Keil berdehem. Lantas keduanya bergegas menuju para anak buah.


Dor


Dor


Kiel melakukan serangan, begitu pula dengan Nico yang terus memuntahkan peluru berulang kali.


"Sialan!" David merunduk bersembunyi pada sisi mobilnya. Dilihatnya Gil yang cukup jauh dari jangkauannya, senjata asistennya itu mengarah kepada Keil yang sedang lengah.


Dor


David tersentak kala mendapati Gil terkena hantaman dari peluru milik Nico. Jika ia kembali menyerang sudah dapat dipastikan akan kalah karena kini mereka kalah jumlah.


Keil berlari dari arah yang berlawanan menyebrangi jalan bermaksud menghampiri Nico yang terpisah dengannya. "Kau menembaknya, Nic!"


"Dia ingin menembakmu, Keil. Sorry." Nico menyunggingkan senyum tidak bersalah. Bukan salah dirinya, salahkan saja pria yang menjadi anak buah David itu.


Keil hanya menghela napas. Memang bukan salah Nico. Beruntung peluru itu hanya mengenai kakinya. Jika tidak akan terjadi masalah yang lebih besar.


Sesaat kemudian sebuah mobil melintas sehingga Keil juga Nico harus menghindari mobil tersebut.


Nampak pria gagah turun dari mobil. Melepaskan kaca mata yang melekat. Seketika serangan itu mendadak terhenti, bahkan raut wajah David berubah menegang. Berbeda dengan Keil yang berdecak sinis, ia mengenali sosok itu.


Pria itu tersenyum sinis melihat Keil, pria yang sudah merebut istrinya, istri palsu tepatnya. Kemudian melangkah mendekati. Pria itu adalah Jonas, untuk pertama kali mereka saling berhadapan secara langsung.


"Wanita?" ulangnya. "Wanita mana yang kau bicarakan? Wanita yang selalu kau tiduri setiap harinya?! Ck, aku bahkan tidak berselera!" Kini bergantian Keil yang mencibir. Tentu saja ia sengaja berpura-pura tidak mengetahui wanita mana yang dimaksud, karena Jonas tidak hanya memiliki satu wanita, hanya saja satu wanitanya sudah tewas yaitu Lana.


"Kau...." Jonas mengeram kesal. Giginya bergemeletuk tersulut emosi, ingin menghabisi pria di hadapannya saat ini juga. Sorot mata keduanya memancarkan percikan api permusuhan, ketajaman mata mereka saling menghunus satu sama lain. "Serahkan dia padaku!!" Namun Jonas berupaya keras menekan amarahnya.


"Tidak akan!" sahut Keil dingin. "Bahkan jika kau berlutut memohon padaku, aku tetap tidak akan memberikan wanitaku kepadamu!"


Ceh. Jonas tertawa getir, mana mungkin ia mau berlutut dan mengemis. "Kau tidak perlu berlutut atau memohon. Karena aku bisa membuatnya kembali jika berhasil menyingkirkanmu!"


"Kalau begitu lakukan saja! Kau atau aku yang akan mati lebih dulu!" Tidak pedulikan dengan ancaman Jonas, Keil menyambut tantangan itu.


Krek


Kini aksi todong menodong tidak terelakan. Baik Keil juga Jonas mengarahkan senjata mereka masing-masing.


Semua yang menyaksikan hal itu terkesiap, termasuk Nico juga Tom. Suasana semakin memanas ketika serangan yang sempat menghening kembali terjadi.


Kilatan api permusuhan di kedua mata Keil juga Jonas tidak menyurut. Sejujurnya Jonas kesal kepada David yang menyerang secara tiba-tiba. Kedatangannya untuk menghentikan aksi gila David, tapi justru ia sendiri yang terpancing emosi.


Persetan, sudah berada disini. Kenapa tidak sekalian saja. Keil mencoba menarik pelatuk senjatanya, hal yang sama dilakukan Jonas, sebelum kemudian.

__ADS_1


Dor


Dor


Keduanya saling merunduk menghindari serangan peluru, sehingga masing-masing peluru dari senjata mereka hanya melesat di udara. Kiel memanfaatkan kesempatan Jonas yang tidak tengah waspada kemudian menendang kaki tulang kering pria itu.


"Aarrghh, sial!" Jonas memekik kesakitan dan berusaha beranjak berdiri. Padahal tenaga Keil biasa saja, tapi mampu membuat kakinya berdenyut. Dengan penuh kebencian, Jonas kembali menatap Keil. "Belum saatnya aku membunuhmu!" Entah kenapa perkataan Jerome kembali terngiang.


Jangan bertindak gegabah, lakukan sesuai rencana dan bereskan David.


Itulah yang Jerome sarankan. Jonas berbalik arah, bahkan kini berjalan menuju David.


WTF! Sebenarnya apa yang diinginkan oleh Jonas. Jika ingin saling melenyapkan, maka ia akan melakukannya dengan senang hati.


Nico menahan bahu Keil yang ingin menyerang Jonas. "Jangan gegabah Keil. Ingat kita sedang berada dimana." Para anak buah yang tersisa akan tewas saat itu juga. Terlebih lagi Golden Dawn telah menutup akses jalan keluar.


"Tapi kenapa? Ini kesempatanku untuk menghabisi pria keparat itu, Nic!"


"Bos Keil... Bos Nico.." Sebelum Nico menjawab, Tom tergopoh-gopoh mendekati keduanya. "Big Bos menyuruh kita untuk mundur dan saat ini menunggu kalian bertiga di Markas!" terangnya. Baru saja ia mendapatkan telepon dari Jack.


Keil serta Nico saling pandang. Kapan bos kembali dari Swiss? Mendadak mereka menjadi gelisah. Buru-buru mereka pergi dari wilayah kekuasaan Golden Dawn, tidak pedulikan Jonas yang sedang memberikan pelajaran kepada David yang bertindak ceroboh dengan memukulinya.


***


Bugh


Bugh


Bugh


Tiga bogem mentah mendarat di wajah Nico, Keil serta Daniel.


"APA LAGI YANG KALIAN SEMBUNYIKAN DARIKU, HAH?!"


Ketiganya hanya menunduk, tidak berani menatap bos mereka yang tengah murka.


.


.


To be continue


.


.


...Like, vote, follow, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...

__ADS_1


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...


__ADS_2