
Dua hari berlalu dan kondisi Nico masih tetap sama, pria bertubuh kekar itu tidak segar seperti biasanya. Wajahnya pucat pasi seperti tidak teraliri darah disana, karena sejak pagi tadi Nico memuntahkan isi perutnya, padahal ia hanya sarapan sandwich daging dengan kopi hangat, tetapi sepertinya dua hari ini perutnya sangat tidak bersahabat. Nico nampak lemas dan tidak mampu menopang tubuhnya yang besar. Jennifer begitu mencemaskan keadaan Nico, ia tidak mengerti kenapa akhir-akhir ini suaminya itu selalu memuntahkan apa saja yang dimakan.
Jennifer menapaki anak tangga terakhir, ia baru saja membuatkan susu hangat atas permintaan suaminya. Jennifer tidak pernah menduga jika suaminya itu menyukai susu cokelat yang setau dirinya Nico tidak menyukai makanan atau minuman yang beraroma manis. Tetapi wanita cantik itu tidak mencurigai apapun, mungkin saja suaminya memang sedang ingin mencicipi sesuatu yang manis-manis.
Pintu terbuka sebagian dan menampakan wajah cantik Jennifer membawakan susu cokelat untuk suami tercinta. Jennifer berjalan mendekati ranjang, Nico yang lemas hanya mengulas senyum lalu beranjak duduk secara perlahan. Ia mengambil segelas susu cokelat yang disodorkan sang istri padanya, dengan segera Nico meneguk segelas susu cokelat tersebut hingga tidak tersisa. Jennifer tersenyum, setidaknya suaminya tidak kembali mengeluarkan isi perutnya dan cokelat hangat tidak membuat suami raksasanya merasakan mual.
Nico kemudian meletakkan gelas kosong itu ke atas nakas, lalu kembali membaringkan tubuhnya menghadap istrinya yang duduk di tepi ranjang.
"Kemarilah, aku ingin memelukmu." Nico merentangkan satu tangannya hingga Jennifer segera merangkak naik ke atas ranjang, wanita itu masuk ke dalam dekapan Nico dan dipeluknya dengan erat. "Menenangkan sekali." Nico bergumam sembari menghirup aroma tubuh istrinya.
"Tidurlah, kau pasti merasa lemas karena tidak ada asupan makanan yang masuk." Jennifer kemudian mengusap kepala suaminya itu yang menenggelamkan wajahnya di lehernya. Sejak beberapa hari yang lalu Nico selalu seperti ini padanya sebelum tertidur, bahkan Jennifer sering kali tidak datang ke perusahaan hanya karena menemani suaminya beristirahat.
"Hem... " Nico menjawab dengan deheman, ia mendusel hidungnya pada dada Jennifer, menghirup lebih dalam lagi aroma tubuh istrinya yang mampu menghilangkan rasa mual pada perutnya.
Tidak lama terdengar suara dengkuran halus, Jennifer menyadari jika suami sudah tertidur, ia tetap pada posisinya. Melihat Nico yang tidak berdaya seperti ini membuatnya merasa tidak tega, yang biasanya Nico selalu menerjangnya kini sudah sejak kemarin suaminya itu hanya ingin tidur sembari memeluknya atau tidur dengan di peluk olehnya.
***
Keadaaan yang tidak jauh berbeda dengan Nico, Keil masih sering merasakan mual setiap pagi meskipun usia kandungan Emely memasuki tiga bulan, tetapi tidak separah sebelumnya, hanya sesekali dan itu sudah terbiasa bagi Keil.
"Love, kau sudah selesai bersiap-siap?" Keil berdiri di ambang pintu. Pria itu meneliti penampilan istrinya dengan perut yang membuncit.
Emely menoleh ke arah pintu. "Sudah, hanya perlu memakai parfum saja." Tangan Emely terulur mengambil botol parfum lalu menyemprotkannya ke bagian tubuh tertentu.
Keil tersenyum ketika Emely berjalan mendekat ke arahnya, aroma parfum itu sungguh menyeruak di indera penciumannya, akan tetapi Keil sangat menyukainya, bahkan Keil menggunakan parfum yang sama.
Keduanya berjalan bergandengan tangan menuju pelataran penthouse, Keil membukakan pintu mobil untuk Emely terlebih dulu. Sebelum kemudian ia masuk ke dalam mobil setelah memastikan jika istrinya itu duduk dengan nyaman.
Mobil Keil melaju meninggalkan penthouse menuju penthouse milik Daniel yang hanya perlu ditempuh 20 menit saja. Pagi ini mereka berkunjung ke penthouse Daniel dan Ashley untuk membicarakan kepergian mereka ke Los Angeles.
Saat sudah berada di pelataran penthouse milik Daniel, Keil merengkuh pinggul Emely dan langsung melenggang masuk begitu saja setelah membuka pintu. Bagi mereka sudah terbiasa melengos masuk ke kediaman masing-masing.
Pandangan mereka tertuju pada Daniel dan juga Ashley yang berada di sofa, kedua paha Ashley menjadi bantalan kepala Daniel, berulang kali wanita itu memberikan usapan di rambut suaminya itu, terdengar gelak tawa Ashley yang renyah di telinga. Daniel menyadari keberadaan Keil dan Emely karena sebelumnya sahabatnya yang satu itu sudah mengabarinya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Kalian sudah datang?" Lantas Daniel segera beranjak berdiri dan menghampiri Keil diikuti oleh Ashley. Namun langkah Daniel terhentikan begitu mencium aroma parfum yang aneh dan sangat menusuk hidungnya. Daniel reflek menutup hidung serta mulutnya. "Shittt! Kalian berdua memakai parfum apa?! Kenapa aromanya aneh sekali, membuat perutku mual!"
Keil dan juga Emely nampak bingung dengan penuturan Daniel, mereka menggunakan parfum yang biasa dan bukankah Daniel sudah sering mencium aroma parfum mereka.
"Ck, aku memakai parfum Eme seperti biasanya. Bukankah kau selama ini tidak masalah, heh!" Keil nampak acuh ketika Daniel justru melangkah mundur menghindari dirinya yang maju satu langkah.
"Diam disana Keil! Parfum kalian benar-benar membuatku mual. Kenapa aromanya menyengat sekali, huh?!" Daniel berusaha menahan sesuatu yang bergejolak di dalam perutnya.
Kening Ashley nampak berkerut, ia bingung dengan sikap suaminya yang tiba-tiba saja seperti ini. Kemudian Ashley mendekati suaminya lalu menyentuh bahu kekar itu. "Mereka memakai parfum biasanya sayang, aku tidak mencium aroma yang lain." Dan bahkan Ashley sudah mempertajam penciumannya. Parfum Keil dan Emely tidak terlalu menyengat seperti yang dikatakan oleh suaminya.
Berbeda dengan Ashley yang bingung, Keil dan juga Emely saling beradu pandangan. Mereka menduga jika kemungkinan Daniel mengalami sindrom seperti yang dialami oleh Keil. Hingga kemudian sorot mata Keil mendelik memperhatikan Daniel dan juga Ashley. Senyum jahil tersemat di wajah tampan Keil, ia berjalan mendekati Daniel yang justru melayangkan tatapan tajam kepada Keil.
"Keparat! Kau sengaja heh!" teriak Daniel semakin memundurkan langkahnya. "Jangan maju satu langkah lagi. Jika tidak, kupukul kepalamu, Keil!" Namun nampaknya Keil senang melihat Daniel yang berkeringat dingin itu sembari menahan rasa mual. Ia tahu jika menahan sesuatu yang bergejolak di dalam perut itu rasanya teramat menyakitkan.
"Kau tidak ingin memelukku?!" Seringai jahil Keil tunjukan, namun hanya ia dan Emely yang mengetahuinya saja. Sedangkan Ashley semakin dibuat bingung dengan sikap suaminya itu.
Daniel menggeleng cepat, menekan telapak tangannya pada hidungnya agar aroma tidak sedap itu tidak terendus olehnya. "BAJINGAN!! Pergi dari hadapanku keparat! sialan! Mati saja kau!" Bahkan suara Daniel tertahan karena mulutnya yang ditutup sehingga membuat suaranya tenggelam.
Keil mengulum senyumnya, ingin sekali ia menertawakan wajah pucat sahabat bajingannya itu.
"Hoeekkk....." Daniel berlari menuju kamar mandi terdekat di dalam penthousenya. Ia sungguh tidak bisa menahan gejolak di dalam perutnya lebih lama lagi. "Sialan! Keparat! Awas kau setelah ini ku potong-potong tubuhmu!!" Suara Daniel yang mengeluarkan umpatan-umpatan menggema di dalam sana.
"Sayang, kau baik-baik saja?" Kepanikan terlihat jelas di wajah Ashley, wanita itu bertanya kepada suaminya yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
Daniel mengatur napasnya sejenak, ia baru saja mengeluarkan seluruh isi perutnya. Memang beberapa hari belakangan ini ia sering merasakan mual, tetapi ia abaikan begitu saja karena tidak begitu parah seperti saat ini dan ia harus memuntahkan isi perutnya karena Keil sialan yang dengan sengaja mendekatinya.
"Awas kau Keil!" geram Daniel menghunus sengit.
"Kemarilah jika kau berani!" Namun Keil menantangnya karena Daniel tidak mungkin berani mendekatinya disaat aroma parfum itu melekat pada tubuhnya.
Wajah Daniel kembali memucat, jika ia menghajar Keil maka aroma parfum menjijikan itu akan tercium kembali. Sungguh ia sangat membenci aroma parfum Keil yang seperti aroma Vanilla. Terkesan sangat aneh dan menjijikan di indera penciumannya. Lagi pula sejak kapan seorang Mafia menggunakan parfum Vanilla seperti itu? Hanya Keil-lah seorang.
"Hahahahaha....." Tawa Keil meledak kembali, bahkan terdapat air mata di sudut matanya.
Tangan Daniel terkepal, ia sungguh ingin menghajar sahabat bajingannya itu. "KU BUNUH KAU KEIL!!" Ashley hendak menahan Daniel, tetapi langkah suaminya lebih dulu melewati dirinya
__ADS_1
Namun baru beberapa langkah, Daniel kembali merasakan mual. Ia kembali berlari ke dalam kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Ashley mengikuti Daniel masuk ke dalam kamar mandi, wanita itu menepuk-nepuk pelan punggung suaminya itu.
Sungguh puas Keil tertawa hingga ia kemudian membenamkan tubuhnya di sofa tepat di samping Emely yang sudah duduk terlebih dahulu tanpa dipersilahkan.
"Apa tidak apa-apa membiarkan Daniel seperti itu?" tanya Emely nampak mencemaskan keadaan sahabat dari suaminya.
"Biarkan saja. Kita akan memberitahu mereka bulan depan saja."
"Astaga, kau jahat sekali!"
"Biarkan Daniel seperti itu karena sikapnya dulu sangat menyebalkan kepada Ashley. Mungkin bayinya sedang membalas dendam." Keil terkekeh. Sejak pertemuan pertama, sikap Daniel begitu semena-mena kepada Ashley, datang kepada wanita itu hanya untuk kebutuhan biologisnya saja.
"Bayi kita juga sama membalas dendam padamu," cebik Emely secara tidak langsung menyindir suaminya.
Keil diam tidak berkutik mendengar perkataan Emely. Yang dikatakan istrinya itu memang benar, berarti bayinya dengan bayi Daniel sedang melakukan pemberontakan.
Pintu kamar mandi yang terbuka mengalihkan perhatian Keil serta Emely. Nampak wajah Daniel yang semakin pucat pasi. Lemas tidak memiliki tenaga, wajah seperti itu yang nampak jelas tersirat, hingga baru beberapa langkah Daniel jatuh tersungkur.
"Sayang...." pekik Ashley terkejut melihat Daniel yang terkulai lemah.
"Ck, lemah! Tubuhnya saja yang besar," gerutu Keil. Mau tidak mau membantu memapah tubuh Daniel, biarlah sahabatnya itu tidak sadarkan diri saat berdekatan dengannya.
See you next bonus chapter
Kok Yoona ngakak ya, tersiksa semua 😂😂 muka boleh sangar tapi hati Hello Kitty 😂
Babang Keil
Babang Daniel
...Yang masih berkenan bisa like, vote dan jangan lupa komentar kalian 💕...
__ADS_1
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...