Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Kenapa seperti ini?


__ADS_3

Satu hari berlalu sejak Nico, Keil dan Daniel tiba di London. Mereka kembali di sibukkan dengan pekerjaan di perusahaan. Begitu mendapatkan laporan jika ada yang menggelapkan dana perusahaan, ketiga anggota mafia itu tidak akan main-main untuk mengupas dan menghabisi seseorang yang telah berani bermain-main di perusahaan milik mereka.


Saat ini Nico tengah memeriksa laporan keuangan di laptop miliknya. Memang tidak signifikan dengan yang dilaporkan satu minggu yang lalu oleh kedua asisten kepercayaan mereka di perusahaan. Begitu melihat selisih nominal di laporan keuangan yang hampir mencapai puluhan Milyar, Nico menjadi sangat kesal, ia kemudian menggebrak meja hingga membuat kedua asisten itu terkesiap.


"Apa saja kerjaan kalian, hah?!" teriaknya. Seketika keringat dingin mulai menjalari sekujur tubuh kedua asisten tersebut.


"Maaf bos Nico, kami terlalu ceroboh." Salah satu dari kedua asisten tersebut menyahuti dengan takut-takut.


"Kalian memang ceroboh!" sambar Daniel yang duduk di sofa panjang bersama dengan Keil. "Ingat, kalian berkerja di perusahaan ini sebagai asisten pribadi kami dan dibayar sangat mahal dari karyawan yang lain. Kenapa bisa ceroboh seperti ini?!" Apapun alasannya, Daniel tidak mau mendengar pembelaan dari kedua orang itu.


"I-iya bos Daniel, maafkan kami." Pria yang sekiranya masih nampak muda itu mengangguk-angguk meminta maaf. "Kami benar-benar tidak pernah menaruh curiga kepada siapapun di perusahaan, sehingga orang itu bisa seenaknya mencuri uang perusahaan!"


"Kalau sudah tau seperti itu seharusnya kalian bergerak lebih cepat. Tidak perlu menunggu kami kembali dari Los Angeles?!" bentak Daniel kembali. "Dasar tidak berguna!"


Kedua pria itu hanya dapat pasrah ketika ketiga bos mereka memaki dan mencerca mereka. Setidaknya itu lebih baik ketimbang mereka harus kehilangan satu kaki mereka.


"Dari pada kalian hanya meminta maaf, lebih baik selidiki seseorang yang mencurigakan dan periksa CCTV!" perintah Keil kemudian penuh dengan penekanan. "Jika tidak, kalian berdua yang harus menggantikan kerugiannya!" lanjutnya kemudian hingga membuat kedua pria itu seperti sulit untuk bernapas, tatapan ketiga bos mereka mampu mencekik leher mereka.


"B-baik, kami akan segera menemukan orang itu."


"Hem, pergilah...." Nico mengayunkan tangan sebagai tanda keduanya harus pergi dari ruangan sesegera mungkin. "Jangan pernah kembali sebelum kalian menemukan pelakunya!" Kedua pria tersebut buru-buru keluar dari ruangan itu, khawatir jika ketiga bos mereka akan berubah pikiran untuk memberikan hukuman kepada mereka.


Keil memijat pelipisnya, kenapa mereka justru memperkerjakan orang-orang bodoh. Sementara Nico dan Daniel menghembuskan napas dengan kasar. Bagaimana pun caranya uang itu harus kembali.


"Sepertinya selama ini kita terlalu baik dengan mereka," tutur Keil nampak kesal.


"Kau benar. Karena kita tidak bisa datang setiap waktu, ada seseorang yang berani memanfaatkan kesempatan mencuri uang perusahaan," seru Nico satu pemikiran. Dan hal itu sangat masuk akal karena selama ini mereka kurang mendisplinkan para karyawan mereka.


"Jika kita sudah menemukan pelakunya, aku tidak akan menyisakan bagian tubuhnya!" Daniel benar-benar sudah tidak sabar ingin memutilasi pelakunya itu. Dirinya saja tidak berani menggunakan uang perusahaan tetapi justru orang yang tidak berhak itu berani-beraninya mencuri.


Notifikasi pesan pada ponsel Nico mengalihkan perhatian pria itu sejenak, kemudian membaca pesan tersebut. Keningnya berkerut lantaran isi pesannya adalah sebuah laporan dari Elma.


"Apa yang terjadi?" tanya Keil pada Nico karena melihat perubahan raut wajah Nico.


Nico menolehkan kepala ke arah Keil. "Nona Jennie berada di Kota Newcastle."


Mendengar penuturan Nico, Keil serta Daniel menautkan kening mereka penuh keheranan. "Bukankah Nona Jennie baru saja kembali dari Swiss?" Ya, seperti kata bos. Nona Jennie-nya itu menyusul keluarganya yang masih berada di Swiss selang lima hari kepergiannya di Los Angeles, namun Jennifer juga pulang lebih awal karena ada pekerjaan yang mendesak.

__ADS_1


"Entahlah, Elma hanya mengabariku jika ada pekerjaan mendesak di Newcastle."


Baik Keil serta Daniel menganggukkan kepala mereka. "Lalu apa kau akan menyusulnya kesana?" tanya Daniel penasaran.


"Tidak. Setelah kita menemukan pelakunya, aku akan menyusul Nona Jennie kesana, itu pun jika pekerjaannya belum selesai." Nico adalah pria yang tidak suka menunda pekerjaan. Meskipun begitu, ia tidak melepaskan pantauannya, dan meminta Elma terus melaporkan apa saja yang dilakukan oleh Nona Jennie.


***


Seperti ancaman Nico, selama satu hari kedua asisten itu tidak kembali ke perusahaan selama belum menemukan sang pelaku. Dan pagi ini mereka memberikan kabar baik, bahwa pelukannya sudah diketahui yang tidak lain adalah seorang manager yang baru beberapa bulan menaiki jabatan.


"Katakan!" ujar Keil dingin. Di hadapannya kini terdapat kedua pria dan tiga anak buah Black Lion yang ikut membantu dalam pencarian. Raut wajah keduanya saat ini memasang wajah setenang mungkin, berbeda dengan kemarin yang tertakut-takut.


"Pelakunya adalah Johannes Loman," jawab salah satu dari mereka.


"Lalu dimana dia saat ini?" tanya Nico kemudian.


"Pria itu sudah melarikan diri, kami hanya menemukan kartu dan sisa uang yang berhasil di curi di dalam apartemennya." Salah satu terdiam, sementara satu yang lainnya terus menjawab berbagai pertanyaan.


"Kalian tau jika kami tidak suka pekerjaan yang gagal!" Perkataan Keil penuh ketenangan namun terselip makna peringatan di dalamnya.


Mendadak nyali mereka menciut. "Be-benar, tetapi kami sudah menyekap kekasihnya di gudang rahasia supaya Johannes menampakkan dirinya."


Perkataan Nico mampu membuat suasana di dalam ruangan membeku seketika. Kedua asisten itu tidak mampu berkata-kata, akibatnya akan seperti itu jika berani-berani bermain dengan ketiga bos mereka yang mengerikan.


"Baik, kami akan melakukannya sesuai perintah!" Setelah mengiyakannya, kedua asisten tersebut pamit undur diri.


Gudang rahasia yang mereka gunakan tidak jauh dari lokasi perusahaan. Dan mereka benar-benar menjalankan perintah dibantu oleh ketiga anak buah Black Lion. Di perusahaan itu tidak ada yang mengetahui identitas sesungguhnya ketiga pemilik perusahaan tempat mereka bekerja. Setahu kedua asisten itu dan para karyawan, ketiga bos mereka memiliki backing seorang mafia, yang sebenarnya bos mereka-lah yang seorang mafia.


Salah satu anak buah Black Lion melukai wajah cantik wanita itu, menulikan pendengaran kala wanita tersebut berteriak histeris dan meminta pengampunan. Tidak lupa mereka merekam aksi tersebut untuk dikirimkan kepada Johannes.


"Kami hanya ingin mengirimkan video ini kepada kekasihmu. Jadi jangan salahkan kami, salahkan saja kekasihmu yang telah berani mencuri uang perusahaan dan membuat ketiga bos kami marah besar," ujar salah satu asisten pribadi yang nampak lebih dewasa dari rekannya tersebut.


Isak tangis memecah memenuhi gudang tua itu. Hanya menangis yang mampu wanita itu lakukan, menahan rasa sakit pada bagian wajahnya yang tergores oleh ujung pisau.


***


Meskipun uang perusahaan tidak kembali seperti semula tetapi semua itu bisa ditutupi dengan uang pribadi Nico, Keil serta Daniel. Setidaknya perusahaan akan tetap berjalan, dan para karyawan dapat bekerja seperti biasanya untuk memenuhi kebutuhan mereka.

__ADS_1


Sementara di tempat lain, seseorang yang mengenakan pakaian hoodie abu-abu gelap duduk di salah satu kursi tunggu besi yang berada di bandara. Rencananya ia dan kekasihnya akan melarikan diri dengan kekasihnya ke negara lain, akan tetapi sejak dari satu jam lalu kekasihnya tersebut sulit sekali di hubungi. Raut wajahnya menjadi gelisah, apa telah terjadi sesuatu dengan kekasihnya?


Dengan ragu-ragu ia mulai menghidupkan kembali ponselnya yang selama beberapa hari dinonaktifkan. Beberapa detik kemudian wajahnya mengeras ketika membaca beberapa pesan yang masuk.


"Siaalll!!!"


Buru-buru ia menyambar tas miliknya dan berlari meninggalkan bandara. Hal seperti ini diluar dugaannya, ternyata dirinya lebih dulu ketahuan telah menggelapkan uang perusahaan. Tidak ada yang bisa ia lakukan lagi, satu-satunya cara yaitu mengembalikan sisa uang yang ia bawa dan menyelematkan kekasihnya.


Johannes berhenti berlari dan kemudian mencoba menghubungi seseorang. "Aku akan mengembalikan uangnya, tapi jangan sakiti dia." Setelahnya segera memutuskan sambungan telepon usai seseorang di seberang sana mengiyakannya.


Namun pada saat ingin menaiki taksi, dua orang bertubuh besar menariknya dengan kasar, lalu memaksa masuk ke dalam mobil mereka.


"Kurang ajar! siapa kalian? Lepaskan aku!" Tubuh Johannes tersungkur, tetapi berusaha untuk melepaskan diri.


"Dengar, kami memiliki informasi mengenai keberadaan kekasihmu saat ini!" Pergerakan Johannes terhentikan begitu mendengar perkataan salah satu dari mereka.


Johannes mendelik tajam, ia tentunya tidak akan mudah percaya begitu saja.


"Lihatlah, dia kekasihmu bukan?" Pria itu menunjukkan bukti foto dimana seorang wanita cantik tengah di ikat di dalam sebuah gudang tua. "Dan lihatlah selanjutnya apa yang terjadi, gudang itu terbakar. Kekasihmu berada di sana!"


Wajah Johannes memucat, tubuhnya mendadak tidak dapat digerakkan, ia merampas ponsel tersebut. Kedua matanya membeliak tidak percaya, kekasihnya benar-benar berada di dalam gudang yang terbakar itu.


"Tidak. Ini pasti salah. Mereka tidak mungkin melakukan ini padaku!" Johannes berteriak tidak terima di dalam mobil. Kenapa ketiga pemimpinnya tega melakukan hal itu kepadanya? Bukankah ia sudah memberitahukan akan mengembalikan uangnya.


Kenapa seperti ini?


.


.


To be continue


.


.


Like, vote, follow dan komentar kalian 💕

__ADS_1



__ADS_2