Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Aku ingin bersamamu


__ADS_3

Baru saja beberapa menit keluar dari jalan raya dan menuju wilayah Black Lion, suara letupan senjata menggema di udara. Keil reflek menghindari serangan yang tiba-tiba itu.


"Sialan!" Keil memukul stir kemudi.


Kenapa mereka harus menyerang ketika Emely berada bersamanya?


"Keil, bagaimana ini? Mereka mengejar kita?" Emely mencengkram kuat lengan Keil.


Ternyata Jonas tidak bodoh, meskipun mereka berhasil meloloskan diri dari kejaran mereka, namun pria keparat itu sudah menunggu Keil melewati jalur yang menghubungkan wilayah Black Lion.


Keil menoleh, dilihatnya wajah sang kekasih yang panik dan juga memucat. Tangannya terulur memberikan usapan di kepala kekasihnya.


"Kita akan baik-baik saja Love. Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi kepadamu."


Emely tidak memberikan respons. Entahlah, ia benar-benar cemas, ia hanya perlu percayakan saja kepada Keil, karena memang selama ini kekasihnya selalu bisa menjaga dan melindungi dirinya. Keil kemudian kembali fokus pada kemudinya, menancapkan gas untuk menghindari serangan tersebut.


Dor


Dor


Suara letupan selanjutnya kembali terdengar menggema, disusul dengan suara letupan lainnya hingga kini suara letupan itu saling bersahutan. Keil menoleh ke belakang, ternyata anak buah Black Lion membalas serangan anak buah Golden Dawn.


Keil bernapas lega begitu mendapati ada bantuan yang datang. Sebenarnya ia bisa mengurus mereka, akan tetapi ia tidak ingin semakin membuat kekasihnya diserang ketakutan. Lebih baik untuk saat ini hanya perlu menghindari serangan, dan membawa Emely ke tempat yang aman.


Braak


Mobil mereka sedikit terhempas lantaran sebuah mobil menghantamnya dari belakang.


"Shittt!!" umpat Kiel. Kemudian matanya bergulir ke sekitar, saat ini para anak buah Golden Dawn berdatangan. Lantas Keil menancap gas penuh untuk menghindari dua mobil itu.


"Keil, hati-hati." Emely kembali mencengkram lengan Keil yang memegang kemudi, menyadari jika mobil mereka kehilangan keseimbangan dan terlihat kepulan asap yang berasal dari kenalpot.


Braak


Braak


Keil mengeram amarah, berulang kali Golden Dawn menghantam mobilnya. Namun anak buah Black Lion tidak tinggal diam ketika melihat mobil Bos Keil bertubi-tubi dihantam, lantas mereka menambah laju kecepatan mobil hingga saling mengapit mobil anak buah Golden Dawn. Menancapkan gas dan kemudian saling menghantamkan sisi mobil mereka.


Braakk


Salah satu mobil anak buah Golden Dawn tidak dapat melakukan sesuatu atau membalas serangan karena mobilnya kehilangan keseimbangan, berulang kali sisi kanan dan kiri mobilnya di serang bersamaan. Mobil tersebut mengeluarkan asap tebal kemudian perlahan nampak percikan api mulai menjalar di mobil tersebut.


Duaar!


Mereka berhasil melumpuhkan salah satu mobil anak buah Golden Dawn, menyisakan dua mobil yang masih bertahan.


Dor


Golden Dawn tidak menyerah, mereka kembali menyerang. Peluru tersebut menghantam ban mobil Keil hingga menghasilkan letusan pada ban mobilnya. Keil tetap melaju walaupun kini kehilangan keseimbangan.


Melihat Emely yang semakin panik dan memucat, kesabaran yang sejak tadi ditahannya sudah berada diambang puncak. Tidak tahan lagi, akhirnya Keil meraih senjata yang tersimpan di bawah kursi kemudi dan kemudian membuka jendela kaca mobil, Keil mengadahka senjata pada salah mobil anak buah.


Dor


Muntahan peluru pertama melesat gagal. Keil tidak menyerah. Ia memposisikan diri sedikit beranjak mengekori senjata pada bagian depan mobil anak buah Golden Dawn.


Dor

__ADS_1


Dor


Prag


Peluru itu berhasil menghancurkan kaca hingga tepat mengenai kening anak buah Golden Dawn yang mengemudi, mengakibatkan mobil itu kehilangan kendali karena pengemudinya tewas akan peluru yang menancap di keningnya dan kemudian,


Duaarr!!


Lagi, mobil anak buah Golden Dawn meledak. Black Lion menjauhi mobil itu dan melewatinya. Kini tersisa satu mobil, mereka harus segera menyingkirkannya.


Emely nampak khawatir dengan aksi Kiel, namun tidak menutupi jika wanita itu nampak terkagum-kagum karena kekasihnya adalah pria yang hebat dengan kemampuan luar biasa. Tidak nampak guratan ketakutan pada saat keadaan diserang seperti ini, mungkin sudah terbiasa, pikirnya.


Keil kembali mendudukkan diri pada posisi semula. Mobilnya masih dapat ia kendalikan meskipun sedikit berat seperti ada benda yang mengganjal pada ban mobilnya.


Terdengar jelas suara letupan peluru masih saling bersahutan di udara. Keil menoleh, ia membiarkan anak buahnya mengurus sisa anak buah Golden Dawn.


Satu mobil hitam Black Lion mendekati, membuka kaca mobil dan terlihat di dalam Tom bersama dengan Joy.


"Bos Keil, Bos Daniel juga diserang," ujar Joy memberitahukan apa yang mereka dengar dari laporan rekan kerja mereka.


"What the hell!!" umpat Keil. Tanpa sadar Keil mencengkram kuat stir kemudinya. "Joy, kau bawa kembali Eme-ku ke penthouseku. Aku akan menyusul Daniel!" perintahnya kemudian.


Joy mengangguk paham dan kemudian Tom menepikan mobilnya, bertepatan dengan mobil anak buah lainnya yang mulai berdatangan. Sudah dapat dipastikan mereka berhasil menyingkirkan anak buah Golden Dawn yang tersisa. Melihat mobil Bos Keil juga Tom saling menepi, mereka juga melakukan hal yang sama.


"Love, Joy akan mengantarmu ke penthouseku. Aku minta maaf tidak bisa membawamu ikut bersamaku Saat ini Daniel sedang diserang bersama Ashley, aku harus membantunya."


Kepala Emely mengangguk, menandakan jika dirinya tidak masalah. Saat ini memang Daniel dan Ashely lebih membutuhkan bantuan Keil. Keduanya kemudian turun dari mobil, terlihat Joy sudah menunggu Emely di sisi mobil anak buahnya yang lain.


Setelah memastikan Emely sudah berada di dalam mobil bersama dengan Joy, Keil segera masuk ke dalam mobil milik Tom. Tom bergegas melajukan mobil meninggalkan tempat tersebut. Tentu Tom terlihat begitu semangat, dibandingkan dirinya yang dulu menjadi Manager Club, ia lebih senang bertarung di jalan bersama rekan yang lainnya.


***


"Apapun yang terjadi aku tidak akan membiarkan David merebutmu dariku. Dia sudah membuangmu, enak saja ingin mengambilmu lagi!" Tidak hentinya Daniel menggerutu kesal. Ia tidak suka jika miliknya di usik, siapapun itu maka akan menerima akibatnya.


Entahlah, saat ini Ashely tidak bisa berpikir jernih. Ia gelisah karena beberapa mobil mengikuti mereka.


Kenapa David tidak ingin melepaskanku? Apa sebenarnya yang diinginkan olehnya?


Ashely menatap wajah Daniel yang tengah dalam keadaan mood serius, ternyata Daniel tetap terlihat tampan meskipun wajahnya terlihat garang menyeramkan. Wanita itu menjadi merasa bersalah, karena dirinya, Daniel harus menghadapi David.


Wushh


Mobil David melesat melewati mobil Daniel sehingga Daniel harus menginjak pedal rem karena David sialan itu menghadang mobilnya.


Daniel meminta Ashley untuk tetap tenang, sebelum kemudian ia segera turun dari mobil untuk menghadapi David yang juga baru saja keluar dari mobilnya.


"Ck, apa kau tidak tau malu menginginkan wanita yang sudah kau lepaskan, heh?!" cibir Daniel hingga mengundang tatapan kebencian yang terpancar dari sorot mata David.



"Sejak awal wanita itu hanya milikku!" David memberikan penekanan pada pernyataannya.


Daniel terkekeh-kekeh, sungguh apa ia tidak salah mendengar?


"Apa kau kehilangan akal sehatmu? Ah benar, kau pasti menyesal. Memang mantan kekasih akan terlihat sangat menggoda disaat sudah bersama dengan pria yang tepat sepertiku!" ejeknya menyudutkan David jika dirinya adalah pria bodoh dan tentunya tidak bisa menjaga wanitanya.


Tangan David terkepal. "Kau....." Ucapannya tertahan karena yang Daniel katakan sangat menohok.

__ADS_1


"Bos...." Gil mendekati. Daniel hanya melirik pria yang dikenalnya itu. Jika saja ia tidak memandang hubungannya dengan seseorang, mungkin Gil sudah dibuat babak belur olehnya.


"Bawa Ashely untukku!"


Daniel dapat mendengar perintah David, ia berdecak sinis. "Tidak semudah itu kau membawa wanitaku!" Keil perlahan mundur menuju mobilnya, ia harus melindungi Ashely.


"Kita lihat saja nanti!" David menodongkan senjata ke arah Daniel. Gil juga melajukan hal yang sama.


Daniel tidak gentar, ia masuk kembali ke dalam mobilnya. "Mari kita lihat, peluru kalian yang lebih dulu menembus kepalaku atau mobil ini yang lebih dulu menghantam tubuh kalian!"


Ashley berharap-harap cemas. Percakapan Daniel dengan David dapat terdengar olehnya.


"Jangan lakukan ini demi diriku, Daniel. Peluru itu akan menembus kaca dan mengenai salah satu di antara kita." Nampak kilatan buliran bening yang memburamkan pandangannya. "Jangan melakukan sesuatu yang bisa melukaimu," lirihnya.


Serrr


Hari Daniel terhenyak. Apa salah jika dirinya ingin mempertahankan wanita itu di samping dirinya? Dan tidak mungkin ia meminta Ashley turun dari mobil, itu sama saja ia menyerahkan Ashely kepada David.


Hatinya berkata demikian, namun berbeda dengan tatapannya yang datar tanpa ekspresi. "Aku akan bertanya padamu." Raut wajah Daniel begitu serius. "Kau ingin kembali bersamanya atau bersamaku?"


Deg


Pertanyaan macam apa. Tidak perlu ditanyakan lagi seharusnya Daniel bisa merasakannya. "Aku.... aku ingin bersamamu," jawabnya lirih.


Mendengar jawaban itu, sudut bibir Daniel melengkung sempurna. "Kalau begitu kau hanya perlu percaya saja padaku."


Ashley nampak ragu, tetapi melihat Daniel yang penuh keyakinan itu sehingga ia hanya bisa mengangguk lemah. Perlahan senyum Daniel memudar, dilihatnya kembali dua pria menyebalkan di hadapannya.


Brum


Brum


Suara raungan dari mesin mobil Daniel menggema disana. Masing-masing berkobar penuh tekad ingin menghabisi lawan di hadapannya itu. Sebelum kemudian Daniel melajukan mobilnya dan seketika melesat bagaikan angin karena kecepatan mobilnya yang berada di atas rata-rata.


Dor


Prang


Bertepatan dengan Keil yang baru saja tiba di sana dan turun dari mobilnya.


"Shiittt!!"



.


.


To be continue


.


.


...Like, vote, follow, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...


...Always be happy 🌷...

__ADS_1


...Instagram : @rantyyoona...


__ADS_2