
Dua hari berikutnya semua orang nampak sibuk dengan persiapan pesta yang akan diselenggarakan 6 hari lagi. Persiapan sudah mencapai 80% dan pesta itu di selenggarakan di bukit Kingston Gardens serta di Mandarin Oriental Hotel, London. Dua acara sekaligus yang merogoh kocek sangat fantastis, tetapi uang bukanlah masalah bagi keluarga Romanov dan ketiga bastard yang bisa mencairkan uang dengan mudah.
Dan pagi ini Nico mengunjungi kediaman Mansion Utama keluarga Romanov dengan membawa sebuket besar bunga mawar. Tujuannya hanya satu yaitu untuk bertemu dengan Jennifer. Padahal sebelumnya bos sudah memberikan ultimatum agar tidak menemui Jennifer untuk satu Minggu ke depan, tapi memang dasar Nico, kepalanya keras seperti batu.
"Nico..." Ya, Jennifer menghampiri Nico, sebelumnya kekasihnya itu sudah menghubungi dirinya pada saat dalam perjalanan menuju Mansion Utama.
Nico menyambut Jeniffer dengan senyuman, lalu memberikan sebuket besar bunga mawar merah tersebut kepada wanitanya. "Bunga yang cantik untuk wanita yang paling cantik dan berharga," ucapnya merayu.
Jennifer mengulum senyum, sejak tadi ia tidak bisa menutupi rona merah di wajahnya itu. "Terimakasih."
"Setidaknya jangan hanya mengucapkan terima kasih saja My Queen, tapi juga memberikan hadiah disini." Jari telunjuk Nico menunjuk bibirnya, yang tandanya wanita itu harus memberikan kecupan.
Bertambah merahlah wajah Jennifer akan permintaan kekasihnya itu. Dengan malu-malu, Jennifer mengikis jarak di antara mereka, menjijit dan mendongak untuk menggapai bibir Nico.
Dengan senang hati, Nico menundukkan kepalanya, membiarkan bibirnya dengan bibir Jennifer menyatu, hingga detik itu juga Nico menahan pinggul kekasih kecilnya lalu melummat bibir manis yang selalu menjadi candu untuknya.
"Ehem...." Suara deheman disertai tatapan tajam mengintimidasi keduanya yang saling berangsur menjauhi setelah tautan bibir mereka terlepas.
"Ka-kakak...." Jennifer mendadak gugup dan panik, ia seperti tertangkap basah telah berselingkuh. Berbeda dengan Nico yang nampak santai, bahkan menyambut tatapan tajam bosnya dengan senyum tipis.
"Sudah kukatakan kalian tidak boleh bertemu selama satu minggu!" Pias sudah wajah Jennifer ketika sang kakak mengingatkan akan perkataannya tempo hari, wanita cantik mungil itu hanya tertunduk diam. "Dan kau Nico!" Semakin sengit saja tatapannya itu kepada anak buahnya. "Untuk apa kau datang kemari?! Apa kau ingin acara pernikahan kalian dibatalkan, heh?!"
Nico mendadak gelagapan, senyum percaya dirinya seketika lenyap kala lagi-lagi ancaman mematikan itu yang dilontarkan oleh bos. "TIDAK BOS!" teriaknya merespon berlebihan, lagi pula siapa yang tidak akan kalang kabut jika pernikahan yang sudah di depan mata di batalkan begitu saja.
"Salahkan kau sendiri tidak bisa menahan diri!" Xavier mendengkus kesal.
Dan bertepatan dengan Keil serta Daniel yang tergopoh-gopoh menghampiri mereka sebelum kekesalan bos meledak dan pernikahan mereka juga terancam gagal. Oh tidak bisa dibiarkan, mereka harus segera menyeret Nico pergi dari kediaman Mansion Utama, pikir mereka.
"Sorry bos, kami akan membawa pergi Nico dari sini." Dan Keil segera menarik bahu Nico.
__ADS_1
" Dan kami berdua tidak bermaksud melepaskan pengawasan," timpal Daniel.
"Kalian pikir aku anak kecil yang harus mendapatkan pengawasan, heh!!" hardik Nico tidak terima. Ia sudah besar bahkan sangat besar, tidak perlu lagi diawasi seperti seorang anak kecil yang akan melarikan diri.
"Kalian berdua awasi cacing ini, dia terus menggeliat jika tidak menyentuh dan disentuh!" ujar Xavier menunjuk Nico dan sukses membuat mata Nico membeliak karena disamakan dengan seekor cacing, sementara Jennifer berusaha menahan tawanya.
"Baik bos," sahut Keil dan Daniel bersamaan.
"Ayo Jenn, masuk. Kakak iparmu pasti akan menceramahimu jika ketahuan menemui pria keparat ini!" Lirikan tajamnya tertuju pada Nico. Ya, tentu pria keparat itu adalah calon adik iparnya.
"Ah, baiklah kak." Tentu Jennie tidak ingin diceramahi panjang lebar dan itu akan membuat telinganya berdengung sepanjang hari. Sebelum berpamitan, sang kakak lebih dulu merangkul dan menuntun langkah adiknya itu masuk ke dalam.
"Ayo Nic, kita juga harus pergi. Jika tidak, aku tidak akan bertanggung jawab jika pernikahanmu gagal!" Keil menyadarkan Nico dari lamunan ketidakrelaan melihat punggung wanitanya semakin menjauh dari jangkauannya.
"Iya, baiklah." Nico mengangguk pasrah, menyeret langkah keluar dari Mansion. Daniel cekikikan geli, ia memperhatikan Nico yang berjalan layaknya zombie.
***
Dan akhirnya yang di tunggu-tunggu telah tiba. Ketiga calon pengantin itu bisa melewati ujian terberat yaitu berjauhan dengan pasangan mereka masing-masing. Selama satu minggu, Emely dan Ashley berada di penthouse Keil, sementara Keil menginap di penthouse Daniel. Akhirnya penderitaan berat karena tidak bisa tidur tanpa pasangan mereka akan segera berakhir. Di pagi buta, rombongan mobil membelah pusat kota menembus sebuah perbukitan. Disana terdapat bangunan kuno yang selalu menjadi destinasi sepasang kekasih untuk melakukan acara pernikahan. Tapi bangunan itu berpijak di atas wilayah milik Black Lion sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menggunakan tempat yang selalu di sebut Kingston Gardens. Nico, Keil dan Daniel datang terlebih dahulu untuk memastikan keamanan disana, menyebar beberapa anak untuk berjaga di sekitar.
Hamparan hijau di sekitar memberikan kesan alami, udara disana sangat sejuk menenangkan jiwa. Hingga tidak lama kemudian, beberapa mobil datang beriringan dengan calon mempelai wanita yang akan disulap menjadi wanita tercantik. Daddy Howie turut datang untuk mengantarkan putrinya menuju kebahagiaan. Hubungannya dengan Daniel berangsur membaik. Daniel sempat tidak bertegur sapa, tetapi Daddy Howie berulang kali meminta maaf akan kesalahannya sehingga Daniel memaafkannya demi wanita yang ia cintai.
Tidak berselang lama, mobil mewah Xavier dan Elleana beserta putra putri mereka juga telah datang bersama dengan Daddy Jhony, Mommy Marry dan kerabat keluarga Romanov lainnya, termasuk keluarga kecil Edward dan Jack.
Ketiga calon mempelai wanita sudah memasuki sebuah ruangan tunggu untuk mereka berhias diri, mereka nampak sangat gugup.
"Jangan gugup, kau tidak sendiri," ujar Emely memeluk Ashley. Mereka saling melengkapi dan saling menghibur.
"Kak, aku juga ingin di peluk." Jennifer merentangkan keduanya tangannya, ia terlihat sangat menggemaskan hingga membuat Emely serta Ashley terkekeh gemas lalu mereka bertiga berpelukan. Beberapa wedding organizer masuk bersamaan sehingga membuat ketiga wanita cantik itu membubarkan diri dan langsung duduk di tempat mereka masing-masing.
__ADS_1
Pemberkatan akan dimulai pukul 9 pagi, masih memiliki waktu empat jam untuk mereka bersiap-siap, terlebih melakukan pemotretan versi mempelai wanita. Dan kini ketiganya nampak sangat cantik dan anggun setelah satu jam lebih dihias.
"Kau cantik sekali," seru Ashley tersenyum memuji Jennifer. Kecantikan putri dari Keluarga Romanov itu benar-benar menghipnotis siapa saja yang melihatnya.
Jennifer tersenyum. "Kak Ashley juga sangat cantik."
"Yang jelas kita bertiga sangat cantik." Emely menimpali lalu terkekeh, hingga tawa ringannya itu menular pada Jennifer dan Ashley.
Dengan balutan gaun pengantin putih yang menjuntai ke lantai, ketiganya melangkah keluar dari ruangan. Keluarga yang melihat aura kecantikan yang terpancar dari ketiga wanita cantik itu berdecak kagum.
Sesi pemotretan akan segera di mulai dengan tema pilihan mereka masing-masing. Ketiganya melakukan sesi pemotretan hingga tidak sadar jika calon pasangan mereka terkesima hingga sulit menjabarkan decakan kagum.
Hanya perlu waktu setidaknya tiga puluh menit saja, mereka sudah kembali cantik dengan gaun pengantin yang berbeda serta warna rambut yang berbeda. Para mempelai pria nampak sudah berganti pakaian, ketiga pria nampak gagah dan tampan dengan balutan tuxedo hitam, menunggu di altar dengan perasaan yang sulit diartikan, tapi tidak berhenti mengulas senyum. Ketiga bastard itu sebentar lagi benar-benar akan menyandang status suami.
To be continue
Jennie
Emely
Ashley
...Like, vote, follow, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...
__ADS_1
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...