Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Tidak bisa hidup tanpamu


__ADS_3

Bab ini mengandung adegan dewasa ya 21+... Yoona gak bertanggung jawab wkwk 🤭😂


.


.


Emely memastikan pendengarannya bahwa dirinya tidak salah mendengar. Suara itu memang milik Keil, ia sudah hafal betul suara kekasihnya. Tapi apa benar yang berada diluar pintu kamarnya adalah Keil? Dan untuk memastikannya, Emely perlahan berjalan ke arah pintu. Dengan ragu-ragu membuka pintu itu, dan seketika kedua matanya membelalak. Ya, terkejut dan tentunya merasa lega, ternyata pria itu benar-benar Keil.


"Eme...." Keil membawa Emely ke dalam dekapannya dan memberikan kecupan bertubi-tubi di puncak kepala kekasihnya itu. Emely memeluk Keil dengan begitu erat disertai buliran air mata yang mendadak kembali tumpah.


"Ssttt..... jangan takut. Aku akan membawamu pergi dari sini." Keil mengusap punggung Emely yang sedikit bergetar.


Seketika Emely mendongak. "Ta-tapi.... bagaimana dengan Mommy...." Alasan Emely bertahan di rumah itu adalah hanya karena Jonas menahan ibunya yang entah di sembunyikan dimana.


"Aku tidak akan membiarkan terjadi sesuatu dengan ibumu." Meskipun belum mengetahui dimana Jonas menyembunyikan ibu dari kekasihnya itu, tetapi Keil sangat yakin jika ia akan lebih cepat mendapatkan petunjuk. Emely percaya kepada Keil, ia hanya mengangguk dan kemudian melepaskan pelukannya.


"Sebaiknya kita segera pergi dari sini sebelum Jonas kembali."


"Iya.... aku akan membawa ponselku."


"Tidak perlu." Keil mencegah pergelangan tangan Emely. Ia kemudian mendekati meja yang terdapat ponsel Emely di atasnya dan lagi-lagi mengeluarkan senjata miliknya dari dalam kantung jaket.


Dor!


Ponsel milik Emely hancur tidak tersisa. Sepertinya ada sesuatu yang membuat Keil menghancurkan ponsel itu.


Keil melihat sesuatu di bawah lantai. Sebuah kalung berbentuk aneh. Ia kemudian mengambil kalung tersebut dan menyimpannya di dalam kantung jaket. Mungkin kalung itu akan berguna, pikirnya.


"Ayo, kita pergi!" Keil kemudian menggandeng pergelangan tangan kekasihnya keluar dari ruangan tersebut. Emely mengikuti langkah Keil, tanpa membawa apapun dari sana. Karena yang ia perlukan sudah terpenuhi di dalam apartemen miliknya, tentu saja semua barang-barang di apartemen itu disiapkan oleh Keil.


Begitu sudah berada di depan bangunan penthouse, Kiel menghentikan langkahnya diikuti langkah Emely yang juga terhenti. "Kalian awasi pergerakan Jonas jika dia kembali," ujarnya pada Tom dan Joy. Mereka berdua selalu ditugaskan bersama. Jika orang lain melihat, maka akan terlihat seperti sepasang kekasih, tetapi sebenarnya mereka sering kali berdebat hal yang tidak penting.


"Baik bos Keil...." sahut Joy. Sementara Tom hanya mengangguk.


Emely tentunya mengenal sosok Joy tetapi tidak dengan Tom karena ia baru pertama kali bertemu Tom secara langsung. Kemudian Keil masuk ke dalam mobil setelah memastikan Emely masuk terlebih dulu. Dengan kecepatan penuh Keil melakukan mobil meninggalkan penthouse terkutuk itu.


***


Setibanya di apartemen, Keil membantu Emely membersihkan diri. Sejak tadi ia mengeram kesal melihat kemerahan di wajah kekasihnya itu. Bahkan telapak tangan Jonas yang mencengkram leher Emely membekas disana.


"Aku benar-benar ingin membunuhnya!" Kalimat itu sudah lebih dari lima kali Emely mendengarnya. Emely paham dan ia tidak berbicara apapun selain mengiyakannya.


"Dimana lagi dia menyentuhmu?" Keil bertanya tanpa melihat wajah Emely, sorot matanya tertuju pada bekas tamparan dan cengkraman yang baru saja dikompres dengan air hangat.


"Tidak ada lagi," sahutnya dengan seulas senyum tipis. Seharusnya jika seseorang berada di posisi dirinya akan merasa sedih tetapi tidak dengan Emely. Wanita itu justru bersyukur, di balik kejadian yang menimpanya, ada sosok Keil di sisinya yang akan selalu menjaga dirinya. "Terima kasih...." lirihnya kemudian. Ia menutup wajah dengan telapak tangannya dan menumpahkan tangisnya.


Keil tersentak. "Kenapa menangis? Apa ada yang sakit, hm?" Dan kemudian menarik kedua tangan Emely yang menutupi wajah cantik wanita itu.


Emely menggeleng, masih terisak dengan tangisan. Wanita itu terlalu banyak menangis sehingga membuat kedua kelopak matanya sembab. "Aku.... aku hanya ingin berterima kasih karena kau membawaku pergi dari tempat terkutuk itu."


Keil terenyuh, hatinya seperti teriris belati mendapati wanitanya di perlakukan seperti itu. Hingga Keil kemudian merengkuh tubuh Emely dengan erat. "Maafkan aku karena tidak membawamu pergi bersamaku dari awal. Jika aku membawamu pergi lebih awal, mungkin dia tidak akan bisa menyiksamu seperti ini." Bahkan ia saja tidak berani melukai Emely dengan sengaja, meskipun ia selalu kasar terhadap wanita lain, tetapi Emely pengecualian. Dan ia begitu tidak terima pria lain menyiksa wanitanya seperti ini.


Merasa nyaman akan dekapan Keil, Emely membenamkan wajah di dada bidang Keil. Hal yang selalu ia inginkan jika bersama dengan Keil. Sejak dulu hingga saat ini, pelukan Keil selalu menjadi tempat ternyaman untuknya. "Aku baik-baik saja karena ada dirimu. Jadi kau tidak perlu menyalahkan dirimu lagi Keil."

__ADS_1


Keil menghembuskan napasnya ke udara. Entahlah, Keil benar-benar menjadi pria yang gagal melindungi wanitanya. "Dan aku sangat kesal ketika dia berani-beraninya menciummu!" ujarnya setelah pelukan mereka terlepas. Ya, karena rasa paniknya itu, Keil melupakan kejadian yang benar-benar membuat darahnya mendidih.


"Ituu...." Emely mengigit bibir bawahnya. Ia menundukkan pandangannya, tidak berani menatap Keil. Biar bagaimanapun ia merasa bersalah karena membiarkan Jonas mencium bibirnya. Bagaimana Keil bisa mengetahui jika Jonas mencium dirinya? batinnya. "Aku.... huummph..."


Belum sempat melanjutkan kalimatnya Keil lebih dulu menyambar bibir Emely, melummatnya hingga ke dalam rongga mulut kekasihnya. Ia akan menghapus jejak pria sialan itu, sehingga Keil menyapu bibir Emely dengan lidahnya ke bagian yang paling dalam dengan durasi yang cukup lama, dan tanpa disadari jika ia telah membuat Emely kehabisan napas, bahkan kesulitan mengimbangi permainan bibirnya. "Aku tidak akan membiarkan siapapun menikmati bibirmu," ucapnya setelah melepaskan pagutan bibir mereka. "Karena ini hanya milikku." Sembari mengusap bibir Emely dengan sensual.


Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir Emely, wanita itu hanya mengangguk. Rupanya ia merasakan kebas pada bibirnya. Melihat ekspresi wajah Emely yang begitu menggemaskan dan tentunya menggairahkan, Keil kembali membenamkan ciuman. Ciuman penuh cinta di dalamnya, Emely membalas ciuman itu. Keduanya larut dalam permainan bibir mereka hingga mereka melupakan keberadaan mereka yang masih berada di dalam kamar mandi dengan Emely yang duduk di atas wastafel mengalungkan kedua tangannya di leher Keil. Sepertinya Keil sudah kehilangan kendali dan kesabaran atas dirinya sendiri. Ia kemudian menggendong Emely ala baby koala menuju tempat tidur.


Tanpa melepaskan pagutan mereka, Keil mendudukkan Emely di tepi tempat tidur, lalu membaringkan tubuh wanitanya itu di atas tempat tidur berukuran king size. Tidak ada penolakan dari Emely saat Keil mengukung tubuhnya. Hingga Keil akhirnya memberanikan diri menyentuh bagian dada Emely.


"Euggh...." Emely melenguh pelan. Setelah sekian lama Keil menyentuhnya kembali. Emely menyadari jika selama ini Keil menahan dirinya, itu sebabnya kali ini ia membiarkan Keil menelusuri lekukan tubuhnya.


Mendengar lenguhan yang lolos dari bibir kekasihnya, Keil semakin kencang meremmas salah satu buah dada itu. Lagi-lagi tidak ada penolakan, apakah itu artinya ia mendapatkan lampu hijau?


Emely menyadari jika Keil dalam keadaan dilema, kemudian ia melepaskan pagutan bibir mereka sejenak. "Lakukan apa yang ingin kau lakukan Keil...." Dengan suara lembut dan sensual, hingga semakin mengundang hasrat Keil yang selama ini tertahankan.


Keil tersenyum, tentu saja ia tidak akan membuang kesempatan. "Kalau begitu aku akan membuatmu tidak bisa berjalan." Sungguh suara Keil yang sudah diliputi gairah benar-benar menambah ketampanan pria itu. Emely mengangguki ucapan Keil disertai wajah yang merah merona.


Keil dengan menggebu-gebu melepaskan seluruh pakaiannya hingga menampakkan benda pusaka yang sudah berdiri dengan gagah hendak bertemu dengan pemiliknya. Emely menutup wajahnya sejenak, tubuh serta milik Keil benar-benar membuatnya terpana. Keil tersenyum menyeringai. "Dengar Love, aku tidak akan berhenti walaupun kau menangis memohon padaku." Keil kemudian meloloskan piyama yang melekat di tubuh kekasihnya itu, hingga dua buah dada Emely terekspos sempurna.


Emely kembali menyembulkan rona merah di sekitar wajahnya, ia menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi dua benda kenyal miliknya. "Tunggu Keil, kau baru saja memanggilku apa?"


"Love...." ulangnya. "Apa kurang jelas, hm? Mulai sekarang aku akan memanggilmu seperti itu." Sembari menyingkirkan kedua tangan Emely dan kemudian meremmas dua bukit kenyal yang menggiurkan itu hingga berhasil membuat Emely mendesahh.


Tidak bisa menahan hasratnya lebih lama lagi, Keil membenamkan ciuman kembali, tangannya aktif meremmas salah satu buah dada Emely. Keil menyesap bibir Emely dengan rakus, tangannya beralih pada bagian bawah Emely yang masih terbungkus penghalang di bawah sana. Keil hanya memberikan rangsangan terlebih dahulu, sudah lama ia tidak melakukan oral sekss dengan siapapun semenjak ia bertemu kembali dengan Emely. Ia memang bertekad hanya akan menyentuh wanita yang kini berada di bawah kungkungannya.


Tubuh Emely bergetar hebat saat Keil mengelus kedua pahanya, jemarinya mencapai titik sensitif wanita itu. "Aahh......" Emely meloloskan desahaannya. Keil kemudian melepaskan ciuman mereka dan beralih pada leher jenjang Emely dan kemudian turun lebih ke bawah hingga mencapai sesuatu yang ditujunya yaitu dua buah dada Emely yang padat dan kenyal. Keil menghisap dan melummatnya bagaikan baby yang kehausan.


"Aahh....." Satu hari Keil berhasil menerobos masuk, mengaduk-aduk isi di dalam sana, hingga semakin membuat tubuh Emely bergetar hebat. Wanita itu meremmas sprei dan menikmati permainan Keil. Keil menambah tempo kecepatan jemarinya, membuat sesuatu di dalam sana hendak tumpah dan menyembur keluar. "Keil..... aku... ahh...." Gila. Keil benar-benar ahli membuatnya meledak-ledak seperti ini dan berhasil membuat Emely mencapai pelepasan pertamanya.


"Kau benar-benar bergairah Love, lihatlah ini." Keil menunjukkan jarinya yang dipenuhi cairan kentaal. Tentu saja membuat Emely malu, benar-benar menyebalkan.


Keil terkekeh. Ia kemudian melanjutkan permainannya. Kali ini memposisikan miliknya dengan milik Emely, perlahan dengan berhati-hati Keil mulai memasukkan miliknya yang gagah itu ke dalam sarang yang masih sempit dan menggigit. Tentu saja karena ia hanya pernah melakukannya satu kali dan itu sudah terjadi tiga tahun yang lalu.


"Euggh..." Lagi-lagi Emely melenguh pelan ketika milik Keil berhasil menerobos masuk ke dalam. Meskipun bukan pertama kali, tetap saja rasanya menyakitkan.


"Apa sakit?" Keil berusaha pelan menghentakkan pinggulnya. Ia tidak ingin menyakiti Emely.


Emely menggeleng. Meskipun sakit tetapi perlahan akan merubah menjadi nikmat. Keil hanya tersenyum, ia membenamkan ciuman di bibir Emely. Ciuman mereka penuh dengan gairah, dengan gerakan tempo pinggul Keil yang semakin cepat, tidak lupa Keil meremmas buah dada menggemaskan itu.


Shitt!! Benar-benar nikmat!


Kedua mata Keil terpejam singkat, ia marasakan kenikmatan yang luar biasa. Bahkan miliknya hampir meledak di dalam sana. Keil kemudian menambah kecepatan gerakannya, keli ini bergerak sedikit kasar tetapi justru Emely menyukainya.


"Keil.... aku.... aahhh........." Keil sukses membuat Emely mendapatkan pelepasan kedua.


"Aku akan keluar Love....." Keil mendesahh dan benar saja lahar kental keluar dari miliknya, menyembur di dalam sana.


"Terima kasih.... aku mencintaimu, Love..." Keil mencium singkat bibr Emely yang tengah mengatur napasnya. Napas mereka memang tidak beraturan akibat kegiatan panas yang baru saja mereka lakukan. Emely hanya mengangguki ucapan Keil.


"Ingat aku akan melakukannya lagi." Keil dengan seringainya.


"Aahh, tapi....." Lagi-lagi Emely hanya dapat pasrah ketika Keil kembali menyerangnya. Keil benar-benar membuktikan ucapannya. Pria itu benar-benar tidak melepaskan Emely hingga menjelang pagi. Keil menggempur wanitanya itu habis-habisan sebagai bayaran karena selama ini ia sudah berusaha menahan hasratnya.

__ADS_1


Pagi sudah menyingsing, bahkan matahari terbit dengan sangat tinggi. Emely terbangun dari tidurnya, tubuh dan pinggulnya benar-benar pegal. Ketika membuka kelopak matanya, ia disuguhkan pemandangan indah yaitu wajah tampan Keil dengan senyuman yang mengembang.


"Selama pagi...." sapa Keil dengan senyumnya.


"Pagi...." Emely memeluk Keil dan membenamkan wajahnya di dada bidang Keil yang polos itu.


Keil terkekeh. Emely pasti malu padanya. "Sebaiknya kita mandi. Aku akan membawamu ke suatu tempat."


"Kemana?" Emely mendongak.


"Nanti kau juga akan tau." Lantas Keil segera menggendong Emely ke kamar mandi dengan tubuh keduanya yang tanpa sehelai benangpun.


Sebelum mandi, Keil memeriksa leher dan wajah Emely, bekas kemerahan sudah berangsur hilang. Meraka pun mandi bersama tanpa ada kegiatan apapun di dalam sana.


***


Keil membawa Emely ke pantai Camber Sands. Pantai yang memiliki pasir emas yang populer di Kota London. Keil hanya ingin membuat kekasihnya itu melupakan kejadian buruk belakangan ini. Karena di saat tertidur, Emely sempat meracau ketakutan. Dan sudah dipastikan, perbuatan Jonas meninggalkan trauma untuk wanita itu.


Aku akan selalu melindungimu, Eme. Siapapun yang ingin menyakitimu harus melangkahiku lebih dulu.


Setidaknya Emely kembali ceria, tidak salah ia membawa Emely ke pantai karena wanita itu menyukai pantai dengan deburan ombak yang menenangkan.


Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu, Eme. Karena tidak akan ada lagi sinar jika aku kehilanganmu... Tidak akan ada lagi langit cerah jika aku kehilanganmu.... Love.


Keil memanfaatkan momen itu dengan memotret Emely dan mengabadikannya. Bahkan disaat mereka makan bersama menjelang sore, ia tidak lupa memotret wanitanya itu.


.


.


To be continue


.


.


Babang Keil



Emely



Mohon maaf kalau ada kata yang doble atau ada yang di sensor.. Karena udh dari sananya wkwk mungkin terlalu itu mungkin ya haha 😂


Follow IG Yoona ya, ada videonya babang Keil sm Emely. eh tapi bukan video ranjaaangg yaa haha😂


Instagram : @rantyyoona


Like, vote, follow dan komentar 💕 terima kasih


Always be happy 🌷

__ADS_1


__ADS_2