Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Mobil bergoyang


__ADS_3

Perhatian baik-baik ya.. Bab ini mengandung area terlarang 21+ ⚠️ Mohon untuk tidak dicontoh wkwk 🤭


.


.


Daniel menepikan mobilnya tidak jauh di dekat pusat perbelanjaan. Pagi ini sebelum pergi ke Markas ia ingin mengantarkan Ashley untuk membeli keperluan wanita itu, awalnya Ashley menolak namun Daniel yang tidak suka wanitanya membantah perkataannya, tidak membiarkan wanitanya itu menolak.


"Aku akan menjemputmu nanti. Hubungi aku jika sudah selesai."


Ashley mengangguk malu-malu. Sudah terhitung 10 hari pria itu bersikap lembut dan manis terhadapnya. Menimbulkan rasa kenyamanan dan rasa cinta yang dirasakan wanita itu untuk Daniel. Bolehkah ia berharap jika Daniel memiliki perasaan yang sama seperti dirinya?


Selama ini Ashley hanya menerawang perasaan pria itu dari sikap dan tutur kata jika sedang bersama dirinya. Tidak pernah sekalipun Daniel mengutarakan perasaannya padanya, dan hal itu selalu membuat Ashley tidak percaya diri.


"Hei, kenapa diam saja?" Jemari Daniel meraih dagu Ashley ketika wanita itu tidak mengindahkan ucapannya dan justru terlarut dalam pikirannya sendiri.


"Ti-tidak, aku hanya...." Tergugup dan tidak bisa meneruskan kalimatnya. Hanya menampakkan rona mewah di wajah Ashley ketika wajah mereka begitu dekat.


Daniel terkekeh gemas. Ia kemudian mengecup bibir ranum wanitanya itu. "Jangan berpikir berlebihan. Sebaiknya kau berbelanja sepuasmu."


Lagi-lagi Ashley mengangguk malu-malu. Melihat wanitanya semakin menggemaskan, kembali ia membenamkan ciuman, hingga Ashley tidak berdaya untuk menolak karena sejujurnya ia mulai terbiasa dan bahkan selalu menginginkan Daniel menyentuh dirinya. Kecupan itu perlahan menjadi lummatan liar, bahkan Ashley tidak malu-malu lagi untuk membalas ciuman Daniel yang begitu memabukkan.


"Sepertinya aku harus membawamu kembali ke penthouse," bisik Daniel begitu ciuman mereka terlepas. Diusapnya sudut bibir Ashley yang meninggalkan jejak saliva mereka. Ciuman saja sudah mampu membuat miliknya on dan Daniel tidak tahan untuk tidak menyerang wanitanya itu.


Mata Ashley melebar akan perkataan Daniel, ia paham betul arah pembicaraan Daniel. "Aku ingin berbelanja." Tidak ingin acara yang sudah ia susun digagalkan oleh Daniel, Ashley memasang wajah penuh permohonan dengan bibir yang sedikit mengerucut.


Cup


Ah, Daniel benar-benar tidak tahan untuk tidak melahap habis bibir wanitanya, terbukti kini ia kembali menyambar bibir Ashley dengan penuh gairah. Tangannya dengan nakal meremass satu buah dada yang nampak menyembul di balik dress yang dikenakan wanita itu.


"Euughh...." Lenguhan yang lolos dari bibir Ashley memacu hasrat Daniel kian menggebu.


Daniel melepaskan ciuman mereka dan menatap intens wajah Ashley yang sepertinya juga terbuai akan permainan bibir mereka. "Shittt! Aku tidak tahan lagi Baby. Kemarilah, naik ke atas pangkuanku."


Mata Ashley sontak melebar penuh kemudian menggeleng. "Kita sedang berada di mobil. Bagaimana mungkin melakukannya disini." Nampak malu Ashley mengatakannya, tentu karena kadar mesum Daniel yang tidak memandang tempat.


"Tidak apa-apa. Ada mereka diluar," ujarnya tidak tahu malu. Memang biasanya anak buah sudah menunggu hingga ia turun dari mobil.


Ashley masih saja ragu, mana mungkin mereka melakukannya di dalam mobil, terlebih di pinggir jalan, meskipun kaca mobil nampak gelap, akan tetapi sudah pasti mobil akan bergoyang.


"Sudahlah, aku sudah tidak tahan Baby. Naiklah, tapi sebelum itu kau lepaskan celanamu lebih dulu."

__ADS_1


Glek


Ashely tidak mampu menolak, terlebih Daniel sudah membangunkan hasratnya. Dengan malu-malu Ashley beranjak berdiri lalu melepaskan underwearnya. Daniel tersenyum lalu menurunkan sandaran kursi hingga ke tepi paling bawah. Ashley mulai merangkak dan duduk di atas pengakuan Daniel. Tidak ingin membuang waktu lagi, Daniel menurunkan tali penyangga tipis di pundak sang wanita, hingga memperlihatkan dua aset yang menggiurkan.


Lantas Daniel langsung melahap buah dada Ashley dengan rakus, hingga membuat wanita itu meloloskan lenguhannya. Sesuatu yang keras di bawah sana bergesekan dengan milik Ashley, hingga Daniel yang sudah tidak tahan langsung membuka celananya dan nampaklah miliknya yang berdiri dengan tegak, sudah tidak tahan untuk segera dipuaskan.


Daniel menuntun pinggul Ashley agar lebih dekat dengan miliknya.


Jleb


Benda tumpul itu terbenam sempurna di dalam lubang kenikmatan. Keduanya mendesahh bersamaan, lalu menyentakkan pinggul masing-masing untuk menikmati proses penyatuan di tempat yang membuat ruang gerak mereka terbatas.


"Aarrgghhh Baby....." Daniel mengerang nikmat kala Ashley menekan miliknya hingga senjatanya merasakan denyutan.


Ashley turut mendesahh menikmati setiap gerakan-gerakan yang diciptakan oleh mereka, hingga buah dadanya bergerak naik turun dan itu membuat Daniel semakin menggila. Dilahapnya kembali satu buah dada Ashley, memainkan puncuk sensitif dan mengulum dengan lidahnya.


"Daniel.... arrgghh...." Ashley meremass rambut Daniel. Tidak kuasa menahan rasa nikmat yang bergejolak hingga tubuhnya nyaris bergetar akan kenikmatan yang mereka ciptakan.


Daniel meninggalkan banyak jejak kemerahan di dua buah dada Ashley, menyesap dan hingga sesuatu di bawah sana hendak mengeluarkan lahar panasnya.


"A-aku akan sampai....." Ashley semakin cepat memompa pinggulnya hingga gairah Daniel semakin menggebu dan senjata besarnya akan menumpahkan cairan kental yang panas.


Tok


Tok


Beruntung kegiatan panas mereka telah selesai pada saat Lina mengetuk pintu kaca mobil. Sejak tadi mereka memang berdiri tidak jauh dari mobil Bos Daniel. Mereka menunggu kedua sepasang kekasih turun dari mobil namun menunggu hingga lamanya Bos Daniel serta wanitanya itu tidak kunjung turun, membuat mereka menyimpulkan jika kedua pasangan itu tengah melakukan yang tidak-tidak di dalam mobil. Terbukti mobil mewah milik Bos Daniel bergoyang, sudah pasti mobil bergoyang itu menandakan penumpangnya tengah bercinta.


Ashley merapihkan pakaiannya dibantu oleh Daniel. Ia sudah kembali duduk di tempatnya semula. Wajahnya merona menahan malu. Gila, benar-benar gila. Jika saja Daniel tidak pandai menggodanya, mungkin tidak ada permainan panas di dalam mobil. Beruntung tempat mobil menepi tidak nampak pengendara lain yang berlalu lalang. Hanya ada mobil milik Daniel saja.


"Jangan lupa menghubungiku Baby." Daniel mengusap pipi Ashley sebelum wanitanya itu turun dari mobil. Ashley mengangguk pelan, dan ia pun segera turun dari mobil. Nampak Lina yang sudah menunggu dirinya dengan mengulum senyum. Sungguh Ashley sangat malu, terlebih kini penampilannya terlihat sedikit berantakan dari sebelumnya.


Daniel membuka kaca mobil, hingga tatapan keduanya tertuju pada pria itu. "Lina, pastikan Ashley baik-baik saja."


"Baik Bos Daniel."


Setelah mengatakan hal demikian, lantas Daniel segera menancapkan gas meninggalkan Ashley di dekat gedung yang berlantai tiga itu.


"Nona, sebaiknya kita pergi mencari pakaian dan merapihkan penampilan Nona."


Blush

__ADS_1


Mendengar perkataan Lina, wajah Ashley memerah. Ia setengah mati menahan malu, bahkan nampaknya ia tidak hanya malu dengan Lina tetapi juga dengan anak buah Daniel yang lain di ujung sana. Ashley berlalu begitu saja, meninggalkan Lina yang mengulum senyumnya.


Kini Ashley sudah berada di dalam pusat perbelanjaan, wanita itu sepertinya tidak sadar jika sudah menghabiskan waktu dua jam berkeliling. Tidak banyak yang ia belanjakan, hanya ada dua kantung paper bag di tangannya.


Lama mata Ashley memandangi beberapa pakaian pria. Terbersit keinginan untuk membelikan pria itu beberapa set pakaian. Sibuk memilih berbagai jenis pakaian pria, hingga wanita itu tidak menyadari jika seseorang tengah mengikuti dirinya dan mencari celah untuknya berbicara dengan wanita itu.


Pria tersebut menyunggingkan senyum kala Ashley selesai membayar beberapa set pakaian dan berpamitan pergi ke toilet tanpa di jaga dekat oleh wanita yang sepertinya bodyguard wanita itu.


Grep


Pria itu tiba-tiba membekap mulut Ashley. Betapa terkejutnya ia melihat seorang pria dari pantulan cermin.


"Kau....?!" pekiknya. "Lepaskan aku!" Ashley mencoba meloloskan diri dari dekapan pria itu. Hingga sekuat tenaga menginjak kaki pria tersebut sehingga pria itu melepaskan dirinya.


"Dasar bajingan! Pergi kau dari sini! Jika tidak, aku tidak jamin mereka akan melepasmu!" Ashley berteriak penuh dengan ancaman.


Mata pria itu membelalak sempurna, pasalnya wanita di hadapannya itu semakin berani padanya setelah sekian lama tidak bertemu.


.


.


To be continue


.


.


Babang Daniel



Ashley



...Like, vote, follow, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...

__ADS_1


__ADS_2