Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Akhir dari seorang David


__ADS_3

Bugh


Bugh


Bugh


Ruangan penyiksaan yang cukup luas dengan pencahayaan dari sinar matahari yang menyelinap melalui jendela, dibiarkan terbuka memaparkan sinarnya ke seluruh ruangan tersebut, ruangan yang menjadi saksi bisu seseorang yang kini tengah dipukuli. Tubuhnya yang kekar itu tidak menjamin tahan banting jika disiksa secara berlebihan dan bahkan harus menerima patah tulang di beberapa bagian tubuhnya. Dan kesakitannya berkali-kali lipat akibat kehilangan satu jemarinya karena sebelumnya dipotong oleh Daniel yang menggila.


"Katakan dimana keberadaan Jonas dan Golden Dawn?!" Keil berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan David yang tertunduk seusai menerima pukulan bertubi-tubi darinya. Nampak mengenaskan, darah dan luka lebam menghiasai wajah tampan pria itu. Meskipun Keil tidak melakukan lebih selain menghajar pria itu, ia belum membiarkan David mati terlebih dahulu sebelum memberitahukan keberadaan Golden Dawn.


David mengangkat wajahnya, dilihatnya Keil dengan aura membunuh. Tidak terdapat semburat ketakutan saat melihat wajah garang Keil, David sudah terbiasa melihat seseorang yang lebih menyeramkan. Bahkan Jonas juga Jerome memiliki perangai yang lebih buruk dari Keil dan anggota Black Lion lainnya. Mereka tega membuang teman sekaligus anak buah seperti dirinya hanya karena keteledorannya. Dan David sempat menyayangkan hubungannya dengan Jerome sebagai adik sepupu. Ia selalu dijadikan sebagai umpan, bahkan pernah dijadikan tameng untuk keselamatan kedua pria keparat itu. Berbeda dengan hubungan para anggota Black Lion, mereka memiliki ikatan persaudaraan yang tinggi meskipun tidak terlahir dengan darah yang sama. Karena itu David selalu memiliki impian untuk menghancurkan Golden Dawn berserta Jonas dan Jerome.


Melihat David yang menatap dirinya tanpa ingin menjawab pertanyaannya, Keil menepuk wajah pria itu berulang kali. "Apa kau mendadak tuli heh?" Dan semakin cepat menepuk wajah David sehingga kepala pria itu mengikuti arah tepukan tangan Keil.


David terkekeh-kekeh hingga membuat Keil menyimpulkan jika David sudah kehilangan akal sehatnya.


"Cih, percuma saja aku menanyakan keberadaan mereka kepada pria gila sepertimu!" Tidak ingin mengurusi David yang sudah cacat mental itu, Keil beranjak berdiri, memunggungi hendak meninggalkan David dan bergabung dengan Nico serta Daniel yang duduk menikmati minuman mereka sembari mendengarkan alunan teriakan David.


"Apa dia tidak ingin bicara?!" tanya Nico sesaat setelah Keil membenamkan tubuhnya di sofa.


"Dia mendadak gila!" sahut Keil kesal. Upaya mereka menyandra David dan satu anak buah David belum membuahkan hasil, justru anak buah bajingan itu mati terlebih dulu karena tidak mampu menahan siksaan.


Nico terkekeh, berbeda dengan Daniel yang nampak diam saja. Tubuhnya di sandarkan pada sandaran sofa, salah satu kakinya tertekuk di atas sofa, memperhatikan David dengan sorot matanya yang tajam. Memang jika diperhatikan, sejak tadi Daniel yang biasanya banyak bicara kini nampak lebih diam, hanya menyesap minuman berulang kali, sembari menikmati penyiksaan yang dilakukan Keil kepada pria yang telah lancang mencium wanitanya. Sebab itu Daniel meminta Keil menyiksa David tanpa harus membuat pria itu tewas terlebih dahulu. Karena Daniel belum puas hanya memotong satu jemari pria itu.


"Apa yang terjadi?" Nico menyadari perubahan Daniel sehingga ia bertanya seperti itu. "Apa ayah mertuamu mempersulit hubungan kalian?"


Daniel menggeleng sebagai jawaban. Bahkan ia belum berbicara kembali dengan ayah dari wanitanya itu sejak meninggalkan rumah sakit. Hanya memastikan kondisi Ashley lalu pergi dari sana. Entahlah, sesuatu sedang mengganggu pikirannya karena keterangan yang diberikan oleh Emma sebelum wanita itu terbungkam untuk selamanya.


"Lalu apa yang sedang mengganggu pikiranmu?" Kini Nico bertanya penuh dengan desakan. Ternyata ia bisa menerawang pikiran sahabatnya yang satu itu.


Daniel menghembuskan napas dengan berat, lalu menatap kedua sahabatnya bergantian. "Mungkin kalian sulit mempercayainya. Wanita itu berkata, seseorang ingin dia melakukannya untuk membuktikan sesuatu dan-"


Brak


Kalimat Daniel terputus lantaran dua anak buah mereka masuk dan membuat kegaduhan dengan menyeret seseorang. "Maaf kami mengganggu bos. Kami membawa penyusup di perbatasan." Lalu kedua anak buah Black Lion membanting tubuh penyusup itu.


Nico, Keil serta Daniel nampak mengernyit. Mereka mengenali sosok menyusup tersebut yang tidak lain dan tidak bukan adalah Gil, anak buah David. Tentu kedatangan Gil yang tidak diundang itu membuat David tertegun sesaat. Pasalnya ia tidak ingin melibatkan Gil, dan bermaksud menyembunyikan anak buahnya itu dari Jerome dan juga Jonas.

__ADS_1


Keil beranjak berdiri, lalu bergerak maju. "Sedang apa kau berada di perbatasan? Apa kau ingin mengantarkan nyawamu?!"


Gil bergidik takut. Ia hanya ingin mencari keberadaan bosnya, karena ia tidak tahu letak Markas Black Lion, sehingga ia memberanikan diri menyusup di wilayah perbatasan. Tetapi ia tidak pernah menduga jika di wilayah tersebut terdapat beberapa perangkap seperti perangkap tali atau perangkat bom.


"Aku... aku tidak sengaja datang ke tempat kalian." Tidak mungkin Gil mengatakan yang sejujurnya jika ia sedang mencari keberadaan Bos David.


"Heh, alasan yang pintar." Keil terkekeh, lalu menepuk-nepuk wajah Gil dan kemudian menoleh ke arah Daniel serta Nico. "Sebaiknya apa yang akan kita lakukan padanya?" tanyanya menunggu jawaban kedua sahabatnya.


"Kau bunuh saja pria bodoh itu. Anthony sudah menyerahkannya kepada kita!" seru Daniel. Seharusnya pria bodoh seperti Gil sudah mereka singkirkan sejak lama.


Deg


Jantung Gil berhenti seketika. Sungguh ia mengenali nama pria yang sudah menikahi adiknya itu. Tidak menyangka jika mereka saling mengenal. Seharusnya ia tidak main-main dengan pria mengerikan seperti mereka.


"Jangan! Aku bisa melakukan apa saja untuk kalian." Gil menangkupkan kedua tangannya. Ia berharap Black Lion akan berbaik hati melepaskannya kali ini.


"Ck, dia tidak bisa melakukan apapun Keil. Bunuh saja pria tidak berguna itu!" Perkataan Nico kian menyulutkan api. Tentu saja Gil semakin panik, sorot matanya menyapu sekitar, mencari keberadaan David yang mungkin saja bisa membantu dirinya.


David hanya memasang wajah datar tanpa bersuara. Selama ini Gil bekerja untuknya, dan hanya pria itulah yang masih setia disisinya hingga ia membuang Gil untuk keselamatan pria itu. Namun bodohnya Gil justru tertangkap.


Gil hanya mampu menelan salivanya ketika Keil sudah mengarahkan senjata tepat di atas kepalanya. Detik berikutnya pria itu menarik pelatuk dan kemudian,


"Tu-tunggu!" Suara David yang lirih tanpa tenaga itu menghentikan pergerakan tangan Keil sejenak. "Aku akan memberitahu kalian dimana Golden Dawn bersembunyi, tapi dengan dua syarat," katanya kemudian.


Ternyata perkataan David menggugah perhatian Daniel serta Nico yang sedang meneguk minuman mereka. Seketika Keil mengurungkan niatnya untuk memuntahkan peluru untuk Gil, lalu memutar arah tubuhnya menatap David dengan nyalang.


"Sudah hampir mati dan kau masih saja bernegosiasi syarat dengan kami?!" Keil berdecak lidah, pria di hadapannya itu sungguh tidak memiliki otak yang lebih jenius sedikit saja. "Baiklah, apa syaratmu?" Syarat tidaklah penting, karena ia harus mengetahui keberadaan Golden Dawn dan membawa Emely kembali.


David tersenyum. Ya, inilah saatnya ia membalaskan dendam dan menghancurkan Golden Dawn meskipun bukan dengan tangannya sendiri. Setidaknya ia tidak hancur seorang diri. Jonas serta Jerome harus merasakan sakit dan harga dirinya yang diinjak-injak bagaikan seekor lalat yang tidak berguna. Tidak cukupkah dirinya banyak berkorban demi kelangsungan Golden Dawn dengan ia yang berusaha mengambil alih beberapa perusahaan. Namun nyatanya mereka tidak pernah puas untuk menyiksa dirinya selama ini.


"Pertama, bebaskan Gil. Dia hanya anak buah bodoh yang tidak tau apapun dan... yang kedua hancurkan mereka tanpa sisa. Aku ingin Golden Dawn hancur dan lenyap. Dengan begitu aku bisa mati dengan tenang," ujar David menatap Keil yang mudah ia jangkau dengan sorot mata serius.


Gila


Ya, satu kata itu yang disematkan oleh Black Lion untuk David. Karena pria itu justru menikam kawanannya sendiri.


"Kami akan melenyapkan mereka tanpa kau mengajukan syarat kedua!" sahutnya. "Lalu dimana mereka saat ini?!" Keil tidak ingin tau lebih mengenai masalah yang membuat David sedemikan marah terhadap kawanannya.

__ADS_1


"Edinburgh. Markas mereka berada di perbatasan pegunungan Pentland Hills." Hanya itu informasi yang diberikan David kepada Black Lion sebelum akhirnya pria itu menyemburkan darah segar dari mulutnya dan terkulai lemah tidak sadarkan diri karena tidak mampu mempertahankan kesadarannya setelah mendapatkan hantaman di sekujur tubuhnya. Itulah akhir dari seorang David karena sudah bermain-main dengan Black Lion.


Melihat keadaan bosnya yang begitu mengenaskan menambah ketakutan seorang Gil. Seketika nyalinya benar-benar menciut, tidak ada jalan keluar untuknya hanya menunggu ajalnya seperti bosnya yang sudah tewas secara mengenaskan. Atau apakah ia akan dibebaskan seperti permintaan bosnya itu.


Bugh


Sebelum kemudian Gil tidak sadarkan diri setelah mendapatkan pukulan tepat di pundaknya. Dan pelakunya adalah Nico yang sejak tadi berada di belakang Gil. Pria itu saja yang bodoh karena tidak menyadari keberadaan dirinya.


"Deportasi Gil ke tempat asalnya. Biarkan Anthony yang mengurusnya!" ujar Nico kepada Keil juga Daniel yang langsung diangguki oleh keduanya. Rupanya mereka mempertimbangkan syarat yang diajukan David kepada mereka.


Ketiganya tidak memiliki waktu untuk mengurus pria bodoh seperti Gil. Saat ini mereka harus bergegas menuju Edinburgh yang jika ditempuh melalui perjalanan darat akan memakan waktu selama tujuh jam, karena itu mereka lebih memilih jalur udara menggunakan helikopter Black Lion yang memerlukan waktu selama dua jam saja.


To be continue


.


.


Babang Nico



Babang Keil



Babang Daniel



Bukan untuk kalian pilih ya, ketiga bastard pokoknya cuma punya Yoona wkwk 🤭🤭


...Like, vote, follow, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...

__ADS_1


__ADS_2