Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Ancaman yang mematikan


__ADS_3

Melihat Keil yang terjatuh, seketika sekelebat bayangan pada saat mereka bersama sejak usia remaja memenuhi isi kepala Nico dan Daniel. Persahabatan dan persaudaraan yang terjalin selama puluhan tahun itu membentuk rasa kasih sayang bagaikan saudara satu darah. Mereka hidup selalu mengandalkan satu sama lain, pertengkaran menjadi bumbu penyedap dalam hubungan persaudaraan mereka. Dan jika di antara mereka ada yang terluka, maka dua yang lainnya dapat merasakan kesakitan karena luka tersebut. Meski tidak nampak, selama ini mereka selalu saling menguatkan dalam diam.


Entah apa yang di pikirkan oleh Daniel, pria dengan tubuh tinggi besar itu tentu tidak akan sanggup jika harus melihat Keil tewas lebih dulu. Sehingga Daniel melompat dan menceburkan diri untuk menyelamatkan Keil.


"Daniel!!!" Tangan Nico menggantung di udara karena ia gagal mencegah sahabatnya itu untuk tidak melompat ke bawah. "Arrghhh.... sial!!" Nico mengacak rambutnya frustasi, belum hilang keterkejutannya karena Keil yang terjatuh, kini ditambah lagi Daniel yang melompat ke bawah.


Mengetahui beberapa para anak buah yang sudah mendekat, Nico menoleh. "Sebarkan semua anak buah! Lakukan pencarian dari sekarang!"


"Siap Bos Nico." Kemudian beberapa anak buah membubarkan diri, mulai menyebarkan para anak buah.


Nico cemas setengah mati dengan Keil juga Daniel yang entah kini bagaimana kondisi mereka. Nico menyambar slayer yang digunakan oleh salah satu anak buah, lalu mengikatnya di lengan yang tergores peluru, meminimalisir darah yang terus mengalir keluar. Tentu ia tidak bisa berdiam diri dan hanya menunggu, menyaksikan keduanya bertaruh nyawa di bawah sana.


Dan beberapa detik kemudian, Nico melompat dan terjun ke bawah menerjang air untuk mencari keberadaan kedua sahabatnya. Tidak pedulikan kondisinya yang juga cukup terluka parah. Meskipun kedua sahabatnya sangat menyebalkan, baginya mereka adalah separuh jiwanya.


Kalian harus baik-baik saja.


Para anak buah Black Lion menyaksikan Daniel serta Nico yang menerjang bahaya demi keselamatan satu sama lain, mereka menatap penuh haru. Mereka sudah tidak heran lagi jika ketiganya selalu saling menyelamatkan, tidak peduli akan nyawa dan keselamatan sendiri. Sejak menjadi bagian dari Black Lion, mereka di tuntut untuk saling melindungi, dan kini para anak buah menyaksikan cara melindungi yang sebenarnya.


"Cepat, kita juga harus menolong Bos Daniel, Bos Keil dan Bos Nico!" teriak salah satu di antara mereka.


Mereka mengangguk serempak, menggunakan peralatan seadanya untuk terjun ke bawah. Mereka berlomba-lomba saling melengkapi dan menyelamatkan ketiga bos mereka.


Seolah memiliki ikatan batin yang kuat, Xavier sudah mengerahkan seluruh anak buah beberapa menit yang lalu untuk menyusuri air laut tersebut. Ia mengirim dua helikopter dan juga speedboat untuk memantau keadaan ketiga anak buah kesayangannya itu di bawah sana. Ketika mendapatkan laporan bahwa Nico serta yang lainnya diserang, Xavier selaku bos sudah lebih dulu memantau mereka. Seperti biasa, ia akan selalu berada di belakang layar, jika salah satu dari mereka dalam keadaan terdesak, ia tidak segan untuk turun tangan. Tapi sialnya, ia tidak memprediksikan jika Keil akan ikut terjatuh bersama dengan ketua Golden Dawn keparat itu.


Xavier sudah berada di helikopter bersama dengan Jack. Ia tidak bisa berdiam diri menjadi penonton disaat ketiganya saling melindungi meski nyawa adalah taruhannya.


"Bos, biar aku saja yang melompat." Jack menahan bahu tegap Xavier ketika bosnya itu hendak terjun bebas ke bawah. Tidak, ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


"Jangan bodoh, Jack. Jika terjadi sesuatu denganmu, aku tidak bisa menghadapi istrimu yang sedang hamil tua!" Rasanya begitu frustasi jika harus memikul rasa bersalah jika tidak bisa melindungi keempat anak buah yang selalu dianggap penting untuknya.

__ADS_1


"Tapi bos, aku juga tidak ingin terjadi sesuatu denganmu. Bagaimana aku akan menghadapi Nyonya Elle dan ketiga anak-anakmu! Aku akan dihantui rasa bersalah jika sesuatu benar-benar terjadi denganmu!" seru Jack. Ah, sama saja. Keduanya tidak ingin kalah dan mengalah.


"Jack, diamlah! Apa kau tidak tau kalau kau ini sangat cerewet!!" Xavier bahkan harus menutupi kedua telinga dengan telapak tangannya.


"Aku memang cerewet jika menyangkut tentangmu, bos!" Selalu saja bisa membalikan kata apa yang dikatakan oleh bos. Tapi Jack yang seperti itu selalu bisa diandalkan kapanpun dan dimanapun. Karena itu Xavier tidak akan pernah mengganti asistennya denhr siapapun itu, meskipun kedepannya nanti mereka akan termakan oleh usia.


Sementara Xavier dan Jack yang terus berdebat. Di bawah sana Daniel berjuang dengan napas yang sudah tersengal-sengal, ia sudah terlalu lama berada di dalam air, tapi belum menemukan keberadaan Keil. Dan ketika hendak menyelam lebih dalam lagi, seseorang menarik pergelangan tangannya dan betapa terkejut pada saat menoleh, Daniel mendapati Nico.


"Ck, bodoh! Kenapa kau ikut melompat?!" Itu yang bisa ditangkap dari raut wajah Daniel yang terkejut dan kesal tentunya.


Nico tidak peduli, ia menarik dan menuntun Daniel ke arah kiri. Sebelumnya ia sempat melihat Keil yang perlahan sudah kehilangan kesadarannya. Dan benar saja mereka berdua menemukan keberadaan Keil di bawah sana, memacu kecepatan berenang, keduanya kini sudah menjangkau tubuh Keil lalu menarik bersamaan ke permukaan air.


"Bos, mereka sudah ditemukan!" Teriakan anak buah dari atas speedboat sesaat mengalihkan perhatian Xavier dan Jack. Angin segar melingkupi rongga paru-paru mereka mendengar jika ketiganya sudah ditemukan.


Beberapa anak buah yang sudah menceburkan diri segera berenang menggapai ketiga bos mereka. Satu di antaranya membantu mengangkat Keil yang tidak sadarkan diri ke atas speedboat, satu yang lainnya mencoba membantu Nico yang terluka cukup parah di lengannya itu sehingga keahlian berenangnya melambat. Daniel baru saja naik ke atas speedboat, membantu menarik bahu Nico yang juga sudah tidak sadarkan diri, sebelum kemudian perlahan penglihatannya memudar dan terkulai tidak sadarkan diri.


Entah bagaimana nasib Jonas? Mereka tidak peduli, Black Lion bergegas meninggalkan tempat tersebut tanpa harus bersusah payah mencari Jonas yang hanyut terbawa arus.


***


Ketiganya kini sudah di bawa ke St. Thomas Hospital dan tengah di tangani oleh dua dokter di salah satu rumah sakit terbaik. Xavier dan Jack menunggu dengan harap-harap cemas. Xavier nampak gusar, entah ia akan mengatakan apa kepada adiknya ketika kekasihnya dari adiknya itu dalam keadaan terluka seperti ini. Terlebih memberitahukan keadaan Keil dan Daniel kepada wanita-wanita mereka, ia tau jika Emely sedang hamil dan saat itu ia dan Adam yang berusaha menyelamatkan bayi dari benih anak buahnya. Saat itu ia mengancam akan menutup rumah sakit tersebut dan akan membunuh mereka satu persatu. Lalu apa ia harus melakukan hal yang sama lagi?


"Mereka pasti baik-baik saja bos," ucap Jack membelah keheningan. Meskipun ia sendiri tidak begitu tidak yakin, tapi setidaknya yang ia tau ketiga teman-temannya itu adalah pria-pria yang kuat.


Xavier mengangguk pelan, bertepatan dengan pintu ruangan IGD terbuka dengan lebar. Nampak dua dokter yang keluar dari ruangan itu setelah mereka menunggu selama satu jam.


"Bagaimana keadaan mereka dokter?" tanya Jack menghampiri, tidak dengan Xavier yang tetap duduk namun memusatkan pandangannya ke arah dua dokter paruh baya tersebut.


"Ketiga pasien mengalami luka serius." Keterangan salah satu dokter paruh baya itu seketika membuat Jack dan Xavier terkejut. Mereka masih menunggu kelanjutan kalimat dokter itu. "Jangan khawatir, mereka baik-baik saja dan sudah melewati masa kritisnya. Tapi..."

__ADS_1


"Tapi apa dokter?" tanya Jack mendesak tidak sabar, sehingga menyela perkataan dokter tersebut.


"Salah satu pasien kemungkinan baru akan tersadar lusa atau mungkin beberapa hari kedepan. Jadi kita perlu menunggu perkembangannya," ujarnya berat dengan helaan napas panjangnya. "Kalau begitu kami permisi dulu." Dan kemudian dua dokter itu pamit undur diri dan meninggalkan Jack serta Xavier.


Jack mengangguk paham, meskipun ia tidak cukup puas dengan jawabannya. Tapi apa daya, mereka tidak bisa disalahkan, karena mereka sudah melakukan tugasnya dengan baik.


Kini ketiganya sudah dipindahkan ke ruangan perawatan. Mereka berada di satu kamar yang sama atas perintah Xavier sehingga ia tidak perlu kesana kemari untuk memantau perkembangan mereka. Langkahnya kini tertuju pada ranjang paling sudut, dimana Nico terbaring di atasnya.


"Kau benar-benar ingin melarikan diri, heh?!" seru Xavier dingin. Nico adalah pasien yang lukanya cukup serius. Bahkan dokter tidak bisa memprediksikan kapan pria itu akan tersadar. "Bangunlah, apa kau tidak malu jika adikku melihatmu seperti ini? Bukankah seharusnya kau menemuiku dan meminta izin untuk bersama dengan Jennie?" Melihat tidak ada respon, Xavier sejenak diam. Ia masih menatap wajah pucat Nico yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan sadar.


"Huh kalian ini, membuatku pusing saja." Xavier menggurutu sembari berjalan menjauhi ranjang, ia menghembuskan napas kesal. Kemudian menatap satu persatu-satu ketiga anak buahnya yang masih setia dengan mata terpejam.


"Bos...." Jack mendekati bosnya, ia tidak ingin bosnya itu menggila karena melihat Nico, Keil serta Daniel yang tidak kunjung sadar.


Masih dengan aura dinginnya, ekor mata Xavier melirik ke kanan ke kiri, seperti tengah memikirkan sesuatu. "Kalian berdua!" serunya pada Keil dan Daniel. "Dalam hitungan detik kalian tidak sadar juga, maka jangan salahkan aku jika akan menikahkan wanita-wanita kalian dengan pria lain! Dan kau Nico, aku akan menikahkan adikku dengan Adam sekarang juga!" ujarnya dengan nada tinggi. Matanya memicing, menunggu apa yang akan terjadi setelah ia mengultimatum ancaman seperti itu.


Brak


"TIDAK BOS...!!!!" Ancaman Xavier sangat ampuh, terbukti ketiganya langsung sadar begitu ia mengucapkan ancaman yang mematikan.


"Astaga...." Jack menepuk keningnya. Ternyata perintah bos yang tidak terbantahkan itu bisa digunakan dalam keadaan sekarat seperti ini.


To be continue


...Like, vote, follow, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...

__ADS_1


__ADS_2