Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Selangkah lebih maju


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Daniel melaju cepat membelah jalan raya dan melewati mobil-mobil yang menghalangi jalannya. Selama mengemudi hampir dua jam lebih lamanya, tibalah mobil Daniel di sebuah gedung tua besar dan sangat luas lebih tepatnya menghadap ke Teluk San Fransisco. San Quentin State Prison adalah penjara tertua di California, banyak penjahat kelas internasional yang dipenjarakan di San Quentin. Daniel semula sempat bingung karena penjara tersebut dibuat khusus untuk para tahanan yang memiliki tingkat kriminal yang tinggi, sementara pria tua itu hanya melakukan penggelapan dana yang tidak seberapa.



"Akhirnya kau datang juga, aku sudah menunggumu sejak tadi." Seseorang yang mengenakan seragam kepolisian menyambut kedatangan Daniel di depan gedung penjara tersebut.


"Ck, perlu waktu yang cukup lama menuju tempat ini dari Los Angeles." Mendengar jawaban Daniel, pria itu hanya mengangguk-angguk tanda mengerti, memang membutuhkan waktu sekiranya tiga jam perjalanan jika di tempuh dari Los Angeles.


"Sebaiknya kau ikuti aku." Lalu keduanya berjalan bersamaan. Tidak banyak pihak kepolisian yang berjaga di dalam sana, karena hanya tempat-tempat tertentu saja yang diperketat keamanannya. Mereka melewati jalan tikus yang hanya di masuki oleh pihak yang bersangkutan. "Kau tau, tidak mudah berkunjung ke tempat ini jika tidak dibantu orang dalam sepertiku. Apalagi pria tua yang kau maksud itu baru dua kali mendapatkan kunjungan setelah hampir satu tahun berada di tempat ini."


"Satu tahun?" Kening Daniel mengernyit, langkahnya mendadak berhenti, tentu saja teman polisinya itu menoleh dan juga menghentikan langkahnya. "Bukankah baru 7 bulan?" Jika Daniel menghitung dari pertemuannya dengan Ashely, sekiranya pertemuan mereka sudah berjalan 6 bulan. Seharusnya pria tua itu sudah di penjara selama 7 bulan, tetapi keterangan yang baru saja ia dengar justru bertentangan dengan informasi yang ia dapatkan.


"Tidak, lebih tepatnya sudah 13 bulan. Kasusnya cukup berat karena itu dia ditempatkan di tempat seperti ini." Polisi tersebut terlihat mengawasi sekitar dan kemudian mendekat dan membisikkan sesuatu. "Kasus pembunuhan seorang pengacara."


Daniel tertegun sesaat. Setau dirinya bukan kasus pembunuhan tetapi hanya kasus penipuan dan penggelapan. "Bukankah hanya menggelapkan dana perusahaan, lalu kenapa menjadi kasus pembunuhan?"


"Dia membunuh, Daniel! membunuh seorang pengacara terkenal. Apa kau tidak pernah mendengar beritanya jika seorang pengacara terkenal dibunuh dengan keji oleh seorang pengusaha kaya raya?"


Daniel menggeleng sebagai jawabannya jika ia tidak pernah mendengar berita tersebut. Ia hanya mencari informasi yang dengan mudah ia dapatkan. "Lalu bagaimana caranya aku bisa membebaskannya?" Daniel masih tidak percaya apa yang didengarnya. Kedatangannya ke penjara bukan tanpa alasan, salah satunya bermaksud ingin membebaskan ayah dari wanitanya itu.


Polisi tersebut nampak berpikir. "Itu cukup sulit, karena sepertinya ada seseorang yang menginginkannya di penjara seumur hidup."


"Aku sudah tau." Ya, Daniel sudah mencari tau informasi jika seseorang itu adalah David dan Jerome.


"Kau tau?" Tentu saja polisi itu terkejut. "Lalu apa hubunganmu dengannya?" tanyanya penasaran.


"Dia ayah dari wanitaku."


"Huh, tidak heran jika kau ingin membantunya bebas dari sini."


Daniel hanya mengangkat kedua bahunya. Tidak ada salahnya bukan membantu pria tua itu bebas. Dengan begitu Ashley akan semakin terikat padanya. Dan kemudian keduanya kembali berjalan menyusuri lorong dengan lampu temaram, hingga terlihat cahaya dari sudut lorong yang menjadi penghubung jalan menuju ruangan tahanan.


"Tunggulah disini, aku akan memanggilnya terlebih dahulu." Daniel hanya mengangguki perkataan temannya itu dan membenamkan tubuhnya di salah satu kursi yang tersedia disana.


Tidak berselang lama, temannya sudah kembali dan nampak seorang pria paruh baya di belakangnya.


"Temanku ini yang ingin bertemu denganmu. Jadi silahkan pergunakan waktu dengan baik," ucapnya pada pria paruh baya itu dan kemudian beralih menatap Daniel. "Waktumu tidak banyak, kau harus keluar dari tempat ini sebelum penjaga yang lain mengetahuinya. Jika tidak, aku tidak bisa menjamin keselamatanmu dan kau juga akan dijebloskan ke dalam penjara."


Namun alih-alih takut dan tertekan, Daniel justru terkekeh. "Aku akan meledakkan tempat ini sebelum kalian berhasil menjebloskanku."

__ADS_1


"Jangan macam-macam Daniel!" Teman polisi itu memperingatkan Daniel. Terkadang Daniel sangat nekat dan sedikit gila.


Daniel hanya terkekeh-kekeh, mengabaikan tatapan penuh pertanyaan yang ada di dalam benak pria tua di hadapannya yang sudah terduduk di kursi kayu. Dan polisi itu segera keluar dari sana dan menjaga tempat itu jika sewaktu-waktu ada rekannya yang datang.


Perhatian Daniel kini tertuju pada pria tua di hadapannya, nampak sekali guratan kesedihan di wajahnya yang setengah abad itu.


"Siapa kau? Aku tidak pernah mengenalmu." Mendelik tajam, memperhatikan pria muda yang tampan dan gagah. Jika polisi itu begitu ramah, sudah pasti pria muda di hadapannya itu bukanlah pria sembarangan.


"Apa kau benar Howie Hartel?" Namun Daniel justru menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi.


"Be-benar, apa kau mengenalku? Aku tidak pernah bertemu denganmu sebelumnya."


Daniel nampak tersenyum. Ya, setidaknya ia memberikan kesan yang bagus terlebih dahulu. "Putrimu ada padaku."


Garis kerutan nampak kentara di kening Howie begitu mendengar ucapan Daniel. "Maksudmu Putriku Ashley?"


Daniel mengangguk. "Benar. Memangnya kau memiliki berapa putri? Apa kau memiliki istri gelap dan melahirkan putri yang lainnya?"


Shiitt! Kenapa kali ini mulutmu sulit dikendalikan Daniel.


"Jaga bicaramu anak muda!" Benar saja Howie nampak tidak terima. "Putriku hanya Ashley satu-satunya," tekannya. "Katakan apa yang kau lakukan kepadanya? Apa kau melukai putriku?! Apa David sialan itu tidak benar-benar menjaga putriku sehingga berhasil berada di tanganmu?!"


Mendengar nama David, senyum ejekan tersemat disudut bibir Daniel. "Aku tidak tau apa yang dikatakan David kepadamu. Tapi apa kau benar-benar percaya padanya setelah apa yang dia lakukan kepadamu? Apa kau benar-benar tidak mengetahui jika putrimu di jual di tempat pelelangan dan aku yang menebusnya?"


"Jadi dia benar-benar melakukannya?! Dia menjual putriku?!" lirihnya.


"Ya, dan kau dengan bodohnya mempercayai pria sialan itu, melakukan penggelapan uang dan pembunuhan!" Meskipun ia tidak mengenal pria tua di hadapannya itu, tetapi tetap saja Daniel merasa kesal karena selalu saja ada pria tua bodoh yang mudah dimanfaatkan.


Keringat dingin mulai mengucur. Howie benar-benar menyesali perbuatannya itu. Karena kesalahannya yang fatal sehingga istrinya harus meninggal dan putrinya juga harus menderita.


"Aku tidak sengaja membunuhnya. Pengacara itu teman lamaku, mana mungkin aku memiliki niat untuk membunuhnya. Malam itu kami berdebat karena dia mengetahui tentang penggelapan uang yang kugunakan. Dan disaat yang bersamaan David datang dengan sebuah bukti jika perusahaan Ashmore Group sudah berpindah nama menjadi atas namanya. Entah bagaimana caranya dia mendapatkan perusahaan dan harta keluargaku. Aku yang marah tidak bisa mengendalikan diriku. Aku mengambil pistolku dan mengarahkannya padanya, tapi David segera menepisnya sehingga peluru itu justru mengenai kepala temanku. Tapi sungguh aku tidak sengaja, dan setelah itu aku tidak ingat lagi apa yang terjadi, karena tiba-tiba saja seseorang memukul kepalaku. Aku baru sadarkan diri ketika sudah berada di bangunan tua, entah berapa lama aku tidak sadarkan diri, aku berusaha melarikan diri dari sana, tetapi tiba-tiba saja polisi menangkapku dengan tuduhan aku membunuh temanku dengan keji, tubuhnya di mutilasi. Aku benar-benar tidak melakukan sesuatu yang keji seperti itu. Dan dua malam setelah aku di penjara, David menemuiku. Dia berkata jika aku menurut dan mengakui semua perbuatanku, dia akan menjaga Ashley, dan mengatakannya jika aku sedang melakukan perjalanan bisnis. Istriku dan putriku baru mengetahui keberadaanku yang berada di dalam penjara setelah 5 bulan, istriku meninggal karena serangan jantung dan Ashely...." Howie tidak dapat melanjutkan perkataannya. Dia benar-benar merasa gagal mejadi seorang suami dan ayah. "Bahkan sampai saat ini aku tidak mengetahui kabar putriku."


"Kau pria tua bodoh yang pernah aku tau," cibir Daniel. Persetan dengan citra baik yang harus ia tunjukkan di depan pria di hadapannya itu.


Howie tertunduk, ia tidak bisa menyangkal ucapan Daniel karena memang benar adanya.


"Kau tenang saja, putrimu aman bersamaku, aku menjaganya dengan baik. Apa yang tidak bisa kau berikan dan lakukan untuknya, aku bisa berikan semua itu. Hanya saja aku perlu tanda tanganmu."


Kening Howie berkerut. "Untuk apa?"

__ADS_1


"Kau tidak perlu tau, tanda tangani saja." Dan kemudian Daniel mengeluarkan secarik kertas kosong, mengarahkan Howie untuk tanda tangan seperti keinginannya. Dengan ragu Howie membubuhkan tanda tangan di kertas itu.


Daniel tersenyum, kini selangkah lebih maju untuk menyingkirkan David. Dan sepertinya ia harus mengurungkan niatnya membebaskan Howie untuk sementara waktu.


Setelah memastikan keadaan ayah dari wanitanya baik-baik saja, Daniel segera keluar dari ruangan itu karena waktunya sudah habis. Tentu ia harus segera pergi dari sana sebelum petugas lainnya menyadari keberadaannya. Dan kini keduanya sudah berada di parkiran.


"Thanks kau sudah membantuku," ucap Daniel.


"Ya, tidak masalah. Hitung-hitung aku balas budi karena kau dan teman-temanmu pernah menyelamatkanku."


Daniel mengangguk. Memang saat itu Black Lion menggagalkan rencana pembunuhan yang targetnya adalah teman polisinya tersebut.


"Kalau begitu aku pergi dulu." Daniel menepuk bahu polisi itu dan segera berlalu dari sana.


Setelah berpamitan, Daniel meninggalkan San Quentin State Prison. Sesaat menepikan mobil, tangannya meraih ponsel lalu mulai menghubungi seseorang.


"Kalian boleh melakukannya sekarang. Pastikan perusahaan itu kehilangan banyak saham," perintahnya pada anak buah di seberang sana.


Setelah anak buah mengiyakan perintahnya, Daniel mengakhiri panggilan itu, sebelum kemudian tersenyum. Setelah mengurus David, ia akan memperjelas hubungannya dengan Ashley serta memberikan status untuk wanita itu seperti pasangan pada umumnya.


.


.


To be continue


.


.


Babang Daniel



...SELAMAT TAHUN BARU 2022 Man-teman... Semoga tahun ini kita sehat selalu, dimudahkan segala urusannya dan semoga tahun ini lebih baik dan indah dari tahun sebelumnya....


...Maaf ya baru up lagi, kemarin Yoona liburan dan dua hari malah drop wkwk 🤭...


...Like, vote, follow, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...

__ADS_1


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...


__ADS_2