Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Bastard Mafia (Falling In Love)


__ADS_3

21 tahun kemudian


Bertahun-tahun telah berlalu, kemesraan dan keharmonisan selalu melingkupi sebuah keluarga yang saling bersatu. Tidak memandang rendah dan justru saling melindungi. Mewariskan persahabatan dan pekerjaan dunia gelap kepada anak-anak mereka.


Mansion mewah milik keluarga Romanov selalu menjadi tempat berkumpulnya para pria-pria matang yang sudah memiliki keluarga kecil yang bahagia. Usia yang bertambah tidak membuat ketampanan dan kecantikan mereka memudar.


"Granny, biar Frey saja yang mendorong kursi roda Granpa." Freya mengambil alih pegangan kursi roda yang sedang di genggam oleh Granny Marry. Wanita lanjut usia itu hanya tersenyum. Fisiknya yang sudah renta tidak memungkinkan jika dirinya mendorong kursi roda tersebut.


"Sebaiknya Granny beristirahat saja. Biar Kim yang menemani Granny." Seorang gadis cantik yang lain berjalan mendekat, lalu mengaitkan lengannya pada lengan Granny Marry.


"Baiklah, sekarang Granpa bersama Frey dan Granny bersama Kim." Baik Granpa Jhony dan Granny Marry saling melemparkan senyum mendengar perkataan Freya.


"Jadi kalian ingin memisahkan Granpa dengan Granny hm, dua gadis nakal?" Granpa menepuk lengan Freya dan Kimberly bergantian.


"Tentu tidak, Kim hanya ingin tidur siang bersama dengan Granny," sahut Kimberly mengembangkan senyum.


"Benar. Dan Frey hanya ingin ke taman bunga bersama dengan Granpa." Freya menimpali.


"Baiklah... baiklah... Granny juga lelah, antarkan Granny ke kamar sayang." Granny Marry mengusap kepala Kimberly dengan sayang.


Dan kemudian mereka berjalan berlawanan arah, Granny Marry dan Kimberly berjalan menuju kamar, sementara Granpa Jhony bersama Freya menuju taman belakang.


Setibanya di taman belakang, hamparan bunga beraneka ragam warna memenuhi taman tersebut. Granny Marry dan Granpa Jhony selalu menghabiskan waktu disana jika tidak sedang bersama dengan cucu-cucu mereka.


"Granpa....." Dua gadis cantik berlari ketika melihat Granpa Jhony yang di dorong menggunakan kursi roda oleh Freya. Kedua gadis cantik itu memeluk Granpa Jhony secara bergantian.


"Kenapa kalian baru datang lagi kemari? Apa kalian tidak merindukan Granpa dan Granny, hm?" Granpa Jhony mengelus kepala dua gadis tersebut yang sudah berlutut mensejajarkan tubuh mereka dengan Granpa Jhony.


"Maafkan Grei, belakangan ini Grei sangat sibuk mengurus pendaftaran masuk universitas, Granpa," sahut Greisy yang selalu biasa di sapa Grei oleh keluarga dan teman-temannya.


"Grei benar, Liv juga sangat sibuk, bahkan kami berdua jarang bertemu." Gadis yang bernama Livy itu mengerucutkan bibirnya.


Granny Jhony terkekeh. "Iya baiklah, Granpa percaya dengan kalian. Karena itu kalian harus menemani Granpa seharian."


"Baik Granpa, dengan senang hati." Greisy dan Livy menyahut senang bersamaan. Keduanya bagaikan saudari kembar yang jika disatukan akan sangat heboh dan kompak.


"Kak Frey, Liv saja yang mendorong kursi roda Granpa. Kak Frey duduk saja, oke." Livy sedikit mendorong tubuh Freya, lalu ia memegang kendali pegangan kursi roda, ia mengerlingkan salah satu matanya. Sebelum kemudian mulai mendorong kursi roda Granpa Jhony menuju bunga-bunga yang selalu disukai oleh pria lanjut usia tersebut.


"Bye Kak Frey." Dan kini giliran Grei yang mengerlingkan matanya, lalu menyusul Granpa Jhony dan Livy."


Frey hanya menggelengkan kepala, kedua gadis itu selalu bisa mengambil hati Granpa Jhony. Ah tidak, bukan dua gadis tetapi tiga gadis, gadis yang selalu usil dengannya yang tidak lain adalah Kimberly.


"Ck, dimana gadis nakal itu." Freya bergumam sembari mengamati Greisy dan Livy.


"Aku disini kak." Suara Kimberly yang menyahut membuat Freya menolehkan kepala, mereka saling melemparkan senyum.


"Dasar gadis nakal, selalu saja mengejutkanku," cebik Freya berpura-pura kesal.


"Hehe maaf Kak." Kimberly mendekati Freya, ia hanya tersenyum saja kepada kakaknya itu.


"Frey... Kim... kemarilah. Bantu Mommy Oliv." Suara seorang wanita di ujung sana memanggil keduanya, hingga mereka menoleh serentak.

__ADS_1


"Iya Mom...." Freya serta Kimberly menghampiri Mommy Olivia yang sedang bersama dengan Mommy, Elleana, Mommy Millie, Mommy Jennifer dan Mommy Emely serta Mommy Ashley.


"Granny sudah tidur sayang?" tanya Jennifer setelah putrinya itu berhasil membenamkan tubuhnya di sofa bersisian dengannya. Tidak dengan Freya yang membantu Mommy-nya Olivia meletakkan berbagai macam makanan di atas meja. Freya Ainsley Miller adalah putri dari pasangan Edward dengan Olivia.


"Sudah Mom," sahut Kimberly dan pandangannya beralih kepada Mommy Elleana. "Mom, Kim ingin panekuk." Entah kenapa melihat Mommy Elleana yang sedang memakan panekuk, tiba-tiba saja ia menginginkan juga.


"Buka mulutmu sayang." Mommy Elleana menyodorkan sendok berisi potongan panekuk ke dalam mulut Kimberly yang sudah terbuka dengan lebarnya. Sontak gadis cantik itu menguyah dan menelannya dengan riang. "Dimana Daddy, Mom? Kim belum melihat Daddy sejak tadi." Kimberly menerima suapan kembali panekuk tersebut yang disodorkan oleh Mommy Elleana.


"Daddy sedang ada pekerjaan dengan Daddy Keil dan Daddy Daniel." Jennifer mengusap lembut kepala Kimberly, putri cantik yang ia lahirkan setelah Elden berusia dua tahun. Kimberly hanya mengangguk saja. Ia menerima suapan ice cream yang diberikan oleh Mommy Emely, bertepatan dengan Daniel, Nico dan Keil yang baru saja menghentikan langkah di taman belakangan. Ketiga pria yang ketampanannya tidak lekang oleh usia itu menghampiri istri mereka masing-masing.


"My Queen..."


"Love..."


"Baby..."


Entah ada angin apa, ketiga pria itu menarik istri mereka untuk menjauh dari yang lain.


"Ada apa, hm?" tanya Jennifer kepada Nico. Kini ketiganya sudah saling berhadapan.


"Love... aku, Nico dan Daniel akan pergi ke perbatasan Canterbury," ujar Keil.


"Benar Baby, ada sedikit masalah disana," timpal Daniel menjelaskan kepada Ashley dan kedua wanita di hadapannya.


"Jadi?" Jennifer, Emely dan Ashley mendelik tajam, tangan mereka menyilang di depan dada disertai tatapan mengintimidasi.


"Kami bertiga minta maaf karena tidak bisa menemani. Tapi kami berjanji akan pulang lebih cepat." Nico, Keil dan Daniel berucap bersamaan, sepertinya mereka sudah berlatih mengatakan kalimat tersebut. Buktinya ketiga pria itu serentak menangkupkan kedua tangan mereka. Lain halnya jika berhadapan dengan musuh-musuh mereka, akan dengan mudah membereskan, tetapi tidak dengan istri-istri mereka yang bahkan sulit untuk dihadapi.


"Terima kasih My Queen." Nico mengecup kening Jennifer.


"Kau juga harus berjanji jangan pulang terlalu larut," cebik Emely.


"Iya Love." Dan Keil menyahut tersenyum.


"Hubungi aku satu jam sekali," seru Ashley kepada Daniel.


"Iya, baiklah." Daniel sudah terbiasa akan sikap istrinya yang berubah menjadi posesif. Meskipun usia mereka tidak lagi muda, mereka selalu harmonis dan mesra.


Setelahnya mereka kembali bergabung, bertepatan dengan Xavier, Jack dan Edward yang baru bergabung disana. Nampak Darren dan Aurelie yang saling menggandeng lengan Granny Marry. Mereka baru saja dari ruang kerja, dan mendengar dari salah satu pelayan jika Granny Marry ingin bergabung di taman, sebab itu Darren, Aurelie dan Dean keluar terlebih dahulu dari ruangan kerja dan membantu Granny Marry.


Granny Marry ingin menghampiri suaminya yang sedari tadi sedang di taman bunga bersama dengan Greisy dan juga Livy. Dengan sigap Darren mengantarkan Granny Marry menuju taman bunga dan Kimberly mengekori Darren, ia juga ingin bermain di taman bunga dengan Granpa Jhony dan Granny Marry, sedangkan Aurelie serta Dean memilih duduk di antara Mommy Elleana dan Mommy Millie. Dean Cole Hamilton adalah putra kedua dari pasangan suami istri Jack dan Millie.


Darren terlihat kembali dan bergabung bersama dengan keluarganya yang lain. Pandangan ketiga bastard yang hingga sampai saat ini julukan itu masih melekat di dalam tubuh mereka. Bastard tidak bisa dihilangkan dalam diri mereka, dan hingga kapanpun mereka akan menjadikan masa lalu sebagai bentuk pelajaran dan kesetiaan sebagai tiang rumah tangga mereka. Karena itu meskipun sudah 21 tahun bersama, rasa cinta mereka masih erat terjaga.


Nico tersenyum melihat putrinya disana. Pun dengan Keil dan juga Daniel, mereka tidak pernah membayangkan memiliki seorang putri setelah putra-putra mereka berusia dua tahun. Bermula karena mereka selalu berlomba-lomba untuk memiliki seorang putri dan hasilnya istri mereka hamil dalam jarak yang berdekatan, takdir semakin berpihak karena istri mereka melahirkan seorang putri seperti keinginan mereka. Kimberly Alexandria Romanov adalah putri dari Nico dan Jennifer. Putri Keil dan Emely bernama Greisy Amorette Wheeler, sedangkan putri Daniel dan Ashley bernama Livy Annamarie Peterson.


Keil dan Daniel begitu senang karena putri mereka selalu di anggap cucu kandung oleh Granpa Jhony dan juga Granny Marry. Kedua pasangan lanjut usia itu tidak pernah memandang rendah kepada putri mereka.


"Lihatlah, mereka sangat bahagia bukan?" seru Nico.


"Benar, mereka benar-benar bahagia," timpal Keil.

__ADS_1


"Putriku benar-benar beruntung di kelilingi orang-orang baik seperti kalian," sambar Daniel.


"Dan seperti mimpi bagiku karena Bastard Mafia seperti kita bisa Falling In Love dengan wanita-wanita istimewa seperti mereka sampai memiliki keluarga kecil." Nico terkekeh dengan perkataannya sendiri. Ia benar-benar tidak menyangka jika ia jatuh terlalu dalam dan tergila-gila dengan adik bos.


"Kau benar Nic. Aku bahkan sulit mempercayai diriku sendiri." Daniel mengulas senyum mengingat bagaimana pertemuannya dengan Ashley. Jatuh cinta pada pandangan pertama dengan wanita yang akan dilelang dan ia harus merogoh kocek yang fantastis.


"Dan aku hampir kecewa karena saat itu Eme menikah dengan pria lain. Tapi beruntung aku bisa menyingkirkannya." Ingatan Keil menerawang pada saat ia dan Back Lion berurusan dengan Golden Dawn dan Jonas.


Para wanita sedang menyiapkan makan siang, beberapa menu tersaji di atas sana. Para istri cantik mulai menghampiri suami-suami mereka, dan Jack serta Edward memanggil Kimberly, Greisy dan juga Livy. Kedua pria itu juga membantu Granpa Jhony dan Granny Marry menuju meja makan yang sudah tertata di halaman belakang.


"Hubby, apa kau tidak melihat Ar dan As?" Elleana yang baru saja menata gelas-gelas di atas meja, teringat akan kedua putranya yang sedari tadi tidak berada disana.


Xavier mendongak menatap sang istri, ia mengalihkan sejenak tatapannya dari ponsel. "Sejak tadi aku di ruang kerja Sweety. Aku belum melihat Ar dan As." Memang sejak pagi, baik Xavier, Edward dan Jack sudah sibuk di ruang kerja, sehingga ia tidak tahu menahu dimana keberadaan kedua putranya itu.


Elleana menghela napas. Lalu pandangannya beralih pada Aurelie, Dean dan Darren. "Elie... Der... Dean... Apa kalian tidak mengetahui kemana mereka pergi?"


Dan jawaban gelengan kepala Aurelie, Dean serta Darren sudah cukup mewakilkan jawaban ketiganya. Ia percaya akan Aurelie serta Dean, tetapi tidak dengan Darren. Bagaimana mungkin Darren yang selalu mengekori putranya Arthur tidak mengetahui dimana keberadaan mereka. Ck, tidak mungkin. Elleana hanya mencebik di dalam hati, sudah pasti Darren tidak akan membuka mulut, karena pemuda kaku itu selalu berpihak kepada Arthur.


"Kak Elle, sejak pagi aku juga belum melihat El. Mungkin mereka pergi bersama," ujar Jennifer. Sedari tadi ia menyimak kakak iparnya yang bertanya tentang keberadaan dua keponakannya itu. Dan dirinya juga belum melihat keberadaan putranya Elden.


"Gavin juga menghilang sejak pagi. Aku pikir anak nakal itu sudah sampai di Mansion Utama," sambar Emely ikut menimpali.


"Benar, bahkan Lim saja tidak berpamitan padaku." Ashley turut membuka suara. Ia mengeluhkan sikap putranya yang tidak berpamitan kepadanya ketika hendak pergi kemanapun.


"Dan Dev juga menghilang sejak pagi," keluh Olivia memijat keningnya.


Keempat wanita itu hanya menghela napas. Lalu tatapan mereka terjatuh pada Darren. Mereka tahu pasti, Darren dan Arthur bagaikan satu paket. Seharusnya jika Darren sudah berada di Mansion, Arthur juga berada disini.


"DERRRR????!!!"


Darren semakin tidak bisa berkutik ketika tatapan para Mommy-Mommy ganas mengintimidasi dirinya.


Darren menghela napas berat. Jika sudah seperti ini, mau tidak mau ia harus memberitahu, bukan?


"Mereka sedang bertaruh balap mobil." Dan jawaban Darren mampu membuat para Mommy-Mommy membulatkan mata, bola mata mereka nyaris mencelos keluar.


"APAA??? DASAR ANAK-ANAK NAKAL!!!"


Para suami hanya bergidik ngeri, mereka sudah bisa menebak hukuman apa yang akan diberikan untuk pemuda-pemuda nakal itu. Sementara para gadis muda, Granpa Jhony dan Granny Marry hanya terkekeh geli.


BENERAN THE END YA MAN-TEMAN


See you next story


Setelah ini gak ada up lagi ya, jadi kalian bisa liat visual anak-anak mereka di Instagram Yoona 🤗 Tunggu cerita mereka publish yaaa 💕


...Yang masih berkenan bisa like, vote dan jangan lupa komentar kalian 💕...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...

__ADS_1


__ADS_2