Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Pupus harapan


__ADS_3

Keil sudah mendengar dari Emely dimana istrinya berada selama satu bulan. Tentu ia berterima kasih kepada siapapun itu karena telah menyelamatkan istri serta bayinya. Tapi satu hal yang membuat Keil benar-benar merasa kesal, bosnya dengan sengaja menyembunyikan istrinya. Padahal ia tau benar jika bos mengetahui dirinya sedang mencari keberadaan Emely dengan keadaan yang nyaris gila.


"Katakan padaku kenapa kau menyembunyikan Eme, bos?!" Sekali lagi Keil mengulangi pertanyaan yang sama.


Xavier berdecak kesal, terlalu malas menjawab pertanyaan Keil. "Kenapa menanyakan pertanyaan yang kau sendiri sudah tau jawabannya, heh?!"


Keil menghela napasnya. Ternyata benar karena alasan itu. "Sorry bos, aku tidak bermaksud mendukung Nico dan menyembunyikan hubungan mereka darimu. Hanya saja itu bukan menjadi urusanku, biarlah Nico yang mengatakannya langsung padamu, bos."


Baik Nico dan Daniel menoleh tajam ke arah Keil. Kenapa Keil justru tidak memihak Nico? pikir mereka.


Hingga kemudian Daniel berbisik tepat di telinga Keil. "Keil, aku tau kau berhutang budi pada bos, tapi kenapa kau tidak membela Nico."


"Memangnya aku pernah mengatakan apa? Selama ini aku diam, membiarkan Nico dengan pilihannya." Keil balas berbisik.


Daniel tidak bisa berkata lagi. Memang benar, Keil lebih banyak diam dan tidak ikut campur dengan urusan Nico dengan Nona Jennie. Bahkan terkesan tidak memihak Nico maupun bos, hanya sesekali memberi semangat untuk sahabat mereka itu. Justru dirinyalah yang selalu mencampuri urusan Nico dan memihak Nico secara berlebihan, bahkan mengompori Nico untuk menghamili Nona Jennie.


Melihat kedua anak buahnya yang saling berbisik, Xavier mengusap keningnya, pandangannya beralih pada Daniel. "Dan kau Daniel!" tunjuknya. "Apa kau juga memiliki keluhan padaku, heh?!"


Daniel menoleh lalu mengangguk mantap. "Benar bos!" sahutnya. "Kenapa kau menyuruh Emma untuk mengganggu Ashley bos?! Saat itu Ashley hampir celaka, David berhasil membawanya. Jika aku terlambat sedikit saja, pria keparat itu pasti sudah berhasil menodai wanitaku. Kau tau bos, Ashley segalanya bagiku!"


Xavier memperhatikan Daniel yang kesal padanya, lalu menyunggingkan senyum. "Aku hanya memberikan penawaran kepada wanita itu jika ingin bersamamu, membiarkannya mengganggu hubungan kalian jika bisa. Lalu dimana salahku? Apa dia berhasil mengganggu hubungan kalian? Tidak, bukan?!" Dan Daniel menggelengkan kepala sebagai jawabannya. Memang pada saat itu Ashley tidak terprovokasi terhadap setiap perkataan Emma.


Daniel yang semula menatapnya dengan penuh keberanian, kini hanya bisa tertunduk ke bawah. Xavier menertawakan kebodohan anak buahnya itu di dalam hati. "Justru kau yang bodoh, Daniel. Jika dia segalanya bagimu, kenapa kau meninggalkan wanitamu sendirian disana? Kau yang ceroboh! Sudah tau seseorang menginginkannya, kau justru tidak memiliki persiapan apapun, bahkan dengan bodohnya masuk ke dalam perangkap. Seharusnya kau juga gunakan otakmu, tidak hanya mengandalkan otot saja!" Kesal, seperti itulah perasaan Xavier. Semarah apapun dirinya terhadap ketiga anak buahnya yang bodoh itu, ia tetap mengawasi dari jarak yang paling aman.


Lagi-lagi Daniel hanya bisa tertunduk, membenarkan perkataan bos. Lalu sesaat kemudian mendongak. "Aku sangat berterima kasih karena bos dan Jack sudah menyiapkan matras untuk kami, bahkan menembak si keparat David. Jika tidak, we know what happened to both of us."


Hah. Lalu Daniel mendesahkan napasnya ke udara dengan kasar. Bos benar, semua karena kecerobohannya. Jika saja saat itu ia tidak melonggarkan pengawasan terhadap Ashley, mungkin David tidak akan mudah menculik wanitanya itu.


"Cih, sekarang kau berterima kasih padaku, bukankah kemarin-kemarin kau mengumpatku?!" seru Xavier mengejek.


Glek


Memang benar, saat pertama kali Daniel mengetahui tentang seseorang yang menyuruh Emma, pria itu berulang kali mengumpati sang bos. Mana ia tau jika ternyata bos juga telah menyelamatkan dirinya dan Ashley saat itu.

__ADS_1


Diamnya Daniel sudah membuktikan jika bos seribu kali benar. "Sorry bos...." Dan hanya itu yang mampu Daniel lontarkan untuk bos mereka yang maha benar dan mampu menggenggam dunia dengan otak dan kekuasaan yang dimiliki.


Mata Xavier memindai ketiga anak buahnya secara bergantian. Ia hanya menggeleng dan sangat menyayangkan kecerobohan dan ketidakjujuran mereka, meskipun ia mengakui jika ketiganya hanya ingin saling melindungi. Tapi apapun alasannya, ia tetap tidak peduli. "Lalu apa tujuan kalian datang kemari menemuiku? Untuk membela si bodoh inikah?!" Sembari menunjuk Nico. Lantas Keil serta Daniel mengikuti jari telunjuk bos mengarah.


Keduanya saling diam lalu mengangguk. "Mereka saling mencintai bos," seru keduanya bersamaan.


"Saling mencintai?" Xavier berkacak pinggang disertai lidah yang berdecak kesal. "Apa kalian yakin?" ujarnya menyindir.


Tidak terima dengan perkataan bos, Nico melangkah maju. "Bos, aku benar-benar mencintai Jennie. Izinkan aku untuk bersama dengannya, bos."


Tidak ada jawaban, Xavier hanya menatap Nico datar. "Kau terlambat Nic. Jika saja kau mendatangaiku secara gentleman, mungkin aku akan mempertimbangkanmu. Sayangnya Adam sudah lebih dulu melamar Jennie dan aku juga kedua orang tua kami sudah menerimanya. Kau tau itu artinya apa?"


Deg


Melamar? Sungguh Nico tidak tau jika pria keparat itu berani-beraninya melamar kekasihnya. Siall!!! Nico hanya mampu meruntuki kebodohannya tanpa bisa melakukan pemberontakan.


Namun Nico tidak akan menyerah begitu saja. "Bos.... aku akan buktikan jika aku lebih baik dari pria keparat itu. Lagi pula Jennie hanya mencintaiku bos."


"Aku akan menjelaskan dan meyakinkannya bos." Meskipun sebenarnya Nico tidak yakin, tapi ia harus membuktikannya. Ia yakin jika Jennifer bisa menerima dirinya.


"Meskipun kau ingin meyakinnya, tapi jawabanku tetap tidak. Kau bisa mengencani wanita manapun, tapi bukan adikku! Aku sudah menerima Adam sebagai bagian dari keluarga Romanov, jadi kau bisa mundur jika kau tidak ingin terluka lebih dari ini!"


"Bos...." Nico ingin melayangkan protesnya, akan tetapi tangan Xavier lebih dulu menginterupsi Nico sehingga pria itu hanya bisa menelan kecewa.


Xavier kemudian berjalan menuju Keil serta Daniel dengan sorot mata yang tajam dan tidak dapat diartikan sebelum kemudian,


Bugh


Bugh


Bugh


Bugh

__ADS_1


Empat bogem mendarat di pipi kanan kiri Keil serta Daniel. "Aku paling tidak suka dibohongi dan dibodohi!" Memandang Keil dan Daniel yang hanya terdiam. "Terima saja hukuman kalian! Biar Jack yang menghukum kalian!"


Jack yang sedari tadi hanya berdiri sebagai penonton menoleh dan terperangah. "Kenapa harus aku bos?"


"Karena kau juga terlibat dengan mereka!" serunya kesal. "Hajar mereka sampai tidak bisa berjalan selama dua hari, Jack!" Tentu perintah bos adalah mutlak. Tidak bisa diganggu dan tidak bisa dibantah.


"Astaga bos...." Jack menyugar rambutnya dengan kasar. Mau tidak mau ia harus menuruti perintah bos untuk menghajar kedua sahabatnya itu.


Xavier yang tidak peduli membalikkan tubuhnya memunggungi kedua anak buahnya. "Suruh mereka pergi dari Mansionku Jack. Aku tidak ingin sampai Elle melihat keberadaan mereka!" Setelah mengatakan hal itu, Xavier melenggang pergi begitu saja. Sementara Nico menatap punggung tegap bos dengan tatapan penuh kekecewaan.


"Kenapa kau tidak bisa menerimaku bos?" gumamnya hingga perlahan sosok bos lenyap dari pandangannya.


"Sorry, aku tidak bisa membantu kalian. Sebaiknya kalian juga pergi dari sini," ucap Jack.


Keil dan Daniel hanya mengangguk saja, sedangkan Nico seolah enggan meninggalkan kediaman bos mereka. Hingga Nico kemudian berjalan mendekati Jack. "Jack, apa kau tidak bisa membantuku?"


Jack menggeleng penuh penyesalan. "Sorry Nic, kali ini aku tidak bisa membantumu. Keputusan bos sudah bulat. Bos dan keluarganya menginginkan Adam untuk menjadi bagian dari keluarga Romanov."


Pupus sudah harapan Nico. Lama ia menatap bangunan mewah bos, sebelum kemudian berlalu pergi dengan perasaan berkecamuk, kecewa sekaligus sedih. Keil dan Daniel mengekori Nico dalam diam, mereka tau jika saat ini perasaan sahabat mereka tengah hancur.


To be continue


.


.


...Kali ini Yoona up tanpa visual ya.... gagal terus dari tadi kalau pakai visual. Jadi begini aja gpp ya man-teman 🤗...


...Like, vote, follow, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...

__ADS_1


__ADS_2