Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Melarikan diri dari singa ganas


__ADS_3

Jennifer menatap dirinya di pantulan cermin. Siang ini ia akan menuruti permintaan Nico. Ya, permintaan kencan bodyguardnya itu. Demi bisa membantu teman baiknya, tentu saja ia harus menuruti permintaan kencan satu hari dengan Nico. Jennifer tertegun sejenak, ia baru menyadari jika ada sesuatu yang aneh dengan dirinya. Kenapa ia harus berdandan berlebihan seperti ini hanya untuk berkencan dengan Nico? Padahal saat pertama kali berkencan dengan Billy, ia mengenakan pakaian yang menurutnya nyaman saja.


Kemudian Jennifer meneliti kembali penampilannya, Shein Plaid Tie shoulder Overall Dress sangat cocok melekat di tubuhnya. Dan menurutnya tidak ada yang berlebihan dengan pakaiannya, semua masih aman tertutup, hanya saja.... sorot matanya kini berpusat pada make up yang ia kenakan.


"Tidak, sepertinya ini terlalu berlebihan." Jari telunjuk Jennifer menyentuh bibirnya. Kemudian menyambar selembar tisu dan sedikit menghapus lipstik untuk mengurangi ketebalan lipstik di bibirnya itu. "Yes, perfect. Ini lebih baik dari sebelumnya." Entah kenapa hanya berkencan dengan seorang Nico membuatnya sibuk berdandan seperti ini. Namun Jennifer mengabaikan pikirannya itu, ia meraih tas yang tergeletak di atas tempat tidur dan memasukkan ponsel ke dalamnya. Setelahnya menggantungkan tali tas di pundaknya, sebelum kemudian berlalu dari kamar.


Saat menuruni tangga telinganya menangkap jelas suara-suara tidak asing. Celotehan lucu dan menggemaskan itu tidak lain ialah suara keponakan-keponakannya.


"Aunty Jenn...." Si kembar Arthur dan Aurelie memanggil aunty dengan suara yang melengking begitu baru memasuki Mansion, pandangan mereka memang hanya tertuju pada sosok Jennifer yang menuruni tangga.


"Wah, lihat ini siapa yang datang." Kedua matanya berbinar menyambut kedatangan keluarga bahagia sang kakak itu.


"Kami merindukan Aunty Jenn. Apa Aunty Jenn tidak merindukan kami?" seru Aurelie memeluk Aunty kesayangannya.


"Aunty juga merindukan kalian semua," jawabnya setelah pelukan mereka terlepas diiringi senyuman yang mengembang.


"Ck, hanya Elie saja yang rindu, aku tidak." Seperti biasa Arthur mewarisi sikap dingin Sang Daddy, anak muda itu menyilangkan kedua tangan di depan dada. Benar-benar duplikat sang kakak.


"Haha lihatlah, putra siapa ini. Kenapa sangat menyebalkan seperti kakakku." Jennifer mengacak rambut Arthur dengan gemas. Arthur yang tidak suka tatanan rambutnya menjadi berantakan hanya mengerucut kesal sembari merapihkan kembali rambutnya.


"Tentu saja putraku. Kau pikir putra siapa bisa setampan ini." Tiba-tiba suara Xavier menyambar, hingga Jennifer serta kedua keponakannya menoleh. Terlihat Elleana serta Xavier yang menggendong Austin baru saja memasuki Mansion dan mendekati putra putri dan adiknya. Dari luar ia dan juga Elleana dapat mendengar percakapan Jennifer dengan putra dan putrinya itu.


"Ya, kalian berdua memang tampan." Jennifer menyahut dengan malas dan terkesan terpaksa.


"Aunty Jenn, Tin juga tampan seperti Daddy." Suara mungil nan menggemaskan Austin menyambar begitu mendengar kata tampan karena ia juga suka dipuji tampan. Tetapi ia menjadi kesal karena namanya tidak disebutkan oleh Aunty-nya itu. Elleana dan Jennifer terkekeh, bagaimana tidak, tangan Austin bersedekap di atas perutnya disertai bibir mengerucut hingga terlihat sangat menggemaskan.


"Iya sayang, Austin juga tampan. Bahkan melebihi Kakak Al dan Daddy." Jennifer mencubit gemas salah satu pipi Austin.


Setelahnya Jennifer memeluk kakak iparnya itu dengan sayang. Belakangan ini ia memang jarang berkunjung ke kediaman keluarga kecil kakaknya dan ia merasa senang dengan kedatangan mereka.


"Dimana Daddy dan Mom?" tanya Xavier menyapu sekitar tetapi tidak melihat kedua orang tuanya.


Kedua bahu Jennifer terangkat. "Mungkin masih berada di dalam kamar. Pengantin baru, jadi biarkan saja." Jawaban Jennifer membuat Elleana terkekeh dan Xavier tersenyum kecil. Kedua orang tua mereka memang selalu harmonis dan mesra seperti ia dengan Elleana.


"Sayang, kalian datang?" Marry begitu antusias menyambut putra, menantunya dan ketiga cucu-cucunya. Ia dan sang suami menghampiri mereka. "Pantas saja, Mom seperti mendengar suara kalian, ternyata benar-benar kalian yang datang." Marry tertawa renyah hingga menambah kecantikan wanita paruh baya itu.


"Mom... Dad...." sapa Xavier dan Elleana.


"Apa kabar cucu-cucu kesayangan Granpa?" Jhony mengusap kepala Arthur dan Aurelie bersamaan, dan kemudian mengambil alih Austin yang berada di dalam gendongan Xavier.


"Mereka juga cucu-cucu kesayangan Granny." Marry menyela tidak terima karena suaminya itu hanya menganggap mereka cucu-cucu suaminya saja.


"Iya sayang, cucu-cucu kita." Jhony mengoreksi perkataannya.


"Kami baik-baik saja, Granpa dan Granny," jawab Aurelie dengan lembut.

__ADS_1


Jhony dan Marry mengangguk. "Ayo, kita duduk sayang." Kedua tangan Marry merangkul pundak Arthur dan Aurelie menuju ruang keluarga.


"Mom... Dad.... aku pergi dulu..." Karena sang Mommy sudah terlanjur berlalu sehingga Jennifer hanya berteriak saja. Sebelumnya ia memang sudah mengatakan jika akan pergi.


"Ck, gadis itu." Marry menggelengkan kepala mendengar Jennifer yang selalu berteriak sesuka hati.


"Jennie sudah bukan gadis lagi, sayang. Dia wanita karir yang dewasa." Kini gantian Jhony mengoreksi perkataan istrinya itu.


"Tetap saja Jennie kita selalu seperti anak kecil jika berada di rumah." Jhony mengangguk membenarkan. Di mata mereka Jennifer memang selalu menjadi anak kecil yang manja.


Xavier yang hendak mengikuti Elleana yang melangkah lebih dulu mengurungkan niatnya berlalu dari sana. "Kau ingin pergi kemana?" tanyanya meneliti dalam pakaian adiknya. Ia baru menyadari jika Jennifer berpakaian rapi dan cantik tentunya, tetapi tidak lebih cantik dari sang istri.


"Pergi dengan Alice. Dia membutuhkanku saat ini, dan perlu dihibur olehku," sahutnya asal. Entah kenapa jawaban itu yang terlintas di otaknya.


Hah, maafkan aku kakak. Lagi-lagi aku berbohong. Tidak mungkin aku mengatakan akan pergi kencan dengan anak buah Kak Vie.


"Apa perlu dandan secantik ini?" Lagi-lagi Xavier mengoreksi penampilan Jennifer.


Jennifer memutar bola matanya jengah. "Kak Vie hanya perlu mewaspadai Kak Elle. Kak Elle masih sangat terlihat muda dan semakin cantik, sedangkan Kak Vie sudah terlihat tua," ejeknya dengan tergelak.


Pletak


"Gadis kecil, sudah berani sekarang denganku!" Xavier menyentil kening Jennifer lantaran kesal di katakan tua, padahal ia juga terlihat masih sangat muda. Ya, sangat muda dan gagah di ranjang.


Telapak tangan Jennifer mengusap keningnya, ia terkekeh. Memang sang kakak tidak ingin dirinya dikatakan tua. "Ya sudah aku pergi dulu kak." Jennifer menepuk-nepuk lengan Xavier.


"Tidak perlu kak. Aku bukan anak kecil lagi," sahutnya menolak. "Lagi pula aku juga pergi dengan anak buah Kak Vie yang menjadi bodyguard ku saat ini. Jadi dia tidak akan membiarkan sesuatu terjadi denganku," lanjutnya dalam hati. Ya, hanya dalam hati, karena ia tidak berani mengatakan demikian.


"Tapi....."


"Hubby...." Tiba-tiba Elleana mendekati mereka, menghentikan ucapan Xavier seketika yang hendak protes. Tanpa sengaja Elleana mendengar percakapan kakak beradik itu. Entah dengan dirinya atau adiknya, suaminya itu selalu saja posesif. "Sudahlah hubby, Jennie akan baik-baik saja. Lagi pula bukankah Jennie hanya pergi mengunjungi Alice." Memang singa hanya akan patuh pada seseorang yang berhasil menjinakkannya.


"Iya Kak, aku hanya pergi ke apartemen Alice saja. Dia sedang memiliki masalah." Tentunya Jennifer sangat senang karena kakak iparnya selalu berada di pihaknya.


"Baiklah...." Xavier menghembuskan napas panjang ke udara. Memang ia tidak akan bisa menentang ucapan sang istri tercintanya. "Dengar sweety, aku membiarkan Jennie pergi karena dirimu. Jadi kau harus memanjakanku malam ini," bisiknya di telinga Elleana. Namun Jennifer dapat mendengarnya dengan sangat jelas, ia menatap jengah.


Ck, bagus sekali bermesraan di depanku.


Elleana hanya tersenyum canggung kepada adik iparnya. Ia menggelengkan kepala dengan sikap suaminya itu. Entah dimana pun selalu memanfaatkan kesempatan. Terlebih lagi jika berada di Mansion sudah pasti Austin akan diambil alih oleh Mommy Marry dan Daddy Jhony.


"Kak Vie dan kakak ipar memang yang terbaik." Jennifer menyematkan senyuman manis. "Kalau begitu aku pergi dulu. Aku akan mengabari kalian jika sudah sampai." Jennifer berpamitan dan melambaikan tangan. Ia hampir lupa jika ini adalah weekend, sudah pasti kakaknya beserta keluarga kecilnya itu akan menginap di Mansion utama.


Yang terpenting ia harus melarikan diri terlebih dahulu dari singa ganas, sebelum kakaknya itu berubah pikiran. Ya, berubah pikiran jika kakaknya akan mengirimkan beberapa bodyguard untuknya.


Jennifer masuk ke dalam mobil dan tidak lama mobil melaju meninggalkan Mansion. Kali ini ia memang di antar oleh Paman Supir yang bekerja sudah lama di Keluarga Romanov. Ia merogoh ponsel di dalam tas nya dan dua ibu jarinya sibuk menuliskan pesan untuk seseorang.

__ADS_1


Aku baru saja meninggalkan Mansion. Aku lupa jika hari ini Kak Vie datang ke Mansion. Menurutmu kakak akan diam saja atau mengirim anak buahnya untuk mengikutiku?


Sending Massage. Pesan itu baru saja terkirim. Entahlah, ia tidak yakin jika sang kakak melepaskannya begitu saja.


Ting


Tanpa menunggu lama, ponsel Jennifer mendapatkan satu pesan. Ternyata balasan dari Nico.


Tenang saja Nona, aku sudah mengaturnya dengan baik. Nona hanya perlu patuh dan menjadi wanitaku untuk hari ini.


"Ck, bos dan anak buahnya sama-sama suka mengatur," gumamnya mencebikkan bibir dengan kesal. Entah sebenarnya dirinya yang Nona-nya atau Nico yang menjadi Tuan-nya?


Entahlah..... Jennifer tidak membalas pesan dari Nico. Ia meletakkan ponsel di atas kedua pahanya. Kemudian menatap keluar jendela dan perlahan sudut bibirnya membentuk sebuah lengkungan tipis.


.


.


To be continue


.


.


Yookk siapa yang kangen mereka? 🤭🤭


Daddy Xavier dan Mommy Elleana



Si kembar Arthur dan Aurelie



Baby Austin



Granpa Jhony dan Granny Marry


Bayangin aja mereka dah kakek nenek gitu ya wkwk



Like, vote, follow dan komentar 💕 terima kasih

__ADS_1


Always be happy 🌷


__ADS_2