Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Serangan


__ADS_3

...Bab ini mengundang hawa panas...


...🔥🔥🔥🔥...


...21+...


Mabuk berat, itulah kondisi Nico serta Daniel tadi malam. Keduanya pulang ke Markas dengan di papah dua anak buah. Tubuh mereka yang besar tidak heran jika membuat kewalahan dua anak buah yang membantu mereka hingga kembali ke Markas. Dan pagi ini, Nico terbangun terlebih dulu lantaran sinar mentari yang mengintip dari tirai jendela menyilaukan matanya yang terpejam.


"Aargghh siall!" Nico memekik, menyentuh kepalanya yang terasa berat dan pusing bersamaan. Ia melirik ke arah Daniel yang masih tertidur pulas di tempat tidur miliknya. "Ck, dasar beruang, nyaman sekali tidur di tempat tidurku," gumamnya menatap Daniel yang tertidur telungkup. Dan kemudian Nico memutuskan untuk membangunkan sahabatnya itu. "Daniel, bangun." Namun nampaknya sahabatnya itu betah menyelami alam mimpi.


"Bangun keparat. Lihatlah, kau mengotori tempat tidurku." Nico berulang kali mengguncang punggung Daniel.


"Euggh....." Mendengar Daniel melenguh, Nico menghentikan kegiatan membangunkan Daniel. "Kenapa kau berisik sekali, Nic. Kepalaku pusing dan berat," ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur.


"Ck, cepatlah bangun. Apa kau tidak melupakan sesuatu?" Nico kemudian beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


"Tidak. Memangnya apa yang aku lupakan?" Daniel menyahuti Nico dengan malas. Sungguh ia ingin tidur lagi tetapi suara Nico benar-benar mengganggu tidurnya.


"Tentu saja Ashley, kau tidak kembali ke Penthouse? Wanita itu pasti menunggumu." Nico melenggang masuk ke dalam kamar mandi, menutup pintu dan menguncinya.


Daniel tersentak, mengangkat kepalanya karena kesadarannya mendadak terkumpul. "Shiitt!! aku melupakannya." Daniel buru-buru bangkit dari tempat tidur. "Aku akan mandi di kamarku, Nic!" teriaknya.


"Ya......" Suara Nico di dalam kamar mandi menggema disana ketika menyahuti Daniel.


Daniel berlari menuju ruangannya. Ia langsung memasuki kamar mandi dan menutup pintunya, semua yang melekat di tubuhnya di lepasnya dengan asal, ia segera mengguyur tubuhnya di bawah shower.


Tidak membutuhkan waktu lama, Daniel sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar dari sebelumnya. Ia mengambil pakaian di dalam lemari kayu dengan ukiran simbol kelompok mereka yaitu Lion.


Setelah berpakaian lengkap, Daniel berlalu dari kamar menuju pelataran Mansion, ia berpapasan dengan Nico yang juga hendak pergi.


"Apa kau ingin ke Romanov Ent?" tanya Daniel setelah membuka pintu mobil.


"Ya, aku merindukan kekasihku." Nico tersenyum menjawab pertanyaan Nico.


"Ceh, senyumanmu menjijikan bodoh!" Daniel merasa aneh dengan senyum manis yang di sematkan Nico padanya.


"Katakan saja kalau kau iri." Nico mengejek.


"Terserah kau saja!" Daniel malas menanggapi.


"Karena itu jangan banyak bicara!" seru Nico kesal.


"Ya.... Ya..."


Nico kemudian masuk ke dalam mobil terlebih dulu. Disusul Daniel setelahnya. Mobil keduanya membela tengah hutan yang tenang dan sejuk itu. Tidak ada mobil lain yang berlalu lalang disana, karena itu wilayah khusus Black Lion.


***


Setelah berkendara selama satu jam, Daniel tiba di Penthouse miliknya, ia segera masuk ke dalam, langkahnya menyusuri Penthouse besar itu untuk mencari keberadaan Ashley, dapur menjadi yang pertama kali di periksa oleh Daniel, mungkin saja wanita itu sedang sarapan, pikirnya. Akan tetapi dapur terlihat kosong, pekerja yang membuat sarapan sudah kembali ke rumah yang berada tepat di belakang Penthouse.


Kemudian Daniel menaiki tangga, berjalan menuju kamar wanita itu. Dibukanya pintu dengan perlahan, lalu mengedarkan pandangannya, namun tidak nampak keberadaan Ashley di dalam sana.


"Kemana wanita itu?" Tidak mungkin Ashley pergi dari Penthouse karena kediamannya itu dijaga ketat oleh beberapa anak buah.


Daniel kembali menuruni tangga, bermaksud mencari Ashley di halaman belakang, namun sessat memutar langkahnya ketika mendapati sosok yang sejak tadi dicarinya berada di halaman kolam renang.

__ADS_1


"Kau sedang apa?" tanyanya begitu berada di sana.


"Astaga...." Suara Daniel mengejutkan Ashley yang baru saja hendak melepaskan jubah hingga bahunya yang terbuka itu terkepose sempurna dan jubah tipis itu untuk menutupi tubuhnya yang hanya di balut dengan bikini. "Kapan kau datang? Ku pikir kau tidak akan pulang." Ya, karena Daniel mengatakan padanya jika ia hanya pergi sebentar namun hingga menjelang tengah malam, Daniel tidak kembali. Sehingga Ashley menyimpulkan jika Daniel tidak akan kembali dalam beberapa hari ini.


Daniel mendudukkan tubuhnya di sofa kayu yang berada di dekat kolam renang. Pria itu menelan salivanya dengan kasar ketika mendapati pemandangan yang menggiurkan. Tubuh seksi yang hanya dibalut bikini itu menonjolkan belahan dada wanita itu.




Antara terpesona dan juga bergairah, Daniel dibuat tidak berkedip menatap wanita bertubuh seksi itu.


Shitttt!


Mendadak miliknya menegak, hingga membuat celananya menjadi sesak. Terlebih lagi tadi malam ia tidak bisa menyalurkan hasrat yang sempat tertunda karena ulah keparat Nico.


"Apa kau sedang menggodaku, hm?" Kalimat itu meluncur dengan suara yang terdengar begitu sensual. Tatapan Daniel mulai berkabut, tanpa diketahui oleh Ashley, pikiran liar mulai memenuhi isi kepalanya.


Ashley terperangah. Menggoda? Yang benar saja. "Tidak, aku baru saja ingin berenang, tapi kau datang mengejutkanku." Ya, tadi pagi ia ingin sekali berenang, menyegarkan diri berendam di dalam kolam renang dengan air yang sejuk. "Lagi pula apa ada yang salah? Berenang memang memakai bikini, tidak mungkin memaki piyama tidur." Ashley menggeleng heran dengan pikiran Daniel. Apa di otak pria itu isinya hanya mesum saja?


Daniel terkekeh gemas. Dilihatnya Ashley dengan tatapan liar ketika baru saja melepaskan jubah tipis itu.


Grep


Entah sejak kapan, Daniel sudah berdiri di belakangnya, merengkuh pinggul wanita itu. Sebelum kemudian menarik tengkuk leher Ashley dan membenamkan ciuman di bibir wanitanya itu. Ashley terkesiap, itu adalah serangan mendadak kesekian kalinya. Namun keterkejutannya hanya sesaat saja, Ashley akhirnya membalas ciuman Daniel. Mereka saling memagut dan bertukar saliva selama beberapa saat, sebelum kemudian Daniel mengakhiri ciuman itu.


Ashley mendongak, menatap Daniel dengan kecewa karena ciuman mereka berhenti begitu saja.


"Kenapa? Apa kau kecewa aku tidak melakukan lebih?" Daniel tersenyum tipis, mengerti arti tatapan wanitanya itu.


Daniel tergelak, ia membiarkan Ashley menceburkan diri ke dalam kolam renang. Fokusnya kini tertuju pada ponsel yang sebelumnya ia letakkan di atas sofa kayu. Daniel mengambil ponsel miliknya itu, membaca pesan yang baru saja masuk. Diam. Hanya itu ekspresi Daniel setelah membaca pesan tersebut. Ekor matanya melirik ke arah Ashley yang baru muncul di permukaan air setelah menenggelamkan dirinya.


Shiitt! Dia sangat seksi.


Pagi ini Daniel melihat tubuh Ashley yang panas seolah membakar dirinya. Padahal memang biasanya Daniel selalu kepanasan jika melihat tubuh Ashley. Tidak tahan lagi. Ia melemparkan ponsel ke atas sofa dengan asal, buru-buru melepaskan seluruh pakaiannya, tetapi menyisakan celana dalamnyaa saja.


Byurrr


Tubuh Daniel yang besar itu mengguncang air hingga air kolam itu menguap dan menyembur ke segala arah.


"Astaga, Daniel. Apa yang kau lakukan?" Melihat Daniel yang ikut menceburkan diri, Ashley menatap waspada. Entah apa yang akan dilakukan Daniel padanya.


"Apa yang aku lakukan?" ulangnya. "Tentu saja berenang bersamamu." Daniel mendekati Ashley, merengkuh tubuh wanita itu agar mendekat padanya.


Dada mereka saling bersentuhan, Daniel dapat merasakan hangatnya dada yang menyembul dari pembungkusnya itu ketika mengenai dada bidangnya.


"Kau sangat seksi sayang...." Sungguh kata sayang yang diucapkan oleh Daniel membuat hati Ashley bergetar. Tanpa di sadari oleh Ashley, tangan Daniel berhasil melepaskan tali pengait bikini di punggung Ashley.


"Daniel, kau... apa yang kau lakukan?" Ashley berusaha menutupi buah dadanya yang terkepose itu. Bagian atas yang membungkus gunung kembarnya sudah berenang bebas jauh darinya, sehingga Ashley tidak bisa menjangkaunya.


Daniel mendekatkan wajahnya di telinga Ashley, lalu berbisik. "Hanya ada kita berdua, jadi tidak perlu memakai itu."


"Tapi...." Ashley malu, kedua tangannya menyilang menutupi buah dadanya.


"Rileks babe...." Daniel bahkan tidak pedulikan Ashley yang meronta. Ia menggiring Ashley, menghimpit tubuh wanita itu hingga menempel pada dinding tepi kolam. Kemudian mencium pundak polos Ashley.

__ADS_1


Wanita itu melenguh pelan, sensasi geli dirasakannya membuat sesuatu di bawah sana berdenyut. Bibir Daniel kemudian menyusuri leher, menyesap dan memberikan tanda merah. Tidak ada tubuh Ashley yang luput dari rabaan tangannya. Tangan Daniel meremmas salah satu buah Ashley.


"Aahhh...." Remasaan itu berhasil membuat Ashley mengeluarkan desahann.


Remmasan itu menyatu menyatu dengan air yang menerpa kulit Ashley, mereka berdua berada di dalam air tetapi entah kenapa air yang sejuk itu berubah menjadi panas.


"Aahh....... Daniellll....." Ashley kembali melenguh nikmat ketika kini Daniel menyesap salah satu buah dadanya, tangannya yang bebas meremmas buah dadanya yang satu. Perlahan, tangan nakal itu semakin turun ke bawah, menarik tali pengait kain segitiga yang hanya dengan satu tarikan sudah terlepas.


Meraba dan bermain-main di paha Ashley, gelombang dari air kolam menambah rasa geli yang menjalar ke seluruh tubuh wanita itu.


"Auuuhh.... aahhhhhhh......" Satu jemari Daniel berhasil menerobos masuk ke bagian sensitif Ashley.


"Lepaskan saja, aku ingin mendengar desahannmu lagi babe...." Daniel semakin gencar memainkan jarinya.


Jantung Ashley berdetak cepat, hawa panas benar-benar menyelimutinya. Sungguh, Daniel sangat ahli membangkitkan gairahnya. Bahkan ia sudah tidak malu lagi mengeluarkan suara erotisnya yang semakin membuat gairah Daniel memuncak.


Ashley merapatkan tubuhnya pada tubuh Daniel, semakin cepat dan lihai Daniel memporak-porandakan jemarinya seolah air kolam keluar masuk di bagian intinya itu.


"Aaaahhhh..... akuu..... akkhhhh...." Sungguh, Ashley dibuat menggila oleh seorang Daniel.


"Wow sayangku, suaramu sangat seksiii..." Daniel menggigit telinga Ashley. Tangannya kian cepat memacu sehingga wanitanya itu mengerang nikmat menuju pelepasan pertamanya.


Daniel tersenyum dengan pandangan yang berkabut gairah. Disambarnya bibir kental Ashley yang selalu menjadi candu baginya.


Entah sejak kapan bagian bawah Daniel sudah polos, celana yang membungkus itu sudah berenang jauh.


Daniel memposisikan dirinya, mencoba bercinta di dalam kolam renang adalah hal yang baru baginya. Dan rasanya benar-benar luar biasa.


Daniel melepaskan ciuman mereka. "Apa kau siap Babe?" Daniel sudah mengarahkan miliknya tepat di bibir kewanitaan Ashley.


"Aaaaarghhh....." Daniel dan Ashley mengerang bersamaan ketika milik Daniel yang besar itu terbenam sepenuhnya di dalam sana.


Tangan Daniel kembali berkelana, menjelajahi buah dada Ashley bergantian. Peluh keringat bercampur dengan air, tetesan di kening itu semakin menambah keseksian wanitanya di mata Daniel.


"Kau benar-benar nikmat Babe... Aargghh...." Rasanya Daniel sangat puas hanya dengan tubuh Ashley, tidak sia-sia ia menahan hasrat tidak menyentuh Emma tadi malam. Tubuh Emma tidak senikmat saat ia menikmati tubuh wanitanya itu.


Pinggul Daniel kian memacu lebih cepat, gelombang yang disertai hentakan air yang menggelembung menambah kenikmatan untuk mereka.


"Aaargghhhhh....." Daniel dan Ashley mengerang bersama ketika mencapai pelepasan mereka.


Milik Daniel masih membenam disana, keduanya saling berpelukan, mengatur napas mereka yang tidak beraturan. Sungguh, jika bertemu dengan Daniel, pria itu akan selalu melakukan serangan dimana pun dan kapanpun.


.


.


To be continue


.


.


Nah kan Daniel nyerang lagi wkwk 😂😂


Like, vote, follow dan komentar 💕 terima kasih.

__ADS_1


Always be happy 🌷


__ADS_2