
Area panas ya...🔥🔥🔥 jadi menyingkir sedikit, jangan traveling kemana-mana yang masih jomblo wkwk ðŸ¤
.
.
.
Braak
Keil membuka pintu apartemen sang kekasih dengan sedikit kasar, sehingga Emely yang tengah menonton televisi dikejutkan akan suara kegaduhan. Buru-buru wanita itu memastikannya, karena ia mengira yang datang sudah pasti adalah Keil.
"Keil, ada apa denganmu?" Benar saja Emely mendapati sosok Keil yang baru saja melepaskan seluruh pakaian atasnya. Wanita itu menatap heran, kenapa kekasihnya baru saja pulang dan langsung melepaskan seluruh pakaiannya?
"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin mandi sebentar." Keil tersenyum lembut, kemudian berjalan memasuki kamar menuju kamar mandi.
Emely hanya menggeleng begitu Keil menutup pintu kamar mandi. "Pasti ada sesuatu yang terjadi dengannya," gumamnya.
Keil mengatakan kepadanya akan mengunjungi Club untuk bertemu dengan seseorang, Emely mengiyakan meskipun ia sempat cemas lantaran sudah pasti di dalam sebuah Club terdapat banyak wanita-wanita seksi. Dan membayangkan Keil di dekati wanita-wanita seksi disana, ia menjadi tidak tenang, akan tetapi wanita itu segera menghalau pikiran buruknya.
Emely kembali menonton televisi sembari menunggu kekasihnya yang membersihkan diri di dalam sana. Pikirannya kembali melayang akan hal-hal yang tidak diinginkan, entah kenapa ia mendadak gusar jika benar Keil bermain dengan wanita lain di Club, mengingat Keil adalah pemain wanita sebelum bertemu kembali dengan dirinya.
"Apa yang kau pikirkan, hm?" Keil memeluk Emely dari belakang sofa. Dikecupnya pipi halus yang lembut itu. Sontak Emely mematikan televisi yang memang tidak benar-benar ia menontonnya.
Emely menghirup dalam aroma sabun yang menguar di indera penciumannya, benar-benar memenangkan hatinya. Terlebih lagi kulit Kiel yang bertelanjang dada bersentuhan dengan kulitnya sehingga memberikan sensasi hangat.
"Tidak ada." Emely membalas, mengecup wajah Keil yang dipenuhi bulu-bulu tipis di sekitar rahang kekasihnya.
Keil melepaskan pelukannya, ia mendudukkan tubuhnya di samping Emely. Kei yang hanya mengenakan boxer hitam merapatkan tubuhnya lalu kembali memeluk kekasih tercintanya itu.
"Love, kau harus tau kalau hanya kau wanita yang ku cintai. Dan apapun yang terjadi, kau hanya perlu percaya padaku." Keil menjatuhkan wajahnya di pundak Emely, mencium leher wanitanya.
Tentu saja apa yang disampaikan oleh Keil benar-benar membuat Emely bingung, timbul berbagai pertanyaan di dalam benaknya. "Apa ada sesuatu yang terjadi, Keil? Apa kau mengkhianatiku dengan wanita lain?" Emely mencerca pria yang memeluknya itu, meskipun membelakangi Keil ia memicing tajam lantaran Keil nampak sangat mencurigakan.
Keil tertegun, mengangkat kepalanya dari pundak Emely. "Kenapa kau berpikir sejauh itu? Aku tidak mungkin mengkhianatimu, Love. Aku sangat mencintaimu, kau harus percaya itu." Berusaha meyakinkan.
Emely masih terdiam, ia menimbang pengakuan Keil. Memang dari perlakuan dan sikap Keil terlihat benar-benar mencintai dirinya. Kemudian Emely membalikkan tubuhnya, memposisikan duduknya berhadapan dengan Kiel. "Aku juga mencintaimu, jangan pernah tinggalkan aku," lirihnya. Ya, Emely benar-benar takut jika Keil meninggalkan dirinya, ia tidak memiliki siapa-siapa lagi, hingga detik ini sang mommy masih belum dapat ditemukan keberadaannya.
Cup
Keil mengecup singkat bibir Emely, dan kemudian mengulas senyum tipis. "Itu tidak akan pernah terjadi Love, aku tidak mungkin meninggalkanmu. Kecuali dirimu, bisa saja kau pergi lagi dariku." Pada saat itu Keil benar-benar kehilangan Emely, hingga untuk melupakan wanitanya itu ia lebih memilih bermain dengan wanita lain ketimbang mencari keberadaan Emely yang entah berada dimana. Tetapi tidak kali ini, jika Emely pergi lagi darinya, ia pasti akan menemukannya di manapun wanita itu berada.
__ADS_1
Kedua mata Emely berkaca-kaca. Ia memang salah karena telah mengambil keputusan meninggalkan Keil. "Maaf...." lirihnya. Hanya permintaan maaf yang lolos dari bibirnya.
"Tidak apa-apa, lupakan saja." Keil mencubit hidung mancung Emely, ia tidak ingin Emely selalu dilanda rasa bersalah. "Tapi jangan berharap kau bisa pergi dariku lagi. Ingat, aku bisa melakukan apapun untuk membuatmu tetap berada disisiku." Perkataan Keil memang terselip sebuah ancaman tetapi entah kenapa Emely menyukainya. Terlebih lagi sifat posesif Keil padanya, benar-benar membuktikan jika pria itu memiliki perasaan cinta yang amat besar untuknya, dan Emely merasa sangat beruntung.
Tersenyum simpul, Emely dapat melihat ketulusan di manik mata Keil yang berwarna biru keabu-abuan itu yang menghujam menembus ke kornea mata hingga tepat ke jantungnya. Cinta. Emely mencintai Keil, ia benar-benar menginginkan Keil untuk selalu bersama dengannya. Apa ia egois? Tentu tidak bukan?
"Keil... aku....." Eme tergugup, ia ragu mengutarakannya.
"Katakan saja Love." Tangan Keil terulur membelai rambut Emely yang terurai.
"Aku benar-benar tidak ingin kembali dengan Jonas. Tolong jauhkan aku darinya." Air mata itu kembali lolos jika membahas Jonas. Sosok Jonas benar-benar meninggalkan kesan yang tidak baik untuk wanita itu.
"Tenang Love, aku tidak akan pernah membiarkannya membawamu pergi dariku. Aku akan menghabisinya terlebih dulu sebelum hal itu terjadi." Perkataan Keil seketika membuat Emely merasa lebih tenang. Ya, ia percaya jika Keil bisa melindunginya. Mungkin orang lain boleh mengatakan bahwa Keil adalah pria yang menyeramkan, tetapi tidak baginya, Keil tetaplah Keil sosok pria yang selalu lembut dan mencintai dirinya.
Emely mengangguk pelan, ia kemudian memberikan kecupan singkat di bibir Keil. "Terima kasih..."
"Satu kecupan saja tidak cukup Love." Keil mengulas senyum nakal. Ia menarik tangan Emely dan menuntun kekasihnya itu untuk duduk di atas pangkuannya.
Heh?
Apa Emely telah salah memancing pria di hadapannya. Ia tau senyum Keil penuh dengan arti. Benar saja Keil menangkup kedua wajah Emely, membenamkan ciuman di bibir kekasihnya itu. Emely tidak menolaknya, ia membalas ciuman Keil. Membiarkan Keil menyapu seluruh rongga mulutnya hingga memperdalam ciuman mereka. Sejujurnya ia juga merindukan sentuhan Keil.
Emely dapat merasakan sesuatu yang keras bergesekan dengan miliknya di bawah sana. Rasanya berdenyut, ketika sesuatu di balik boxer hitam itu kian membesar.
Dengan satu tarikan saja dress itu terbuka, menampakkan punggung putih mulus Emely. Keil melepaskan dress tipis itu kemudian membuangnya ke lantai. Tidak ada kain penghalang lagi karena Emely tidak mengenakan braa sehingga tangan Keil leluasa bermain puncak sensitif Emely, merematnya dengan gemas.
Keil melepaskan ciuman mereka ketika keduanya mulai kehabisan napas. Akan tetapi Kiel segera melahap buah dada kenyal yang menggiurkan, menggigit dan memberikan tanda disana. Lagi-lagi Emely tidak bisa menahan lenguhannya, hingga membuat Kiel semakin bersemangat. Kini tangannya semakin liar menjelajahi paha Emely, memberikan rangsangan lebih, sebelum kemudian tangannya berhenti di satu titik.
Srek
Kain berbentuk segitiga itu tidak berbentuk lagi karena Keil berhasil merobeknya.
"Ke-Keil..... aahhhhh." Ya, Keil membenamkan satu jadinya di area sensitif bawahnya, menari-nari di bawah sana dengan lihai.
"Shiiittt, aku sudah tidak tahan Love." Suara Keil begitu serak, menandakan pria itu benar-benar sudah diliputi gairah. Keil kemudian mengangkat tubuh Emely. Pria itu berjalan menuju kamar mereka, Emely melingkarkan kedua kakinya pada pinggang Keil, menikmati kecupan-kecupan yang diberikan Kiel pada lehernya.
Begitu sudah berada di dalam kamar, Keil membaringkan tubuh Emely. Tidak lupa, ia melepaskan celana boxer hitam yang membungkus senjata miliknya untuk siap bertempur. Keil langsung menindih tubuh Emely, ia kembali melummat bibir sang kekasih, tangannya kembali bermain di area inti wanita itu.
"Aahhh.... Keil...." Emely mendapatkan pelepasan pertamanya di sela-sela ciuman mereka yang langsung dilepas begitu saja.
"Juniorku datang, Love." Keil menuntun junior miliknya yang besar itu untuk bertemu dengan sarangnya.
__ADS_1
"Euughhh Love, kau benar-benar sempit." Meskipun tidak terhitung berapa kali mereka melakukannya, milik Emely tetap sempit dan terasa nikmat.
Emely sempat terpekik kala milik Keil berhasil terbenam sempurna di dalam sana. Hingga Keil memacu pinggulnya dengan perlahan dan kemudian semakin mempercepat temponya.
Keduanya saling mendesahh, menyebutkan nama mereka masing-masing.
"Aku.... aku akan keluar Keil...." Kedua mata Emely terpejam menikmati sensasi luar biasa itu.
"Bersama Love.... Ahhgggg....." Benar saja milik Keill menyemburkan lahar hangat di rahim Emely.
Deru napas mereka naik turun tidak beraturan. "Keil, menyingkirlah dari atas tubuhku." Dengan suara yang terengah-engah, Emely meminta agar kekasihnya itu turun dari atas tubuhnya.
"Tidak sayang. Permainan kita belum berakhir."
"Aaahhhh..... Keil, kau maniak." Emely memekik ketika Keil kembali menyerangnya. Keil memang kembali on, menghujani wajah Emely dengan ciumannya. Tubuh kekasihnya itu tidak luput dari sentuhan tangannya. Hingga Keil kembali melakukan penyatuan tubuh.
Dengkuran halus terdengar indah di telinga Keil, kekasihnya itu tertidur pulas usai percintaan panas mereka yang berlangsung cukup lama. Keil tersenyum puas, sudah seharusnya tubuhnya hanya milik kekasihnya seorang.
"Hanya kau wanitaku satu-satunya, Love." Masih memandangi wajah cantik sang kekasih.
Keil kemudian beranjak, ia kembali mengenakan boxer hitam miliknya. Kemudian membuka jendela balkon, hanya sekedar menghirup udara malam di sana.
"Jonas, tunggu aku menghabisimu," gumamnya.
.
.
To be continue
.
.
Babang Keil & Emely
Gak bisa hot banget ya, nanti di tolak dari sananya haha 😂
Jangan lupa like, vote, follow dan komentar 💕 terima kasih.
__ADS_1
Biar lebih akrab follow me on Instagram @rantyyoona
Always be happy 🌷