
Ballroom Mandarin Oriental Hotel London, dihias sedemikian mewah dan indah, dengan berbagai hiasan bunga mawar hidup serta lampu-lampu berkelap-kelip menghiasai ballroom luas tersebut. Para tamu satu persatu mulai berdatangan, pembisnis kelas atas menempati tempat duduk khusus. Kemegahan di dalam ballroom membuat para tamu undangan tidak hentinya berdecak kagum, mereka menyanjung kekayaan Keluarga Romanov yang tidak akan habis meskipun malam ini sudah merogoh kocek yang sangat fantastis.
Keluarga Romanov sudah menyambut tamu undangan yang semakin lama semakin banyak berdatangan. Kedua pasangan pengantin Keil, Emely, Daniel dan Ashley yang baru saja mengucapkan janji suci turut berada di sana, untuk menyaksikan resepsi pernikahan Nico dan Jennifer.
Xavier merangkul erat Elleana yang baru saja kembali memastikan sang adik di dalam ruangan. "Apa Jennie sudah selesai berhias Sweety?" tanyanya kemudian.
"Sudah, Mommy masih di dalam dan tidak ingin meninggalkan Jennie."
"Wajar saja Sweety, Mommy pasti sedih karena harus berpisah dengan Jennie."
Elleana mengangguk. "Kau benar Hubby, kalau begitu kita harus sering berkunjung ke Mansion Utama."
"Iya Sweety." Kemudian Xavier mengecup puncak kepala istrinya itu.
"Ehem, apa kalian pengantin barunya?" Mendengar suara seseorang yang tidak asing membuat Xavier serta Elleana menoleh ke belakang.
Elleana tersenyum menyambut kedatangan Zayn dan Angela serta baby mereka. Dan Jeff serta Roy dengan keluarga kecil mereka. Tentunya Lukas dan Jessie turut hadir bersama dengan Zayn. Tidak lupa Anthony yang merangkul pinggul Lyca yang sedang hamil besar.
"Aku tidak mengira kalian semua bisa datang." Elleana mengembangkan senyumnya, benar-benar merasa bahagia akan kehadiran mereka.
"Tentu sayang, aku menyempatkan waktu untukmu!" Bukan Angela yang menjawabnya, melainkan Zayn. Pria itu mulai mengibarkan bendera perang rupanya.
"Siapa yang kau panggil sayang, hah?!" Benar saja, Xavier nampak kesal dan tidak terima jika pria lain memanggil istrinya dengan sebutan 'sayang'.
Zayn terkekeh, selalu saja pria menyebalkan itu tersulut emosi padanya. "Santai bro, aku hanya bercanda."
Angela hanya tersenyum menanggapi disertai gelengan kepala kecil. Sudah hal yang biasa jika mereka bertemu, suaminya itu akan memancing perdebatan.
"Kalian ikut denganku. Biarkan mereka berdua melepas rindu." Tangan Elleana sudah terulur menggandeng lengan Angela dan Tasya. Mengajak Angela, Tasya, Tania, Jessie dan Lyca untuk bergabung dengan keluarga besarnya.
Kelima wanita itu hanya tertawa renyah, mereka tau siapa dua pria yang dimaksud akan melepaskan rindu itu.
"Hubby, aku akan menemani mereka," ujar Elleana dan di tanggapi anggukan kepala oleh sang suami. Keenam wanita cantik itu berlalu dengan menggendong baby mereka masing-masing.
Tinggal-lah kelima pria yang juga menjadi sosok suami setia dan tentunya menjadi budak cinta. Mereka saling menanyakan kabar, lalu Xavier menggiring mereka ke tempat duduk khusus keluarga. Di tempat duduk yang lain terdapat Jack dan keluarga kecilnya, berserta Keil dan juga Daniel bersama istri mereka. Zayn, Roy, Jeff, Anthony serta Lukas berjalan mengikuti langkah Xavier, mereka memberikan ucapan selamat pernikahan kepada Keil dan Daniel, mereka meminta maaf lantaran tidak bisa datang tepat waktu karena ada kendala pada pesawat Red Dragon. Perbincangan mereka masih seputar bisnis dan juga organisasi dunia Mafia. Itu hal yang biasa jika mereka berkumpul, hingga sosok pria yang tidak lain ialah Edward baru saja bergabung.
"Heh kalian datang bersama-sama seperti ini ingin bertamu atau ingin menyerang?" selorohnya asal. Sejak di pintu masuk Edward sudah memperhatikan kedatangan mereka, tetapi ia masih berbincang dengan koleganya.
"Menurutmu, apa jika kau menyerang harus mengetuk pintu dulu?" sahut Zayn.
"Hahaha...." Edward dan Zayn tertawa, itu adalah percakapan absurd mereka ketika penyelamatan misi membebaskan Olivia dari Maxi. Dan hal itu tentu saja membuat yang lainnya berkerut bingung lantaran tidak mengerti apa yang sedang dua pria itu tertawakan.
"Tidak ku sangka Ed, kau masih hidup." Zayn memeluk Edward. Entahlah antara sahabat atau justru lebih kental dengan musuh bebuyutan.
"Kau juga Zayn, tidak ku sangka wajahmu berubah tua!" Edward balas mengejek. Hal seperti itulah yang menjadi ikatan mereka, tidak pernah saling memuji tapi saling merindukan, mungkin.
"Heh, aku masih tampan dan hebat di ranjang," serunya bangga.
"Haha, kalau itu juga aku selalu hebat. Tidak perlu pamer padaku!" cetus Edward dengan helaan napas kasar.
"Ceh..." Zayn membuang muka.
"Jika kalian masih ingin bertengkar disini, aku ingin mengurung kalian di dalam kamar mandi!!" Xavier menyela, ia jengah akan perdebatan mereka yang tidak penting itu.
"Kurung saja aku di kamar hotel dengan istriku. Aku tidak masalah, tapi aku titip Jacob dan Licia." Zayn tersenyum, menitipkan kedua anak-anaknya itu agar ia bisa bercinta sepanjang malam dengan Angela.
"Otakmu Zayn, astaga. Sepertinya kau selama ini kekurangan zat yodium." Edward menggeleng tidak percaya. Dan ucapannya sukses membuat mereka semua tergelak.
__ADS_1
Xavier tertawa, jika berada di antara mereka ia sedikit rileks. Lalu pandangannya ia edarkan ke sekitar, nampak sosok pria berjalan mendekat ke meja mereka. Xavier yang mengenali pria itu adalah Adam bersama asistennya, ia segera beranjak berdiri.
"Maaf, aku terlambat." Adam lalu memeluk singkat Xavier.
"Tidak masalah." Xavier menjawab usai mengurai pelukan mereka. "Apa kau baru saja kembali dari Belgia?" tanyanya kemudian.
Adam mengangguk mengiyakan. "Benar, aku baru datang siang ini." Jawaban Adam membuat Xavier menganggukkan kepala, lalu mempersilahkan teman sekaligus juniornya itu untuk duduk. Tetapi sebelumnya, ia memperkenalkan Adam kepada mereka terlebih dahulu. Bertepatan dengan waktu yang menunjukan pukul 7 malam tepat, Jennifer serta Mommy Marry mulai memasuki ballroom hotel. Lampu sorot menyoroti Jennifer yang benar-benar sangat cantik dengan gaun pengantin yang menjuntai ke lantai, serta mahkota di atas kepalanya benar-benar menyerupai putri di negeri dongeng.
Perlahan Mommy Marry dan Daddy Jhony melepaskan tangan mereka yang sebelumnya menggandeng tangga putrinya itu, lalu duduk di kursi yang telah tersedia. Jennifer berjalan anggun dengan menggenggam sebuket bunga mawar putih. Lampu yang masih menyoroti dirinya turut menyorot Nico yang menunggunya di ujung sana.
Jarak mereka semakin banyak terkikis. Nico dapat melihat dengan jelas senyum manis yang terukir di sudut bibir istrinya ketika tatapan mereka saling bertemu. Decakan kagum hampir memenuhi ballroom tersebut, meskipun samar-samar tenggelam akan suara musik.
Perlahan Nico dan Jennifer saling menyambut uluran tangan mereka, hingga Nico membawa Jennifer ke sisinya. Berbagai kamera menyoroti kedua pasangan itu sehingga di layar yang besar menampakkan wajah Jennie serta Nico. Nico mengecup kening Jennifer cukup lama, dalam dan penuh cinta.
"Aku mencintaimu Jennifer Alexander Romanov."
"Aku juga mencintaimu Nico Jefferson Romanov."
Tatapan keduanya dipenuhi akan cinta, dan Nico kembali membenamkan ciuman di bibir wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu. Cukup lama mereka berciuman dengan disaksikan jutaan para tamu undangan hingga membuat para tamu terkagum-kagum dan berdecak iri.
Dari kejauhan sepasang mata Adam tidak mengalihkan perhatiannya dari Jennifer dengan tatapan yang sulit dijelaskan.
Semoga kalian bahagia.
Doa tulus dari seorang King Adam, ia bukanlah pria yang tamak akan cinta. Tetapi jauh di dalam hatinya ia memiliki rasa terhadap wanita itu. Sedari tadi Xavier menyadari arti tatapan Adam kepada adiknya, pun dengan Keil dan juga Daniel. Mengenal Adam lebih jauh, ternyata pria itu tidak seburuk yang mereka kira.
Kau juga pasti akan mendapatkan cintamu, Adam.
Dan kali ini doa yang tulus untuk Adam dari seorang The King Of Mafia. Xavier ingin orang-orang yang berada disekitarnya merasa kebahagiaan yang juga mereka rasakan.
Tibalah waktu untuk mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin itu. Berbondong-bondong Red Dragon bersama istri-istri mereka mulai menghampiri Jennifer dan Nico.
"Terima kasih sudah datang," sahut Nico tersenyum.
Zayn mengangguk, pada saat Angela ingin mengulurkan tangannya kepada Nico, tangan istrinya lebih dulu di genggam oleh Zayn. "Tidak perlu bersalaman sayang, biar aku yang gantikan." Benar saja, Zayn langsung menggantikan Angela bersalaman. Jennifer terkekeh sementara Angela hanya tersenyum canggung, mereka berpelukan singkat.
Kini giliran Roy yang memberikan ucapan selamat. "Selamat untuk kalian, semoga berbahagia."
"Dan memiliki anak yang banyak tentunya," sambar Jeff kemudian.
"Haha iya terima kasih, aku akan mengalahkan kalian." Mengalahkan dalam arti bersaing memiliki banyak anak.
Tania dan Tasya memberikan pelukan kepada Jennifer. Sebelum kemudian berlalu, dan kini giliran Anthony serta Lyca.
"Selamat untuk kalian," ucap Anthony tulus.
"Selamat untukmu juga, sebentar lagi kau akan menjadi seorang Daddy," seru Nico.
"Kau benar. Dan terima kasih sudah mengirim dia kembali," kata Anthony berjabat tangan dengan Nico.
"Ya, aku tidak mungkin membunuh serangga, bukan?" Nico dan Anthony terkekeh bersama karena mengibaratkan Gil sebagai serangga.
Lyca turut memberikan ucapan selamat dan memeluk Jennifer, hingga Jennifer mengelus lembut perut besar Lyca. Lukas dan Jessie yang berdiri di belakang Anthony memberikan ucapan selamat lalu berlalu dari sana.
"Jennieee......" teriak Olivia dan Millie bersamaan. Kedua wanita itu langsung menghambur memeluk adik mereka itu.
"Astaga kak, pelan-pelan saja. Ingat, lagi hamil." Jennifer memperingatkan Olivia yang sedang hamil besar, kadang kakaknya yang satu itu selalu bersikap ceroboh.
"Dia ini selalu lupa Jenn, kau jangan ceroboh sepertinya jika nanti hamil, oke?" Sontak saja perkataan Millie membuat Jennifer menyembulkan rona merah di wajahnya, berbeda dengan Nico yang diam-diam mencuri dengar, pria itu hanya tersenyum tipis penuh arti.
__ADS_1
"Sudah gantian. Aku juga ingin memeluk adikku." Elleana datang menerobos Millie, dan kemudian memeluk adiknya itu. "Selamat sayang, bahagia selalu."
"Terima kasih kak." Lalu membalas pelukan kakak iparnya itu.
"Iya, sama-sama. Ah ya lihat siapa yang datang." Elleana menoleh hingga membuat Millie, Olivia serta Jennifer mengikuti arah pandangnya.
Adam, Xavier, Edward serta Jack berjalan mendekati pasangan pengantin itu, hingga Millie dan Olivia memilih menyingkir dari sana.
"Selamat untuk kalian berdua, semoga selalu bahagia," ucap Adam terlebih dahulu.
"Terima kasih kak." Dan tanpa diduga Adam memeluk Jennifer hingga membuat mereka tertegun sejenak.
Hanya pelukan sesaat, Adam pun mengurai pelukannya. "Pelukan seorang kakak kepada adiknya, jangan cemburu." Adam mengerti akan tatapan Nico yang tajam kepadanya. Nico hanya mengangguk saja, lagi pula ia juga sangat berjasa kepada pria itu.
"Selamat untukmu Jenn. Jadilah istri yang baik. Jika dia jahat padamu, laporkan pada Kak Vie." Xavier memeluk erat adiknya itu.
Jennifer terkekeh dan membalas pelukan. "Siap kak."
"Bos...."
"Apa?!!" Baru saja ingin memprotes, Xavier sudah lebih dulu menghunuskan tatapan tajam.
"Dengar Nic, kalau kau menyakitinya, aku dan Jack siap menghajarmu," ujar Edward dengan leluconnya tapi tidak sepenuhnya sebuah lelucon, ia pasti akan benar-benar melakukannya jika Jennie disakiti. Baginya Jennifer sama seperti Elleana.
"Tidak akan, kalian bisa pegang kata-kataku," sahut Nico tegas.
"Dan kalian bisa bermesraan tanpa harus bersembunyi-sembunyi lagi, hahaha." Jack ingat pada saat ia membuntuti Nico dan Jennifer, itu adalah kali pertama ia mengetahui hubungan keduanya.
"Tenang saja, sekarang Nico bisa sesuka hatinya memeluk Nona Jennie." Daniel menyambar perbincangan mereka dengan tangan yang menggandeng tangan Ashley.
"Dan dia pasti tidak akan tersiksa lagi menahannya," timpal Keil kemudian merangkul pinggul Emely.
"Hahahaha...." Dan mereka yang paham tergelak bersama, menggoda pasangan pengantin yang masih bersegel itu.
"Kau tidak perlu menahannya lagi Nic. Kalian bisa melakukanya nanti," ujar Xavier.
"Benarkah bos?" Tentu saja perkataan bos membuat mata Nico berbinar. Sementara Jennifer tertunduk malu karena mereka semua justru menggoda dirinya juga Nico.
"Benar, lagi pula kau suaminya."
Jawaban bos semakin menyegarkan paru-parunya. Wajahnya sumringah, entah ada angin apa Nico justru menggendong istrinya itu.
"Heh, mau kemana?!" teriak mereka bersamaan.
"Tentu saja melakukan malam pertama." Dan Nico melangkah menjauh.
"NIICOOOOO...!!" Suara Xavier menggelegar di dalam ballroom ketika Nico hendak melarikan diri disaat acara masih berlangsung.
Elleana berusaha menenangkan suaminya. Sementara mereka semua tergelak terpingkal-pingkal, termasuk Daddy Jhony dan Mommy Marry yang sejak tadi memperhatikan mereka dari kejauhan menjaga semua cucu-cucu mereka. Wajah yang dipenuhi guratan itu memancarkan kebahagiaan karena melihat putra dan putri mereka sudah meraih kebahagiaan.
THE END
Akhirnya tamat man-teman. Terima kasih banyak yang sudah menemani kisah ketiga bastard dari awal sampe end. Jangan kecewa dulu, nanti ada bonus chapter Nico dan Jennifer malam pertama dan masih ada beberapa bonus chapter lagi 🤗🤗 Banyak suka dukanya nulis novel babang2 tampan ini, dan viewernya gak sebanyak baba Xavier dan bang Zayn tapi Yoona tetap semangat nulis sampe end karena sayang sama babang bastard dan kalian semua...... ❣️❣️
Terima kasih buat komentar-komentar kalian yang mood banget, selalu buat Yoona senyum2 bacanya. Terima kasih yang selalu vote dan kirim bunga.. semoga kita sehat selalu ya....
SEE YOU BONUS CHAPTER
KALIAN BISA LIAT CUPLIKAN VIDEO-NYA YOONA DI INSTAGRAM YA @rantyyoona ❣️
SALAM SAYANG DARI........
__ADS_1
...ELLEANA AND THE KING OF MAFIA...
...TAWANAN BOS MAFIA...