Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Kau sudah memiliki kekasih


__ADS_3


Nico memarkirkan mobil hitam mewah miliknya begitu tiba di depan bangunan bergaya vintage. Winterbourne House & Garden merupakan situs warisan dan taman botani yang terletak di Edgbaston, Kota Birmingham. Dan dimiliki oleh Universitas Birmingham.


Jennifer turun dari mobil terlebih dahulu, ia menatap sekitar yang penuh dengan hamparan hijau. Disinilah lokasi pemotretan saat ini, Perusahaan mereka harus menyewa tempat ini setidaknya untuk satu minggu ke depan tetapi dengan bodohnya para staf tidak mengecek beberapa properti sehingga pekerjaan harus tertunda karena ada beberapa properti yang rusak.


"Nona...." Jane yang melihat kedatangan Nona Direkturnya berjalan menghampiri.


"Apa kau sudah mengganti semua peralatan yang rusak?"


"Sudah Nona, tiga puluh menit lagi mobil yang mengangkut beberapa peralatan akan datang." Jane menyahut sopan.


"Ck, karena kelalaian mereka kita jadi kehilangan banyak waktu. Seharusnya siang ini pindah lokasi bukan?"


"Benar Nona." Jane hanya menunduk, ia tidak berani menyela perkataan Nona Jennifer yang sedang kesal.


Baik Jane dan Nico mengikuti langkah Jennifer menuju dimana para staf yang sebelumnya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Begitu melihat Jennifer, aktivitas disana terhenti sejenak dan menyambut kedatangan Nona Direktur mereka yang sudah jelas untuk apa Direktur mereka datang.


"Kalian pasti sudah mengetahui untuk apa saya datang kemari." Mendengar perkataan Jennifer, para staf mengangguk. "Tidak sedikit uang yang dikeluarkan perusahaan untuk pemotretan kali ini, tapi kalian tidak mengeceknya terlebih dahulu sehingga ada beberapa peralatan properti yang rusak, dan akhirnya pekerjaan kalian menjadi terhambat."


"Benar Nona." Beberapa staf menjawab, sementara sisanya menunduk. Meskipun Jennifer terlihat lembut tetapi jika mereka melakukan kesalahan, Jennifer akan menjelma seperti sang kakak. "Ini adalah kesalahan kami, maafkan kami Nona," lanjut beberapa staf.


"Semua sudah terjadi, kalian hanya perlu bekerja dengan baik kedepannya. Dan pastikan pemotretan kali ini harus selesai sesuai jadwal."


"Baik Nona." Setidaknya mereka bisa bernapas lega karena Nona Direktur mereka hanya memberikan teguran, berbeda dengan kakak dari Direktur mereka, rumor telah tersebar disana, jika Xavier adalah pemimpin yang tidak mentoleransi kesalahan, terlebih lagi kesalahan kecil seperti ini.


***


Pemotretan siang ini berjalan dengan lancar dan hanya memakan waktu kurang lebih tiga jam. Masing-masing dari mereka beristirahat makan siang yang sempat tertunda di penginapan yang sudah sejak satu malam mereka sewa. Sementara Jennifer duduk di depan penginapan yang berbeda bangunan dengan para staf dan model lainnya.


Nico yang baru saja turun dari mobil menjadi pusat perhatian para staf dan model disana. Kepopuleran Nico bisa dikatakan melebihi model dan aktor perusahaan Romanov Ent. Nico baru saja menutup bagasi mobil begitu sudah menemukan apa yang dicarinya, sebelum kemudian berjalan menuju penginapan Jennifer dengan kacamata yang bertengger hingga menambah ketampanan pria itu.



"Apa dia benar-benar tidak memiliki hubungan dengan Nona Jennifer?" seru salah satu staf wanita yang bergerombolan mengumpul di kursi yang melingkar.


"Lihatlah tubuhnya, sangat kekar dan sexy," bisik staf wanita lainnya.


"Tapi apa pria itu benar-benar hanya bodyguard Nona Jennifer? Kurasa dia terlihat cocok menjadi kekasih Nona Jennifer," seru wanita yang lainnya lagi.


"Benar, mereka terlihat sangat serasi jika bersama," timpal yang lainnya. Keempat staf wanita itu memandangi Nico hingga pria itu sudah bersama dengan Jennifer.

__ADS_1


"Ehem....." Jane yang tidak sengaja mendengar perkataan mereka sudah berdiri disana dengan tangan yang dilipat di depan dada.


"Nona Jane," sapa mereka tersenyum canggung.


"Jaga bicara kalian, jika Nona Jennie mendengar perkataan kalian bisa saja dia memecat kalian!" ujar Jane penuh peringatan.


Seketika wajah mereka menjadi pucat, bersamaan dengan gelengan kepala. "Tidak Nona Jane, jangan beritahu masalah ini kepada Nona Jennifer." Mereka memohon penuh dan berharap-harap cemas.


"Baiklah, tapi lain kali kalian harus bisa menjaga perkataan kalian. Jangan muncul gosip yang tidak-tidak tentang Nona Jennie."


"Baik, kami mengerti." Mereka mengangguk paham serentak.


Selepas memberikan teguran kepada keempat staf wanita tersebut, Jane kembali melakukan pekerjaannya. Hingga membuat mereka semua mengembuskan napas lega selepas kepergian Jane dari sana.


***



Jennifer membuka tas besar yang berisi beberapa pakaian. Ia dan Jane memang memutuskan menginap di Kota Birmingham selama satu hari, mengingat Jennifer terlalu lelah jika harus kembali ke Kota London saat ini juga. Tangan Jennifer mengeluarkan satu persatu isi di dalam tas tersebut, tidak menyadari jika seseorang baru saja masuk ke dalam.


"Jane, sepertinya aku tidak membawa charger. Apa aku bisa meminjam milikmu?" Sejak tadi itulah yang wanita itu cari sehingga mengeluarkan seluruh isi tas.


"Astaga, kenapa kau disini?" Nyaris saja Jennifer terjungkal karena terkejut akan sosok Nico yang ternyata sudah berdiri di belakangnya.


"Aku hanya ingin meletakkan ini." Nico menunjukkan satu kantung plastik yang berisi penuh makanan ringan dengan mengangkatnya ke atas hingga Jennifer dapat melihatnya dengan jelas.


"Ah iya, aku melupakan makanan itu. Letakkan saja disana." Kedua matanya mengarahkan Nico agar meletakkannya di atas meja yang letaknya persis di depan jendela yang terbuka dengan lebar.


Nico mengangguk dan kemudian berjalan menuju meja. Angin segar yang menerobos masuk melalui jendela menyapu wajah Nico hingga sensasi sejuk dirasakan pria itu.


"Pemandangan disini masih sangat alami dan sejuk. Sebaiknya Nona menghirup udara sore untuk menenangkan pikiran Nona."


Kening Jennifer berkerut dalam. "Untuk apa aku menenangkan pikiran?"


"Tentu saja karena Nona pasti lelah bekerja, memangnya apalagi?" Tidak mungkin Nico mengatakan maksud yang sebenarnya, menenangkan diri jika sewaktu-waktu kekasih Nona Jennie itu menyakiti Nona.


"Hem, kau benar." Jennifer mengangguk setuju. "Sore nanti kau bisa menemaniku jalan-jalan."


Memang itu tujuanku Nona, hehe.


Nico tersenyum di dalam hati, rencananya berhasil. Mana mungkin ia menyia-nyiakan kesempatan untuk lebih dekat dengan Nona Jennifer secara perlahan. "Baik Nona."

__ADS_1


Jennifer kembali fokus pada barang-barangnya yang sudah berserakan di atas tempat tidur dan di lantai, hingga Nico dibuat menggelengkan kepala.


"Tidak perlu dicari lagi Nona. Pakai saja charger milikku." Penuturan Nico membuat Jennifer mendongakkan wajah.


"Baiklah....." Akhirnya ia tidak perlu mencari kemana benda itu pergi. Ia benar-benar melupakan dimana meletakkannya, apakah tertinggal di mobil miliknya atau di kantor.


Jennifer melangkah, bermaksud ingin membereskan kekacauan yang dibuatnya, tetapi kakinya menginjak sesuatu sehingga ia terpeleset dan nyaris terjatuh jika saja Nico tidak dengan sigap menangkap tubuhnya.


Suasana di dalam ruangan itu tiba-tiba saja menjadi terasa panas ketika kulit mereka saling bersentuhan. Detak jantung Nico berirama kencang, namun bukan Nico namanya jika pria itu mudah menunjukkan ekspresinya. Berbeda dengan Jennifer yang justru terhipnotis dengan tatapan dalam Nico, sehingga ia betah berlama-lama memandangi manik mata pria itu.


Namun perlahan kesadaran mulai kembali, buru-buru Jennifer mendorong tubuh Nico yang sedang mendekap dirinya. "Terima kasih." Lagi-lagi dirinya berada di dalam dekapan Nico, apa pendapat pria itu tentangnya. Pasti pria itu beranggapan jika ia dengan sengaja menjatuhkan diri, pikirnya.


"Apa Nona selalu ceroboh seperti ini?" Nico memasang wajah serius. "Bagaimana jika tadi Nona terjatuh dan kepala Nona terbentur saat aku tidak menangkap Nona?" Terselip sedikit kekhawatiran di nada bicara Nico. Pria itu benar-benar panik dan reflek menangkap tubuh Jennifer.


"Iya, maafkan aku," tuturnya dengan menundukkan pandangan sejenak dari tatapan tajam Nico.


Nico menghembuskan napas ke udara. "Lain kali Nona harus lebih berhati-hati lagi, karena aku tidak selalu berada bersama Nona."


"Iya....." Lagi-lagi hanya ucapan itu yang mampu di ucapkan oleh Jennifer. Kenapa disaat marah Nico terlihat berbeda dan sedikit dingin.


"Tidak apa-apa, aku akan bantu membereskan barang-barang Nona." Nico mulai mengambil barang-barang yang ia jangkau terlebih dahulu, kemudian meletakkan di atas meja di sisi tempat tidur dan barang yang lainnya di letakkan kembali ke dalam tas.


Jennifer memperhatikan pergerakan tubuh Nico yang berjalan kesana kemari, lagi-lagi senyumnya terbit. Ah, kenapa disaat bersama dengan pria itu, ia lupa akan sosok kekasihnya.


Sadar Jennie, kau sudah memiliki kekasih.


Jennifer berusaha menepis pikirannya, menepuk kedua pipi dengan kedua telapak tangannya.


.


.


To be continue


.


.


Jangan lupa dukungannya.... like, vote, follow dan komentar kalian. jangan lupa jadikan babang-babang tampan favorit ya hihi 🤭🤗💕


Btw Yoona dibikin dag dig dug sama babang Nico wkwk 😂

__ADS_1


__ADS_2