Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Akhir dari Lana


__ADS_3

Plak


Plak


Plak


Plak


Empat tamparan keras mendarat di wajah mulus Lana, sehingga tercetak jejak kemerahan disana. Sang pelaku tidak lain adalah Jonas. Nampaknya pria itu meradang penuh dengan amarah. Bagaimana tidak, senjatanya untuk menekan Emely sudah tidak lagi berada dalam genggamannya.


"Bodoh! Seharusnya aku tidak mempercayakan wanita tua itu dijaga olehmu!" Ya, Jonas menyesal membiarkan Lana menjaga wanita tua itu. Seharusnya ia membawa wanita tua itu ikut bersama dengannya.


Malang sudah, belum hilang rasa nyeri dan sakit di pergelangan tangannya karena ulah Daniel yang terlalu kencang mengikatnya, kini wajahnya terasa berdenyut nyeri karena tamparan Jonas. Wanita itu hanya bisa tertunduk, sesekali mengusap sudut matanya yang basah. Ia takut jika Jonas akan membunuhnya saat ini juga.


"A-aku benar-benar minta maaf.... aku sudah berusaha mencegah mereka membawanya tapi...."


Grep


Belum sempat melanjutkan kalimatnya, leher Lana lebih dulu di cengkram kuat oleh telapak tangan kokoh Jonas. Seketika aliran dari Lana tersumbat di kerongkongan. Wajahnya memerah, selain menahan rasa sakit wanita itu juga membutuhkan oksigen untuk bernapas tetapi Jonas kian mencengkramnya dengan kuat.


"Hentikan ucapanmu yang penuh pembelaan itu. Apa kau pikir aku bodoh! Kau juga sempat menggoda mereka, heh?! Apa kau terbuai dengan ketampanan mereka sehingga membiarkan mereka lepas begitu saja?! KATAKAN WANITA JALANGG!!"


Deg


Tidak. Lana menggeleng. Ia bermaksud menggoda hanya untuk mengulur waktu hingga Jonas tiba tepat waktu. Perlahan cengkraman itu mengendur dan telapak tangan Jonas mulai menjauh dari leher Lana.


"Uhuuk.... uhuuk...." Lana terbatuk-batuk, wanita itu menghirup oksigen dalam-dalam. Jika Jonas terlambat sedikit saja melepaskan tangannya, mungkin ia sudah dalam keadaan tidak bernyawa.


"Seharusnya kau beruntung karena aku masih membiarkanmu hidup!" Memang belum saatnya Jonas menghabisi Lana, wanita terlalu banyak mengetahui rahasianya. Termasuk membuat wanita itu menjadi mata-mata para musuhnya. Bahkan rela menjadi simpanan target musuh Golden Dawn selanjutnya.


"A-aku minta maaf...." Di sela napasnya yang tersengal, lagi-lagi hanya ucapan maaf yang terlontar dari bibir wanita itu. "Tapi sebaiknya kau hentikan saja semua ini Jonas." Entah keberanian dari mana, Lana mengatakan hal demikian, hingga membuat Jonas mengernyitkan keningnya bingung.


"Hentikan kau bilang?! Memangnya kau siapa berani mengaturku! Bahkan kau tidak berharga sedikitpun!"


Tangan Lana terkepal disisi tubuhnya. Ya, memang selama ini ia hanya sebagai alat untuk pria itu untuk mengelabui musuh-musuhnya. Ia sudah lama menyadari jika wanita yang bernama Reese itu masih menempati urutan pertama di hati Jonas dan wanita yang bernama Emely bukan merupakan ancaman, karena selama ini Jonas terlihat tidak peduli dan sangat membenci wanita itu. Namun beberapa bulan terakhir belakangan ini, Jonas seperti kehilangan akal sehat sejak wanita itu melarikan diri. Seluruh anak buah dikerahkan untuk mencari keberadaannya. Ia senang bukan main karena satu wanita Jonas sudah tersingkir dengan pasti. Dan ia hanya perlu menyingkirkan Reese.


"Dia.... wanita itu sudah memiliki kekasih, jadi lepaskan saja dia." Lana mengumpulkan keberaniannya mengatakan hal demikian, walaupun resikonya Jonas akan melukai dirinya. Lana menahan tubuhnya yang kian gemetar ketakutan. "Selama ini aku selalu menuruti perkataanmu, mengikuti permainanmu. Ku pikir kau akan menjadikanku wanita satu-satunya jika aku hanya perlu menurut dan tidak banyak menuntut. Tapi lihatlah, kau bahkan masih mempertahankan kekasihmu."


Glek

__ADS_1


Lana sebenarnya bergidik ngeri melihat kedua mata Jonas yang hitam kelam. Lana sadar akan ucapannya, tetapi sungguh ia tidak bisa menahannya lebih lama lagi. "Kau biadab! Bodohnya aku mengikuti semua perkataanmu hanya karena aku mencintaimu. Kau memanfaatkan perasaanku hanya demi kepentinganmu! Bahkan aku diam saja saat kau lebih memilih Reese dibandingkan diriku yang jauh lebih dulu mengenalmu, Jonas! Arrghhhh..... kau benar-benar SIALAN!!" Frustasi dan sakit hati secara bersamaan membuat Lana kehilangan kendali. Sudah cukup selama ini ia hanya di anggap sebagai pemuas napsu Jonas, sudah cukup ia hanya di anggap sebagai wanita jalaang dan anak buah pria itu saja.


Sejak tadi Jonas sudah mengeram amarahnya, akan tetapi Lana terus-menerus menyulutkan emosinya.


Plak


Kembali Jonas menampar Lana, hingga kali ini bibir seksi wanita itu mengeluarkan darah segar. "Apa kau sudah tidak waras berani mengatakan hal itu padaku, hah?!" Emosinya memuncak, bahkan ingin rasanya ia melenyapkan Lana.


"Benar, aku memang sudah tidak waras!" bentaknya tidak kalah sengit. "Semua itu disebabkan olehmu! Kau yang membuatku tidak waras, kau yang membuatku menjadi seperti ini!!" Lana semakin tidak terkendali di hadapan Jonas yang berupaya menahan amarah sekuat tenaga untuk tidak mencekik Lana saat ini juga. Namun entah kenapa tiba-tiba wanita itu terdiam, menatap lekat Jonas penuh dengan kebencian. "Tapi tenang saja, aku sudah tau jika akan tiba saatnya kau membunuhku. Karena itu sebelum kau datang kemari aku sudah menyuruh seseorang untuk mengirimkan beberapa lembar foto kebersamaan kita kepada kekasihmu itu dan menyerahkan informasi mengenai kau yang sebenarnya tidak pernah menikahi Emely. Kau hanya menyuruhnya menandatangi surat untuk mendaftarkan pernikahan kalian, tapi aku mengetahui semuanya Jonas. Kau membodohi wanita itu agar wanita itu menuruti semua perkataanmu. Kau mengatakan jika kau suaminya hanya untuk menekan wanita itu, kau berusaha mencari tau dimana keberadaan pria yang teramat wanita itu cintai." Lana menjeda perkataannya, ia bisa melihat semburat kemarahan di wajah Jonas, tetapi sungguh ia tidak peduli dan sangat muak. "Ck, tapi lihatlah, mereka bisa membodohimu. Kekasihnya lebih hebat darimu, bahkan wajahnya lebih tampan darimu, Jonas. LEBIH HEBAT DAN LEBIH TAMPAN!!" Lana dengan sengaja menekan perkataan 'lebih hebat dan lebih tampan' agar Jonas menyadari jika dirinya sudah kalah telak.


"LANA!!" Ya, perkataan Lana sukses membuat Jonas murka. Ternyata tanpa sepengetahuan dirinya, wanita itu sudah memiliki rencana, lebih licik dari yang ia kira. Bahkan secara terang-terangan wanita itu membandingkan dirinya dengan pria yang bernama Keil itu.


Plak


Plak


Lagi, sebuah tamparan mendarat keras di pipi kanan kiri Lana. Wanita itu bahkan tidak menunjukan rasa kesakitannya akan tamparan yang dilayangkan Jonas padanya.


"Kau benar-benar sudah bosan hidup Lana...." Gigi Jonas bergemeletuk menahan geram. "Aku akan mengabulkan permintaanmu itu! Aku akan membunuhmu! MEMBUNUHMU LANA!!" Habis sudah kesabaran Jonas, sorot matanya benar-benar menginginkan wanita itu untuk mati.


Kedua matanya membola penuh ejekan seolah menantang Jonas. "Bunuh saja aku! BUNUH! Aku sudah cukup puas, setidaknya aku tidak sakit seorang diri. Wanita yang bernama Reese itu saat ini pasti sedang menangis histeris karena kau tidak hanya mengkhianatinya dengan Emely tetapi juga denganku, hahaha!!" Sudah tercebur terlalu dalam, sehingga kenapa tidak sekalian saja ia tenggelam hingga ke dasar.


Jonas merogoh saku pakaiannya. Ternyata sebuah senjata sudah di genggamnya. Lana melirik senjata itu dengan tatapan datar tetapi juga sedikit takut. Apakah hari ini benar-benar akhir dari seorang Lana? Wanita cantik dengan tubuh seksi yang sudah berhasil memuaskan beberapa pria, termasuk Jonas. Ia mencintai Jonas, tetapi hingga sampai kapan pun ia tidak akan bisa menggenggam pria itu.


"Kau lihat saja, Reese pasti akan membencimu!!" Lana memang menyuruh seseorang untuk selalu mengawasi kekasih Jonas. Dan saat ini mungkin seseorang suruhannya sudah melakukan tugasnya dengan baik dan Reese sudah dapat dipastikan akan menangis darah sama sepertinya.


"Jalaang sialan!" Lana berhasil menambah kemarahan Jonas. Bahkan saat ini Jonas sudah menodongkan senjata pada Lana.


Lana tersenyum getir. "Tapi jalangg ini yang selalu memuaskanmu. Apa kau sudah hilang ingatan?!"


"Diam!!" bentak Jonas.


Dor


Dor


Bersamaan dengan Jonas yang menarik pelatuknya, sehingga dua peluru itu tepat mengenai dada kiri wanita itu. Lana terkejut, bahkan beberapa anak buah membeliak tidak percaya. Keterkejutan Lana menjadi sebuah senyum tipis disertai air mata yang meluruh dari kedua matanya. "Selamat tinggal Jonas-ku sayang....."


Bruk

__ADS_1


Terkapar. Lana sudah kehilangan kesadaran, bahkan mereka semua sudah bisa memastikan jika Lana sudah meninggal. Jonas kemudian membuang senjatanya dengan ke sembarang arah.


"Jonas, apa yang kau lakukan?!!" Jerome yang baru saja datang sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Jonas pada Lana.


Jerome membalikkan tubuhnya. "Wanita itu pantas untuk mati! Karenanya ibu dari Emely berhasil di bawa pergi oleh mereka. Wanita itu pantas mati, Jerome. Dia juga mengetahui semuanya, tentangku dan kebohongan mengenai pernikahanku dengan Emely!"


Jerome cukup terkejut, ternyata Lana lebih pintar dari dugaan mereka. Padahal mereka sudah berusaha menyembunyikan kebohongan itu dari siapapun, bahkan dari Emely sendiri.


"Tapi kau tidak harus membunuhnya. Dia sangat berguna untuk kita, Jonas. Apa kau lupa itu, heh?!" Jerome kesal dengan Jonas yang selalu bertindak sesuka hati. Padahal Lana adalah satu-satunya mata-mata mereka.


"Aku tidak peduli. Jangan pernah kau menggurui apapun yang aku lakukan!!"


Jerome hanya bisa mendesahkan napasnya dengan kasar. Jonas memang tidak akan mendengarkan siapapun.


"Aku harus pergi!" Ya, Jonas teringat akan Reese. Karena Lana selalu membuktikan ucapannya.


"Hei, kau mau kemana?!" Namun percuma saja berteriak, karena Jerome sudah berlalu dari sana mengabaikan teriakan dirinya. Jerome kemudian menatap tubuh wanita yang sudah tidak bernyawa lagi. "Bereskan mayatnya!" perintahnya pada beberapa anak buah yang masih mematung disana.


"Baik...."


"Ck, sekarang aku harus mencari pengganti Lana." Setelah bergumam, Jerome meninggalkan ruangan.


.


.


To be continue


.


.


Visual Lana



Bang Jonas kejam yaaa.......


Tetap like, vote, follow, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗

__ADS_1


Always be happy 🌷


__ADS_2