Bastard Mafia (Falling In Love)

Bastard Mafia (Falling In Love)
Informasi yang berharga


__ADS_3

Derap langkah kaki lebih dari satu menggema di dalam bangunan luas yang disebut Markas. Beberapa anak buah menyambut dengan menunduk hormat. Pasti sekiranya ada sesuatu yang genting sehingga wajah mereka nampak begitu serius. Walaupun mereka sudah terbiasa dengan wajah serius ketiga bos mereka. Langkah ketiganya kemudian terhenti saat sudah memasuki ruangan penyiksaan. Yang menjadi pusat perhatian mereka pertama kali adalah sosok pria yang tertunduk di kursi kayu dengan beberapa luka lebam di wajahnya juga luka sayatan di lengannya.


"Siapa kau? Untuk apa kau mencariku?!" Suara bariton Keil membuat pria itu mendongakkan kepala. Pandangannya memindai ketiga sosok di hadapannya. Gagah dan tentunya tampan. Dirinya hanya sering mendengar tentang Black Lion tapi ini adalah kali pertama menginjakkan kaki di Markas organisasi yang terkenal itu.


Pria tersebut berdiri, kedatangannya bukan sengaja untuk mencari permusuhan. "Maaf sudah membuang-buang waktumu yang berharga. Na-namaku Cedric, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu dan memberikan ini." Dengan gugup ia menyodorkan kotak hitam beserta amplop cokelat berukuran kecil itu kepada Keil.


Keil menelisik sesuatu tetapi entahlah ia tidak bisa membaca maksud dari pria tersebut. Tanpa ragu Keil mengambil kotak hitam serta amplop kecil itu, lalu membuka kotak hitam yang pertama kali dilihatnya lebih dulu. Keningnya berkerut dalam lantaran isi dari kotak itu berupa alat rekaman, lantas Keil mengambil benda kecil itu, kemudian mencoba menekan tombol play.


Tidak hanya Keil yang terkejut akan penuturan seseorang di dalam rekaman, Nico serta Daniel tidak dapat menyembunyikan keterkejutan mereka. Bahkan berdecak dan mengumpat berulang kali.


"Bajingan! Selama ini dia sudah membodohi Eme." Keil meremass benda kecil yang mampu merekam suara siapapun itu. "Kenapa aku begitu bodoh? Kenapa sebelumnya aku tidak menyelidikinya terlebih dahulu?!" Keil meruntuki kebodohannya, ia mengusap wajahnya dengan kasar. Selama ini ia hanya menelan bulat-bulat kenyataan tentang Emely yang sudah menikah dan tidak berusaha mencari tahu lebih dalam. Sejak pertemuan kembali setelah sekian lama, ia memang tidak peduli akan status wanita itu dan tetap menginginkan wanitanya. Akan tetapi fakta yang baru saja diketahui olehnya benar-benar membuatnya diambang rasa kesal. Lalu bagaimana perasaan Emely saat mengetahuinya? Secara terang-terangan Jonas mempermainkan wanita itu, menganggap tidak berharga dan menyita waktu berharga wanitanya itu selama berada satu atap dengan Jonas.


Tanpa membuang waktu lagi, Keil membuka amplop cokelat itu dengan merobek sudutnya. Terdapat beberapa lembar foto Jonas dengan seorang wanita, wanita yang beberapa hari lalu bersama Jonas di Desa Portmeirion. Bahkan ia sempat memberitahu status dirinya dengan Emely. Dan yang ia dengar dari Nico juga Daniel, sebelum meninggalkan tempat tersebut wanita itu diikat dan dikurung dalam ruangan.


"Apa dia yang menyuruhmu mengantarkan ini?" tanya Keil masih memegang beberapa lembar foto tersebut. Entah apa tujuan wanita itu mengirimkan fotonya bersama dengan Jonas yang begitu intim.


Pria itu mengangguk. "Benar. Benda itu sudah berada di tanganku sejak satu bulan yang lalu. Dan sebenarnya tujuannya untuk wanita yang bernama Emely. Tetapi tiba-tiba saja dua hari yang lalu dia menghubungiku dan memintaku untuk mengirimkannya kepada salah satu anggota Black Lion yang bernama Keil. Aku pikir mungkin aku akan mati terlebih dulu sebelum memberikan kotak itu karena aku ragu anak buah kalian tidak akan percaya. Apalagi saat ini Tuan Jonas sudah mengirimkan anak buahnya untuk membunuhku, bahkan luka ini aku dapatkan dari mereka." Pria tersebut menunjukkan beberapa luka di bagian tubuhnya. Ia sudah menjelaskan panjang lebar sembari meringis perih akan luka sayatan pada lengannya. Setidaknya Black Lion tidak membunuhnya dan yang terpenting ia sudah melakukan tugasnya dengan baik.


Keil paham, ia kemudian meletakan kotak berserta beberapa lembar foto di atas meja. "Lalu dimana dia? Dimana temanmu itu?" desak Keil penuh paksaan. Ia ingin sekali menemui wanita itu, wanita yang mengetahui semuanya tentang Jonas juga Emely.


Mendengar Keil menanyakan keberadaan Lana, pria itu menunduk. "Mungkin saat ini dia sudah tewas terbunuh," lirihnya. Karena saat di sambungan telepon Lana memberitahukan jika dirinya mungkin saja tidak selamat lagi. Maka dari itu rencananya yang telah tersusun berubah seketika.


Ketiga anggota Black Lion hanya dapat menghembuskan napas panjang. Sudah pasti Jonas akan melakukan hal itu. Karena mereka pun akan melakukan hal yang sama jika ada seseorang yang tidak melakukan tugasnya dengan baik, terlebih jika berkhianat.


"Jadi kau tidak perlu melanjutkan membuat surat gugatan cerai Keil, karena sejak awal mereka tidak pernah menikah." Nico membuka suara selama di dalam ruang itu menghening. Keil memang sedang berusaha membuat pengajuan surat perceraian, tetapi siapa yang menduga jika sebenarnya tidak ada o


pernikahan di antara mereka.

__ADS_1


"Ck, bahkan kau hampir saja kehilangan kewarasanmu ketika mendengar Emely sudah menikah," ejek Daniel terkekeh mengingat betapa hancurnya Keil saat pertama kali mengetahui wanitanya itu telah menikah.


"Sialan kau!" Keil menyahuti dengan kesal, meskipun perkataan Daniel benar adanya.


"Kalau begitu biarkan pria itu pergi. Dia telah melakukan tugasnya dengan baik dan memberikan informasi yang penting untukmu." Nico beralih menatap wajah Cedric, kening pria itu sedikit mengkilap akan keringat yang mengucur. Mungkin tengah ketakutan akan dibunuh.


Keil mengangguk setuju. "Setelah kau keluar dari sini sudah pasti kau tidak akan dilepaskan begitu saja oleh Golden Dawn, tapi kami tidak mungkin membiarkanmu berada di Markas kami. Karena kami tidak menerima musuh untuk dijadikan anak buah!"


Keringat dingin mengucur deras. Apa dirinya akan mati? "Ta-tapi aku bukanlah bagian dari mereka. Aku hanya teman Lana dan dia minta tolong padaku. Hanya itu saja." Tidak. Ia tidak ingin mati karena disangkutpautkan dengan Golden Dawn.


"Apa kau mencintai wanita itu sampai kau berani mempertaruhkan nyawamu?" Entah kenapa pertanyaan Daniel seperti sebuah ejekan untuknya.


Pria berwajah cukup tampan itu hanya menunduk, percuma saja karena sampai kapanpun ia tidak akan pernah bisa bersama Lana. Terlebih wanita itu sudah tewas terbunuh.


Keil dan Nico tetap acuh pada sosok di hadapan mereka. Tetapi saat kemudian Keil memperhatikan wajah penuh luka itu lalu berkata, "Anak buah kami akan membantumu mengobati lukamu. Setelah itu kau bisa pergi. Tenang saja, kami pastikan kau bersembunyi di tempat yang aman. Anggap saja sebagai balasanku karena kau juga wanita itu sudah memberikan informasi yang berharga untukku. Karena Black Lion tidak pernah berhutang budi."


Seketika Cedric mengangkat wajahnya. "Terima kasih banyak. Suatu saat nanti aku akan membalas kebaikan kalian karena sudah sudi melepaskanku."


***


Menjelang sore. Daniel, Nico dan Keil kembali ke Penthouse. Sudah terlalu lama mereka meninggalkan para wanita di Penthouse. Setelah mereka mendapatkan informasi, ketiganya mencari tahu dari beberapa sumber, termasuk meretas sistem kedutaan besar. Apakah Jonas serta Emely sebelumnya telah mendaftar pernikahan mereka? Atau benar adanya jika selama ini Jonas tidak pernah menikahi Emely.


Dan sejak mengetahui fakta itu, tidak hentinya Keil menyunggingkan senyum. Terlebih lagi selama berada satu atap dengan Jonas, pria itu tidak pernah menyentuh Emely?



Keil melangkah panjang memasuki penthouse, diikuti dengan setia oleh Nico juga Daniel. Dan keduanya membiarkan Keil mencari sosok Emely di setiap penjuru ruangan. Namun sepertinya kekasihnya itu tidak berada di manapun, hingga sesaat langkahnya tertahan karena hampir bertabrakan dengan wanita yang sejak tadi dicarinya. Ternyata Emely berada di dalam kamar mandi, pantas saja tidak menemukan wanita itu dimana pun.

__ADS_1


"Ada apa Keil?" Emely memperhatikan penuh kebingungan.


Tanpa menjawab, Keil membawa Emely ke dalam dekapannya. Emely membalas pelukan Keil meskipun ia bingung apa yang terjadi dengan kekasihnya itu.


"Aku senang kau tidak benar-benar menikah dengannya."


"A-apa maksudmu, Keil?" Emely mencoba meloloskan diri dari kungkungan lengan kekar itu.


Perlahan Keil melepaskan pelukannya. Ia menatap lekat wajah Emely, mengurai sulur anak rambut yang membingkai wajah cantik wanitanya itu. "Ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan padamu." Dan kemudian Keil mengeluarkan benda kecil dari saku pakaiannya.


"Apa ini?" Melihat benda kecil itu tentu saja Emely bingung, tetapi tidak dipungkiri jika ia juga menjadi penasaran. Terlebih lagi Keil terlihat begitu antusias.


"Dengarkan saja...." Dan Keil segera menekan tombol play.


Hai, Emely.....


.


.


To be continue


.


.


Jangan lupa follow akun Instagram kedua Yoona ya man-teman @_rantyyoona_

__ADS_1


...Tetap like, vote, follow, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...


...Always be happy 🌷...


__ADS_2