Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 100# Mengulang


__ADS_3

 


“Brengsek.. “ Umpat Sky mengusik tidur lelap Freya.


Sky mengusap punggung kecil Freya yang terusik karnanya. Sementara Freya, merasakan pelukan hangat, dia menyembunyikan wajahnya di dada Sky dan tangannya melingkar di pinggang kokoh Sky.


Sky tersenyum, dia ikut memejamkan matanya saat melihat Freya yang memeluk tubuhnya erat dan menyembunyikan wajahnya di dadanya.


“Aku tidak akan pernah membiarkan kau pergi lagi dari ku Freya. Jangan pernah bermimpi untuk pergi lagi.”


*


“Maaf Venus Luis tak ada di mension daddy.” Ujar Heidher menatap Venus bersalah karena memang tak ada putranya di mension.


“Ku pikir Luis ada di sini, kalau begitu aku pulang dulu dad.”


“Marcel akan mengantarmu Venus.” Venus melirik ke arah Marcel yang baru saja kembali dari perusahaan. Terlihat dari jas yang di pakainya.


“Tidak dad, aku bisa pulang sendiri.” Tolak Venus tak ingin melihat Marcel yang di bencinya.


“Ini sudah malam, Marcel antar Venus kembali ke mension kakakmu.”


“Ya dad.”


Keduanya berjalan malas keluar dari mension Heidher. Baik Venus dan Marcel sama sama membuang wajahnya. Sampai di mobil Venus membuka pintu mobil belakang dan masuk.


“Aku bukan supirmu Venus.”


Cih.


“Aku tak ingin dekat dengan pria miskin seperti mu,”


Mendengar penghinaan yang keluar dari bibir Venus. Marcel menginjak pedal gasnya full dan pergi dari mension Heidher. Sementara Venus yang takut dirinya kecelakaan berteriak pada Marcel agar menghentikan mobilnya.


“Brengsek hentikan mobilnya, sialan.”


Marcel tak menghiraukan teriakan Venus, dia tetap menginjak pedal gasnya full.


Venus berontak dia melesak pindah ke depan dan memukul Marcel agar menghentikan mobilnya.


“Marcel hentikan mobilnya brengsek.”


Marcel menghentikan mobilnya dan menepi. Dia melirik Venus dan tersenyum sinis. Sudah bertahun-tahun dia dan Venus tak pernah satu mobil dan hari ini mereka berdua berada dalam satu mobil dan Marcel sangat membencinya.


“Keluar.”


Venus menoleh dan mendelik pada Marcel.


“Aku tidak akan pernah keluar dari sini. Antarkan aku pulang ke mension suamiku.”

__ADS_1


Marcel menoleh dan membuka Saltbet miliknya lalu meringsek ke arah Venus membuka Saltbet milik Venus.


“Apa yang kau lakukan Marcel.”


Marcel menoleh ke arah Venus. Wajah mereka berdua sangat dekat dan entah siapa yang memulai bibir mereka berdua sudah menyatu.


Dan tak lama, mereka berdua menghabiskan malam berdua dengan bercinta di dalam mobil. Baik Marcel dan Venus sudah melupakan kebencian yang mereka tanam berdua. Mereka berdua memuaskan hasrat masing-masing di dalam mobil.


*


Freya mengerjapkan matanya saat sinar matahari meninggi dan menerobos masuk ke dalam dan mengenai wajahnya. Freya menggeliat saat tidur pulas terusik. Bibirnya tersenyum saat hidungnya mencium aroma maskulin di kamarnya.


“Baunya sama seperti pria tua itu.” Kekeh Freya melihat kamar bernuansa abu dan aroma maskulin khas milik Sky. Tapi tak lama Freya terbelalak saat nyawanya terkumpul semua. Dia ingat semalam dia ada di mension mewah Sky dan putrinya ada bersama Sky.


“Ara..”


Brukk..


Shhtt..


Sky berlari melihat Freya yang jatuh tersungkur di lantai. Dia mengdengus melihat Freya yang ternyata masih saja ceroboh.


“Kenapa kau masih ceroboh.” Freya mendongak melihat siapa yang datang menolongnya.


“Tuan..”


Cup..


Dada Freya berdebar dan hatinya berdesir merasakan sentuhan lembut Sky padanya. Padahal tubuh mereka berdua bahkan sudah menyatu kemarin dan entah kenapa Freya baru sekarang merasakan sentuhan Sky padanya sangat lembut. Mengingat lima tahun lalu saat mereka masih bersama Sky  memperlakukannya sangat lembut.


Sky membawa Freya masuk ke dalam kamar mandi dan menurunkan Freya di bawah shower. Freya memekik kaget saat air tiba-tiba membasahi tubuhnya.


“Sky..”


Sky menatap Freya yang menatapnya. Tangan besarnya mengelus  kening Freya dan mengangkat dagu Freya.


“Jangan lagi pergi dariku.” Ucap Sky dengan nafas memburu menahan gairah miliknya.


Wajar saja Sky akan gampang terpancing oleh Freya. Lima tahun dia sama sekali tak pernah merasakan lagi sensasi bercinta seperti dulu. Sky menyudahi petualangnya saat Freya meninggalkannya. Apalagi harus menyentuh Venus, wanita yang ada di mension mewahnya. Sky sama sekali tak sudi dan tak akan pernah melakukannya.


Cup..


Sky kembali lagi menautkan bibirnya pada Freya. Tapi tak lama Sky melepaskan bibir Freya. Sky tau jika Freya masih sangat lelah saat ini. Dan Sky tak ingin menyakiti Freya meski hasrat nya melambung dan ingin tersalurkan.


“Mandilah sayang, aku akan keluar lebih dulu.” Kata Sky dengan nafas tersengal kemudian berbalik meninggalkan Freya.


Freya menatap punggung lebar Sky yang menghilang dari pintu. Dia mendesah kasar dan tak percaya jika dia akan kembali lagi di bawah kendali Sky. Lima tahun dirinya pergi, dia pikir Sky sudah melupakannya dan sudah hidup bahagia bersama wanita pilihannya. Ternyata dia masih saja tak mau melepaskan nya di tambah putrinya yang memanggilnya daddy.


Freya mendesah kasar dan menyesal yang mengingat dia pernah mengatakan pada Ara jika Sky adalah daddynya. Sebenernya bukan Ara atau dirinya salah. Arabella akan memanggil semua pria dengan sebutan daddy dan beruntungnya saat itu Sky lah yang Ara panggil.

__ADS_1


*


Freya keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan putrinya. Dahinya mengkerut saat mendengar suara tawa riang di ruang tengah. Freya berjalan mendekati sumber suara dan ternyata itu suara tawa putrinya.


“No dad, hihihi.. Daddy..”


“Apa daddy sudah cantik.”


“Ya daddy cantik sepelti Ara dan mommy.” Jawab Ara tangannya masih memoles wajah Sky dengan bedak di tangannya.


“Apa sudah selesai sayang.”


“Belum, mommy pakai ini dad apa daddy juga akan memakainya.”


“Apa itu sayang.”


“Melah dad, seperti belby Ara, cantik di rumah oma.” Sky menatap putrinya. Dia baru ingat dimana selama ini mereka tinggal dan kenapa dia sama sekali tak bisa menemukan mereka.


Cup..


“Daddy sangat cantik.”


Sky terkekeh merasakan bibir basah putrinya menempel di pipinya. Dia mengangkat Ara ke dalam pangkuannya dan mengambil susu di sampingnya. Dengan riang Ara mengambil susu di tangan Sky dan meminumnya.


“Pintarnya princess daddy.” Puji Sky mengusap bibir Ara dengan jarinya.


Freya yang melihat pemandangan di depannya tak terasa matanya memerah dan berkaca kaca. Biasanya setiap pagi Ara akan bertanya kemana daddy dan kenapa dia belum pulang. Dan freya hanya menjawab seadanya.


“Mommy..” Teriak Ara melepaskan pelukannya pada Sky dan berlari menghampiri Freya.


“Mommy daddy sudah pulang, Ara punya daddy mom. Daddy sudah pulang sekalang. Daddy sudah punya uang banyak mom, jadi daddy sudah pulang.”


Deg..


Sky mengepalkan tangannya mendengar ucapan putrinya. Selama ini Freya membohongi Ara.


Freya menganggukan kepalanya dan berjongkok mengusap kepalanya putrinya.


“Ya daddy sudah pulang, apa Ara senang punya daddy.” Ara tersenyum dan menganggukan kepalanya. Tak lama freya melihat putrinya kembali lagi menghampiri Sky dsn bergelayut manja di lengan besar Sky.


Freya menundukkan wajahnya, bukan karna melihat wajah Sky yang berantakan, tapi karna melihat tatapan tajam Sky padanya.


Sky menggendong Ara dan membawanya berdiri, tatapan matanya sama sekali tak berpaling dari freya yang menundukkan wajahnya.


“Maaf..”


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2