
“Jangan mengambilnya dariku, dia putriku. Jangan berikan dia pada istrimu. Aku bisa merawatnya sendiri.”
Sky menoleh pada Freya saat mendengar penuturan yang keluar dari bibir Freya. Entah apa yang Freya pikirkan saat ini padanya. Hingga setengah jam kemudian mobil yang di tumpangi Sky dan Freya berhenti di salah satu mension mewah Sky.
Sky keluar dari mobil tanpa menghiraukan Freya di dalam mobil yang menatapnya. Melihat Sky keluar dari Freya mengikuti langkah Sky masuk ke dalam mension.
. Mension yang baru pagi tadi dia tinggalkan dan kini dia kembali lagi kemari. Freya mengedarkan pandangannya ke sembarang arah.
Brukk..
Freya mendongak saat dia menabrak sesuatu yang keras dan ternyata itu adalah dada bidang Sky. Tatapan matanya saling mengunci dengan iris mata tajam Sky yang juga menatapnya.
“Dimana Ara.”
Sky tak menjawab pertanyaan Freya padanya. Dia masih menatap mata Freya yang sembab dan merah. Luapan amarah dan emosi hilang begitu saja saat melihat mata cantik Freya merah dan sembab.
“Tidurlah.” Ucapnya berbalik.
“Luis katakan padaku dimana putriku.” Teriak Freya melihat Sky yang berbalik dan meninggalkan dirinya tanpa menjawab pertanyaannya.
Pelayan yang baru saja sampai berjengit kaget mendengar teriakan wanita yang di bawa tuannya. Mereka berdua sama sekali tak tahu siapa wanita itu dan kenapa dia berani berteriak pada tuannya.
“Jika kau ingin bertemu dengannya, turuti perintah ku.” Tukas Sky pergi meninggalkan Freya menaiki anak tangga.
Freya mendesah lirih mendengar penuturan Sky padanya. Bagaimana bisa dia bisa tidur jika dia tak tau dimana putrinya saat ini.
“Nona kami akan mengantar anda ke kamar anda.” Freya melirik kedua wanita di sampingannya.
“Tidak, aku akan di sini saja pergilah.” Jawab Freya mendekati kursi sofa dan duduk di atasnya. Matanya mengedarkan pandangannya ke sembarang arah mencari kamar dimana putrinya berada saat ini.
“Tapi nona.”
Freya berbalik dan menatap tajam kedua pelayan di sampingnya. Pelayan itu hanya bisa menundukkan wajahnya dan menganggukan kepalanya lalu pergi meninggalkan freya di ruang tamu.
__ADS_1
Freya mendesah kasar melihat kedua pelayan yang pergi meninggalkannya sendiri. Freya bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu kamar lalu membukanya. Tak ada putrinya di dalam, Freya lalu menutup pintu kamar lagi dan berjalan menghampiri pintu di sebelahnya lagi.
Masih tak ada putrinya di dalam, Freya tak patah semangat. Dia harus menemukan putrinya dan membawanya pergi dari sini. Dia tak ingin Venus menyadarinya ada di sini bersama putrinya. Freya tak ingin terjadi sesuatu dengan putrinya.
Sementara Sky yang berada di dalam kamar lain menatap balita mungil id atas ranjang. Matanya basah saat mengingat jika ternyata selama ini dia memiliki seorang putri. Sky mendekat dan duduk di sampingnya.
Dada Sky serasa sesak mengingat bagaimana selama ini pasti dia merindukan sosok daddy di sampingnya. Dan Freya tega memisahkan dirinya dari putrinya. Sebenarnya apa yang Freya pikirkan hingga dia tega padanya.
Lagi lagi Sky terkekeh saat mengingat dulu dia ingin merebut anak Mark dan sekarang Sky sangat sadar jika semua apa yang dia lakukan dulu telah berbalik padanya. Dari Freya yang pergi darinya dan dari nasib cintanya pada Freya yang sulit terbalas semua itu adalah karma untuknya. Dan sekarang dia lebih menyedihkan dari Mark yang baru mengetahui jika dia memiliki seorang putri yang sangat cantik.
Empat puluh empat tahun lebih dia baru bisa merasakan menjadi daddy. Impian semua pria, apalagi di usianya yang sangat matang, jelas saja Sky sangat bahagia.
Tangan besarnya mengusap kening putrinya. Bibirnya mendekat dan mengecup bibir mungil yang terbuka.
Sky terkekeh saat dia sama sekali tak terusik sedikitpun. Terlihat sangat lucu, dan imut. Dia sangat cantik, seperti Freya, wanita yang sudah memporak-porandakan hati dan pikirannya.
“Tuan.”
Sky mengusap matanya yang basah mendengar pelayan memanggilnya.
“Nyonya,”
“Hemm.. Jaga putriku.”
“Baik tuan,”
Sky berjalan keluar dari kamar putrinya dan menuruni anak tangga. Dia mengeratkan giginya emosi saat melihat Freya yang berjalan menggeledah semua kamar di mension mewahnya.
Sky berjalan mendekati Freya lalu mendorong Freya masuk ke dalam dan menguncinya. Freya yang kaget memekik dan menggedor pintu kamar saat menyadari dirinya di kunci di dalam kamar.
“Brengsek buka pintu.”
Dor.. Dor..
Teriak freya menggedor pintu kamar dan menendangnya. Dia tak tau siapa yang mendorongnya lalu menguncinya di dalam sini. Apa istri Sky yang melakukannya.
__ADS_1
Freya berjalan menuju ranjang saat dia lelah berteriak dan menggedor pintu kamar. Hingga beberapa jam kemudian Freya tertidur dengan sendirinya. Tubuh yang lelah dan sakit di tambah lagi semalaman dia tak tidur ulah Sky. Freya sungguh sangat lelah dan terlalu banyak pikiran hingga dia tertidur dengan tubuh yang kotor.
Sky membiarkan begitu saja Freya yang menggedor pintu kamarnya. Dia duduk di ruang tengah menatap pintu kamar dan suara teriakan Freya. Sky tak menyangka jika Freya banyak berubah dan salah satunya adalah keras kepala.
Hingga beberapa jam kemudian Sky mendatangi kamar Freya dan membukanya saat tak mendengar suara teriakan Freya.
Clek..
Sky mendesah kasar melihat Freya yang tertidur dengan kaki yang menggantung di lantai. Sky berjalan mendekati Freya dan mengangkat tubuh Freya ke atas.
Tangannya menyingkap dress Freya keatas dan mengusap luka di lutut Freya.
Cup..
“Jangan keras kepala Freya, aku mencintaimu.” Bisiknya di telinga Freya dan mengusap pipi Freya yang terlihat lelah. Sky berjalan keluar kamar dan memanggil pelayan agar membawanya kotak obat.
Tak sampai sepuluh menit, Sky masuk kembali kekamar Freya dan mengobati luka Freya dengan lembut. Sky tau jika Freya sangat lelah dan dia tak ingin Freya terbangun dari tidurnya. Selesai mengobati luka Freya Sky membopong tubuh Freya keluar dari kamar dan menuju kamar atas di samping kamar putrinya.
Sky membaringkan tubuh Freya di ranjang perlahan. Lalu berjalan menuju kamar mandi. Setengah jam kemudian Sky keluar dari kamar mandi dan mengambil baju tidur miliknya dan memakainya.
Sky menyambar ponsel miliknya dan menghubungi Calvin. Menanyakan kabar Elard padanya,. Setelah itu Sky menutup kembali ponselnya.
Sky kemudian masuk ke dalam selimut bersama Freya. Membawa tubuh Freya ke dalam pelukannya.
“Seharusnya aku membenci mu Freya.” Gumam Sky memeluk Freya erat dan memejamkan matanya.
Sky yakin jika Freya tak akan terbangun saat dia memeluknya. Sky tak ingin orang lain merebut Freya darinya. Vincent, pria yang menjadi kekasih Freya. Sky tak akan membiarkan Vincent merebut Freya darinya.
Sky membuka matanya dan menatap wajah Freya. Seketika cemburu buta hinggap di hati Sky mengingat jika Freya dan Vincent pasti sering berciuman. Apa Freya dan Vincent juga pernah menyatu.
"Brengsek.."
__ADS_1