Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.26# Membuat emosi


__ADS_3

Tok.. Tok.. Tok.. 


Calvin mengetuk pintu kamar Freya dan tak lama pelayan membukakan pintu untuk Calvin. Calvin mengerutkan keningnya saat mendapati pelayan yang terlihat aneh di matanya.


Calvin melongok mencari keberadaan Freya di kamar tapi Freya tak ada dalam pandangannya. Kemana dia apa kabur lagi.?


"Di mana nona Freya.?'


" Masih di kamar mandi tuan." Jawab pelayan takut. Mereka sendiri sudah hampir satu jam lamanya menunggu Freya keluar dari kamar mandi. Mereka tak tau apa yang di lakukan Freya di dalam.


Hah.. 


Sky yang mengikuti langkah Calvin mengeratkan giginya emosi saat mendengar Freya masih di dalam kamar mandi. Sky masuk begitu saja, membuat Calvin berjengit melihat tuannya tiba-tiba sudah ada di depannya. 


Brakk.... 


Freya yang berada dalam kamar mandi, tak mendengar saat pintu di dobrak. Wajah Sky benar benar merah padam melihat Freya yang tertidur di dalam bathub dengan handset di telinganya. Tubuhnya yang tertutup busa dan hanya kepalanya saja yang terlihat sedang bersandar.


" Dia benar benar seperti ratu di sini, dia pikir dia siapa, sialan."


Sedangkan Calvin dia mendekat penasaran apa yang di lakukan Freya di dalam kamar mandi hingga satu jam lamanya.


Brukk.. 


Sky mendorong tubuh Calvin hingga membentur daun pintu. Calvin menundukkan wajahnya saat menyadari kebodohannya. Apalagi saat melihat mata Sky yang menyorot tajam padanya. 


"Keluar.." Desis Sky mengeratkan giginya emosi. Apa yang ingin Calvin lihat di dalam sini.


"Maaf tuan.."

__ADS_1


Calvin segera keluar dari kamar Freya tanpa basa basi. Dia tak ingin menjadi sasaran empuk tuannya yang marah. Bodohnya lagi kenapa dia ingin tau apa yang di lakukan Freya di dalam kamar mandi. Jelas saja tuannya marah.


Sedangkan Sky mendekati Freya dan menarik handset di telinganya. Emosi melihat gadis itu justru tertidur di dalam kamar mandi. Sky tau jika mungkin saja Freya sengaja tidur di kamar mandi. 


"Freya.."


Freya berjengit kaget dan membuka matanya mendengar teriakan Sky. Freya menundukkan wajahnya saat melihat Sky ada di depan matanya. Dia menoleh ke kiri dan kanannya, Freya baru menyadari jika dia masih di dalam kamar mandi. Freya menutupi dadanya yang tertutup busa, wajahnya ketakutan, Freya mengira jika Sky akan melecehkannya.


"Cih... Kau pikir tubuhmu menarik di mataku, aku sama sekali tak tertarik dengan mu. Bersihkan tubuhmu atau aku akan menyeretmu keluar dari sini."


Setelah mengatakan itu Sky keluar dari kamar mandi. Masih dengan emosi yang menguasainya, Sky tak habis pikir dengan Freya yang selalu membuatnya emosi.


Sky menatap emosi wajah pelayan yang hanya diam saja.


Tak lama Sky keluar dari kamar, jangan sampai dia menghancurkan kamar ini sekarang.


"Kenapa aku harus menikah dengan pria tua itu."


Tak menunggu lama, Freya keluar dari kamar mandi memakai handuk kimono di tubuhnya. 


Clek..


"Nona... "


"Ya aku lupa bibi."


Satu jam kemudian Freya berdiri dari meja rias dan menatap ke arah cermin besar yang tak jauh darinya. Freya meraba raba wajahnya sendiri, mendesah kasar saat mengingat dirinya yang terlihat sangat cantik, tapi sayangnya harus menikah dengan pria yang jauh lebih tua darinya.


"Nona anda sangat cantik.."

__ADS_1


Freya menoleh dan tersenyum masam mendengar pujian untuknya. Sementara tak jauh dari sana, pelayan lain mengepalkan tangannya melihat penampilan Freya pagi ini. Mereka tak tau untuk apa Freya memakai gaun panjang yang mirip seperti gaun pengantin. Memang Sky belum mengatakan pada mereka jika hari ini Freya akan menjadi istrinya.


"Nona tuan sudah menunggu anda di luar."


"Ya.."


*


Tak.. Tak.. Tak..


Sky yang mendengar bunyi sepatu hels di telinganya berdiri dari duduknya. Sky yakin jika suara langkah kaki itu adalah Freya. Dia sama sekali tak ingin menoleh ke arah Freya, emosi menunggu Freya yang baru keluar dari kamarnya berjam jam yang lalu.  


Sky menoleh ke arah Freya saat melihat Calvin yang diam mematung melihat ke arah belakangnya. Wajah Sky semakin merah padam melihat penampilan Freya dengan balutan gaun pengantin panjang yang menempel di tubuhnya. Dadanya yang menonjol hampir tumpah keluar. Terang saja Sky emosi luar biasa melihatnya. Meski tubuhnya kecil, tapi bagian tubuh Freya yang lainnya terlihat menonjol dan besar


"Apa yang kau pakai?" Desis Sky menatap tajam pada Freya.


Sementara pelayan yang mendengar pertanyaan tuannya menundukkan wajahnya. Mereka sudah takut, takut jika mereka melakukan kesalahan saat dia merias Freya. 


Freya bingung dia menundukkan wajahnya melihat penampilannya saat ini. Tak ada yang aneh menurutnya, justru dia terlihat sangat cantik.


Sky menoleh.ke arah Calvin sekali lagi, dan Calvin hanya menundukan wajahnya. Sky berdiri membuka jas miliknya lalu melemparkannya pada Freya. 


"Pakai, aku tau kau wanita murahan, tapi aku tak ingin penjaga mension melihat tubuhmu. Apalagi aku akan menikahimu."


Sky berbalik dan melangkah terlebih dahulu meninggalkan Freya. Sedangkan Freya mengepalkan tangannya mendengar penuturan Sky yang lagi lagi menghinanya. Tak seharusnya dia menghinanya berulang kali. Freya tau jika dia pria kaya, bahkan membelinya dengan harga yang fantastis. Tapi sekali lagi Freya bukan gadis murahan seperti yang dia tuduhkan.


"Kita lihat saja tuan."


.

__ADS_1


__ADS_2