Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.25# Emosi Sky


__ADS_3

Dert.. Dert...


Sky meraba raba di sampingnya, mencari ponsel yang mengganggu tidurnya malam ini. Sky mengumpat siapa saja yang sudah berani mengganggunya. Dia mematian ponsel miliknya dan melanjutkan mimpinya lagi. Sky tak perduli siapa yang menelponnya. Tapi Sky tau jika dia pasti ayahnya. Sudah di pastikan jika Heidher, siapa lagi.


Sedangkan di sebrang telpon sana, Heidher berteriak pada pria yang ada di depannya. Bagaimana mungkin salah satu anak buahnya baru saja mengatakan jika putranya akan menikah besok. Tentu saja Heidher berang mendengarnya.


Meski dia yang menginginkan Sky agar cepat menikah tapi tak seperti ini juga. Dengan siapa dia menikah, pernikahan juga harus di gelar mewah bukan diam diam seperti ini. Apalagi Ausky Luis adalah putra satu satunya. Pewaris tunggal kerajaan bisnis keluarga Romanov. Dan apa yang di lakukan Sky. Menikah diam diam, bahkan dia saja tak di beritahu olehnya.


"Siapkan pernikahan yang mewah sekarang juga. Aku ingin semua media tau jika putraku menikah, apa kau dengar." Twriak Heidher emosi.


"Baik tuan."


Heidher memijit kepalanya yang pusing. Bagaimana bisa Sky tiba-tiba menikah, siapa wanita yang akan menjadi menantunya. Kenapa dia tak tau sama sekali. Wanita karir kah model atau anak pejabat yang akan menjadi istri putranya. Heidher benar benar tak tau. Atau Sky akan menikahi Venus, ah rasanya tidak mungkin.


Sebelumnya dua tahun yang lalu dia mendengar jika putranya menjadi perusak rumah tangga orang lain, dia benar-benar stress memikirkan Sky dan tak percaya. Apa maunya putranya itu. Menjajah semua wanita di setiap malamnya. Heidher tau apa yang di lakukan Sky selama ini.


Sedangkan di luar, Imelda yang mendengar semua itu mengepalkan tangannya. Suaminya ingin mengadakan pesta pernikahan untuk Sky. Dengan siapa pria tua itu akan menikah. Dan kenapa bukan dengan Venus. Apa Venus tau, jika Sky akan menikah.


"Heidher.."


Yang di panggil mendongak ke sumber suara. Dia menghembuskan nafasnya perlahan melihat istrinya. Imelda pasti menguping dirinya lagi.


"Ada apa.?" Tanyanya.


"Untuk apa kau mengadakan pesta mewah Heidher. Apa kau tau siapa wanita yang akan menjadi menantu kita. Bagaimana dengan Venus dan Keanu. Apa tanggapan mereka jika tau kau mengadakan pesta pernikahan mewah. Sementara yang mereka tau kau sudah menjodohkan mereka."


Heidher memijit kepalanya yang bertambah pusing. Bagaimana bisa dia lupa dengan semua itu.


"Batalkan rencanamu Heidher, setidaknya jika Sky menikah diam diam mereka juga tak terlalu marah pada kita." lanjut Imelda lagi.

__ADS_1


Benar apa yang di katakan oleh istrinya. Setidaknya mereka berdua tak akan kecewa dan tak marah padanya. Sky benar benar membuat dia emosi dan malu. Sampai kapan putranya akan berubah, Sky lebih keras kepala di banding dirinya. Memaksanya menduduki kursi kepemimpinan kerajaan keluarga Romanov, itu juga dengan syarat. Sky benar-benar anak yang menyebalkan, berani dengan orang tua.


Heidher mengambil ponsel miliknya dan menghubungi anak buahnya. Sedangkan Imelda tersenyum tipis. Dia tak ingin malu jika anak tirinya menikah dengan wanita yang jauh di bawah standar. Dari dulu dia tak terlalu suka dengan Sky. Selain dia adalah pewaris tunggal anak itu juga selalu memangkas jatah bulanannya. Itulah kenapa Imelda membencinya, uang belanja miliknya di kendalikan oleh Sky.


Dan lagi dia tak menyukai jika Heidher akan menomor satukan Sky. Biarkan saja Sky menikah diam diam. Dia sudah menyarankan agar Sky menikah dengan Venus. Wanita berkelas dan juga model, tapi Sky menolaknya. Dia sama sekali tak tau terima kasih. Dia sangat membenci putra Heidher. Keinginannya untuk menjadi ratu dan putranya pemilik kerajaan Romanov ternyata sangat sulit. Apalagi putra Heidher bukan pria sembarangan, dia takut dengan tatapan tajamnya.


*


Pagi harinya... 


Freya terbangun dari tidurnya, dia mengucek matanya yang sipit dan sembab. Semalaman Freya kembali lagi menangis, seolah tak bosan menangis, mengingat jika hari dia akan menikah dengan pria yang sudah membelinya. Pria yang jauh lebih tua darinya, dan Freya tak bisa menolaknya.


Clek..


"Nona... "


"Nona kami akan membantu anda membersihkan diri."


Freya mengerutkan keningnya mendengar penuturan wanita yang masuk ke dalam kamarnya bersama satu orang lainnya. Tak lama Freya menggelengkan kepalanya dan bangkit dari ranjang l. Freya yakin jika mereka berdua adalah suruhan pria itu. Karena Freya tau hari ini dia akan menikah dengan pemilik mension ini. 


"Aku bisa sendiri bibi."


Ucap Freya masuk ke dalam kamar mandi. 


*


"Apa gadis itu sudah siap.?"


Calvin menundukkan wajahnya mendengar pertnyaan tuannya padanya. Sky menoleh dan giginya gemerutuk menahan emosi, dia tau jika Freya belum siap dan masih di kamarnya. 

__ADS_1


"Nona baru bangun tidur tuan." Jawab Calvin sekenanya. 


"****.. "


Sky memijit kepalanya yang berdenyut nyeri,  bagaimana bisa Freya bari bangun tidur. Sedangkan pernikahan mereka tinggal setengah jam lagi berlangsung.


"Kenapa gadis itu suka sekali membuatku emosi Calvin." Teriak Sky dengan dada naik turun menahan emosi. Semenjak kedatangan Freya hidupnya jadi kacau dan dia juga sering marah karna emosi. Jika di biarkan, dia bisa terkena darah tinggi dan stroke.


Calvin menundukkan wajahnya, dia sendiri juga bingung dan tak habis pikir. Tapi juga aneh dengan tuannya. Selama kedatangan gadis itu taunnya memang sering marah. Tapi tuannya diam saja saat gadis itu membuat ulah. 


Biasanya bukan hanya mencekiknya tuannya bahkan bisa saja membunuh wanita yang mengusik ketenangannya. Apa artinya gadis itu yang akan menundukan singa jantan ini.


Calvin tersenyum membayangkan bagaimana tuannya akan bertengkar setiap hari dengan gadis yang jauh dari kriterianya. Selain kecil gadis itu juga sangat bar bar dan juga ceroboh.


Sky emosi melihat senyum Calvin padanya. Apa yang di pikirkan Calvin saat ini, apa dia mengejeknya. 


Brakk.. 


Prang... 


"Calvin.. "


Calvin berjengit kaget mendengar suara pecahan kaca dan teriakan nyaring di telinganya. 


"Iya tuan.. "


"Seret gadis itu brengsek." Teriaknya menggema di seluruh mension mewah miliknya. Calvin hanya menganggukan kepalanya mengerti. 


"Iya tuan.."

__ADS_1


__ADS_2