Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 151# Perubahan Freya


__ADS_3

“Sky.. “


Brakk..


Sky menendang kursi yang mengarah padanya, hingga kursi itu berbalik mengenai pria yang sudah melemparkannya padanya. Tangannya mencengkram erat tangan Kate.


“Tu_an... Lepas_Akrr.. “


Bruk..


Sky menghempaskan Kate di atas lantai. Dan Kate terhempas begitu saja. Pria yang bersama Kate mengepalkan tangannya dan merangsek ke arah Sky.


Bug...


Brakk..


Sky menendangan pria yang bersama Kate, hingga tubuhnya menghantam beberapa meja di dalam restauran. Sementara pengunjung yang menyaksikan itu berteriak. Mereka beringsut saat melihat Sky menghampiri pria itu dan memukulnya lagi.


Bug..


“Aku akan membunuhmu sudah menakuti istri dan anakku,” desis Sky kembali lagi memukulnya.


“Tu_an saya minta ma_af.”


Bug.


Akrr..


Sementara Kate yang masih duduk di atas lantai dan menyaksikan Sky memukul kekasihnya gemetar ketakutan. Dia berdiri perlahan dari lantai dengan menahan rasa sakit yang luar biasa sakitnya.


“Mau kemana nona.”


“A_ku..” Kate kaget bukan main saat sebuah tangan mencekik lehernya. Dia memukul tangan Sky yang berada di lehernya. Nafasnya tercekat, dan dia sulit bernafas akibat tangan Sky yang mencekiknya.


Freya yang melihat semua itu kaget. Dia semakin menyembunyikan wajah Ara di dadanya. Freya menatap wajah Sky yang mengeras. Freya tak pernah melihat Sky yang seperti ini. Dia seperti bukan suaminya.


“Sky..” Lirih Freya melihat wajah Kate yang membiru.


Sky menoleh ke arah Freya yang menggelengkan kepalanya padanya. Tangan kirinya terkepal melihat gelengan Freya padanya. Tak hanya tangannya yang terkepal, rahangnya juga ikut mengeras.


Tapi tak lama kemudian Sky melepaskan Kate begitu saja saat menyadari kebodohannya. Melihat Freya yang terlihat shock menatapnya. Ya Sky tak pernah menunjukkan wajah marahnya pada Freya sebelumnya.


Dan Kate yang hampir saja kehilangan nafasnya jatuh terkulai di lantai dingin.


“Jangan pernah mengusik istri dan anak ku nona.” Desis Sky menginjak tangan Kate dengan sepatu fantofel miliknya. Jelas saja Kate berteriak kesakitan, karna tangan yang di injak oleh Sky adalah tangan yang sebelumnya hampir patah.


Sky melepaskan Kate dan berjalan ke arah Freya yang berdiri tak jauh darinya.

__ADS_1


“Maaf sayang..” Sesal Sky pada Freya.


Sementara Freya menatap wajah Sky yang kembali seperti semula. Dia menganggukan kepalanya, meski dia sendiri masih tak percaya melihatnya.


Cup..


Sky mengecup bibir Freya sekilas kemudian mengambil putrinya dari Freya yang masih menangis. Sky menoleh ke arah pria berkulit hitam itu dan mengeratkan giginya emosi padanya. Ara menangis sampai segukan di pelukan Freya.


Sky menggandeng tangan Freya keluar dari restauran. Dan Freya menoleh ke arah Kate yang melihatnya. Dia bisa melihat Kate yang kesakitan dan hampir sekarat karna Sky.


Freya menghembuskan nafasnya perlahan dan mengikuti langkah suaminya.


Sampai di mobil, Sky mengutuk kebodohannya sendiri melihat Freya yang diam di sampingnya. Ara yang duduk di pangkuannya, sudah menghentikan tangisnya.


“Sayang kau baik baik saja.”


Freya menoleh ke arah Sky dan menganggukan kepalanya. Freya tau, Sky bukanlah pria sembarangan. Tapi sebelumnya dia tak pernah melihat wajah Sky yang sangat seram. Semoga saja Sky tak pernah melakukan itu padanya dan menatap seram padanya saat dia marah padanya.


“Maafkan aku sayang, aku tak akan melakukannya lagi.” Sesal Sky tau apa yang sedang Freya pikirkan.


“Aku baru melihat wajahmu yang seram seperti itu.” Sahut Freya menatap wajah Sky yang seperti semula.


Sky menatap Freya dan menarik bibirnya keatas. “Aku akan marah padamu jika kau pergi meninggalkanku Freya.” Imbuh Sky tersenyum miring.


Dan Freya mencebikkan bibirnya mendengarnya. Dia tau, Sky sedang mengancamnya.


Cup..


*


Malam harinya..


“Berikan mereka pada Mex.”


“Baik tuan..”


Sky menutup panggilan telponnya dengan Calvin. Dia keluar dari ruang kerja miliknya dan melangkah menaiki anak tangga menuju kamarnya. Sky berjalan lurus terlebih dahulu ke kamar putrinya. Dia masuk ke dalam dan tersenyum  melihat Ara tertidur di ranjang miliknya.


Dia mendesah kasar mengingat sudah beberapa kali Ara menangis karna dirinya yang bodoh tak bisa menjaga putrinya.


“Maafkan daddy sayang. Daddy janji ini yang terakhir kalinya.” Lirih Sky di telinga Ara.


Cup..


Sky mengecup bibir terbuka Ara kemudian membenarkan selimutnya dan meninggalkan Ara di kamarnya menuju kamarnya sendiri.


Sampai di kamarnya, Sky tersenyum mendengar bunyi air gemercik. Dia yakin itu Freya, yang baru mandi. Tak sampai sepuluh menit kemudian Freya keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di tubuhnya.

__ADS_1


Sky mengangkat sebelah alisnya saat melihat perubahan di tubuh Freya yang baru saja keluar dari kamar mandi. Handuk yang di pakainya sedikit terangkat. Apa karna dia sudah lama tak mendapatkan jatahnya dari Freya hingga dia benar benar lupa dengan bokong Freya yang semakin membesar.


“Sayang..”


Freya melirik ke arah Sky yang memanggilnya. Dia berjalan menuju walk in closed dan mengambil baju tidur miliknya.


Sementara Sky yang masih diabaikan oleh freya menghembuskan nafasnya perlahan. Dia mengikuti Freya masuk ke dalam ruang ganti dan mendekati Freya.


Cup..


“Kau sudah terlalu lama mengabaikan ku sayang.” Ucap Sky memeluk tubuh Freya dari belakang dan mengecup punggung polos Freya.


Freya yang merasakan kecupan lembut di punggung polosnya merinding. Apalagi saat ini tangan Sky melingkar di pinggang rampingnya. Freya tau apa yang Sky inginkan saat ini.


Freya memejamkan matanya saat merasakan sensasi panas di dalam dirinya bergejolak karna tangan Sky yang turun mengelus pahanya. Ditambah lagi, benda tumpul milik Sky yang bergerak di punggungnya.


“Sky.. “ lirih Freya meremas baju panjang di tangannya.


Sky terus mendaratkan bibirnya di punggung polos Freya dan membuat maha karya di kulit putih mulus Freya. Dia juga melepaskan handuk yang melingkar di kepala Freya.


“Sayang... “ Bisik Sky di telinga Freya, dan memejamkan matanya saat miliknya yang semakin berdenyut. Sky harap kali ini Freya tak menolaknya lagi. Sudah lebih dua minggu dia tak mendapatkan sentuhan dari Freya.


“Sayang..”


“Hemm..” sahut Freya merinding mendengar suara berat dan serak Sky di telinganya. Freya tau saat ini Sky tak bisa lagi menahan hasratnya. Freya bisa merasakan senjata Sky yang berada di punggungnya semakin membesar.


“Sayang apa aku boleh memintanya Freya. Aku merindukan mu sayang.” Tanya Sky lagi mengecup daun telinga Freya dengan bibir panasnya.


Sementara Freya tubuhnya semakin meremang dan panas merasakan sensasi bibir Sky di telinganya. Tangannya tanpa terasa menjatuhkan baju tidur yang akan di pakainya.


Tak mendapatkan jawaban dari Freya Sky membalikkan tubuh Freya perlahan dan menyambar bibirnya rakus. Sky yakin sebenarnya Freya juga menginginkannya. Terlihat dari tubuh Freya yang menegang.


Freya meremas kemeja Sky di pinggangnya, mendapatkan ciuman panas bibir Sky di bibirnya. Bahkan Sky menyesap bibirnya kuat.


Entah sudah lama tak mendapatkan sentuhan dari Freya. Sky menyesap bibir Freya kuat atas dan bawah bergantian. Dia juga menggigit bibir Freya kecil kecil agar Freya membuka bibirnya.


Merasakan ada celah Sky melesakkan lidahnya masuk ke dalam rongga mulut Freya dan mencari lidah Freya. Menyentuh langit langit mulut Freya hingga membuat Freya mengerang dalam ciumannya dan hampir saja limbung kebelakang.


Beruntungnya, tangan besar Sky menahan tubuhnya.


Hingga beberapa menit kemudian, Sky membopong tubuh Freya keluar dari ruang ganti tanpa melepaskan tautan bibirnya. Sky kemudian membaringkan Freya di atas ranjang besar miliknya.


Nafas Sky semakin memburu saat mata tajamnya melihat gundukan inti Freya saat handuk yang di pakainya tersingkap. Sky menarik handuk yang melingkar di tubuh polos Freya.


Tak hanya nafasnya yang memburu, kali ini Sky sudah terbakar oleh gairah yang menguasainya melihat tubuh polos Freya di depan matanya.


Sky kembali menindih tubuh polos Freya dan mendekatkan wajahnya.

__ADS_1


Cup..


 


__ADS_2