Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 79# Goncangan musuh


__ADS_3

Brukk...


Sky menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Freya. Nafasnya memburu menikmati sisa sisa pelepasannya yang baru saja dia raih. Dia menoleh ke samping, menatap punggung kecil Freya yang membelakanginya. Gigi Sky gemerutuk menahan emosi pada Freya yang membelakanginya.


“Tidur kita akan melanjutkannya nanti.” Tukas Sky memejamkan matanya saat kantuk menyerangnya setelah bercinta cukup panas dan menguras tenaganya.


Sementara Freya dia memejamkan matanya merasakan sakit dan panasnya yang luar biasa di inti tubuhnya. Tangannya meremas kain seprey yang sudah tak berbentuk. Air matanya tak terasa jatuh begitu saja. Sky dengan teganya menyentuhnya liar dan tanpa perasaan. Hingga milik Freya sangat sakit dan panas.


Dia tak perduli ucapan Sky barusan, terlalu sakit dan terlalu kecewa yang Freya rasakan saat ini, dia tak perduli jika Sky akan marah sekalipun. Tak lama kemudian Freya ikut memejamkan matanya menjemput mimpi buruk yang baru saja dia terima. Freya berharap jika semua ini adalah mimpi untuknya.


*


Akhh..


Freya membuka matanya merasakan sakit dan sesak di pusat inti tubuhnya. Matanya terbuka dan dia shock melihat Sky lagi lagi menindihnya.


“Buka matamu kau harus menikmatinya.” Tukas Sky menyentak pinggulnya pada Freya.


Uhh...


Nafas Freya tersengal sengal merasakan sakit di pusat inti tubuhnya. Freya merasakan jika area sensitifnya terluka, rasanya sangat sakit lebih dari yang sebelumnya. Bekas sakit dan perih akibat semalam yang belum sembuh dan masih terasa sakit. Dan saat ini Sky lagi lagi menghujamnya kembali tanpa ampun. Padahal Freya merasa jika dia baru saja tertidur, tapi Sky membangunkannya paksa.


“Eghh Freya... “ Racau Sky bergerak naik turun memompa tubuh kecil di bawah kungkungannya. Gerakan pinggulnya sama sekali tak pelan dan halus, hanya kasar dan cepat yang Sky lakukan saat ini. Sky tak perduli jika Freya akan sakit sekalipun, Sky hanya ingin menunjukkan jika dia adalah seorang pria dan tak akan luluh pada wanita. Dia bisa mencari banyak wanita dan menyalurkan hasratnya pada wanita tanpa perasaan.


Tangan besarnya tak tinggal diam, dia menangkup salah satu buah kenyal yang bergerak seirama dengan hujaman pinggulnya dan meremas nya.


Bunyi gesekan kulit yang nyaring dan racauan Sky memenuhi seluruh ruangan di pagi hari. Ya saat pagi hari senjatanya bangkit, Sky langsung menyatukan tubuh mereka berdua. Tak perduli jika Freya masih memejamkan matanya sekalipun.

__ADS_1


Sky menyentak benda keras miliknya pada Freya dalam satu kali hentakan dan berhasil masuk sepenuhnya pada Freya. Sky bahkan tak jijik, saat dia menenggelamkan wajahnya di sana. Padahal sisa sisa percintaan semalam terlihat jelas dan sudah mengering. Tapi Sky tak perduli, dia membangunkan Freya dengan menenggelamkan wajahnya di sana. Berharap Freya bangun dan membuka matanya. Tapi Freya sama sekali tak bangun dan masih bergelung di alam mimpi. Hingga akhirnya, Sky menyentak milik Freya yang basah dan berhasil membangunkan Freya.


Mata Freya sama sekali tak berkedip, melihat wajah Sky yang penuh gairah. Racauan yang keluar dari bibirnya sama sekali tak terlihat seperti sebelumnya. Dia seperti seorang psikopat yang memangsa buruannya.


Sky menatap mata Freya yang menatapnya. Gerakan pinggulnya sama sekali tak berhenti dan masih menghujam Freya. Tatapan matanya sama sekali tak berkedip melihat mata Freya yang terlihat sembab.


Tak lama kemudian Sky melepaskan penyatuannya dan bangkit dari atas tubuh polos Freya dan masuk ke dalam kamar mandi. Padahal Sky belum meraih puncak miliknya, tapi Freya sudah meraihnya. Tapi Sky sama sekali tidak mendengar jeritan kenikmatan Freya tadi, hanya tatapan matanya yang terlihat sayu menatapnya.


Brakk...


Prang..


“Brengsek...”


Sky mengamuk di dalam kamar mandi. Tatapan mata Freya padanya terlihat sangat asing di matanya. Sky mengusap wajahnya kasar, mengingat jika dia sangat kasar pada Freya. Kenapa Freya harus memancing emosinya dan kenapa Freya tak menganggap dirinya sebagai suami. Apa yang Freya inginkan sebenarnya. Lepas darinya dan mencari pria yang lebih muda darinya atau bagaimana.


Kenapa tak ada satu wanita yang tulus padanya. Kenapa mereka hanya mempermainkan dirinya. Baik Elvira dan Freya mereka berdua sama saja, dan bodohnya kenapa dia harus memberikan hatinya pada wanita.


Brukk..


Kaki Freya sangat lemas, dia seperti tak berpijak di lantai. Tulang tulangnya seperti mau rontok semuanya. Freya merintih dan menggigit bibirnya, jangan sampai dia menangis. Akan terlihat oleh Sky dan dia akan menyiksanya lagi. Freya berjalan menuju ruang ganti dengan perlahan dan mengambil setelan formal milik Sky dan membawanya keluar dan menyimpannya di atas ranjang.


Tak lama kemudian Sky keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggangnya. Sky melirik ke arah Freya yang berjalan tertatih mengambil pakaian yang berserakan di lantai. Ada perasaan bersalah di hati Sky saat memperlakukan Freya seperti ini, tapi rasa kecewa dan di permainkan oleh wanita membuat hati Sky membeku.


“Aku sudah menyiapkan baju untukmu.” Kata Freya menoleh pada Sky dan tersenyum tipis.


Sky berjalan masuk ke dalam walk in closed tanpa menghiraukan ucapan Freya. Mengambil pakaiannya yang lain dan memakainya. Dia tak perduli jika Freya sudah menyiapkan untuknya.

__ADS_1


Freya tersenyum kecut saat Sky tak memakai setelan baju yang dia siapkan. Dia berjalan ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya yang sakit semua. Freya hanya bisa terisak di bawah air shower yang mengalir. Meratapi nasibnya yang buruk, dia pikir Sky akan memperlakukan dirinya baik, ternyata pria itu justru menyiksanya seperti ini. Freya ingin pulang, tapi bagaimana caranya di pulang. Apa Kikan tak akan menjualnya lagi daat dia pulang nanti. Sebelumnya, saat Kikan melihatnya di culik saja ibunya sama sekali tak mencarinya dan sampai detik ini dia tak tau apakah ibunya perduli padanya atau tidak.


Hingga satu jam lamanya Freya baru menyudahi mandinya saat tubuhnya menggigil kedinginan. Freya menyambar handuk dan memakainya lalu keluar dari kamar mandi.


Brakk..


Freya berjengit kaget saat mendengar pintu yang di tutup kencang oleh suaminya yang keluar dari kamarnya. Mata Freya memanas dan dia terisak di depan pintu kamar mandi. Hatinya sakit melihat Sky yang seperti ini padanya. Apa karna cemburu dan marah saat dia menolaknya, hingga dia memperlakukan dirinya seperti ini. Freya menyesal telah menolaknya kemarin, dan berujung seperti ini. Kecewa dan sadar siapa dirinya hingga dia tak sadar telah menolaknya kemarin.


*


Sky mengusap wajahnya kasar, dia tak bisa menghilangkan bayang bayang wajah Freya yang menatapnya. Tatapan mata kecewa Freya di layangkan padanya. Apa maksud Freya menatapnya, bukankah dia tak pernah menganggap dirinya. Kenapa dia menatapnya seperti itu.


“Tuan, markas kita di serang.” Kata Calvin yang masuk ke ruangan Sky.


Sky mengeraskan rahangnya mendengar penuturan Calvin. Salah satu musuhnya mencoba menyerangnya. Mereka pasti tau saat ini dia mempunyai kelemahan.


“Brengsek..”


Sky bangkit dari kursi kebesarannya dan berjalan keluar dari ruang pribadinya. Calvin yang tau mereka akan kemana menghubungi anak buahnya yang lain.


“Tuan bagaimana dengan nona Freya.?” Tanya Calvin pada Sky saat mereka sudah berada di dalam mobil.


Sky tersenyum sinis, baru dua malam dia mengatakan jika Freya adalah istrinya, dan hari ini musuhnya sudah berani menyerangnya. Mereka pasti berpikir jika dia akan lemah saat ini. Sky tak akan pernah membiarkan mereka merebut kekuasaannya melalui Freya.


Freya bukan wanita yang akan menjadikan dirinya lemah. Freya hanya wanita mainannya, dan dia tak akan kalah melalui Freya.


Calvin melirik ke arah tuannya saat tak mendapatkan jawaban dari tuannya. Dia tak bisa berbuat apa apa selain diam. Tuannya saat ini sedang tak baik baik saja.

__ADS_1


.


.


__ADS_2