
"Brengsek.."
Prang...
Dua wanita yang duduk di sampingnya berjengit kaget mendengar Sky membanting gelas di tangannya. Mereka berdua beringsut menggeser bokongnya dari Sky.
"Puaskan aku."
Mereka berdua melirik satu sama lain saat mendengar penuturan Sky. Sky yang melihat itu mengeratkan giginya emosi. Dia menoleh ke samping dan menatap tajam pada wanita di sampingnya.
"Apa kalian mendengarku, puaskan aku sekarang." Desis Sky. Ya sudah dari kemarin Sky tak mencari wanita untuk bercinta dengannya. kepalanya berdenyut nyeri.
Tak menolak kedua wanita itu mengulurkan tangannya bergerilya di tubuh Sky. Melepaskan ikat pinggang yang di pakai Sky kemudian mengeluarkan milik Sky yang masih tertidur lelap. Sky menyandarkan tubuhnya di sofa membiarkan dua wanita itu menghilangkan stress nya. Sky mengangkat sudut bibirnya. Baru kali ini, dia ingin wanita yang lebih dulu membangunkan miliknya.
Mata Sky terpejam saat salah satu dari mereka menggerakkan jarinya. Terang saja miliknya yang tertidur perlahan mulai bangkit menggeliat dan mengembung.
Ahh...
Desah Sky saat miliknya berada dalam bibir merah merona salah satu wanita di sampingnya. Bukan hanya bibir jari lentik bercat merah muda pun juga sama bergerak naik turun memanjakan benda tumpul miliknya. Sedangkan wanita lainnya juga tak kalah menggerakkan tangannya. Mengambil tangan Sky dan menuntun tangan Sky pada miliknya.
"Bergeraklah tuan."
Titahnya seperti ******* yang di tangkap telinga Sky. Dia meminta Sky menggerakkan jarinya pada milik wanita di sampingnya. Sky bisa merasa jika milk wanita itu basah dan lembab di tangannya. Sedangkan wanita itu bergerak seperti cacing kepanasan saat tangan Sky mulai bergerak membelai lembah basah nan rimbun di antara kedua pahanya.
Uhh...
Erang Sky saat wanita di bawah tubuhnya mempercepat gerakannya.
__ADS_1
"Ah tuan, ayolah gerakkan dia."
Sky diam di tak menggubris wanita di sampingnya. Dia masih menikmati sentuhan tangan dan bibir wanita di bawah tubuhnya. Hingga sepuluh menit kemudian erangan Sky semakin keras dan tak lama tubuh Sky mengejang dan melepaskan orgamesnya di dalam bibir wanita di bawah tubuhnya. Sedangkan wanita di bawah tubuh Sky tersenyum penuh kemenangan melihat wajah puas Sky.
Dia bergeser saat sahabatnya berdiri dan langsung duduk di atas pangkuan Sky. Sky yang masih mengatur nafasnya yang tersengal membuka matanya dan mendorong wanita yang menyatukan milik mereka berdua.
Brukk..
Prang..
"Tuan.. "
Wanita itu tersungkur saat dia mau bergerak di atas paha Sky. Tubuhnya menabrak meja hingga wine di atas meja jatuh ke lantai.
"Siapa yang mengijinkan kalian, untuk memasukan milikku pada milik kalian. Keluar dari sini, dan jangan pernah tunjukan wajah kalian di depanku."
"Berikan mereka uangnya."
Calvin menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam, melemparkan uang pada dua wanita yang duduk di atas sofa seperti cacing kepanasan.
Cih..
Calvin keluar dan mengejar tuannya yang lebih dulu keluar menuju mobil. Sampai di mobil Calvin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke perusahaan. Sampai di perusahaan Sky berjalan lebar masuk ke dalam ruang CEO miliknya dan masuk ek dalam kamar mandi. Mengguyur tubuh tingginya di bawah air shower yang mengalir.
Entah kenapa Sky hanya bisa melakukan semua itu. Biasanya Sky akan bermain hingga empat kali semburan. Lalu kenapa dia mendorong wanita yang duduk di atas tubuhnya. Tak mungkin karna Freya dia menolak mereka memuaskan.
Cih..
__ADS_1
"Aku tak mungkin tunduk dengan gadis sialan itu. Dia hanya gadis yang kebetulan ku nikahi. Posisi dia sama dengan wanita di luaran sana, hanya untuk memuaskanku."
Gumam Sky melepaskan pakaiannya dan membuangnya asal. Tak sampai lima menit kemudian Sky keluar dari kamar mandi dan mengambil setelan pakaian formalnya lalu memakainya.
Dua puluh menit kemudian Sky keluar dari kamar dan mata tajamnya langsung mengarah pada pria tua yang duduk di atas sofa. Sky berjalan dan mendudukkan bokongnya di atas kursi kebesarannya.
Sedangkan pria yang duduk di atas sofa menatap tajam pada Sky. Putranya benar-benar membuat darahnya mendidih. Dia seperti tak memiliki kesalahan sedikitpun.
"Apa maksud mu Luis, kau menikah tanpa memberitahukan aku."
Teriak Heidher emosi melihat wajah menyebabkan putranya. Sky melirik sinis mendengar teriakan ayahnya. Dia acuh dan menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Mata tajamnya menatap tajam Heidher yang duduk tak jauh darinya.
"Jangan ikut campur denganku pak tua, aku sudah menuruti semua keinginan mu. Jadi jangan sekali kali kau memcampuri uru_"
"Sky..." Teriak Heidher lebih keras lagi. Putranya benar-benar membuat darahnya mendidih dan emosi.
" Kau sudah menikah secara diam diam Luis. Ok jika kau tak ingin keramaian dan menggelar resepsi pernikahan. Tapi setidaknya beri tahu kami kau menikah dengan siapa. Kau menikah tiba tiba dan tak memberitahukan kami. Apalagi daddy sudah pernah ingin menjodohkan mu Luis."
Sky melirik ke arah ayahnya dan masih tak bergeming sedikitpun, menjawab saja tidak. Heidher berang melihat kebungkaman anaknya. Tak lama dia mengelus dadanya sendiri, jangan sampai dia darah tinggi gara gara anaknya sendiri. Dari dulu Sky memang keras kepala dan suka maunya sendiri. Masih beruntung Sky mau menduduki kursi kepemimpinan mendiang ayahnya, kakek Sky. Jika tidak, entah apa jadinya perusahaan ini, dirinya sudah tak mampu lagi bekerja seperti dulu.
"Baiklah siapa wanita yang kau nikahi. Apa wanita itu model, artis atau anak pejabat dan bangsawan Luis." Tanya Heidher pada Sky.
Sky melirik sinis, bibirnya terangkat sebelah saat mendengar pertanyaan ayahnya.
"Bukan siapa-siapa, dia wanita yang ku beli di tempat perjudian."
"Luis.."
__ADS_1