
“Tuan..” Calvin mengikuti langkah tuannya yang baru saja turun dari anak tangga.
“Dimana dia..?” Tanya Sky menyambar jas miliknya dan memakainya.
Calvin yang melihat tuannya memakai jas mengerutkan keningnya. Apa tuannya akan pergi.
“Anda ingin pergi,?”
“Kau pikir aku akan tidur memakai jas.” Sinis Sky melirik ke arah Calvin yang berdiri di sampingnya. Calvin menutup bibirnya, matanya hanya mengikuti langkah tuannya yang membuka lemari hias dan tak lama lemari berputar menampilkan koleksi senjata tuannya dirak lemari.
“Tuan,_”
“Aku tak bodoh Calvin.” Potong Sky cepat mendengar penuturan Calvin. Dia melirik Calvin dengan ekor matanya. Bibirnya tersenyum sinis melihat kekhawatiran Calvin.
“Jaga mension, aku akan pergi sendiri.”
Calvin mendesah kasar mendengar penuturan tuannya. Calvin tau apa yang akan di lakukan tuannya. Tapi tetap saja, tuannya akan pergi. Bukan dia khawatir pada tuannya, Calvin sudah yakin dengan kemampuan tuannya. Tapi yang membuat Calvin bingung bagaimana dengan nona Freya saat terbangun nanti. Apalagi dia sedang tak sadarkan diri.
Sky mengendarai mobil mewahnya dengan kecepatan tinggi. Dia melirik ke arah kaca spion dan tersenyum miring. Sky semakin menginjak pedal gasnya. Tak sampai satu jam Sky sudah sampai di mana bawahannya mengurung Venus.
Sky keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam tanpa menoleh kekiri dan kanannya. Dia tak perduli dengan orang yang mengikutinya.
“Luis..” Lirih Venus yang terduduk di lantai dingin dan kotor, terlebih ruangan itu sangat bau menyengat. Mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya, Venus yakin jika dia pasti Luis suaminya.
Venus membuka matanya perlahan dan menyipitkan matanya saat sorot lampu menyilaukan pandangannya.
Sky tersenyum miring mendengar Venus memanggilnya sangat lirih dan hampir tak terdengar. Sky berjongkok dan menarik rambut Venus, sampai Venus merintih dan menatap sayu pada Luis.
“Luis kenapa kau melakukan ini, aku istrimu.” Ucap Venus mendongakkan wajahnya akibat tarikan tangan Sky semakin kencang, hingga kepala Venus semakin panas dan pandangannya mengabur.
“Nona Venus, aku bukan suamimu dan kau juga bukan istriku. Istriku hanya satu dan itu adalah Freya, nona.” Tekan Sky menarik rambut Venus.
Sementara Venus menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Luis di telinganya.
“Apa maksudmu Luis,” tanyanya dengan bibir gemetar. Tangannya mencoba melepaskan tangan Sky dari rambutnya. Tapi sayangnya, Venus tak memiliki tenaga sedikitpun.
“Aku memang tak pernah menikahimu nona.”
Bruk..
Sky melepaskan tangannya, hingga Venus yang tubuhnya lemas tersungkur ke depan dan wajahnya mencium lantai dingin.
Venus hanya menggelengkan kepalanya berulang kali mendengar penuturan suaminya. Dia menarik kaki Luis yang ingin pergi meninggalkannya.
“Luis lepaskan aku, aku istrimu.”
“Jika ayah mu menemukanmu berarti kau beruntung nnona”
Sky menarik kakinya dan melanjutkan langkahnya keluar dari gudang di pinggir kota. Dia tak perduli dengan Venus yang akan keluar sekalipun. Saat ini yang harus Sky lakukan adalah menghancurkan Eden dan membunuhnya. Sumber dari rencana Venus dan Keanu adalah datang Eden.
__ADS_1
Dia sudah tau dari dulu. Dia pikir Eden sudah mati saat dia menembaknya. Apalagi dia juga terkena percikan api saat itu. Ternyata Eden juga masih hidup dan saat ini dia masih mengincarnya. Sky tau dari dulu, Eden menginginkan klan miliknya.
“Siapa yang akan menjadi pemenangnya Eden.” Gumam Sky tersenyum miring dan masuk ke dalam mobilnya. Kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang kembali ke jalan raya.
Eden memang sengaja mengikuti Sky saat keluar dari mension mewahnya. Setelah tak berhasil merebut markas besar milik Sky. Beberapa hari ini Eden mengikuti mobil Sky kemanapun perginya.
Dan malam hari ini dia pasti bisa membunuh Sky dengan tangannya. Kemudian menggantikan Sky menjadi suami wanita yang sangat cantik di dalam mension mewah Sky.
Semenjak Venus menunjukkan foto seorang wanita padanya. Eden langsung tertarik dan jatuh hati dengannya. Wanita yang sangat cantik dan mungil yang Venus incar agar dia membunuhnya. Ternyata dia adalah istri Sky. Dan dia tak akan membunuh Freya, tapi dia akan membunuh Sky lalu kemudian menggantikan Sky menjadi suami wanita cantik dan mungil itu di mension mewah Sky.
Eden tau jika di dalam gudang tua itu ada Venus di dalamnya. Wanita yang menjadi partner ranjangnya saat dia menginginkannya.
Tapi Eden tak perduli dengan Venus. Baginya Venus hanya sebuah mainan, dan dia sama sekali tak perduli. Dia hanya ingin membalas Ausky Luis yang sudah menghancurkannya. Kemudian mengambil wanita milik Sky, itu adalah tujuannya.
Dan malam hari ini, dia mendengar jika Sky pergi menemui Venus seoarang diri. Itu sebabnya dia tak menyia-nyiakan kesempatan untuknya.
“Aku akan mengambil milikmu Luis.” Eden tersenyum miring mengangkat tangannya dan membidik mobil di depannya yang di kendarai oleh Sky.
Dor...
Tring...
Brakk..
Eden tersenyum lebar melihat mobil yang di kendarai Luis terbalik dan berguling lalu kemudian menghantam salah satu bangunan tua.
Di belakangnya mobil bawahannya juga berhenti. Eden melirik ke samping saat salah satu bawahannya menghampirinya. Tapi tak lama Eden menoleh dan melototkan matanya melihat siapa yang berdiri di samping.
“Kau..”
“Tak semudah itu kawan..”
Dor...
Akk..
Eden tersungkur di aspal saat Sky menembaknya pahanya. Dia menoleh ke belakang Sky dan ternyata mereka bukan bawahannya, melainkan orang Sky.
“Luis brengsek..”
Dor..
Akk..
Eden berteriak keras merasakan nyeri di kedua kakinya. Tak lama Sky menendang wajah Eden dengan sepatu fantofel miliknya. Hingga Eden terjengkang ke belakang bersama dengan darah segar mengalir di mulut dan hidung Eden.
“Kupikir kau sudah mati terpanggang bersama dengan bawahan mu yang lain Eden.” Ejek sky menatap Eden yang terkapar tak berdaya di aspal.
“Kau..” lirih Eden dengan nafas yang memburu. Tak lama dia mengangkat tangannya yang masih memegang senjata pada Sky. Tapi sayang Sky lebih dulu menginjak tangannya.
__ADS_1
Akk..
“Ada yang ingin kau katakan pada Keanu, hem. Aku akan menyampaikannya padanya nanti.” Kekeh Sky menatap Eden yang meringis kesakitan.
Dor..
*
Cup...
Sky mengusap pipi putrinya yang cabi dan menciumnya. Masih terlihat mata bengkak Ara yang baru saja menangis dan suara segukan Ara meski dia sudah tertidur sekalipun.
“Maafkan daddy sayang.” Bisiknya lirih dan menciumnya lagi.
Di sampingnya Elard tidur menyamping dengan tangan di punggung Ara. Sky mendesah kasar, mengusir pikiran bodohnya yang tiba tiba saja hinggap.
“Dad..” Elard terbangun dari tidurnya dan mengucek matanya. Dia menutup mulutnya dan menguap. Elard melirik jam di atas meja, kemudian menoleh ke arah Sky.
Tak lama Elard baru menyadari jika dia ada di kamar Ara. Elard menoleh ke arah Sky lagi.
“Daddy dari mana.?” Tanyanya bingung melihat Sky masih memakai jas miliknya.
Sky tak menjawab pertanyaan Elard, dia hanya menatap Elard datar dan Elard menyadarinya. Elard menundukkan wajahnya saat Sky melihatnya dengan tatapan datar. Hingga beberapa menit kemudian Sky menghembuskan nafasnya perlahan.
“Kapan kau ujian semester, kau harus menjadi kebanggaan daddy. Setelah lulus kau harus melanjutkan sekolahmu, daddy akan mencarikanmu sekolah yang terbaik.” Tegas Sky masih menatap Elard.
Sementara Elard mendongak mendengar penuturan ayahnya. Tak lama dia menundukkan wajahnya kembali melihat tatapan mata Sky padanya.
“Ya dad..” jawab Elard lirih.
“Hemm.. “ Jawab Sky mengelus kepala Elard dan pergi meninggalkan kamar putrinya.
Sementara Elard menatap punggung Sky yang menghilang di balik pintu. Dia menoleh ke samping, menatap wajah pulas Arabelle. Bibirnya yang terbuka dan pipinya yang kemerahan terlihat lucu di mata Elard. Sungguh Elard tak bisa memalingkan matanya saat melihat wajah mungil dan menggemaskan di sampingnya.
Elard mendesah kasar mengingat ucapan daddynya barusan. Elard yakin jika Sky akan mengirimnya jauh dari Ara. Elard sudah bisa menebaknya. Bagaimana jika dia rindu dengan gadis kecil di sampingnya. Apalagi kurang dari satu bulan ujian terakhirnya akan berlangsung.
Elard mendesah kasar, dia membaringkan tubuhnya lagi dan memeluk Ara di sampingnya.
Cup..
“Apa kau akan mengingat ku nanti sayang.”
Entah kenapa Elard tak ingin berpisah dari gadis cilik di pelukannya. Elard bisa membayangkan jika dirinya akan lama tak bertemu dengan Ara. Dan semoga saja dia tak berpisah dari Ara. Dia ingin bersama dengan Ara dan melihat tubuh kecilnya menjadi remaja.
Elard terkekeh mengingat bagaimana tubuh kecil Ara tumbuh remaja. Apa dia akan cengeng seperti sekarang atau justru sebaliknya. Dibalik senyumnya hati Elard sebenarnya gelisah luar biasa. Elard hanya berdoa semoga daddynya tak mengirimnya sekolah yang jauh agar dia bisa dan sering melihat Ara.
__ADS_1