
"Aw.. "
Freya meringis saat miliknya yang masih menyatu dengan Sky dia gerakkan kasar. Freya tak tau jika milik mereka masih menyatu. Apalagi milik Sky masih mengembang di dalam rahimnya.
Sedangkan Sky memejamkan matanya merasakan linu di pangkal pahanya. Sky membuka matanya dan melotot ke arah Freya, geram bukan main. Tapi tak lama miliknya semakin berkedut kembali. Apalagi saat merasakan hangatnya miliknya di dalam rahim Freya, seketika gejolak panas tubuhnya bangkit kembali.
"Maaf.. " Ucap Freya menundukan wajahnya.
"Bergerak lagi." Freya mendongak menatap Sky, dia tak tau apa maksud Sky. Tapi milik Sky benar-benar tak nyaman bergerak memenuhi rahimnya dan terasa sesak di bawah sana. Freya berpikir mungkin milik Sky juga sakit seperti dirinya.
"Freya.. Ku bilang bergerak lagi,"
"Ya... "
Freya menggerakkan pinggulnya perlahan sembari meringis merasakan perih dan panas di area sensitifnya. Sky memejamkan matanya saat merasakan sentuhan lembut dan hangat lagi pada miliknya. Terdengar geraman tertahan Sky dan racauan Sky meminta Freya bergerak lebih cepat lagi.
"Oh Freya lebih cepat lagi sayang."
Freya mendengus mendengar racauan Sky, Freya baru tau jika ternyata Sky membohonginya. Freya heran dengan Sky, kenapa miliknya sama sekali tak mengecil di dalam miliknya tadi. Tak lama Freya tersenyum miring, meski sakit dan tak nyaman kali ini Freya harus berhasil. Tatapan matanya melirik ke arah pintu yang di yakini kamar mandi.
"Ohh sayang.. Kau pintar Freya." Racauan Sky semakin menjadi saat tiba-tiba Freya menambah ritme gerakannya.
Freya sedikit menambah ritme dan menekan bokongnya. Hingga membuat Sky semakin mengerang, bibirnya tak berhenti meracau memuji Freya.
Freya bangkit dan meringis merasakan miliknya terasa sangat panas dan perih. Apalagi saat miliknya di paksa lepas dari milik Sky dan berjalan ke kamar mandi.
Ugh...
Mata Sky terbuka merasakan Freya yang tak lagi bergerak. Tak lama Sky melotot melihat Freya yang berjalan tertatih masuk ke dalam kamar mandi.
"Freya.. " Teriak Sky.
__ADS_1
Freya tak menggubris, dia menutup pintu kencang dan menguncinya dari dalam.
Brakk..
"Ah sial dia sekarang sudah pintar membuatku marah." Gerutu Sky menatap miliknya yang masih berdiri. Sky mendengus dan bangkit dari ranjang, keluar dari kamar dengan tubuh polosnya dan mengambil pakaiannya dan milik Freya yang berserakan di lantai. Sky membuang pakain Freya bahkan menginjaknya.
"Aku akan membuang semua pakaian mu yang seperti ini, apa dia sengaja memakainya biar mereka tau paha mulusnya heh."
Sky menyambar ponsel yang terjatuh di lantai bersama dengan barang miliknya yang lain. Bibirnya terangkat mengingat percintaan panasnya tadi di atas meja. Freya menghancurkan meja kerjanya kali ini, bukan dirinya yang biasanya menghancurkan mejanya.
"Carikan baju panjang dan celana panjang untuk Freya sekarang."
Freya keluar dari dalam mandi dan duduk di atas ranjang yang kusut tak terbentuk. Tak lama Freya kaget saat mendengar pintu yang di terbuka dan menampilkan Sky dengan tubuh polosnya berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Sky masuk ke dalam kamar mandi Freya berjalan keluar mencari pakaian miliknya.
"Pria tua itu membuangnya."
*
"Tuan ini pakaian milik nona."
Sky menyambar paperbag di tangan Calvin dan berjalan ke arah kamar. Sky tau jika Freya marah padanya karna dia membuang pakaian miliknya.
"Pakai ini kita beli lagi yang seperti tadi." Freya mendongak melihat Sky. Melihat Freya menatapnya Sky berbalik dan keluar lagi dari kamar.
Di luar Calvin menatap aneh meja kerja tuannya. Bukankah mereka baru saja bercinta, lalu kenapa meja kerja Sky bersih.
"Apa tuan baru saja mengingat nona Elvira di depan nona Freya."
Bug..
__ADS_1
"Tutup mulutmu, dan beritahu mereka untuk membersihkannya."
Calvin yang terhuyung sebelumnya hanya menganggukan kepalanya. Lalu berjalan keluar sambil mengusap bibirnya yang perih.
Sedangkan Sky berjalan lebar keluar dari ruangannya. Bodyguard yang melihat tuannya keluar dari ruangannya mengikuti langkah tuannya.
"Jangan mengikutiku," Mereka menganggukan kepalanya.
Sky pergi ke ruang kendali, dia menghapus rekaman cctv yang ada di ruang kerjanya tiga jam yang lalu. Sky tak ingin mereka melihat tubuh polos Freya. Setelah menghapus semuanya Sky berjalan kembali ke ruang ceo miliknya.
Keluar dari pintu lift Betrik sudah menghadangnya. Sky tak perduli dia berjalan lebar memasuki ruang ceo.
"Tuan..”
Sky tak menggubris dia tetap melanjutkan langkahnya masuk ke dalam ruang Ceo miliknya. Sedangkan Betrik yang melihat Sky acuh padanya mengepalkan tangannya. Wajahnya merah padam mengingat Sky yang sudah berganti pakaian dari yang sebelumnya.
" Gadis sialan, kau sudah merebutnya dariku." Gumam Betrik mengeratkan giginya emosi.
Melihat Sky masuk ke dalam ruangannya Freya meremas pakaian panjang yang di pakainya. Freya sungguh tak nyaman memakai pakaian yang sangat kebesaran di tubuhnya.
"Tuan akan membelikan pakaian milikku." cetus Freya tiba tiba.
Tapi tak ada sahutan dari Sky, Freya melirik ke arah Sky. Bibirnya mencebik kemudian dia berbalik dan pergi meninggalkan Sky di ruang kerjanya. Dia tau jika Sky menyuruhnya datang kemari hanya untuk memuaskan nafsunya saja. Dan setelah mendapatkannya Sky akan sama dingin dan datar kembali. Freya tak ingin Sky berbalik marah padanya. Lebih baik dia pergi dari hadapan Sky. Lupakan pakain miliknya yang di buang oleh Sky dsri pada dia yang di buang dan di lemparkan dari atas gedung.
Melihat Freya keluar dari ruangannya Sky mengepalkan tangannya. Bibirnya menggerutu melihat Freya yang pergi tanpa mengatakan apapun padanya. Di tambah lagi, Freya yang sepertinya marah padanya.
"****.. Dia menyebalkan."
.
.
__ADS_1