
“Masuk kekamar mu Freya.”
Freya berbalik dan pergi menaiki anak tangga. Dia tak tau jika dia akan keluar dengan kemeja Sky di tubuhnya. Sampai di dalam kamar Freya mengunci pintu kamarnya. Freya takut Sky akan marah padanya nanti.
Click..
“Keluar dari sini sebelum aku memecahkan kepalamu.” Desis Sky menodongkan senjata apinya pada Marcel.
Marcel mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Dia juga menatap Sky dengan sorot mata tajamnya.
“Aku tau tujuanmu.”
Marcel mengeraskan rahangnya mendengar penuturan Sky. Bibirnya masih terkunci rapat dan sama sekali tak menjawabnya.
“Apa maksudmu.”
Cih..
“Kau pikir aku pria bodoh hemm. Berani merebutnya aku akan melupakan siapa dirimu Marcel.”
Marcel shock dan tak percaya mendengar penuturan Sky padanya. Sky tau jika dia ingin merebut Freya darinya. Apa Luis juga tau tentang Venus dan dirinya.
“Aku datang kemari hanya untuk berkenalan dengannya.”
Cih...
“Keluar dari mansion ku atau aku akan menembak mu saat ini juga.” Sky masih menodongkan senjata apinya pada Marcel. Dia tau apa yang Marcel inginkan darinya. Merebut Freya adalah salah satu tujuan Marcel saat ini.
Marcel keluar dari mansion Sky dengan wajah merah padamnya. Dia masuk kedalam mobil dan membanting pintu mobil.
“Rupanya kau tau Luis, Cih.. Aku tak akan pernah membiarkan kau menang kali ini.”
Marcel menginjak pedal gasnya meninggalkan mansion Luis. Pria yang sudah merebut segalanya darinya. Dari harta yang di wariskan semuanya, hingga kekasihnya yang memilih dia.
Marcel benar benar membencinya. Sekian tahun, menjadi anggota keluarga Romanov dan menjadi anak yang berbakti dan lembut tapi tetap saja Heidher menomor satukan Luis. Dia menyerahkan semua harta dan kekayaan Romanov pada Luis, bukan padanya.
“Brengsek.”
*
Brak..
Freya berjengit mendengar suara pintu di tendang dari luar. Dia keluar jendela dan berdiri menyembunyikan dirinya di samping jendela. Dia sudah menangis membayangkan Sky yang akan marah padanya.
Ya Freya sudah melupakan rasa sakit hatinya dan melupakan jika semalam suaminya sudah menghianatinya. Hanya ada rasa takut, karna dia merasa bersalah hari ini. Dia tak sengaja dan tak sadar jika dia keluar hanya dengan memakai kemeja di tubuhnya.
Freya hanya tak ingin di marah hari ini. Freya masih mengingat saat ibunya Kikan memarahinya dan dia harus berlutut di depannya. Ya dia akan melakukan itu dan meminta maaf pada Sky.
__ADS_1
Menjadi gadis yang selalu di sia siakan dan di marah setiap hari. Kadang membuat kepribadian Freya berubah ubah. Padahal dia semalam baru saja menangis membayangkan Sky yang bergumul di atas ranjang bersama wanita lainnya. Di tambah lagi saat dia menemukan sebuah cincin dan foto yang di yakini adalah kekasih Sky. Freya seketika melupakan itu, hanya ada rasa takut saat ini.
“Masih ingin bersembunyi dariku.”
Freya kaget mandengar nada berat dan menyeramkan di telinganya. Freya menoleh dan menundukkan wajahnya saat melihat tatapan tajam mata Sky padanya. Freya menggeleng kepalanya berulang kali, dan meminta maaf pada Sky.
“Apa kau sengaja ingin menggoda Marcel hah.” Teriak Sky menatap tajam pada Freya. Emosi mengingat Freya yang menolaknya dan tiba-tiba saja dia bertemu dengan Marcel hanya menggunakan kemeja di tubuhnya.
“Aku_”
Brukk..
Tubuh kecil Freya menubruk tubuh tinggi besar Sky saat Sky menarik tangannya. Freya semakin ketakutan melihat mata Sky yang memerah menahan amarah.
Srekk..
Akkrr
“Tuan apa yang kau lakukan, maafkan aku.” Teriak Freya saat Sky menarik kemejanya.
“Kau tak ingin melayani ku tapi kau ingin menggoda pria itu. Apa kau tak puas dengan pelayanan ku ******.” Sky seketika mengunci bibirnya saat sadar apa yang baru saja dia katakan.
Freya mendongak menatap mata hitam Sky yang sama menatapnya juga. Tangannya terkepal saat mendengar perkataan Sky padanya. Freya tak menyangka jika Sky akan mengatakan dirinya wanita murahan.
Freya tersenyum miris, Sky baru saja mengingatkan dirinya jika dia gadis yang di jual di tempat perjudian. Wanita murahan, apa lagi sebutan yang pantas dari wanita sepertinya. Selain pria tua itu saat ini Sky juga mengatakannya, jika dia adalah wanita murahan.
Sky sendiri masih berdiri mematung, melihat Freya yang melepaskan kemeja miliknya dan terlihat lingerie merah muda yang melekat di tubuhnya yang ramping. Tak lama Freya melepaskan lingerie di tubuhnya dan membuangnya juga.
Terlihat dua tonjolan dada Freya yang tak memakai penyangga. Freya memang sengaja, semalam tak memakainya. Bukan hanya itu Freya juga melepaskan kain segitiga miliknya dan membuangnya.
“Freya.. “ Bibir Sky bergetar melihat tatapan Freya padanya. Sungguh emosi dan kecewa membuat Sky lupa dan meluncurkan kata itu begitu saja. Dia sendiri tak sadar sudah mengatakan itu pada Freya.
“Aku baru sadar jika aku di sini untuk memuaskan mu tuan.”
“Freya.. “ Teriak Sky tak terima mendengar perkataan Freya.
Freya tertawa mendengar teriakan Sky padanya. Dia berjalan mendekati Sky Dengan tubuh polosnya dan menarik dasi Sky, tangan kecilnya juga melepaskan kancing kemeja dan membelai dada bidang Sky dengan tangan kecilnya.
Sky memejamkan matanya merasakan sentuhan lembut di dada bidangnya. Elusan tangan Freya membangkitkan gairah Sky. Wajar saja, sejak semalam Sky menahannya dan meredam gairahnya yang memuncak.
Saat ini Freya sudah membangkitkan lagi gairahnya. Tubuhnya terasa panas dan miliknya yang semula tidur bangkit dan sesak di tengah pahanya.
“Aku bisa menjadi seperti yang kau inginkan tuan.” Ucap Freya memeluk dada Sky dan menempelkan tubuh polosnya pada Sky.
Sky membuka matanya dan mendorong Freya kemudian berbalik pergi. Dia tak percaya melihat Freya yang berubah seperti itu. Jelas saja Sky tak percaya, empat hari yang lalu bahkan Freya masih manja padanya dan merengek takut dengan hewan besar itu. Siapa sangka gadis yang terlihat lugu dan penakut itu akan berubah secepat kilat hari ini.
“Kau tak ingin memuaskanku tuan.”
__ADS_1
Sky menghentikan langkahnya dan mengeraskan rahangnya.
“Pakai kembali pakaian mu.”
Freya tertawa mendengar Sky meminta memakai bajunya kembali. Dia berjalan mendekati Sky dan berdiri di depannya.
“Apa kau ingin mencari wanita lain di luar sana tuan. Kau melupakan jika di dalam kamarmu ada ****** yang siap melayani ku. Bukankah seperti itu perjanjiannya.”
“Freya..” Desis Sky dengan nafas yang memburu menahan emosi mendengar penuturan Freya. Dia menyingkirkan Freya dan melanjutkan langkahnya.
“Baikalah, kau tak ingin bercinta dengan ku. Aku akan memanggil _”
Brukk..
Sky mendorong Freya pada tembok dan menyambar bibirnya dengan bibirnya. Emosi Sky semakin memuncak saat mendengar apa yang ingin Freya katakan padanya.
Sky berpikir jika Freya ingin bercinta dengan Marcel saat dia tak mengajaknya bercinta.
Freya tersenyum miris merasakan kasarnya bibir Sky yang menciumnya. Tangannya mencengkram erat bahu Sky saat tangan besar Sky turun dan mengoyak miliknya dengan jarinya.
Hampir saja Freya berteriak sakit dan menangis, tapi dia tak ingin melakukannya. Freya sadar jika ini adalah tugasnya.
Shhtt..
Rintih Freya saat Sky melepaskan tautan bibir mereka dan turun di dadanya. Bukan rasa nikmat kali ini yang Freya rasakan tapi rasa sakit yang lebih mendominasi.
Dikuasai oleh emosi, sakit hati dan rasa kecewa jika Freya menolaknya di tambah lagi dengan cemburu buta yang menguasainya. Membuat Sky tak sadar jika dia sudah menyakiti Freya dengan mengoyak miliknya kasar dengan kedua jarinya.
Freya memejamkan matanya saat merasakan sakit dan panas yang baru saja dia rasakan. Sebelumnya Sky tak pernah melakukan itu pada Freya. Sky baru saja melakukannya sekarang dan itu membuat Freya kaget dan tak percaya.
Freya menggigit bibirnya sendiri meredam rasa sakit yang mengoyaknya. Sungguh Freya ingin berteriak pada Sky, mengatakan jika ini sakit. Tapi Freya tak ingin melakukan itu. Dia ingat jika semalam dia juga mendengar suara ******* wanita di telinganya.
Kecewa dan sakit yang Freya rasakan saat ini. Di jadikan pelarian olehnya dan menjadi pemuas nafsunya, hati Freya sangat sakit. Di tambah lagi mendapatkan perlakuan kasar Sky saat ini. Freya ingin sekali berteriak dan berlari pergi saat ini.
“Kau tak akan pernah bisa lagi diriku Freya.” Desis Sky semakin mengoyak milik Freya. Hingga tubuh Freya bergetar dan menegang, Freya memeluk tubuh tinggi besar Sky dan menyembunyikan air matanya yang merebak keluar. Bibirnya tergigit sendiri menahan rasa sakit di pusat inti tubuhnya.
Hingga beberapa menit kemudian Freya melepaskan puncak orgamesnya di tangan Sky.
Sky tersenyum miring saat merasakan tangannya yang hangat. Sky melepaskan tangannya dan berbisik ditelinga Freya.
“Apa kau puas dengan ku Freya.”
Freya masih mengunci bibirnya mendengar pertanyaan Sky padanya. Dia masih menetralkan rasa sakit di pusat inti tubuhnya yang semakin berkedut sakit dan panas.
Tak mendapatkan jawaban dari Freya Sky menjauhkan wajahnya dan mengangkat tubuh kecil Freya lalu membanting nya di atas ranjangnya. Freya meringis bukan karena tubuhnya di banting oleh Sky di atas ranjang. Tapi sakit hati saat Sky memperlakukannya kasar seperti ini padanya. Apa kesalahannya kemarin sangat fatal dan harus di perlakukan seperti ini. Kemana Sky yang bersikap lembut padanya kemarin.
Sky menatap mata Freya yang menatapnya dingin. Nafas Sky semakin memburu melihat tatapan Freya. Dia melepaskan semua kain yang menempel di tubuhnya dan membuangnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian Sky menindih tubuh Freya dan menyatukan milik mereka berdua. Sky dengan kasarnya menyentuh Freya. Lupa jika Freya adalah wanita yang ingin dia lindungi dari musuhnya. Nyatanya dia sendiri yang menyakiti Freya dan mengoyak Freya.