
Cup..
Tiba tiba saja Sky menyambar bibir Freya dengan bibirnya. Hingga Freya memekik kaget dan tanpa sadar membuka mulutnya. Terang saja Sky melesakkan lidah panasnya masuk ke dalam. Menari dan mencari lidah Freya dengan lidahnya.
"Balas ciuman ku sayang." Ucap Sky dengan suara serak dan berat tertutup kabut gairah yang memuncak, saat melepaskan bibirnya sebentar dari bibir Freya.
Ha. .
Freya kaget dan tak lama Sky menyambar bibir Freya kembali dengan bibirnya. Memagut perlahan agar Freya membalasnya seperti apa yang di katakannya.
Perlahan Freya membalas bibir Sky. Meski tak tahu itu dan terkesan kaku, Freya membalas sesapan bibir Sky seperti apa yang Sky katakan. Freya tak pernah berciuman dengan siapun, apalagi membalas pungutan bibir. Tapi Freya jelas pernah melihat bagaimana orang berciuman. Tapi Freya tak tahu yang seperti apa dan bagaimana rasanya.
Merasakan Freya membalasnya, tubuh Sky semakin terbakar gairah. Dia gemas dan menggigit bibir Freya kembali dengan bibirnya. Hingga Freya memekik kaget dan tanpa permisi Sky melesakkan lidahnya lagi masuk ke dalam rongga mulut Freya. Mengobrak-abrik rongga mulut Freya yang beraroma mint yang membuat dirinya gila.
Tangannya bergerilya mengusap paha mulus Freya naik turun. Menyalurkan hawa panas dalam dirinya agar Freya menginginkan juga seperti dirinya yang lebih dulu terbakar di pusaran gairah saat melihat Freya di laptop sebelumnya.
Mendapatkan sentuhan tangan Sky di tubuhnya yang lain. Tubuh Freya menggigil, dan bergetar tanpa sadar Freya melenguh dalam ciuman. Sky melepaskan tautan bibirnya dan turun ke bawah menyesap lagi leher Freya, memberikan tanda kepemilikan dirinya jika Freya adalah miliknya. Sedangkan tangannya dengan berani mengusap lembut milik Freya deng jari besarnya.
Tubuh Freya semakin bergetar mendapatkan usapan lembut di area sensitif nya. Hawa panas dalam tubuhnya semakin meningkat dan kewarasannya mulai menipis. Apalagi saat tangan Sky melebarkan kedua pahanya dsn melesakkan slah satu jarinya. Freya memekik tubuhnya semakin bergetar tangannya meremas kain sprei di bawahnya. Rasa panas dan perih seketika Freya rasakan, wajar saja baru semalam Freya melepaskan selaput daranya pada Sky. Tapi rasa nikmat yang melambungkan jiwanya lebih mendominasi Freya.
__ADS_1
Ahh..
Sky menyambar salah satu dua gundukan Freya yang mengeras di depan wajahnya. Tentu saja membuat Freya semakin kehilangan kewarasannya. Bibirnya tak berhenti mendesah dan merintih.
"Tu_an_ a_ku."
Sky melepaskan bibirnya dari salah satu pucuk kecoklatan Freya dan mengangkat wajahnya mendengar Freya memanggilnya. Tubuhnya mendekati telinga Freya, Sky tau apa yang Freya inginkan. Freya ingin menjemput puncak orgamesnya saat ini.
"Panggil aku Luis sayang." Sembari menambah ritme gerakkan tangannya.
Tubuh Freya semakin tak terkendali, dia sama sekali tak mendengar ucapan Sky. Akal sehatnya benar benar sudah hilang tergulung ombak dan api gairah yang di berikan oleh Sky. Hingga tak lama kemudian Freya memekik keras saat tubuhnya mengejang dan bergetar hebat. Tubuhnya melengkung kebelakang dan kakinya menegang melepaskan bukti puncaknya di tangan Sky.
"Kau puas sayang."
Cup..
Bisiknya di telinga Freya dan mengecup pipi Freya. Freya hanya mengangguk mengiyakan. Nafasnya memburu dan dadanya naik turun setelah ia mendapatkan apa yang di inginkannya.
Sky tersenyum lebar, dia bangkit dan melepaskan kain yang menempel di tubuhnya tanpa sisa lalu membuangnya kesembarang arah.
__ADS_1
Freya memalingkan wajahnya saat melihat bukti gairah Sky yang memanas. Wajahnya bersemu merah saat melihat benda yang mengoyak dirinya semalam menjulang tinggi di hadapannya.
Sedangkan Sky terkekeh melihat Freya memalingkan wajahnya. Apalagi melihat wajah Freya yang memerah seperti tomat. Sky tau jika Freya sangat malu saat melihat miliknya yang berdiri tegak di depannya. Dia menarik tangan Freya dan menuntunnya agar menyentuhnya.
Freya hanya menurut, meski wajahnya masih berpaling dia menurut saat Sky mengambil tangannya dan menuntunnya. Freya tak tau apa yang akan Sky lakukan, tapi tak lama Freya berjengit kaget menarik kembali tangannya saat menyentuh benda aneh yang bergerak gerak.
"Sentuhlah sayang, dia milikmu." Ucap Sky menarik kembali tangan Freya agar menyentuhnya.
Freya menoleh dan matanya melirik ke arah tangannya. Seketika wajahnya semakin memerah saat melihat apa yang ada di tangannya. Freya memalingkan wajahnya, tapi Sky lebih dulu menangkup wajah Freya dengan kedua telapak tangannya agar menatapnya.
"Bergeraklah sayang." Seraknya memohon pada Freya agar menggerakkan tangannya. Tapi Freya tak mengerti dia hanya diam saja tak tau harus apa. Apalagi saat benda di tangannya bergerak dan berkedut, Freya justru bergidik geli.
Sky gemas sendiri melihat Freya yang bergidik, wajahnya mendekat dan menggigit hidung kecil Freya. Hingga Freya memekik dan melepaskan tangannya dari bawah dan mengusap hidungnya.
Akk.
"Aku memintamu memanjakannya sayang." Ucapnya serak dan tak sabar menyatukan milik mereka. Mungkin lain kali Sky akan mengajari Freya, dan tidak untuk saat ini. Tubuhnya tak bisa di ajak kompromi. Sky tak bisa mengontrol hawa dalah tubuhnya yang semakin memanas. Entah itu karna cuacanya yang terik atau karna tubuhnya sudah terpanggang dalam pusaran api gairah yang menguasainya.
Akk..
__ADS_1