Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 97# Pertemuan


__ADS_3

Freya menimang ponsel di tangannya. Sky sudah menemukannya dan ada kemungkinan Sky akan mencarinya lagi. Freya sudah pindah dari apartemen nya yang kemarin. Dia tak ingin Sky kembali lagi menemuinya.


Bingung dan bimbang saat ini yang ada pikiran Freya. Dia datang kemari berpisah dari anaknya karna tak ingin Sky mengetahuinya. Dan setelah itu dia menyuruh ibunya datang menyusulnya bersama dengan anaknya keesokan harinya. Hanya itu satu satunya cara menghindari Sky. Mereka sangat rindu ke makam ayahnya, itu sebabnya mereka datang terpisah kekota ini. Siapa sangka baru satu malam saja Sky sudah menemukan keberadaannya.


“Apa aku terlalu menyepelekan pria itu. Kenapa dia cepat sekali menemukanku. Tapi aku tak ingin dia merebut milikku.” Gumam Freya mengusap pipinya yang bisah.


Freya akan memintanya ibunya jangan datang kemari. Dia tak ingin terjadi sesuatu dengan anaknya.


Freya berulang kali menekan nomor di ponsel barunya. Menggigit bibir bawahnya sendiri. Semoga saja ibunya tak jadi berangkat.


Freya mendesah kasar saat nomor ponsel ibunya tak aktif. Freya menjambak rambutnya frustasi, ibunya pasti sudah berada di dalam pesawat.


“Tuhan, apa yang harus ku lakukan. Sky tak boleh menemukan mereka.”


Freya menghubungi Vincent dan nada dering kedua, Vincent sudah mengangkat ponselnya.


“Apa kau sibuk,? “


“Ada apa sayang.?” Freya tersenyum tipis mendengar jawaban Vincent yang memanggilnya sayang. Entah kenapa terdengar tak nyaman di telinga Freya.


“Girl..”


“Ah apa mommy bilang padamu jika dia akan berangkat semalam.” Tanya Freya karena sadar jika semalam ponselnya sudah tak aktif dan itu karna Sky yang membantingnya.


“Ya aku lupa girl jika malam ini mommy akan sampai di bandara. Tunggu aku di apartemen.”


Terdengar bunyi ponsel terputus, dan Freya langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang miliknya. Dia mengusap wajahnya kasar. Mengingat ibu dan anaknya ternyata benar-benar mengikutinya.


*


“Tuan, nyonya kikan masih hidup dan dia ada di bandara bersama seoarang anak kecil.”


Sky mengerutkan keningnya mendengar penuturan Calvin. Kikan masih hidup, bukankah dia kecelakaan dan mobilnya terjun bebas di sungai.


“Shit... “


Sky bangkit dari kursi dan melangkah lebar keluarga dari kamar rawat Elard. Sementara Calvin dia menghubungi Elio agar menjaga Elard. Sementara dia menyusul tuannya yang sudah lebih dulu pergi meninggalkannya bersama bodyguard miliknya.


Venus mengerutkan keningnya saata melihat Sky yang berjalan terburu buru meninggalkan rumah sakit dan masuk ke dalam mobilnya.


Dia menghadang Calvin yang berjalan menuju ke arahnya.


“Katakan padaku mau kemana suamiku Calvin.?”


“Maaf nona.”


Calvin tak menjawab pertanyaan Venus, dia masuk ke dalam mobilnya mengikuti mobil tuannya yang beraso di depannya.


“Brengsek..”

__ADS_1


Prang..


Brakk..


Venus mengamuk dan membanting rantang di tangannya. Dia dengan susah payah memasak lalu membawanya kemari, tapi Sky justru pergi meninggalkannya begitu saja.


Emosi dan berang pada Luis, sudah lima tahun dia menikah dengan Luis. Jangankan berbicara padanya, menatapnya saja Luis sangat enggan. Apalagi harus menyentuhnya.


Dia tak pernah menghargainya sedikitpun. Selalu saja ini yang dia terima dari Sky.


“Kupikir kau sudah berhasil nona, ternyata kau seperti pengemis padanya.”


Venus mengepalkan tangannya mendengar suara di belakangnya. Dia tau siapa dia, siapa lagi jika bukan Marcel.


“Bukan urusanmu.” Desis Venus datar dan dingin. Sementara Marcel tertawa mendengar nada dingin Venus.


“Bukankah kau lebih mengerikan nona, kau bahkan mengemis padanya. Bukankah kau sudah tau jika dia mencintai wanita itu. Luis tak akan pernah mencintai mu nona, bangunlah dari mimpimu.”


“Tutup mulutmu sialan.” Teriak Venus pada Marcel dan di balas tawa Marcel yang mengejek Venus. Lalu pergi meninggalkan Venus yang merah padam.


“Brengsek..”


*


Freya melambaikan tangannya saat melihat wanita paruh baya menggendong anak berusia lebih empat tahun. Bibir Freya tersenyum lebar mendekati mereka berdua. Dan tak lama Freya mengulurkan tangannya menggendong putrinya.


“Oh tangan mommy pegal.” Keluh Kikan pada Freya.


“No mommy, Aya tidak nakal sama oma.”


“Pintar..”


Cup.. Cup..


Tak jauh dari sana tubuh Sky mematung melihat Freya menggendong balita yang sangat cantik di tangannya. Sky menyentuh dadanya yang berdetak kencang saat melihat mata bundar balita di gendongan Freya. Mata tajamnya sama sekali tak berkedip melihat rupa gadis cilik yang memanggil Freya mommy.


Apa dia putrinya, . ..


Sky mengusap matanya yang berkaca kaca, jika mungkin saja dia adalah putrinya.


Dan Sky bisa mendengar interaksi mereka bertiga. Tak terasa bibir Sky tersenyum saat melihat senyum lebar gadis kecil di gendongan Freya.


“Daddy..”


Sky terkesiap mendengar panggilan daddy yang keluar dari bibir mungil gadis cantik di gendongan Freya. Apa dia memanggilnya daddy, jadi benar jika dia adalah putrinya. Sky melangkah mendekati mereka dengan senyum lebar di bibirnya.


Tapi tak lama senyum Sky menghilang saat melihat Vincent yang lebih dulu datang dan menggendongnya.


“Vincent..” Gumam Sky menatap nanar Freya dan gadis cantik di gendongan Vincent. Ya Sky bisa melihat jika pria yang mm belakangnya adalah Vincent.

__ADS_1


Sky mengepalkan tangannya mengingat jika ternyata Freya memang menghianati dan berselingkuh darinya. Sky berbalik dan melangkah tapi Sky menghentikan langkahnya saat mendengar penuturan Freya.


“Ara panggil dia uncle Vincent oke.” Seru Freya.


Sky berbalik dan tersenyum lebar, dia yakin jika dia adalah putrinya. Sky melangkah mendekati Freya dengan mata yang memerah. Dia yakin jika gadis itu adalah putrinya. Hati kecilnya mengatakan jika dia adalah putrinya.


Sementara Freya, ibunya serta Vincent sama sekali tak menyadari atau mengetahui jika Sky berjalan menghapus mereka.


“Uncle tulun.”


Arabelle beringsut turun dari gendongan Vincent dan berteriak memanggil daddy.


“Daddy... “


Freya dan Kikan berjengit mendengar teriakan Arabelle yang memanggil daddy.


Sementara Sky semakin tersenyum lebar mendengar teriakan balita yang tak jauh darinya. Matanya semakin memanas saat gadis kecil itu berlari ke arahnya.


Sky berjongkok dan melebarkan tangannya menyambut putrinya datang padanya.


“Daddy..”


Brukk..


Cup.. Cup..


Tubuh Freya lemas melihat Sky ternyata mengikutinya. Dan yang lebih membuat Freya semakin lemas putrinya mengenali daddynya. Ya Freya pernah menunjukkan satu kali pada putrinya saat dia bertanya di mana ayahnya dan kenapa dia tak punya ayah. Freya yang tak tega menunjukkan gambar Sky saat berada di siaran mancanegara. Freya tak menyangka jika gurauannya yang nyata itu masih melekat di ingatkan putrinya. Terlebih dia mengenali wajah Sky.


Bukan hanya Freya Kikan juga tak kalah takut jika Sky akan merebut Ara dari Freya.


“Freya.” Vincent menatap Freya penuh tanda tanya. Vincent tak tau selama ini, apa yang freya sembunyikan darinya. Benarkah jika Ausky Luis adalah ayah dari Arabelle.


Freya berjengit mendengar panggilan Vincent padanya. Dia berlari mendekati Sky dan putrinya saat sadar dari terkejutnya.


Mata Sky memerah menatap Freya tajam. Dia mengencangkan pelukannya pada putrinya


“Sayang, sini di bukan dad_”


“Freya..” Teriak Sky menggema di seluruh lorong bandara. Tatapan matanya menatap tajam pada Freya yang menundukkan kepalanya.


Sky terkesiap saat mendengar tangisan kencang putrinya di pelukannya. Emosi membuat Sky tak sadar dan bodoh telah menakuti putrinya sendiri.


Cup..


“Maafkan daddy, hemm..” Ucap Sky berbalik.


“Ausky Luis.”


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2