
Sementara Freya yang mendengar pintu di tutup membuka matanya. Air matanya kembali mengalir mendengar pintu di tutup. Freya tak tidur dan dia masih terbayang bayang dengan nasib putrinya dan juga kematian Vincent.
Hingga satu jam Freya tidur di ranjang milik Sky, dan terisak.
Tak lama kemudian Freya mendengar suara tangisan putrinya. Freya tau Ara pasti mencari Elard.
Freya bangkit dari ranjang dan keluar dari kamarnya. Dia menghampiri Ara yang menangis di gendongan pelayan.
“Mommy..”
Huaaa .. Huaa..
“Ala mau uncle.”
Freya tersenyum dan menggendong putrinya. Dia mengecup pipi Ara yang basah dan mengusap air matanya.
“Ara sudah susu.” Ara menganggukan kepalanya mengiyakan ucapan Freya. Dan Freya tersenyum, dia mengusap kepala putrinya dan membawa putrinya masuk ke dalam kamarnya.
Clek..
“Sayang..”
Freya dan Sky sama sama kaget saat mereka berdua sama sama membuka pintu. Freya menatap Sky sekilas dan masuk ke dalam kamar Ara.
Sky menghembuskan nafasnya perlahan melihat Freya masih mengacuhkannya. Dia menutup pintu kamar dan mengikuti langkah Freya dari belakang.
Sementara Ara sendiri masih menangis di pelukan Freya. Sky menatap nanar istri dan putrinya. Dia sendiri tak bisa berbuat apa apa untuk mendiamkan putrinya agar tak mencari Elard.
“Daddy mana uncle, hik.. hik..”
Sky mengunci bibirnya mendengar pertanyaan putrinya. Sementara Freya hanya menepuk bokong Ara dan mengusap punggungnya.
Sky mendekati Freya dan mengulurkan tangannya pada Ara. Tapi Ara tak mau, dia justru mengencangkan pelukannya pada Freya.
“Sayang sama daddy, kita nonton panda okey.” Ara menoleh ke arah Sky dan tersenyum lebar. Sky tersenyum, dia mengambil Ara dari pelukan Freya.
“Sayang kau belum mandi. Aku sudah menyiapkan airnya untuk mu.” Titah Sky pada Freya dan membawa Ara keluar dari kamarnya. Freya tak menyahut, dia mengikuti langkah Sky dari belakang.
Sementara Sky yang melihat freya mengikutinya dari belakang, hanya menghembuskan nafasnya perlahan. Melihat Freya mengabaikan ucapannya.
*
Sky gelisah duduk di kursi kebesarannya. Dia masih memikirkan tentang Ara yang semalam menangis mencari Elard. Padahal sudah dua hari Elard pergi dari mension dan Ara masih mencari Elard.
__ADS_1
“Apa aku harus menemui Lion dan memintanya kembali pulang Calvin. Ara mencarinya terus, aku tak tega melihatnya.” Desah Sky mengusap wajahnya kasar.
Sementara Calvin diam dan tak menyahut ucapan tuannya. Dia sendiri kasihan dengan nona mudanya yang mencari keberadaan Elard.
“Tuan mau kemana..” seru Calvin kaget melihat tuannya berdiri dari kursi miliknya.
“Hubungi Elio, aku akan menjemput Elard.”
Calvin kaget mendengarnya, tak lama dia mengikuti langkah tuannya keluar dari perusahaan. Calvin juga menghubungi Elio agar mengantarkan mereka pergi menemui Elard.
“Tuan yakin..” Tanya Elio pada tuannya.
“Lion harus tau Ara mencarinya.” Jawab Sky menghembuskan nafasnya perlahan.
“Aku tau dia membenci ku, tapi setidaknya Lion juga harus tau kenapa aku membunuh ayahnya. Dan aku yakin dia akan kembali kembali ke mension bersamaku.” Imbuh Sky lagi.
*
Sementara di mension, Ara masih merengek mencari keberadaan Elard. Sudah dua hari dia tak bertemu dengan Elard, tentu saja Ara masih mencarinya.
“Uncle sama daddy.” Freya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan putrinya. Bibir Ara kembali mencebik.
“Ara mau bertemu daddy.?”
Freya menganggukan kepalanya dan menggendong Ara pergi ke perusahaan suaminya bersama dengan supir dan beberapa bodyguard Sky. Satu jam setengah freya dan Ara sampai di perusahaan suaminya. Dia turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam di ikuti bodyguard Sky di belakangnya.
“Nona..”
Freya menghentikan langkahnya dan mendongak saat seseorang berdiri di depannya. Freya menatap wanita berpakaian seksi dengan tubuh menonjol di bagian tertentu bahkan dadanya hampir tumpah keluar.
“Nona memanggil saya.” Tanya Freya, menatap Selin.
Sementara Selin menatap Freya dan gadis cantik di gendongannya. “Saya mencari tuan Luis.” Sahut Selin, hatinya sebenarnya sangat cemburu saat melihat Freya. Wanita yang menjadi istri Luis. Pria yang sudah mengambil mahkotanya dan mengambil perusahaan milik ayahnya.
“Nona apa dia anak tuan Luis.?”
“Ya..” jawab Freya kembali melangkah mesuk ke dalam perusahaan suaminya.
“Nona apa anda mau berbagi dengan saya. Anda tau saya juga memiliki anak bersama tuan Luis. Saya juga ingin memiliki tuan Luis nona. Apalagi dia pria pertama yang sudah mengambil milikku. Aku ingin tuan Luis juga bertanggung jawab padaku.” Seru Selin tanpa malu mengatakannya pada Freya.
Freya menghentikan langkahnya dan berbalik. Tatapan matanya menatap Selin.
“Seharusnya kau mengatakannya pada suamiku nona. Saya tidak keberadaan jika dia akan memilihmu.” Sahut Freya berbalik kemudian melangkah kembali.
__ADS_1
Selin mengikuti langkah Freya dari belakang, tapi sayangnya bodyguard Sky menghalanginya.
“Maaf nona.”
Selin mengeratkan tangannya melihat dia pria di depannya menghalangi jalannya.
“Menyingkir dariku, kau tau siapa aku. Aku adalah sekertaris tuan Yun, rekan bisnis tuan Luis. Jadi jangan macam macam dengan ku.” Desis Selin melayangkan tatapan tajamnya pada keduanya.
Tak lama Selin melihat freya kembali lagi mendekati mereka.
“Kita pulang.” kata freya pada ke empat bodyguard nya.
“Baik nyonya.” Sahut mereka berdua menundukkan kepalanya mengikuti langkah istri tuannya.
Semantara Selin yang melihat mereka menundukkan kepalanya pada Freya mengepalkan tangannya. Seharusnya mereka tunduk padanya bukan pada Freya. Selin berbalik melangkah masuk ke dalam. Tapi sayangnya seorang resepsionis mengatakannya Sky tak ada di ruangannya dan dia juga pergi dari pagi tadi.
“Apa wanita itu juga tak tau, Sky pergi.” Gumam Selin tersenyum tipis membayangkan Sky yang pergi. Dia yakin jika Freya juga kecewa karna Sky tak memberitahukannya
Di mobil Freya kembali membawa Ara kembali pulang ke mension. Dia tak tau Sky pergi kemana. Beruntungnya Ara sedikit lupa hari ini.
*
“Tuan Luis.” Seru seseorang yang kaget yang melihat Sky tiba-tiba ada di mension mewah keluarga Roberto. Ya tak sulit masuk ek dalam mension Roberto bagi Sky.
“Dimana Lion.?” seru Sky mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Elard.
Dia mengerutkan keningnya mendengar nama Elard di sebut. Ada hubungan apa Luis dengan Elard. Sebelumnya mereka sangat kaget dengan kembalinya Elard ke mension Roberto tiba tiba. Dan sekarang Ausky Luis datang ke mension mewah Roberto mencari Elard.
“Dari mana anda mengenal_”
“Anda mencariku tuan Luis.” Seru Elard memotong pertanyaan adik dari ayahnya yang bungsu.
Sky menatap datar remaja yang menuruni anak tangga dan berjalan ke arahnya. Sky tak percaya Elard masih berkata dingin padanya.
“Kembalilah, Ara mencarimu. Dia menangis sepanjang malam.” Kata Sky menatap raut wajah Elard.
Elard tersenyum miring mendengar penuturan Sky. “Apa hubungannya dengan ku tuan.” Sahut Elard menatap tajam pada Sky.
“Lion..”
__ADS_1