Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 159# Perubahan Freya


__ADS_3

Freya mengerutkan matanya saat merasakan sentuhan bibir lembut di bibirnya. Dia gelisah dan tubuhnya bergetar merasakan geli yang menggelitik di seluruh tubuhnya. Bibirnya mendesah dan mendesis merasakan gelayar aneh dalam tubuhnya.


Sky tersenyum lebar yang merasakan tubuh Freya bergetar dan menegang. Tangannya terus bergerilya kesana kemari mencari titik sensitif Freya.


Shh..


Sky semakin berani mendengar suara desisan Freya di telinganya. Tangannya naik ke atas menangkup salah satu buah kenyal Freya dan meremas nya. Bibirnya turun ke bawah, menyesap leher jenjang Freya dan membuat tato berwarna merah keunguan.


“Sky...” Seru freya saat matanya terbuka lebar dan mendapati Sky berada di salah satu pucuk gunung kembarnya. Kantuk yang sebelumnya masih menguasainya hilang berganti dengan rasa menggelitik yang menggetarkan jiwanya.


Sky mendongak dan tersenyum melihat Freya membuka matanya. Sky mendekatkan wajahnya mengecup bibir Freya dan ******* nya sekilas.


“Maaf sayang aku tak bisa menahannya.” Ucap Sky mengangkat Freya dan meloloskan gaun satin yang di pakai Freya.


“Tapi..”


Cup..


Sky melabuhkan bibirnya kembali di salah satu buah kenyal Freya sebelum mendengar penolakan yang keluar dari bibir Freya.


Freya men_desah dia meremas rambut tebal Sky dan menekan kepala Sky, seolah agar Sky lebih memperdalam lagi sesapan bibirnya. Tubuhnya kembali menegang dan bergetar merasakan sensasi liar dalam tubuhnya yang sudah terpancing dan muncul di permukaan.


Apalagi dengan Sky yang memang menginginkan Freya saat ini. Tubuhnya semakin panas, hasratnya yang semalam menggebu dan tertunda, kembali bergejolak mendengar suara merdu Freya di telinganya.


Tubuh Sky semakin terpanggang dalam kobaran api gairah yang menggebu saat telinganya berulang kali mendengar bibir Freya yang mengeluarkan suara merdunya. Sky mengangkat wajahnya dan membuka boxer yang menempel di tubuhnya kemudian membuangnya asal.


Menindih kembali tubuh Freya dan mengecup bibir Freya kecil kecil. Tangannya kembali lagi bergerilya mengusap tubuh polos Freya.


Sedangkan Freya, semakin gelisah di bawah tubuh Sky, apalagi saat tangan Sky kembali merayap kesana kemari. Dan tak lama Freya memekik kaget saat merasakan tangan Sky sudah berada di bawah sana.


“Sky...” jerit Freya yang langsung di bungkam oleh bibir Sky. Entah sejak kapan tangan Sky berada di bawah sana, Freya tak tau.


Sementara Sky menggeram tertahan saat merasakan milik Freya yang semakin lembab. Dia melepaskan bibirnya dari bibir Freya. Tubuhnya tak bisa di ajak kompromi dan hasrat nya tak bisa di tunda lagi.

__ADS_1


Sky menyatukan pusat inti tubuhnya dengan milik Freya. Menekan perlahan pinggulnya dan tak lama sedikit lebih keras menyentak nya dan berhasil.


Eghh..


Sky menggeram tertahan saat merasakan hangat pada miliknya. Matanya terpejam menikmati rasa yang selalu membuat dirinya gila. Tubuh Freya sangat membuatnya candu, hingga Sky tak bisa berpaling dari rasa yang Freya berikan padanya.


Bukan hanya Sky yang menggeram. Freya juga tak kalah men_desah. Apalagi saat Sky menggerakkan pinggulnya. Freya semakin bergerak gelisah.


Di pagi yang buta Sky sudah tak bisa menahannya lagi. Padahal semalam Sky baru pulang lewat tengah malam. Tapi dia tak bisa tidur karna menahan hasrat birahi nya yang menginginkan Freya. Mencoba memejamkan matanya, tapi hasilnya nihil. Sudah berulang kali dia menekan hasrat nya agar menunggu Freya bangun dari tidurnya. Tapi ternyata hanya sebentar.


Dan jam empat pagi Sky terpaksa membangunkan Freya dengan sentuhannya. Dia sudah tak bisa lagi menahannya.


Shh..


Tubuh Sky semakin berkobar mendengar suara desisan Freya lagi. Dia menumpahkan rasa cintanya dengan kembali lagi menyentuh Freya dengan kepiawaiannya. Sky kembali lagi menaklukkan Freya dengan permainannya.


 Apalagi mengingat Dava, anak rekan bisnisnya yang sepertinya menginginkan Freya. Sky tak akan membiarkan siapapun merebut Freya dirinya.


Hingga matahari terbit, Sky masih melakukan aktivitasnya bersama Freya. Keringat sudah bercucuran, hingga membuat tubuhnya mengkilap. Tapi Sky masih terus bergerak mencari kepuasan dan meraih surga dunia bersama dengan Freya. Hingga tak lama kemudian Sky menggerakkan pinggulnya lebih cepat lagi dan tak lama tubuhnya menegang kemudian menyemburkan bibitnya di rahim Freya.


Eghh.


Sementara Freya, dia sudah tak berdaya di bawah kungkungan Sky. Perut bagian bawahnya sepertinya sedikit sakit dan kram. Freya hanya merintih saat Sky melepaskan puncaknya.


“Ada apa sayang.?” Tanya sky saat melihat wajah Freya yang meringis. Dia melepaskan penyatuannya bersama Freya dan mengecup kening Freya yang di penuhi dengan keringat.


“Perutku kram.” Sahut Freya lelah dan lirih.


Sky kaget mendengar penuturan Freya. Dia mendudukkan tubuhnya seketika dan tangannya mengelus perut Freya yang sedikit buncit.


“Sayang apa ini yang sakit.” Tanya Sky mengusap perut bagian bawah Freya dengan tangan besarnya. khawatir melihat wajah Freya yang sepertinya sangat lelah dan memang benar benar sakit.


Freya menganggukkan kepalanya. Dan Sky terus mengusap perut Freya berharap sakitnya menghilang. Sky mengutuk kebodohannya sendiri yang membuat Freya sampai kesakitan. Sky sungguh tak bisa menahan gejolak gairahnya bersama Freya.

__ADS_1


Sky mengusau kening Freya yang berkeringat mengecup lembut kening Freya kemudian mengelus perut Freya kembali.


Dan Freya bernafas lega saat ini elusan tangan Sky di perutnya benar benar menghilangkan kram di perutnya.


“Apa masih sakit sayang,” tanya Sky setelah melihat wajah Freya yang sedikit lebih baik. Freya membuka matanya dan tersenyum.


“Sedikit lebih baik Sky.”


Tak lama kemudian Sky mengangkat tubuh Freya dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


“Sky.. Aku tidak mau mandi.” Teriak Freya berontak di gendongan Sky.


Sky yang tak menyangka Freya akan berontak dan berteriak menurunkan Freya.


Bug...


“Aku tak mau mandi Sky.” Teriak Freya dengan mata yang berkaca kaca menahan tangis. Sementara Sky kaget melihat mata Freya berkaca kaca dan akan menangis.


“Sayang..” tanya Sky binggung melihat respon Freya.


“Tapi kotor sayang.” Lanjut Sky merayu Freya. Dan Freya justru memukul dada Sky dan berbalik keluar dari kamar mandi. Sky yang bingung mengikuti langkah Freya keluar dari kamar mandi.


“Sayang,_”


“Aku tak mau mandi Sky.” Potong Freya berbalik dan menatap Sky. Sky hanya menganggukan kepalanya mengerti.


Tak lama Sky kembali ke kamar mandi dan mengguyur tubuh polosnya. Sky mendesah lirih mengingat apa yang di katakan Ara beberapa hari yang lalu ternyata benar. Freya tak mau mandi.


Sky tersenyum, entah sejak kapan kebiasaan itu Freya lakukan. Tapi itu tak menyurutkan cintanya pada Freya. Tak sampai lima belas menit kemudian Sky keluar dari kamar mandi dan mendapati putrinya sudah duduk di atas ranjang.


Cup...


“Princess daddy sudah mandi.” Ara tersenyum dan menganggukan kepalanya.

__ADS_1


“Dad  lehel mommy kenapa melah.”


__ADS_2