
Lewat tengah malam Sky masuk ke dalam kamar putrinya. Dia mendesah kasar, melihat Freya yang tertidur bersama putrinya. Sky mendekati mereka berdua dan membaringkan tubuhnya di samping Freya.
Cup..
“Sayang maaf..” sesal Sky mengecup punggung Freya yang terbuka.
Freya membuka matanya mendengar bisikan di telinganya. Tapi dia masih diam dan tak menoleh ke Sky. Yang membuat Freya, tak ingin menoleh ke arah suaminya. Dia mencium aroma alkohol yang sangat menyengat di hidungnya.
“Sayang” bisik Sky lagi mengusap leher Freya dengan bibir basahnya. Tangannya mengusap lengan Freya.
Freya memejamkan matanya merasakan sentuhan bibir Sky merayap di pundak sampai leher miliknya. Tubuhnya meremang dan gelayar aneh di tubuhnya tiba tiba mengintip. Bukankah dia marah dengan Sky. Lalu kenapa hanya mendapatkan sentuhan bibir Sky saja membuat hasratnya bangkit.
Freya berbalik dan mendongak menatap mata Sky yang juga menatapnya.
Cup.
“Maaf..” Ucap Sky menatap mata Freya. Freya masih diam mendengar permintaan maaf suaminya padanya.
“Aku hanya cemburu mendengar kau dan Vincent pernah tidur bersama. Aku tak ingin kau pergi dariku dan memilih Vincent.”
Freya masih diam mengunci bibirnya. Dia memang pernah pergi bersama Vincent saat mobilnya mogok dan memesan kamar hotel untuk berdua. Tapi Freya bisa menjamin tak ada yang terjadi di antara mereka berdua. Lagi pula Vincent tidur di sofa dan dia di ranjang.
Freya mendesah kasar, dia baru menyadari jika suaminya ternyata bisa menemukan hal sekecil itu. Padahal itu sudah sangat lama, sebelum Vincent menjadi kekasihnya dan masih rekan bosnya.
“Apa yang kau pikirkan.?” Sky menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Freya. Hanya matanya yang menatap Freya penuh cinta.
“Apa kau masih mencintai ku, jika aku dan Vince_”
Ucapan Freya tenggelem di tenggorokan karna Sky lebih dulu membungkam bibirnya. Tangannya yang besar bergerilya masuk ke dalam gaun satin milik Freya dan terus naik menemukan salah satu gundukan kenyal tanpa penghalang yang mengeras milik Freya.
Sky memejamkan matanya saat bukti gairah miliknya bangkit dan sesak. Dia menggeliat di dalam persembunyiannya saat ini. Tangannya yang besar menekan milik buah kenyal milik Freya, hingga membuat Freya mengerang tertahan.
Bukan hanya Sky yang sudah terpancing gairah. Tubuh Freya juga semakin panas mendapatkan sentuhan di bibir Sky. Apalagi saat tangan besar Sky menekan dua gunung kembarnya bergantian.
Freya membalas ciuman Sky di bibirnya. Dia ******* bergantian bibir tebal Sky. Sementara Sky semakin berani membawa tangannya bergerilya masuk ke dalam kain segi tiga berenda milik freya.
Ahh..
Freya memejamkan matanya dan menghigi6 bibir bawahnya saat dia sadar jika mereka saat ini di kamar putrinya.
Sky menatap mata bening freya yang tertutup kabut gairah. Dia mendekatkan wajahnya mengecup kening Freya lama.
__ADS_1
Cup..
Sementara Freya mengeratkan tangannya di pundak Sky saat tangan besar Sky menjajah miliknya. Bibir Sky mengecup kecil kecil pipi freya lalu merambat ke belakang telinga Freya dan menyesap daun telinga Freya sensual serta tak menghentikan tangannya di bawah sana.
“Sky..” desah Freya gelisah di bawah kungkungan suaminya. Tak lama kakinya mengejang dsn tubuhnya bergetar saat puncak gairahnya berkumpul di satu titik.
Sky menyambar kembali bibir Freya saat merasakan tubuh Freya yang menegang dan bergetar. Sky tau jika Freya akan meledakkan puncak gairahnya. Itu sebabnya Sky membungkam bibir Freya meredam teriakan Freya.
Dan benar saja tak lama tangannya basah dan lengket di bawah sana.
Sky melepaskan tautan bibirnya saat merasakan tubuh Freya lemas. Sky menarik tangannya dan mengusap kening Freya yang berkeringat. Bukan hanya berkeringat, nafas Freya juga terengah-engah dengan dada yang naik turun. Tatapan mata Sky begitu dalam menatap mata Freya. Dia menginginkan Freya saat ini.
“Sayang..” Ucap Sky dengan suara sesak dan nafas memburu menahan gejolak api gairah yang membuncah dan tak bisa Sky tahan.
Sky menatap mata Freya meminta persetujuan dari Freya terlebih dahulu. Dia tak ingin menyentuh tubuh Freya dengan paksaan dan kemauannya sendiri. Sky ingin menikmati sentuhan tubuh menyatu dengan keinginan mereka berdua.
Freya mendongak menatap mata suaminya yang begitu sayu. Bibir Freya mengecup dada Sky di depan wajahnya.
“Ini di kamar Ara.” Sky tersenyum dan bangkit dari ranjang. Membopong tubuh kecil Freya dan keluar dari kamar putrinya masuk ke dalam kamarnya. Sampai di kamarnya Sky membaringkan tubuh Freya di atas ranjang perlahan.
“Apa kau tak ingin tau apa yang terjadi saat aku dan Vinc_”
Cup..
Sementara Sky mengerutkan keningnya mendengar tawa istrinya. Apa ada yang salah dengan ucapannya.
“Bagaimana aku akan membandingkan ku dengan orang lain, aku sendiri tak tau seperti apa.”Sky semakin mengerutkan keningnya dalam. Tapi tak lama dari melotot saat menyadari apa yang di katakan Freya.
“Sayang..”
“Ya aku hanya milik mu tuan Luis.” Tegas Freya mengalungkan tangannya ke leher suaminya.
Terang saja Sky langsung menyambar bibir Freya kembali. Rasanya dia ingin sekali mengucap kata syukur karna menjadikan Freya wanita pendamping hidupnya. Ternyata Freya dan Vincent tak melakukan apapun. Dia percaya pada Freya.
Dan apa yang di katakan Freya barusan. Sky senang bukan main mendengar jika Freya mengatakan jika dia adalah miliknya seorang.
“Sky..” desah Freya di bawah kungkungan suaminya. Tangan besar dan panas milik suaminya bergerilya kesana kemari, di tambah lagi bibir basahnya yang bergerilya menjengkali tubuh polosnya.
Sky mendongak dan melepaskan pakaian yang menempel di tubuhnya, lalu melemparkannya ke sembarang arah. Mata tajamnya tak berkedip menatap tubuh polos istrinya yang seperti macam tutul. Sky tak hanya meningalkan jejak bibirnya di leher dan dada Freya. Tapi Sky juga meninggalkan jejak bibirnya di seluruh tubuh Freya.
Sky bisa melihat nafas Freya yang tak beraturan dan dadanya naik turun. Sky juga tau jika Freya juga menginginkannya. Tak lama kemudian Sky kembali menindih tubuh Freya dan mendukungnya.
__ADS_1
Freya mendesis merasakan panas di pusat inti tubuhnya saat Sky menyatukan tubuh mereka berdua.
“Maaf sayang, apa aku menyakitimu Freya.” Tanya Sky menatap wajah Freya yang meringis menahan sakit. Dia membiarkan miliknya di dalam rahim Freya agar Freya terbiasa terlebih dahulu. Tubuh Sky seperti melayang saat ini.
Jangankan Freya yang kesakitan, dia juga bisa merasakan bagaimana milik Freya menjepit dan menyedot miliknya, hingga Sky merasakan sensasi yang sangat luar biasa pada miliknya yang berkedut. Setiap penyatuannya bersama Freya, tubuh Sky seperti ingin terus dan terus menyentuh Freya. Dia bahkan tak lelah andai Freya tak menghentikannya.
Freya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari suaminya. Melihat gelengan Freya Sky mulai menggerakkan pinggulnya dengan ritme sedang kemudian dengan ritme sedikit cepat. Sky tak bisa menolak surga dunia yang Freya berikan padanya.
Dia terus berpacu mengejar kepuasan bersama Freya. Tak hanya pinggulnya yang aktif. Tangan dan bibirnya juga aktif kesana kemari. Apalagi saat mendengar suara ******* Freya yang mengalung merdu di telinganya. Sky menambah tempo gerakan pinggulnya naik turun.
Mata tajam Sky sama sekali tak terpejam, dia melihat wajah penuh kabut Freya yang berada di bawah kungkungannya. Darah Sky semakin berdesir dan semakin panas melihat Freya menggigit bibir bawahannya sendiri.
“Ah sayang..” racau Sky bergerak memompa tubuh Freya. Tak lama Sky bisa merasakan tubuh Freya yang menegang dan bergetar. Untuk kesekian kalinya Freya sampai lebih dulu dari pada dirinya. Sky masih menggerakkan pinggulnya merasakan tubuh Freya menegang dan semakin bergetar.
Tak lama kemudian Sky menyusupkan sebelah tangannya ke belakang punggung Freya saat Freya membusungkan dadanya dan melemparkan kepalanya kebelakang.
Ahh..
Freya mencengkram erat tangan Sky saat dia baru saja meraih puncaknya. Sky mendongak dan mengecup bibir Freya kembali saat miliknya terasa hangat oleh semburan milik Freya. Sky bahkan tak perduli dengan lengannya yang tergores oleh kuku lentik Freya.
Sky melepaskan bibirnya saat nafas freya kembali normal dia melanjutkan aksinya kembali menggerakkan pinggulnya.
Sky dan Freya bercinta sampai tak kenal lelah. Freya sudah berulang kali mencapai puncak orgamesnya sementara Sky masih bertahan dan masih bergerak di atas tubuh Freya.
Hingga lewat tengah malam, Sky baru mengakhiri permaian mereka berdua.
Eghh..
Erang Sky saat tubuhnya mengejang. Dia menekan pinggulnya dalam agar semburan bibit unggulnya berkembang di rahim Freya. Sky ingin memiliki banyak anak dari Freya. Dia tak perduli dengan usianya yang sudah empat puluh lima tahun sekalipun.
Jika di lihat dari usianya dan Freya sangat jauh. Tapi Sky percaya jika Freya hanya miliknya.
Cup..
Sky mengecup perut Freya yang kembang kempis sebelum menjatuhkan tubuhnya dj samping Freya. Sky membawa Freya ke dalam pelukannya, dan mengecup kening Freya bertubi-tubi.
Freya yang lelah langsung memejamkan matanya menjemput mimpi. Dia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Sky. Freya juga tak perduli jika tubuh Sky dan dirinya lengket sekalipun.
__ADS_1