Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.169# Kebahagiaan Sky


__ADS_3

“Apa melahirkan,” Teriak Sky kaget kemudian bangkit dari duduknya mendengar suara di sebrang telpon. Dan Dava mendongak menatap Sky yang berdiri dari duduknya.


“Shit..” umpatnya berbalik meninggalkan Dava yang duduk di salah satu sofa. Dia tak perduli dengan meetingnya pagi ini. Freya sudah di rumah sakit saat ini dan akan melahirkan. Bukankah jadwal melahirkan seminggu lagi. Lalu kenapa dia sudah dan rumah sakit dan akan melahirkan. Apa Freya jatuh.? Siapa yang membawa Freya ke rumah sakit.


Berbagai pikiran buruk tentang Freya hinggap di kepala Sky. Dia mengumpat dirinya yang bodoh, telah meninggalkan Freya sendiri di mension mewahnya.


Sebelumnya Sky tak mau meninggalkan Freya. Tapi Freya mengatakan tak masalah, dan dia juga sama sekali tak pernah menunjukkan tanda tanda akan melahirkan.


“Melahirkan,” Gumam Dava tersenyum kecut saat mengingat kata melahirkan dari bibir Sky. Dava yakin siapa yang di maksud oleh Sky. Siapa lagi jika bukan istrinya, Freya. Wanita yang sudah membuat nya jatuh cinta. Kali ini wanita itu akan memberikan Luis seorang anak lagi.


Dava yakin Luis sangat bahagia saat ini.


“Ck.. Dava ingat kata daddy, kau bisa menjadi abu jika mengusiknya kembali.” Ucap Dava, masih mengingat bagaimana Sky dulu yang memukulnya dan hampir membunuhnya dengan senjata apinya. Yang dia pikir senjata itu adalah mainan, ternyata itu adalah nyata.


 Di tambah lagi, Sky yang hampir membuatnya miskin dan menjadi gembel. Semua itu Sky lakukan dengan kuasanya. Dan beruntungnya saat ini Sky bisa memaafkan nya. Padahal belakangan ini dia baru tau jika Sky tak akan pernah mengampuni orang yang sudah mengusiknya. Jika tidak berakhir bangkrut, dia akan menghilang tanpa kabar. Dan bisa di pastikan mereka mati terbunuh.


Itu sebabnya Dava tak pernah menemui Sky. Takut jika Sky akan melakukan hal yang sama padanya. Beruntungnya Sky masih bisa memaafkan nya. Dava tak tau, yang jelas dia sangat beruntung lolos dari Sky.


*


Sementara Sky yang sampai di rumah sakit berlari menuju ruangan bersalin dimana Freya berada. Dari jauh dia bisa melihat Heidher dan Kikan yang duduk memangku Ara putrinya.


“Dad apa yang terjadi.” Tanya Sky dengan wajah khawatir bukan main. Keringat dingin bercucuran di kening Sky.


Heidher melirik ke arah Sky yang terlihat ngos-ngosan. Begitu juga dengan Kikan yang memangku Ara. Kikan menggendong Ara saat melihat Ara mengulurkan tangannya pada Sky yang baru datang.


“Tuan ingin menemani nyonya.” Tanya perawat wanita tiba-tiba saat pintu terbuka lebar. Mereka bertiga menoleh bersama ke arah pintu yang terbuka lebar.


“Ya..” tanpa basa basi Sky masuk ke dalam ruang bersalin dimana Freya terbaring di atas bed dan membuka pahanya lebar. Mata Sky seketika memanas melihat istrinya terbaring di atas ranjang oprasi


“Sayang..”


Freya menoleh kearah Pintu saat mendengar suara suaminya. Dia tersenyum pada Sky dan kembali lagi mengejang. Bayi dalam kandungan nya tak sabar keluar saat melihat ayahnya datang.


 Sedangkan Sky yang melihat Freya mengejang kaget bukan main, dia melangkah lebar mendekati Freya dan mencium kening Freya berkali-kali. Air matanya bahkan tak berhenti menetes dan membasahi wajah Freya.

__ADS_1


“Sayang..” Lirih Sky dengan bibir bergetar menahan takut bukan main.


“Nona satu kali lagi, dorong yang kuat.” Kata dokter yang duduk di bawah kaki Freya.


Freya menganggukan kepalanya mengerti, tak lama dia mengejang lagi dan Sky yang melihat Freya melahirkan bergetar dan takut bukan main. Sky berulang kali mengusap kening Freya yang berkeringat. Sky bahkan tak peduli dengan rasa sakit saat Freya mencakar tangannya.


Akkrrr..


Oek.. Oek..


“Tuhan.. “ Gumam Sky terisak, mencium kening Freya bertubi-tubi saat mendengar suara tangis bayi di telinganya. Tangis bahagia seketika pecah melihat Freya berhasil memberikannya kebahagiaan yang luar biasa. Tak sampai lima menit dia berada di dalam ruang bersalin, dan Freya sudah melahirkan.


Freya menitikkan air matanya, dia terharu saat ini. Berbeda dengan sebelumnya saat dia melahirkan Ara, dia hanya di temani Kikan ibunya. Dan saat ini dia di temani oleh Sky, suaminya sendiri. Tentu saja Freya bahagia, saat ini. Apalagi saat mendengar ucapan yang keluar dari bibir Sky berulang kali.


“Aku mencintaimu Freya.”


Freya semakin terisak, dia tersenyum membalas ciuman Sky di bibirnya.


Tak lama Sky melepaskan tautan bibirnya. Dia menoleh pada dokter dan tersenyum melihat bayi merah tengkurap di dada Freya yang menangis kencang.


“Maafkan aku sayang.” Lirih Sky berulang kali di telinga Freya.


“Selamat tuan, putra anda sangat tampan.” Ucap salah satu dokter pada Sky. Sky tersenyum mendengarnya. Mereka memang sudah tau jika Freya mengandung bayi laki-laki. Termasuk Heidher dan Kikan, serta Imelda dan yang lainnya. Karna Heidher lah yang paling heboh mengatakan pada semua orang jika cucu keduanya laki laki.


Tak ada yang paling membahagiakan bagi Sky saat ini. Freya sudah memberikannya kebahagiaan yang luar biasa. Putri yang imut dan sangat cantik, dan bayi laki-laki yang sangat tampan untuknya.


Sky semakin tak bisa berpaling dari Freya saat ini. Cintanya pada Freya sungguh sangat besar dan luar biasa. Hidupnya sudah sangat lengkap karna kelahiran putra keduanya. Meski ada yang kurang yaitu Elard, putra angkatnya. Tapi Sky hanya bisa berdoa semoga saja Elard mendapatkan kebahagiaan yang lebih dari segalanya.


“Aku mencintaimu Freya.” Ucap Sky yang sudah tak terhitung berapa kali dia mengatakan pada Freya. Freya hanya menganggukan kepalanya, bibirnya juga tak berhenti tersenyum lebar.


“Aku juga mencintai mu Sky.


Cup.


*

__ADS_1


Satu jam berlalu


“Berikan padaku, aku ingin menggendongnya.” Kata Heidher tak sabar ingin menggendong cucu laki-laki. Padahal Kikan baru saja menggendongnya. Mereka berdua sebelumnya sudah rebutan ingin menggendongnya dan di menangkan oleh Kikan yang lebih dulu. Tapi sayangnya Heidher sudah protes lagi pada Kikan.


“Baik tuan.” Sahut Kikan, tersenyum. Dia tak bisa berbuat apa apa saat pria tua ini menginginkannya. Tanpa di duga Ara yang duduk di antara mereka mendekatkan wajahnya pada adiknya.


Cup..


“Ala jadi kakak opa.” Kata Ara tersenyum menampilkan giginya yang putih.


Mereka tertawa mendengar ucapan Ara, termasuk Freya dan Sky yang duduk di atas ranjang. Saat ini Sky sedang menyuapi Freya dengan bubur.


Sky melirik kearah Freya, bagaimana Sky tak tergila-gila dengan Freya. Selain Freya sangat cantik, Freya juga sudah memeberikan kebahagiaan yang luar biasa.


Sky menaruh mangkuk bubur di tangannya, dan mendekatkan wajahnya pada Freya. Kemudian mengecup bibir Freya dan menyesapnya rakus. Tak perduli dengan orang lain, di dalam ruangannya. Apalagi pada orang yang baru saja sampai dan membuka pintu. Siapa lagi jika bukan Imelda, ibu tirinya.


Freya mendelik dia memukul dada Sky dengan tangannya yang tak terpasang infus. Tak lama Sky melepaskan tautan bibirnya.


“Aku mencintaimu Freya.”


END


**Hai bunda, lanjut di cerita Elard ya.. ini lanjutannya.. tapi dengan judul yang berbeda..Tentang kisah Elard ya...


Hasrat Terpendam Sugar Daddy..


jangan lupa tinggalkan komentar dan beri hadiah otor.. lesu kalau gak ada yang kasih hadiah 🥺🥺😭😭


SELAMAT TAHUN BARU**...


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2