Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.35# Bibit unggul


__ADS_3

Akk.. 


Egghhh.. 


Geram Sky saat merasakan pusat inti tubuhnya tenggelam dalam pada lembah sempit dan basah milk Freya. Sky bisa merasakan ada sesuatu yang robek saat ia menghentakkan pinggulnya masuk ke dalam dan ini sangat luar biasa. 


Tangan Freya mencakar lengan dan punggung lebar Sky yang mengkilap dengan kuku lentiknya. Menangis segukan dan mendorong tubuh tinggi Sky, berharap Sky menjauh darinya karna miliknya sangat sakit. 


"Sakit.." Rintihnya.


Cup.. 


Sky melabuhkan bibirnya di kening Freya saat tombak sakit miliknya sudah berhasil mengoyak milik Freya. Sky tau jika Freya sangat kesakitan saat ini. Mata Sky terpejam merasakan denyutan hebat pada miliknya yang terjepit dan di pijit lembut oleh milik Freya. Seolah inilah yang Sky cari selama ini. Rasa kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Miliknya tersedot oleh milik Freya, hingga Sky lupa jika dia pernah patah hati. 


"Kau menyakitiku.." Ucapnya sembari segukan. 


Sky diam membuka matanya, tangannya terangkat mengusap kening Freya yang di banjiri keringat dan mengusap pipinya yang basah dengan jari besarnya. 


"Maaf sayang.."


Sesalnya melihat wajah Freya yang masih menangis kesakitan. Bagaimana tak menangis, tubuhnya seperti terbelah dan rasa perih yang menghantamnya seperti membelahnya menjadi dua. 


Cup.. 


Cup.. 


Sky mencium kening Freya dan turun ke bibir Freya lalu menyesapnya lembut. Mengalihkan rasa sakit yang saat ini Freya rasakan dan itu karnanya. Tangannya mengambil kedua tangan Freya, mengalungkannya pada lehernya. 


Freya hanya menurut, tangannya meremas rambut tebal Sky. Seiring dengan rasa sakit yang berangsur menghilang saat Sky menyesap bibirnya lembut. Meski tak nyaman Freya rasakan di bawah sana, tapi setidaknya tak sesakit sebelumnya. 

__ADS_1


Melihat Freya tenang, Sky perlahan menggerakkan pinggulnya dan melepaskan tautan bibirnya. Matanya sama sekali tak berpaling dari wajah Freya yang meringis menahan nyeri. Sky menunduk kembali dan berbisik di telinga Freya. 


"Keluarkan saja sayang, jangan menahannya."


Cup.. 


Ahh.. 


Sky tersenyum, mendengar desah_ an Freya yang keluar dari bibir yang semakin tebal akibat ulahnya. Lambat laun gerakan Sky semakin meningkat seiring dengan gelombang panas dalam dirinya yang juga semakin panas. Sky menggerakkan pinggulnya maju mundur, dengan ritme sedikit lebih keras dan cepat. Seolah ingin membenamkan miliknya semua pada milik Freya. 


"Ahh Freya.. "


Racau Sky saat pusat inti tubuhnya benar benar berkedut saat milik Freya menyedotnya berulang kali. Desah_an dan jeritan Freya seolah musik yang paling merdu di telinganya. Mengantarkan puncak gairah yang melambung tinggi yang ingin Sky raih. 


"Ahh.."


"Ya sayang, menjerit lah Freya."


Geram Sky meracau lebih keras lagi dari suara Freya yang serak akibat menangis. Sky semakin liar bergerak, sesekali wajahnya menunduk menyambar salah satu buah di di depan matanya. 


Freya menancapkan kukunya kembali di lengan Sky saat puncak gelombang akan menghantamnya kembali. 


Sky yang merasakan tubuh Freya bergetar dan mengejang, bergerak lebih liar lagi. Sky tau jika Freya hendak meraih kembali gelombang dahsyatnya. Freya menjerit keras saat puncaknya kembali lagi meledak  untuk kedua kalinya oleh Sky. Wajahnya, mendongak melengkung kebelakang seiring dengan rasa yang kembali meledak di bawah sana.


Nafas Freya memburu, dadanya naik turun meraih puncak yang sangat indah yang melayangkan tubuhnya sampai di awang awang. Sedangkan Sky menatap wajah Freya yang kelelahan lalu mengusap kening Freya yang berkeringat. Sky membiarkan Freya sebentar, menikmati ledakan dalam dirinya yang baru saja di raihnya.


Cup... 


"Kita belum selesai sayang."

__ADS_1


Hah... 


Sky bangkit dan menggendong tubuh kecil Freya tanpa melepaskan penyatuanya. Freya memekik kaget, miliknya yang perih seperti di tusuk lagi. Padahal Sky hanya menggendongnya dan belum bergerak. Sky berjalan menghampiri meja dan mendudukkan Freya di sana. 


Cup.. 


"Kita akan melanjutkannya disini sayang."


Entah sudah berapa kali Sky menyebutkan sayang pada Freya. Rasanya sudah tak terhitung lagi. Apalagi saat meracau menikmati keindahan sentuhan lembut milik Freya. Sky benar benar memuja tubuh Freya tanpa terkecuali. 


Akk.. 


Freya memekik kembali saat Sky lagi lagi menghentakan pinggulnya. Wajahnya bersembunyi di leher Sky, bukan hanya sembunyi, Freya bahkan menggigitnya saat gerakan Sky semakin cepat. 


Terang saja, tubuh Sky semakin panas. Freya membuatnya gila, tak cukup menghentakan pinggulnya, Sky mengeluarkan lalu kembali menghentakan lagi. Sky benar benar di buat mabuk kepayang oleh Freya. Pusat inti tubuhnya, berkedut hebat bersama dengan milik Freya yang kembali menyedotnya berulang kali.


"Oh Freya.."


Racau Sky saat dia juga hendak mencapai puncak tertinggi saat gelombang dahsyatnya berpusat di satu titik dan siap meledak. 


Freya memekik dan mendesah saat Sky menghentakan pinggulnya liar dan cepat. Dan tak lama tubuh Freya kembali menegang lebih dulu lagi menjemput nirwananya. 


"Tunggu aku sayang.."


Ucapnya semakin bergerak hingga lima menit kemudian Sky menyemburkan bibitnya yang selama ini terbuang ke dalam rahim Freya. Sky bisa merasakan Freya yang lagi lagi mencakar punggungnya. Sky yakin jika punggungnya, berdarah oleh kuku Freya. Tapi Sky bangga dan puas, rasa ini sungguh luar biasa di rasakannya. 


Cup...


*

__ADS_1


Sudahkah anda beri bintang 🤣


gemes gue yang gak kasih 🙃


__ADS_2