
Freya yang baru keluar dari kamar, tak sengaja melihat Sky yang mengangkat senjata api di tangannya. Yang lebih membuat freya kaget Sky mengarahkannya pada ayahnya. Freya berlari dan menubruk Sky saat mendengar Sky benar-benar akan membunuh ayahnya.
Brukk ...
“Shit..” Umpat Sky belum melihat jika yang menurutnya adalah freya. Sky membuka matanya dan shock melihat Freya yang menindihnya.
“Sayang.”
Sky menangkup wajah Freya dengan kedua tangannya mencium wajahnya tanpa terlewat sedikitpun. Dia pikir Freya pergi meninggalkannya, ternyata Freya ada di depannya saat ini.
Freya menyingkirkan tangan Sky dan menoleh ke arah Heidher. Dia bangkit dari atas tubuh SkySky dan berlari menghampiri Heidher.
“Tuan baik baik saja.” Tanya Freya khawatir melihat Heidher. Heidher hanya menganggukan kepalanya mendengar pertanyaan Freya. Dia melirik ke arah Sky yang berjalan mendekatinya.
“Jangan macam macam padaku Heidher. Beruntungnya aku tak membunuhmu ter_”
“Sky.. “potong Freya menggelengkan kepalanya pada suaminya. Dia tak percaya jika hubungan mereka berdua ternyata tak baik baik saja. Sky melirik ke arah Freya dan mendengus.
“Sayang, dimana Ara.” Tanya Sky pada Freya menarik pinggang Freya mendekat ke arahnya.
Freya melirik ke arah Sky dan menyingkirkan tangan Sky di pinggangnya.
“Kita pulang sayang.”
“Luis..” seru Heidher saat mendengar putranya akan membawa Freya kembali. Baru beberapa jam mereka berada di mension mewahnya dan Sky akan membawa mereka kembali.
“Mereka anak dan istriku, aku tak suka mereka berada di sini.” Tegas Sky menatap Heidher dan menarik Freya mencari putrinya.
Heidher menatap Sky yang membawa Freya masuk ke dalam salah satu kamar di mension mewahnya. Tak lama Imelda berlari menghampiri suaminya dan menangis, mengatakan pada heidher jika Marcel ada di rumah sakit.
Heidher shock mendengar penuturan istrinya. Dia melirik Sky yang menggendong putrinya dan menarik tangan Freya. Di belakangnya Elrad berjalan mengikuti Sky dan Freya.
Elard melirik ke arah kakeknya dan menghela nafasnya saya melihat wajah Heidher. Elrad tak bisa membantah ucapan Sky, dia hanya mengikuti langkah orang tua angkatnya.
*
Dor...
Akrr...
“Shit..” Umpat Sky menoleh ke arah mobil yang tak jauh darinya. Dia menutup telinga putrinya agar tak mendengar suara gaduh.
Tubuh Freya menggigil mendengar suara tembakan, tangannya meremas paha Sky yang duduk di sampingnya. Sky yang merasakan pahanya sakit menoleh kearah Freya. Giginya gemerutuk menahannya emosi melihat Freya yang ketakutan.
Sementara Elrad juga tak kalah emosi. Dia melilik ke arah daddnya yang menggendong Ara.
“Bawa mereka Calvin.” Titah Sky memberikan putrinya pada Freya.
Freya menoleh dan menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Sky.
Dor..
“Huaa..” jerit Ara kaget mendengar suara tembakan yang sangat nyaring di telinganya. Freya menepuk punggung putrinya yang menangis.
“Brengsek..” Umpat Sky membuka pintu mobil.
__ADS_1
Dor..
Brak..
Prang...
Freya semakin ketakutan melihat Sky menembak mobil di belakangnya. Sementara Ara semakin menangis kencang di pelukan Freya.
Brukk...
“Sky...” Teriak Freya shock melihat suaminya keluar dari mobil yang melaju kencang. Dia menoleh ke arah Calvin dan menggelengkan kepalanya. Calvin sama sekali tak menghentikan mobilnya dan justru melaju semakin kencang.
“Calvin bagaimana dengan suamiku.” Tangis Freya pada Calvin.
“Maaf nona.” Jawab Calvin melesakkan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Freya menangis mendengar jawaban Calvin, di tambah Ara yang masih menangis di pelukannya.
Elrad merangkak pindah ke kursi belakang dan mengambil Ara dari Freya. Menepuk bokong Ara dan mengecup pipi Ara yang memerah karna menangis.
Ara membuka matanya dan melihat Elrad yang memangkunya seketika tangis Ara pecah kembali.
“Uncle..”
“Kenapa princess, itu hanya suara balon sayang. Ara suka balon bukan.” Ara mendongak lagi dan menganggukan kepalanya.
“uncle punya balon.?” Elrad menggelengkan kepalanya yang di balas kerutan dahi Ara melihat gelengan kepala Elrad.
“Telus..” Elrad terkekeh mendengar pertanyaan Ara. Apalagi melihat wajah penuh tanya Ara yang terlihat menggemaskan.
*
Dor...
Bruk..
“Brengsek..”Umpat pria yang terjatuh dari sepeda motornya. Dia mendongak menatap Sky yang berdiri dan tersenyum padanya.
Sky berjalan menghampiri pria yang terjatuh dari sepeda motornya.
Bug...
Akk...
Dor..
“Shit..” Umpat Sky menggulingkan tubuhnya saat sebuah peluru mengarah padanya. Tangannya mengangkat senjatanya dan melepaskan timah panasnya.
Dor..
Brukk..
Sky melirik ke samping dan melemparkan senjatanya tepat mengenai wajah pria yang berdiri tak jauh darinya.
Akk..
__ADS_1
Sky tersenyum miring menatap punggung pria yang berjalan tertatih. tak lama dia masuk ke dalam mobilnya dan pergi.
“Keanu tunggu hadiah dariku.” Gumam Sky mengeraskan rahangnya, mengingat jika Keanu yang sudah mengirim mereka padanya. Sky akan membalas Keanu yang sudah menakuti istri dan putrinya. Freya dan putrinya pasti sangat ketakutan saat ini.
*
“Brengsek..” Umpat Keanu dan melayangkan kepalan tangannya pada salah satu orang suruhannya. Keanu mengumpat mereka semua yang bodoh. Bukannya menghabisi Freya, mereka justru melawan Sky. Seharusnya mereka menghabisi Freya saat tak ada Sky bukan saat bersama Sky.
Keanu berulang kali mengumpat mereka yang bodoh. Bagaimana jika Sky mengetahuinya jika dia yang sudah mengirim mereka. Sky bukan pria sembarangan, dia pasti tau siapa mereka.
“Brengsek.” Umpat Keanu mengamuk mengingat kebodohan mereka semua. Menjambak rambutnya sendiri, membayangkan bagaimana jika Sky membalasnya dan terlebih lagi menghancurkan perusahaan miliknya. Keanu menggelengkan kepalanya mengusir pikiran buruknya. Sky tak mungkin melakukan itu padanya. Ya Sky tak mungkin melakukan itu padanya. Dan lagi, pasti Sky tak akan mencurigai dirinya. Pasti Sky akan mengira jika ada orang lain yang memfitnahnya, ya begitu.
*
“Kau..” Venus kaget melihat pria yang tidur di sampingnya. Dia melihat tubuhnya sendiri yang polos. Venus mengumpat dirinya yang bodoh, saat tak mengingat apapun sebelumnya. Kenapa dia harus berakhir bersama dengan Eden lagi.
Lima tahun Eden tak menemuinya dan tiba-tiba dia datang kembali menemuinya.
Eden tersenyum miring melihat Venus yang kaget melihat dia tidur di sampingnya. Dia menarik tubuh polos Venus kemudian menindihnya lagi.
“Brengsek lepaskan aku sialan.” Umpat Venus berontak mendorong Eden agar menjauh darinya.
“Jangan berani padaku Venus, apa kau tak merindukanku.” Ucap Eden mengendus leher Venus kembali dan mengecup lehernya sekilas.
Venus mengeratkan giginya emosi mendengar penuturan Eden. Pria yang menjadi teman ranjangnya saat dia bertemu dengan Sky. Venus pikir dia adalah Sky dia mabuk dan bercinta dengannya sampai tak mengenal waktu.
“Menyingkir dariku, suamiku pasti akan mencariku.”
Eden mengeraskan rahangnya mendengar kata suami yang keluar dari bibir Venus. Tapi tak lama dia terbahak, mengingat jika Sky sudah mendapatkan bekasnya. Sky pasti tak menyangka jika Venus adalah wanitanya dulu.
“Apa Luis juga bisa memuaskan mu Ve.” Ejek Eden pada Venus. Eden tau jika Venus dan Luis menikah paksa. Venus yakin jika Venus pasti jarang di sentuh oleh Luis.
Venus tersenyum mendengar pertanyaan Eden. Dia mendorong Eden yang menindihnya dan bangkit dari ranjang.
“Dia jauh lebih hebat dari siapapun.”
__ADS_1