
Sky memijit kepalanya yang berdenyut. Gagal bercinta dan berakhir di kamar mandi tentu membuat Sky emosi dan gondok. Seumur hidupnya Sky baru mengurut miliknya dengan tangannya sendiri dan itu karna Freya.
"Gadis itu benar benar membuatku pusing." Gerutu Sky, tak lama Sky tersenyum tipis mengingat jika Freya bukanlah gadis lagi dia sudah menjebolnya.
"Tuan.."
Sky melirik ke arah Betrik, menghembuskan nafasnya perlahan saat melihat pakaian Betrik yang mengundang gairahnya muncul kembali. Betrik sendiri tak menyerah begitu saja meski Sky kemarin sudah mendorongnya saat di lift. Selagi masih ada kesempatan Betrik akan merayu Sky agar menjadi miliknya dan mengajaknya ke ranjangnya tentunya.
"Tuan ada undangan dari rekan bisnis anda. Kemarin sore beliau datang kemari ingin memberikan anda undangannya sendiri, tapi anda tak ada."
Betrik menundukkan tubuhnya, memamerkan buah dadanya yang hampir tumpah keluar pada Sky.
Sedangkan Sky menyambar kartu undangan dari tangan Betrik. Dia mengibaskan tangannya pada Betrik agar meninggalkan ruangannya. Tapi Betrik masih diam berdiri mematung di depan Sky.
"Apa kau tuli." Sentak Sky.
Betrik menghentakan kakinya dan pergi dari ruangan Sky dengan wajah di tekuk.
"Brengsek, wanita itu benar-benar menggangguku." Umpatnya memijit kepalanya yang pusing.
Sky merogoh ponsel miliknya dan menghubungi Calvin. Entah kemana perginya asistennya itu, tiba-tiba saja tak ada di ruangan.
"Carikan aku sekertaris pria, satu lagi jemput Freya datang kemari."
Tut.. Tut..
Calvin menatap ponsel di tangannya dan berbalik lagi kembali ke mension. Calvin tau untuk apa tuannya menginginkan Freya datang ke perusahaan. Untuk apa lagi jika bukan untuk bercinta dengannya.
"Maniak.."
__ADS_1
*
Sampai di mension, Freya hanya menurut tanpa membantah ucapan Calvin. Lagi pula Freya juga bosan di kurung di kamar. Selain tak punya teman, Freya juga malas bertemu dengan Carol.
Sampai di perusahaan Freya keluar dari mobil dan menundukkan wajahnya. kemudian Freya mengangkat wajahnya saat tak mendapati gerakan kaki Calvin yang berjalan.
"Nona tuan Sky sudah menunggu anda."
Freya menggelengkan kepalanya, kemudian melangkah kan kakinya masuk ke dalam perusahaan terbesar milik Keluarga Romanov di ikuti Calvin di belakangnya. Sampai di dalam Freya, bisa mendengar bisik bisik karyawan yang berpapasan dengannya. Freya tak perduli, meski telinganya panas sekalipun.
Ting...
Freya berjalan keluar dari pintu lift, dari jauh dia bisa melihat wanita cantik dan super seksi itu berjalan ke arahnya. Freya sama sekali tak menoleh atau menyapa wanita yang menjadi sekertaris Sky.
"Kau, untuk apa kau datang kemari lagi."
Sinis Betrik membenahi riasannya, kemudian menatap Freya tajam.
Betrik melotot dan tak lama dia tertawa terbahak mendengar penuturan Freya. Mana mungkin Ausky Luis menikah dengan gadis sepertinya. Sama sekali jauh dari kata seksi dan berkelas.
"Rupanya mimpimu terlalu tinggi gadis kampung." Kini giliran Freya yang terawa dan menunjukan jari tangannya pada Betrik, lalu berjalan masuk ke dalam. Sedangkan Betrik dia shock melihat cincin di jari Freya. Benarkah Ausky Luis sudah menikah, menikah dengan gadis itu.
"Cih aku tak percaya."
Calvin yang mendengar gugumam Betrik, tersenyum sinis. Lalu meninggalkan ruangan tuannya bersama bodyguard tuannya yang berjaga di depan pintu. Calvin tak ingin bodoh berdiri di sana, meski tak mendengar apa yang akan terjadi di dalam sana, tapi Calvin tau apa yang akan terjadi di dalam sana. Lagipula dia lupa membawa headset miliknya, jangan sampai ada celah lalu suara geraman tuannya terdengar di telinganya.
Di dalam Freya menatap Sky yang duduk di kursi kebesarannya. Freya berjalan duduk di atas sofa. Lelah dirinya menunggu Sky berhenti bekerja. Hingga lebih dari lima belas menit Freya berdiri tapi Sky masih saja menatap ke layar laptop miliknya.
Sky sendiri sebenarnya emosi saat melihat penampilan Freya yang hanya memakai rok mini dan kaos ketat di tubuhnya yang ramping. Membayangkan Freya yang berjalan dari lobi kemari. Jelas saja banyak pasang mata pria yang melihat paha mulusnya.
__ADS_1
"Apa dia sama sekali tak melihat jika aku sudah datang kemari."
Freya melirik ke arah pintu yang terbuka. Bibirnya tersenyum lebar melihat wanita yang menyebalkan menurut Freya. Freya yakin jika suaminya dan wanita itu sudah sering bercinta di sini.
Freya tersenyum dan berdiri dari sofa saat Betrik masuk ke dalam dan menatap dirinya. Freya berjalan mendekati Sky dan duduk di pangkuan Sky. Sky yang kaget melihat Freya tiba-tiba saja duduk di pangkuannya, mengerutkan keningnya. Tapi tak lama Sky mengangkat sudut bibirnya ke atas saat menyadari apa yang Freya lakukan.
Sedangkan Betrik berjalan menghampiri Sky dan ingin menarik tangan Freya.
"Jangan berani menyentuhnya."
Freya semakin bertambah besar kepala mendengar Sky membelanya. Kedua tangannya melingkar di leher Sky dan mencium bibirnya.
Cup..
Betrik melototkan matanya melihat Freya mencium Sky. Nafasnya memburu menahan emosinya yang memuncak. Tak lama Betrik berbalik dan pergi meninggalkan mereka berdua dengan bibir mengumpat Freya.
Sedangkan Freya yang melihat Betrik pergi melepaskan bibirnya dari bibir Sky.
Sky yang tau Freya melepaskan bibirnya melingkarkan tangannya ke pinggang Freya lalu menarik Freya agar lebih mendekat dan menempel padanya.
"Kau sudah menggodanya Freya." Bisik Sky di telinga Freya.
Freya menelan ludahnya kasar mendengar suara serak Sky dan nafas Sky yang memburu. Freya tau jika gairah Sky sudah terpancing. Apalagi saat benda yang Freya duduki bergerak dan menyundul miliknya.
"Itu aku.. _"
Cup.
Sky membungkam bibir Freya dengan bibirnya. Tangannya yang lain mencari remot kontrol dan mengunci pintu. Sky membuang remot kontrol setelah berhasil mengunci pintu. Kemudian tangan besarnya menyusup ke belakang leher Freya. Menekan lehernya dan memperdalam ciuman mereka.
__ADS_1
Ugh..
.