Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 116# Sebuah keluarga


__ADS_3

Imelda menatap putranya yang membaringkan tubuhnya. Bibirnya bengkak dan wajahnya masih terlihat membiru. Sejak kemarin Imelda menahan untuk bertanya pada putranya.


“Siapa yang melakukan ini padamu Marcel.?” Marcel melirik ibunya dan mendesah kasar. Marcel justru menarik selimut abu tua dsn menutupi tubuh bagian bawahnya. Tubuhnya terasa sakit semua, rupanya Luis benar benar menghajarnya tanpa ampun. Bukan hanya tubuhnya yang terasa sakit, wajahnya dan dadanya juga sangat sakit. mungkin karna Sky memukulnya terlalu keras. Beruntungnya tulang rusuknya tak patah saat Sky menginjak dadanya kuat dengan sepatu mahal milik Sky.


“Marcel.” Seru Imelda pada putranya yang diam saja dan tak menjawabnya.


“Sky.” Jawab Marcel singkat dan lirih.


Imelda mengerutkan keningnya mendengar jawaban Marcel. Tapi tak lama kemudian Imelda melototkan matanya saat menyadari ucapan putranya.


“Luis yang sudah melukaimu Marcel.” Seru Imelda keras bahkan sampai suarnya keluar dari kamar rawat Marcel.


Imelda tak percaya mendengar penuturan putranya. Luis yang sudah melakukannya. Apa Luis mengetahui sesuatu tentang dirinya yang ingin mengambil berkas perusahaan.


“Apa yang mommy pikirkan, Luis sudah tau dan dia sudah memberikan berkas itu padaku.” Kata Marcel tanpa melihat ibunya. Dari dulu, dia sudah menolak saat ibunya memintanya mencari berkas itu. Tapi ibunya sering memaksanya untuk mencarinya. mungkin Sky menghajarnya, karna dia yang sudah menggeledah kamar miliknya. Ya hanya itu, Sky tak akan mungkin mengetahui hubungannya dengan Venus. Jika Sky tau, bukankah dia akan menceriakan Venus. Tapi sekarang Venus masih seperti biasanya, mengejar Sky.


“Benarkah.” Imelda kaget mendengar penuturan Marcel lagi. Luis sudah memberikan berkas itu pada Marcel.


“Apa karna ini kau terluka Marcel.” Marcel tersenyum tipis, dia memejamkan matanya memikirkan apa yang terjadi dalam hidupnya. Ingin membalas sakit hatinya pada Sky. Tapi sayangnya, Sky bukan pria yang bisa di kalahkan begitu saja. Dia selalu kalah sebelum berperang dengannya. Marcel sendiri tak tau siapa Sky sebenarnya, kenapa Sky bisa menebak apa yang dia pikirkan dan inginkan.


Imelda mengepalkan tangannya mengingat jika putra tirinya yang sudah melukai putranya. Imelda berbalik dan pergi meninggalkan putranya. Dia akan kembali pulang dan mengatakan pada Heidher.


Jelas saja dia tak terima jika Luis harus masuk ke rumah sakit karna Sky. Beruntungnya Marcel baik baik saja. Hanya tubuhnya saja yang penuh dengan lebam.


*


“Mommy..” Teriak Ara mengangkat tangannya ingin ibunya menggendongnya.


Dan Freya menghampiri putrinya dari tangan Elard. Dia mencium pipi putrinya yang gembul. Sejak sore dia tak bertemu dengan putrinya, selain dia yang sudah tertidur lebih dulu. Dia juga tak sempat menengoknya karna Sky.


“Sudah makan sayang,” Ara menganggukan kepalanya.


“Ara juga sudah minum susu mom.” Kata Elard pada Freya yang membereskan boneka milik Ara.

__ADS_1


Freya menganggukan kepalanya mengerti, dia mengedarkan pandangannya dan tersenyum saat tak melihat suaminya. Itu artinya Sky sudah pergi ke perusahaan. Freya berjalan membawa putrinya ke dalam dapur, sampai di sana, freya di buat terkejut melihat Sky ada di dapur dan sedang berkutat dengan alat masak.


Mendengar suara langkah kaki mendekatinya, Sky menoleh dan tersenyum lebar pada Freya dan putrinya. Sky berjalan mendekati mereka dan mencium bibir Freya dan putrinya.


Freya mendelik pada Sky, dia tak percaya jika Sky akan menciumnya di tempat umum. Bagaimana jika ada pelayan masuk ke dalam dapur. Sementara Ara tertawa cekikikan di gendongan freya. Dia beringsut turun dan berjalan mengikuti Sky.


Sky yang melihat putrinya mengikutinya mengangkat Ara dan mendudukkan Ara di meja.


Cup..


“Putri daddy mau belajar masak sama daddy.” Ara menganggukan kepalanya dan tertawa. Sementara freya hanya menggelengkan kepalanya melihat mereka berdua.


“Sayang kau tidak pergi ke perusahaan.?”


Sky melirik Freya, dia mengambil paprika dari tangan Ara dan menggantinya dengan tomat.


“Dad, Ara mau juga.”


“Yang ini sayang.” Ara menganggukan kepalanya dan mengambil tomat dari tangan Sky.


“Bagaimana aku mau pergi, kau terlalu siang bangunnya sayang.” Dengus Sky kembali menarik pinggang Freya. Dan Ara berteriak saat Sky mengabaikan dirinya yang bertanya. Sky dan Freya tertawa melihat wajah putrinya yang marah. Apalagi saat melihat bibirnya yang mencebik.


Sementara Elard yang melihat mereka bertiga tersenyum tipis. Andai dia juga masih memiliki orang tua.


Elard menggelengkan kepalanya mengusir pikiran bodohnya. Orang tuanya sudah meninggal beberapa tahun lalu saat dia masih kecil. Yang Elard tau, jika mereka meninggal karna di bunuh. Ya hanya itu yang Elard tau tentang mereka. Selebihnya Elard tak tau tentang mereka.


Sky melirik ke arah Elard, dia menghembuskan nafasnya kasar. Tatapan mata Sky melirik istri dan putrinya bergantian. Sky tau apa yang ada di dalam pikiran Elard saat ini.


*


Calvin mengikuti langkah lebar tuannya masuk ke dalam perusahaan miliknya. Di belakang Calvin, empat bodyguard Sky juga mengikuti langkah tuannya dari belakang. Setelah makan siangnya bersama istri dan anak anaknya, Sky pergi ke perusahaan miliknya. Sudah beberapa hari Sky mengabaikan perusahaan miliknya.


Ya semenjak kedatangan Freya kembali, Sky jarang ke perusahaan. Terhitung, hanya beberapa jam dia duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1


Calvin membuka pintu ruangan tuannya dan tak lama Sky masuk ke dalam ruang CEO miliknya. Sampai di dalam Sky mengeratkan giginya emosi melihat Venus lagi lagi sudah duduk di kursi kebesarannya.


Sementara Calvin yang mengikuti langkah tuannya juga tak kalah menatap tajam pada Venus. Di sama sekali tak menyukai wanita yang sedang duduk di dalam kursi milik tuannya.


“Seret dia keluar dari sini.” Titah Sky 9ada Calvin yang di angguki oleh Calvin.


Sementara Venus yang mendengar perintah Luis pada Calvin melototkan matanya. Dia berjalan mendekati Luis tapi sayangnya Calvin lebih dulu menghalangi dia mendekati Luis.


“Menyingkir dari ku.” Calvin tak menggeser tubuhnya, tak lama Sky berjalan menghampiri kursi kebesarannya.


Venus mengikuti langkah Luis melihat suaminya duduk di kursi kebesarannya.


“Nona Venus, apa kau sudah keluar dari mension mewah ku.”


“Luis..” seru Venus mendengar penuturan Sky. Sky masih ingat saat dia mengusirnya dua hari yang lalu. Venus masih ingat saat Sky mencengkram erat dagunya. Venus tentu tak percaya dan tak menyangka, karna selama ini Luis tak pernah bersikap sampai sekasar itu padanya.


Jelas saja selama ini Sky hanya diam, karna dia tak ingin mereka mengusik hidupnya. Tapi sepertinya, saat ini Sky harus mengakhiri permainan Keanu dan Venus.


Sky tersenyum melihat wajah Venus, dia mngambil ponsel miliknya dan menghubungi salah satu bawahannya.


“Bakar semuanya.”


Tut..


Sky menutup sambungan ponsel miliknya. Sementara Venus gelisah si tempatnya berdiri. Apa yang di katakan Luis barusan. Dia baru menyuruh seseorang membakar. Apa yang ingin Sky bakar sebenarnya.


“Luis, ap_”


“Pergi dari sini dan selamatkan barang milik mu nona.”


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2