
“Lion..” Seru Sky menatap punggung putranya yang berbalik.
Tak lama kemudian sebuah mobil menghampiri Elard. Seorang pria paruh baya keluar dari dalam mobil berwarna silver dengan senyum di bibirnya.
“Keponakan ku.” Robin memeluk Elard dan mengusap punggung Elard.
Sementara Elard mematung melihat Robin keluar dari mobil dan memeluknya. Ya Elard masih ingat pria ini. Dialah pemilik mension Roberto. Di mana dirinya tinggal sebelum Luis mengadopsinya. Tapi semenjak ayahnya meninggal semua berubah. Mereka kerap kali memusuhinya dan bahkan mereka juga sering kali mengatakan dirinya anak pembawa sial. Karna kematian ayahnya, hingga sebagian mereka yang tinggal di mension Roberto memusuhinya.
Sky mengeratkan rahangnya melihat Robin memeluk Elard. Sky bangkit dari tanah dan mengusap bibirnya yang berdarah.
“Bawa Freya dari sini Calvin.”
Calvin menganggukan kepalanya mendengar perintah taunnya. Dia membawa istri tuan dan nona mudanya ke arah mobil dan membawa mereka kembali pulang ke mension mewah Sky.
Dan Freya hanya mengikuti langkah Calvin masuk ke dalam mobilnya.
. Freya sendiri masih shock dengan aksi nekat nya yang sudah menembak Vincent. Hanya karna dia menyebutkan nama Ara Freya kalap dan menembak Vincent dengan tangannya sendiri. Freya trauma saat Vincent yang sebelumnya sudah menculiknya dan saat Vincent membiusnya dulu. Itu sebabnya freya berpikiran Vincent akan melukai Ara. Tapi ternyata Ara baik baik saja.
Freya menatap tangannya yang bergetar. Dia sudah menjadi sosok pembunuh. Membunuh pria yang telah berjasa dalam hidupnya dulu.
“Maaf Vin..” isak freya memeluk Ara erat. Beruntungnya Ara tidur di pelukannya sejak tadi saat dia menyembunyikan wajahnya di pelukannya.
*
“Ada apa kau tiba tiba datang kemari tuan Robin.?” Tanya Sky yang sebenarnya tau apa maksud Robin mencari Elard.
“Tentu saja menjemput keponakan saya tuan. Anda tau siapa dia, dia keponakan saya. Dia adalah putra dari Edwin Roberto. Saya rasa Anda juga tau dari dulu tuan Luis. Dia putra dari pria yang anda bunuh tuan Luis.?” Senyum Robin terkembang melihat wajah Sky yang mengeras.
Sebenarnya Robin takut pada Sky. Tapi apa salahnya jika dia memanfaatkan keadaan saat ini. Semenjak dia mengetahui jika Elard masih hidup. Tentu dia langsung mencarinya. Dan satu bulan yang lalu dia mengetahui Elard bersama dengan Luis.
Tapi Robin hanya diam saja. Selain tak ingin berakhir menjadi abu oleh Luis. Dia belum mendapatkan harta milik mendiang kakaknya yang di wariskan pada Elard. Itu sebabnya dia menunggu hari ini dimana Elard mengetahui tentang Sky yang membunuh ayahnya. Meski semua itu adalah salah Edwin yang berusaha membunuh Sky dan menguasai klan milik Sky.
__ADS_1
Nafas Sky memburu menahan emosi mendengar penuturan Robin. Dia berjalan mendekati Robin dan Elard dengan rahang mengeras dan mata elangnya menatap Robin yang berdiri bersama Elard.
Sementara Robin yang melihat Luis berjalan mendekatinya, tangannya berkeringat dingin takut bukan main. Dia melirik ke arah Elard di depannya. Robin berharap Elard akan menolongnya dari Sky kali ini.
“Elard, paman ingin mengajakmu kembali pulang. Apa kau masih ingin tinggal di sini, menjadi putra Luis. Pria yang sudah membunuh a_”
Bug..
Brukk..
Sky menendang Robin hingga tersungkur membentur tembok. Jelas saja Sky emosi mendengar Robin ingin membawa Elard pergi darinya. Sky mendekati Robin dan mencengkram erat leher Robin.
Sementara Robin gemetar ketakutan, bibirnya terus merapalkan do’a agar Elard membantunya dan melepaskan dia dari cengkraman Sky. Robin tak ingin dia berakhir sia-sia di tangan Sky. Siapa yang tak kenal dengan Ausky Luis. Pria kejam dan tak kenal ampun ini sangat di takuti semua orang.
Tapi sepertinya Robin harus mengubur mimpinya untuk menjadikan Elard tambang emasnya. Karna Elard sendiri masih berdiri mematung di tempatnya berdiri dan tak berniat membantunya.
“Lion putra ku dan kau tak bisa membawanya dariku brengsek.”
Bug..
Robin tersungkur kembali, tubuhnya menghantam trotoar jalan kali ini. Sky benar-benar akan membunuh Robin kali ini. Sky melangkah lagi mendekati Robin. Kedua tangannya terangkat mengangkat bahu Robin dan siap melayangkan kepalan tangannya pada wajah Robin.
“Lepaskan dia tuan Luis.”
Sky memejamkan matanya mendengar suara dingin Elard padanya. Dia menatap Robin di depannya yang tersenyum padanya. Robin melepaskan tangan Sky dari bahunya. Dan berjalan bertatih mendekati Elard yang tak jauh darinya.
“Ayo kita pulang.” Seru Robin, dia tak ingin Sky benar benar membunuhnya.
“Tuan Robin, kau tak akan_”
“Apa hak mu tuan Luis. Aku ingin kembali pulang bersama keluarga ku. Kau bukan siapa siapa bagiku. Anggap saja dosamu berkurang telah menyelamatkan ku dan merawat ku selama ini.” Tegas Elard berjalan menuju mobil Robin yang tak jauh darinya.
__ADS_1
Sky kaget mendengar penuturan Elard padanya.
“Lion daddy minta maaf.” Sesal Sky menatap wajah Elard dari samping yang sama sekali tak mau menolehnya.
Elard hanya diam dan mengunci bibirnya. Dia sama sekali tak berniat menoleh ke arah Sky. Sakit hati, kecewa, dan kebenciannya pada Sky saat mengetahui jika Sky adalah pria yang sudah membunuh orang tuanya. Sengaja mengadopsinya dan ingin memanfaatkan dirinya. Sungguh Elard sangat membenci Sky saat ini.
“Kita pulang paman.”
Sky menatap nanar punggung Elard yang berjalan menjauhinya. Sementara Robin jelas saja bernafas lega saat Elard mengajaknya pergi dari sini.
“Lion, Ara akan mencarimu nanti.” Seru Sky.
Dan Elard menghentikan langkahnya mendengar nama Ara. Adik kecilnya yang sudah dua bulan ini selalu bersamanya. Tangannya terkepal erat, membayangkan bagaimana Ara yang akan menangis mencarinya.
“Aku tak perduli tuan.” Sahut Elard masuk ke dalam mobil milik Robin.
Robin tersenyum miring ke arah Sky sebelum dia juga ikut masuk ke dalam mobil miliknya dan pergi meninggalkan Sky yang berdiri di tempatnya berdiri.
“Lion... “ Teriak Sky melihat Elard masuk ke dalam mobil Robin.
Elard tak perduli dengan suara teriakan Sky. Dia tak ingin kembali bersama Sky lagi. Jelas saja, bukan karna Sky yang hanya pembunuh orang tuanya. Tapi dia tak ingin menjadi anak durhaka telah tinggal bersama dengan pria yang membunuh ayahnya sendiri.
Sky masih tak percaya jika Elard akan pergi darinya. Ternyata Elard sangat membencinya. Jangan kan tersenyum padanya, menoleh saja Elard sama sekali tak melakukannya.
Remaja yang dia asuh empat tahun lamanya sebelum menemukan freya.
“Freya..” Guman Sky berbalik dan melangkah lebar mendekati mobil miliknya. Sementara beberapa bodyguardnya mengikuti mobil tuannya kembali ke mension mewahnya.
Sky mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi kembali ke mension mewahnya. Dia sudah kehilangan Elard yang pergi darinya. Dan dia tak ingin kehilangan freya dan putrinya lagi. Sky tau dirinya adalah pria brengsek yang pernah ada. Tapi dia tak ingin menjadi pria yang sangat menyedihkan lagi.
Dia mencintai Freya. Cintanya hanya pada Freya saat ini. Bukan karna dia tak bisa mendapatkan Elvira. Tapi karna Freya adalah jantung hatinya. Dia tak ingin menyakiti Freya sekaligus tak ingin Freya pergi darinya.
__ADS_1
Sky tak akan sanggup jika Freya kembali lagi pergi darinya. Dia tak bisa hidup tanpa Freya.