
“Apa semua ini ada hubungannya dengan mu Dava.” Teriak Devan emosi menatap putranya yang berdiri di depannya.
Sementara Dava menundukkan kepalanya mendengar suara teriakan ayahnya padanya. Dia tak percaya ayahnya akan berteriak padanya.
“Dad..”
“Katakan pada Daddy Dava, apa kau sudah membuat kesalahan Dava.” Tekan Devan mencengkram erat bahu Dava.
“Aku hanya melakukan apa yang menurutku benar Dad.” Sahut Dava menatap mata ayahnya.
“Apa maksudmu.” sahut Devan mengerutkan keningnya mendengar penuturan putranya.
“Freya, wanita itu ternyata wanita yang di beli oleh Luis. Aku yakin jika Luis hanya ingin mempermainkan Freya Dad. Luis pasti sudah mengancam Freya untuk menikah dengannya Dad. ” Kata Dava dengan dada yang bergemuruh kembali.
Devan menatap putranya tak mengerti. Giginya gemerutuk menahan emosi yang memuncak. Apa maksud Dava berbicara seperti itu padanya.
“Lalu, apa hubungannya dengan mu.” Geram Devan menatap tajam pada putranya. Dia tak percaya dengan Dava yang ingin tau tentang kehidupan Sky. Ada apa sebenarnya dengan putranya.
Dava menundukkan wajahnya kembali mendengar pertanyaan ayahnya padanya. Tangannya terkepal erat, membayangkan kembali wajah cantik Freya yang menjadi milik Luis.
“Aku mencintai Freya Dad, istri Luis.” Aku Dava menatap wajah ayahnya.
Plakk..
*
Sky keluar dari mobil miliknya setelah bodyguard nya membukakan pintu untuknya. Dia melangkah lebar ke arah lobi perusahaan miliknya.
“Selamat siang tuan Luis.”
Deg..
Sky menghentikan langkahnya mendengar suara seseorang yang menyapanya. Dia berbalik secepat kilat dan bibirnya tersenyum lebar melihat siapa yang berdiri tak jauh darinya.
“Lion.. “ seru Sky melihat putranya berdiri tak jauh darinya. Dia tak percaya putranya ada di sini dan mencarinya. Sky tersenyum melihat kedatangan Elard. Dia yakin Elard sangat merindukan putrinya.
Sementara Elard tersenyum miring melihat senyum Sky padanya. Rahangnya mengeras saat melihat wajah tanpa dosa Sky padanya. Sungguh Elard ingin sekali melepaskan peluru panasnya pada Sky saat ini juga.
__ADS_1
“Kau kembali.” kata Sky berjalan mendekati Elard.
Dor..
Akk..
Sky shock melihat salah satu bodyguard nya tumbang di sampingannya. Sementara bodyguard yang lainnya dan Calvin mengangkat senjata apinya pada Sky. Mereka menodongkan senjatanya pada Elard yang berdiri tak jauh darinya.
Sky menatap mata Elard yang menatap ke arahnya penuh kebencian. Dia tak percaya Elard akan menembak salah satu bodyguard nya.
Dari mana Elard bisa menguasai senjata di tangannya. Tentu saja darah mafia ada pada Elard, dan dari dirinya dulu yang selalu mengajarinya.
Click..
“Jangan macam macam tuan muda,” Ancam Calvin pada Elard. Jangankan tuannya, dia juga tak percaya Elard datang tiba-tiba dan menembak salah satu bodyguard tuannya.
Tak lama kemudian, beberapa pria tiba-tiba saja berdiri dan menodongkan senjatanya pada Calvin dan bodyguard nya.
Dan Calvin mengeratkan giginya emosi melihat beberapa pria, juga menodongkan senjatanya padanya.
Sementara Sky menghembuskan nafasnya perlahan. Dia tau siapa mereka, orang milik Elard tentunya. Mereka adalah bawahan Edwin, ayah Elard.
“Apa kau ingin membunuh Daddy Lion.” Tanya Sky menatap remaja yang menjadi putranya.
Elard terkekeh lucu mendengar penuturan Sky. Dia melangkah mendekati Sky yang berdiri tak jauh darinya.
“Aku tak suka seseorang ikut campur dan ingin tau tentang kehidupan ku.” Ucap Elard menatap Sky masih dengan tatapan penuh kebencian.
Sementara Sky mendesah kasar mendengarnya. Dia tau apa maksud Elard. Tapi dia tak percaya Elard akan datang menemuinya.
“Hentikan mereka atau aku akan membunuh mereka semua tuan.” Teriak Elard emosi. Dadanya naik turun mengingat Sky sudah lancang mengirimkan mata mata untuknya. Dan dia yang sebelumnya tak tau jika mereka adalah orang Sky, tanpa sengaja membunuh mereka berdua.
Dan Elard baru menyadari setelah beberapa hari yang lalu, datang beberapa pria berpakaian sama. Dari situ Elard baru menyadari mereka adalah bawahan Sky. Pria yang sudah menjadi ayah angkatnya. Tapi sayangnya, sejak dia mengetahui kebenarannya. Dia sangat membenci Sky.
“Lion,” Seru Sky tak percaya mendengar ancaman Elard padanya.
“Saat aku kembali dan masih melihat mereka di sekitar ku. Aku tak akan menunggu alasan nya tuan. Aku akan menyingkirkan mereka tanpa alasan apapun.” tukas Elard kemudian berbalik dan melangkah menghampiri mobilnya.
__ADS_1
“Ara mencarimu, apa kau tak merindukannya. Temui dia, dia pasti akan sangat senang melihatmu.” Seru Sky melihat Elard berbalik.
Elard menghentikan langkahnya saat mendengar penuturan Sky. Rahangnya mengeras dan jantungnya berdetak kencang mendengar nama Ara di telinganya.
“Apa kau pikir aku merindukannya tuan. Aku sama sekali tak merindukannya. Dia bukan siapa-siapa bagiku. Dia bukan adikku, dia hanya putrimu. Putri dari pria yang sudah membunuh Ayahku dan menghancurkan keluarga ku. Apa kau pikir aku akan merindukannya, tidak sama sekali tuan sekali.” Ucap Elard dengan nada dinginnya.
Sky mengunci bibirnya mendengar penuturan Elard padanya. Benarkah Elard tak ingin bertemu dengan Ara. Tak lama kemudian Sky membuka mulutnya lagi saat melihat Elard kembali lagi melangkah.
“Jangan membenci Ara, Lion. Dia sama sekali tak tau apa apa. Daddy yang bersalah bukan Ara. Jangan sekalipun kau membenci Ara. Temui adikmu, dia sangat merindukanmu, dia pasti akan sangat senang melihat mu.” Ucap Sky menatap punggung Elard yang membelakanginya.
“Tapi sayangnya, aku tak merindukannya tuan Luis.” Sahut Elard melanjutkan langkahnya menghampiri mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Sky.
Sky menatap mobil mewah yang melaju kencang membelah jalan ibu kota. Dia mendesah kasar dan mengusap wajahnya tak percaya. Elard ternyata sangat membencinya.
Bahkan saat dia menyebutkan nama Ara di depannya, Elard tetap bersikap dingin padanya. Benarkah Elard sangat membencinya. Mendengar nada dingin Elard padanya, dia yakin Elard tak merindukan putrinya sama sekali. Rupanya Elard ingin lepas dan tak ingin tau tentang adik kecilnya.
“Tuan..” seru Calvin mengagetkan Sky yang melamun.
Sky menoleh ke arah Calvin dan melirik ke bawah.
“Obati dia, “
*
Di dalam mobil, Elard mengepalkan tangannya. Dadanya masih berdetak lebih kencang saat ini. Apalagi jika bukan karna memikirkan dan merindukan Ara.
Tapi dia tak ingin menjadi lemah. Dia tak ingin memiliki suatu hubungan apapun lagi dengan pria yang membunuh ayahnya. Dia akan meninggalkan masa lalunya dan akan hidup dengan caranya sendiri. Melupakan semua yang pernah terjadi selama empat tahun ini.
Anggap saja itu adalah mimpi untuknya. Elard memejamkan matanya, mencoba mengusir bayang bayang Ara di kepalanya. Tak lama kemudian, Elard membuka matanya dan menoleh ke samping.
“Ara..”
Sementara Freya yang turun dari mobilnya melangkah ke samping, dimana Ara putrinya duduk bersama dengan pengasuhnya.
“Mom Ala mau susu vanilla dan coklat.” Seru Ara di gendongan pengasuhnya. Sementara Freya menganggukan kepalanya mengerti. Sementara Ara masih terus mengoceh, bibirnya mungilnya sesekali akan berteriak saat tak mendengar jawaban Freya.
Freya menoleh ke arah putrinya saat mendengar ocehan putrinya yang menyebutkan semua yang dia inginkan. Tak lama ria terkekeh mendengar suara teriakan putrinya padanya.
__ADS_1
“Iya sayang..”