Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 52# Ulah Freya


__ADS_3

Dor.. 


Brukk.. 


Slaah satu pengawal ambruk dan meregang nyawa terkena tembakan dari Sky. Wajah Carol pucat pasi dan tubuhnya semakin bergetar ketakutan. Carol memejamkan matanya saat melihat sepasang kaki mendekatinya. 


Brukk... 


"Tuan saya min_"


Sett... 


"Tu_an.."


Carol mencoba melepaskan tangan Sky dari lehernya saat Sky mencekiknya. Tapi Sky semakin mengencangkan tangannya pada leher Carol. Sky tau jika Carol sengaja menyakiti Freya. Membayangkan Freya yang tak bisa bertenang dan saat ini terbaring sakit karna Carol. Gigi Sky semakin mengetat bersama dengan cengkraman tangannya di leher Carol. 


Pelayan dan penjaga menundukan wajahnya saat melihat salah satu pelayan di cekik tuannya. Tubuh pelayan itu bahkan terangkat oleh tangan tuannya yang berada di lehernya. 


Brukk.. 


"Berikan dia pada Mex."


Titah Sky setelah melepaskan Carol dari tangannya. Tak lama Sky melangkah pergi ke kamarnya. 


Sedangkan pelayan lainnya menundukkan wajahnya ketakutan. Tubuh mereka bahkan sampai bergetar menahan takut. Setelah melihat tuannya pergi Penjaga mension berjalan mendekati Carol dan menyeretnya ke belakang mension. Carol tak berontak dia masih mengatur nafasnya saat penjaga menyeretnya. 


Tak sampai lima belas menit terdengar suara jeritan Carol di telinga pelayan lainnya. Sebagai pelayan tak tau apa yang terjadi pada Carol. Sebagian ada yang tau, jika Carol pasti sudah meninggal dunia saat ini. Itu sebabnya mereka tak pernah ingin melakukan kesalahan sedikitpun. 


"Pergi dari sini, sebelum tuan Sky melampar kalian juga." Tukas Calvin menatap pelayan satu persatu. 

__ADS_1


Pelayan membubarkan dirinya mendengar ancaman Calvin. Mereka semua pergi pada tugasnya masing masing. Takut jika nyawa mereka menjadi sasaran selanjutnya. Mereka tak ingin berakhir sia sia oleh hewan peliharaan Sky yang berada di belakang mansion. 


Sementara di dalam kamar, Sky berjalan mendekati ranjang dimana Freya terbaring tak sadarkan diri. 


"Bagaimana.."


"Saya sudah memberikan penurun panas  dan vitamin untuk nona tuan. Kemungkinan nona akan tidur sampai malam hari."


Sky mengibaskan tangannya menyuruh dokter pergi. Setelah dia pergi Sky berjalan mendekati Freya. Mata tajamnya menatap wajah Freya yang sedikit merah dan tak pucat seperti sebelumnya. 


Cup.. 


"Maafkan aku.."


Sky mengambil tangan Freya yang memar dan mengecup tangan Freya.  Mengambil salep di sampingnya, lalu mengoleskan ke tangan Freya. Sky sangat menyesal telah menyakiti Freya sampai seperti ini. Pasti Freya sangat kesakitan, saat dia menyeretnya kemarin. 


Sky membuka semua pakaian yang menempel di tubuhnya. Hanya menyisakan kain segitiga miliknya yang membungkus area sensitifnya. Dia ingin Freya membuka matanya untuknya. 


"Maafkan aku Freya.."


"Dad.."


Sky menatap wajah Freya, Sky mendengar gumaman Freya yang menyebutkan nama ayahnya. Sky tau siapa nama ayah Freya. Dia sudah meninggal saat Freya masih kecil dan Sky juga tau wanita yang menjual Freya adalah wanita yang selama ini merawatnya. 


Hingga satu jam lamanya Sky ikut memejamkan matanya bersama Freya di dalam pelukanya. 


Sedangkan di luar untuk pertama kalinya Venus datang ke mension Sky. Bibir Venus tersenyum lebar, dia melangkah arogan masuk ke dalam mension. Tapi sayangnya pengawal Sky tak membiarkan Venus masuk ke dalam dan berdiri di depan pintu. 


"Apa yang kalian lakukan, menyingkir dari hadapan ku." Desis Venus menatap empat pengawal di depannya. 

__ADS_1


"Maaf nona, nona tak di ijinkan masuk tanpa perintah dari tuan sendiri." Jawab salah satu pelayan. 


"Apa kalian tau siapa aku hah. Aku calon nyonya kalian brengsek." Teriak Venus emosi. 


Mereka berempat saling melirik satu sama lainnya. Taoi masih berdiri di depan pintu menghalangi Venus masuk ke dalam. Mereka tau siapa nyonya mension mewah tempat mereka bernaung. Freya, gadis yang tuannya bawa sepuluh hari yang lalu ke dalam mension ini, yang mereka tau dialah nyonya Luis Romanov. 


"Apa yang kalian tunggu, menyingkir dari sini." Geram Venus menatap mereka tajam dan penuh emosi. 


"Maaf nona.. " Masih berdiri di depan pintu dan tak membiarkan Venus masuk ke dalam. 


Venus semakin merah padam wajahnya melihat mereka sama sekali tak membiarkan dia masuk ke dalam. Venus mencoba mendorong salah satu dari penjaga, tapi sayangnya tubuh mereka yang besar tak bergeser sedikitpun. 


"Kalian.." Teriak Venus. 


Venus dia datang ke mension Sky karna sebelumnya dia sudah datang ke perusahaan Sky. Tapi sekretaris Sky mengatakan jika Sky pergi terburu buru dan belum kembali. Itu sebabnya Venus menelpon Heidher agar memberitahukan dimana mension Sky. Karna selama ini, tak banyak orang lain tau mension mewah Sky, hanya beberapa orang saja yang mengetahui di mana mension mewahnya. 


Dan Venus merayu Heidher agar memberitahukan dimana mension mewah Sky. Tentu saja Heidher memberitahukan Venus karna bagi Heidher, Venus juga harus tau mension Sky karna mereka sebentar lagi akan bertunangan. 


Venus berjalan menuju mobilnya dan duduk di dalam mobil. Lelah berteriak pada mereka yang tak mengijinkan dia masuk ke dalam mension. Hingga setengah jam kemudian Venus mengumpat mereka yang masih sama tak pindah dari depan pintu. Kemudian Venus menginjak pedal gasnya pergi meninggalkan mension Sky. Venus tak ingin menjadi orang bodoh berdiri di luar di bawah terik matahari yang menyengat. Dia tak ingin kulitnya kusam dan menghitam, akan sangat melakukan jika dia bertemu dengan Sky nanti. 


"Pengawal brengsek.."


*


Menjelang malam, Sky membuka matanya dan menundukkan wajahnya saat merasakan pergerakan Freya di pelukannya. Sky tersenyum dan mengecup kening Freya. Tubuh Freya tak sepanas sebelumnya dan sekarang sudah berangsur-angsur normal. 


Merasakan sesuatu yang dingin menyentuh keningnya, Freya membuka matanya perlahan. Freya berkedip saat melihat tonjolan kecil bergerak naik turun. Tangannya terangkat menyentuh jakun yang bergerak naik turun. Kemudian tangan Freya naik ke atas menyentuh bawah dagu yang ditumbuhi bulu bulu kasar. 


Sky memejamkan matanya saat merasakan jari lentik Freya mengelus leher dan dagunya. Nafas Sky memburu menahan gejolak api gairah yang tiba-tiba saja muncul. Sentuhan jari kecil Freya membangunkan jiwa kelelakian Sky yang semula tertidur . Tak lama kemudian pusat inti tubuhnya bereaksi mengeras dan berdenyut. Sky memejamkan matanya menetralkan gejolak api gairah yang melambung dan memanas. Jangan sampai dia menyerang Freya saat ini. Freya masih sakit dan Sky tak ingin menyakiti Freya kembali. 

__ADS_1


Sedangkan Freya tangannya masih berada di leher Sky dan mengelus tonjolan yang bergerak naik turun. Freya tak tau ini apa, tapi itu terlihat sangat unik di mata Freya. 


"Freya.."


__ADS_2