
“Aku akan membunuhmu brengsek.” Teriak Sky emosi dan mencengkram erat setir kemudi miliknya. Dia menginjak pedal gasnya full menuju dimana Freya berada saat ini.
Apartemen mewah di salah satu pusat kota. Freya ada di sana bersama dengan seorang pria yang dia belum tau siapa pria yang bersamanya.
Tak sampai setengah jam mobil yang di kendarai Sky terparkir di depan gedung apartemen mewah. Sky mengeratkan giginya emosi membayangkan Freya ada didalam bersama seorang pria. Itu artinya Freya berselingkuh darinya.
Sky membuka kasar pintu mobilnya dan menutupnya kencang . Dia menatap Calvin dan dua anak buahnya yang menundukan wajahnya.
Sky berjalan lebar memasuki pintu lift. Bersama dengan itu ponsel Calvin berdering. Calvin menempelkan Ponselnya di telinganya dan tak lama kemudian Calvin semakin menundukan wajahnya dalam.
“Ada apa.?”
“Tuan Elard masuk rumah sakit tuan, dia kecelakaan.” Jawab Calvin menundukan wajahnya.
Mendengar jika putranya ada di rumah sakit Sky mengepalkan tangannya. Nafasnya memburu menahan emosi yang memuncak. Sky tau jika Elard bukan kecelakaan tapi seseorang menginginkan nyawanya.
“Brengsek.. “
Umpat Sky mengayunkan kaki kirinya menghalangi pintu lift yang akan tertutup hingga pintu terbuka kembali. Sky berjalan lebar keluar dari pintu lift dan masuk kembali pada mobilnya. Menginjak pedal gasnya pergi meninggalkan gedung apartemen termahal di pusat kota.
Mendengar nama Elard ada di rumah sakit Sky juga tak bisa mengabaikan begitu saja. Putranya tak akan sampai masuk rumah sakit jika hanya kecelakaan biasa.
Bukan Sky lebih memilih Elard dari pada Freya, tapi Sky yakin jika Elard tak baik baik saja saat ini.
Sampai di rumah sakit Sky berjalan lebar mencari keberadaan putranya. Remaja yang dia asuh sejak empat tahun lalu. Remaja yang sudah menemaninya dan menghiburnya saat dia sedih. Hanya Elard yang selalu menemaninya. Dan Sky tak ingin terjadi sesuatu pada Elard. Dia sudah menganggap remaja itu sebagai putranya sendiri.
Dari jauh Sky bisa melihat pelayan duduk seorang diri. Sky mendekati pelayan bersama dengan dokter yang keluar dari dalam. Mengetahui tuannya datang pelayan berdiri dan menundukan wajahnya.
“Bagaimana dengan putraku.” Tanya Sky menatap tajam pria yang memakai jas kebesarannya.
Dokter menundukkan wajahnya melihat tatapan tajam Sky.
“Katakan padaku brengsek.” Teriak Sky emosi.
__ADS_1
“Benturan di kepalanya cukup serius tuan. Tuan muda kritis dan dia koma.”
Bug..
Sky melayangkan kepalan tangannya pada dokter. Sementara pelayan menutup mulutnya dan hampir berteriak histeris.
“Tuan..”
“Jika terjadi sesuatu dengannya aku yang akan membunuhmu.” Dokter beringsut mundur, bibirnya pecah akibat pukulan Sky padanya.
“Pergi dari sini.” Tanpa menunggu lama dokter pergi meninggalkan Sky dan seorang pelayan. Dia tak ingin terjadi sesuatu dengan dirinya, saat melihat pria berkuasa itu marah.
Sky memejamkan matanya menahan emosi dan rasa yang entah. Pelayan yang tak jauh dari tuannya, menundukan wajahnya takut. Tak lama pelayan berjengit saat mendengar suara dingin tuannya.
“Keluar.”
“Baik tuan.”
Tak lama kemudian pintu terbuka, Sky tau siapa yang datang.
“Tuan bisa menemui nona Freya, biarkan saya yang menjaga tuan muda.” Tawar Calvin menundukan wajahnya dan melirik Elard di atas ranjang.
Hingga beberapa menit tak ada jawaban dari tuannya. Calvin hanya berdiri tak jauh dari Sky. Dia sendiri juga bingung. Dia tau jika tuannya sangat menyayangi Elard tapi tuannya juga ingin menemui nona Freya Calvin tau itu.
“Calvin belikan aku ponsel.” Ucap Sky setelah beberapa menit kemudian.
“Baik tuan.”
*
Sementara di apartemen Freya, Vincent membantu Freya menata belanjaan Freya masuk ke dalam kulkas. Dan Freya sendiri menata susu di dalam lemari. Bibirnya tersenyum saat melihat susu berbagai rasa tersusun rapi di lemarinya.
“Sayang apa kau sudah selesai.” Freya berjengit mendengar suara Vincent yang tiba-tiba saja mengagetkan. Dan tak lama kemudian sebuah tangan melingkar di pinggang rampingnya. Freya mendesah lirih dan melepaskan tangan Vincent di pinggangnya kemudian berbalik menatap Vincent. Pria yang menjadi kekasihnya sejak satu tahun lalu. Pria yang menjadi bosnya di salah satu tempatnya bekerja.
__ADS_1
“Ya terima kasih.” Vincent tersenyum mendengar Freya berterima kasih padanya.
“Bolehkah aku menginap di sini girl, aw.. “ Vincent kembali tertawa saat pinggangnya di cubit oleh Freya. Sementara Freya mendelik pada Vincent saat mendengar penuturan Vincent.
“Aku akan menendang bokongmu jika kau berani macam macam padaku tuan Vincent.” Ancam Freya mendorong Vincent menuju pintu apartemen. Vincent masih tak bisa menghilangkan tawanya mendengar ancaman Freya. Dia hanya pasrah saat Freya mendorongnya keluar apartemen.
“Kau mengusirku girl.” Dengus Vincent, melirik tajam pada Freya.
“Ya pergilah kau tau besok aku akan pergi ke perusahaan, aku tidak mau mereka mengomel lagi padaku.”
Cup..
Melihat tatapan mata bening Freya, Vincent melabuhkan bibirnya pada bibir Freya. Bibir merah merona ini sedari tadi menggodanya.
Dan Freya kaget saat tiba-tiba Vincent mencium bibirnya. Meski bukan yang pertama kalinya Vincent menciumnya. Entah kenapa Freya merasa tak ingin Vincent melakukan ini padanya, jika dia menolak Vincent pasti akan marah padanya.
Vincent baru melepaskan tautan bibirnya dari bibir Freya setelah Freya mendorong dada bidangnya.
“Sudah malam,” Kata Freya menghindari tatapan mata Vincent padanya.
“Ya aku akan pulang, selamat malam sayang.” Freya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Vincent tersenyum kemudian mencium pipi Freya dan melangkah pergi meninggalkan Freya. Tak lama kemudian Vincent melihat pintu apartemen Freya tertutup. Vincent tau jika sebenarnya Freya tak ingin dia menciumnya. Tapi dia tak ingin menyerah begitu saja mendapatkan hati Freya. Sebelumnya Freya sama sekali tak ingin dia memegang tangannya. Tapi lambat laun, Freya mau menerima dirinya. Satu tahun dia tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuknya saat Freya mulai menerima dirinya.
*
Sky mengeratkan giginya emosi melihat layar ponsel yang menampilkan dua orang pria dan wanita saling berciuman. Dada Sky semakin bergemuruh hebat. Cemburu dan kecewa seketika menguasainya. Freya ternyata tega padanya, dia kabur bersama seorang pria maoam itu.
Wanita itu ternyata benar-benar berselingkuh darinya bersama pria yang jauh lebih muda darinya.
Sky tau siapa pria yang bersama Freya saat ini. Vincent Lao, pria berdarah Amerika dan Mandarin adalah salah satu pria terkaya di kota ini. Sky berdecih dan mengumpat Vincent.
“Kau tak akan bisa merebutnya dariku Vincent.”
__ADS_1